Evaluasi Pembelajaran Adalah, Pengertian, Jenis, Fungsi, Tujuan, Manfaat, Prinsip, Ruang Lingkup, Prosedur, Teknis dan Bentuk

  • Whatsapp
Evaluasi Pembelajaran


Pengertian Evaluasi Pembelajaran Adalah | Jenis Jenis Evaluasi Pembelajaran | Fungsi Evaluasi Pembelajaran | Tujuan Evaluasi Pembelajaran | Manfaat Evaluasi Pembelajaran | Prinsip Evaluasi Pembelajaran | Ruang Lingkup Evaluasi Pembelajaran | Teknik Evaluasi Pembelajaran | Bentuk Evaluasi Pembelajaran | Prosedur Evaluasi Pembelajaran |

Pengertian Evaluasi Pembelajaran Menurut Para Ahli

Berikut beberapa pengertian evaluasi pembelajaran menurut para ahli, dari berbagai sumber :

  • Menurut Oemar Hamalik, Evaluasi pembelajaran adalah evaluasi terhadap proses belajar mengajar.
  • Menurut Edwind Wandt dan Gerald W. Brown, Evaluasi pembelajaran adalah  kegiatan atau proses penentuan nilai pendidikan, sehingga dapat diketahui mutu atau hasil-hasilnya.
  • Menurut Harjanto, evaluasi pembelajaran adalah penilaian atau penaksiran terhadap pertumbuhan dan kemajuan peserta didik kearah tujuan-tujuan yang telah ditetapkan dalam hukum.
  • Menurut Hamzah, Evaluasi pembelajaran merupakan penilaian kegiatan dan kemajuan belajar peserta didik yang dilakukan secara berkala dalam bentuk ujian, praktikum, tugas dan atau pengamatan oleh pengajar. Bentuk ujian meliputi ujian tengah semester, ujian akhir semester, ujian tugas akhir di mana pembobotannya ditentukan atas kebersamaan antara pengampu mata kuliah dan penyusun silabi atau instansi yang bersangkutan. Peserta didik diperbolehkan mengikuti ujian dengan persyaratan tertentu.
  • Menurut Sukirman, evaluasi pembelajaran adalah serangkaian kegiatan untuk memperoleh, menganalisis, dan menafsirkan data tentang proses dan hasil belajar peserta didik yang dilakukan secara sistematis dan berkesinambungan, sehingga menjadi informasi yang bermakna dalam pengambilan keputusan dalam mata pelajaran tertentu di sekolah atau madrasah.
  • Menurut Cangelosi, Evaluasi pembelajaran adalah suatu proses atau kegiatan untuk menentukan nilai, kriteria-judgment atau tindakan dalam pembelajaran.

Jenis Jenis Evaluasi Pembelajaran

Berikut beberapa jenis evaluasi pembelajaran menurut para ahli, dari berbagai sumber :



Jenis Evaluasi Pembelajaran Menurut Sulistyorini

  • Evaluasi formatif adalah evaluasi yang dilaksanakan pada akhir program belajar mengajar untuk melihat tingkat keberhasilan proses belajar mengajar itu sendiri.
  • Evaluasi sumatif adalah evaluasi yang dilakukan pada akhir unit program, yaitu akhir program dan akhir tahun. tujuannya adalah untuk melihat hasil yang dicapai oleh para siswa, yakni seberapa jauh tujuan-tujuan kurikuler dikuas1ai oleh para siswa. Penilaian ini berorientasi kepada produk, bukan kepada proses.
  • Evaluasi diagnostik adalah evaluasi yang bertujuan untuk melihat kelemahan-kelemahan siswa dan faktor penyebabnya. Penilaian ini dilaksanakan untuk keperluan bimbingan belajar, pengajaran remidial, menemukan kasus-kasus dll.
  • Evaluasi penempatan adalah evaluasi yang dilaksanakan untuk keperluan menempatkan siswa dalam situasi belajar mengajar yang sesuai dan tepat sesuai dengan kemampuan dan bakatnya.

Jenis Evaluasi Pembelajaran Menurut Zainal Arifin

  • Evaluasi perencanaan dan pengembangan

Hasil evaluasi ini sangat diperlukan untuk mendesain program pembelajaran. Sasaran utamanya adalah memberikan bantuan tahap awal dalam penyusunan program pembelajaran. Persoalan yang disoroti menyangkut tentang kelayakan dan kebutuhan. Hasil evaluasi ini dapat meramalkan kemungkinan implementasi program dan tercapainyakeberhasilan program pembelajaran. Pelaksanaan evluasi dilaksanakan sebelum program sebenarnya disusun dan dikembangkan.

  • Evaluasi Monitoring

Evaluasi ini dimaksudkan untuk memeriksa apakah program pembelajaran mencapai sasaran secara efektif dan apakah program pembelajaran terlaksana sebagaimana mestinya. Hasil evaluasi ini sangat baik untuk mengetahui kemungkinan pemborosan sumbersumber dan waktu pelaksanaan pembelajaran, sehingga dapat dihindarkan.

  • Evaluasi Dampak

Evaluasi ini dimaksudkan untuk mengetahui dampak yang ditimbulkan oleh suatu program pembelajaran. Dampak ini dapat diukur berdasarkan kriteria keberhasilan sebagai indikator ketercapaian tujuan program pembelajaran.



  • Evaluasi efisiensi-ekonomis

Evaluasi ini dimaksudkan untuk menilai tingkat efisiensi pelaksanaan program pembelajaran. Untuk itu, diperlukan perbandingan jumlah biaya, tenaga, dan waktu yang diperlukan dalam suatu program pembelajaran dengan program lainnya yang memiliki tujuan yang sama.

  • Evaluasi Program Komprehensif

Evaluasi ini dimaksudkan untuk menilai program pembelajran secara menyeluruh, seperti perencanaan program, pelaksanaan program, monitoring pelaksanaan, dampak program, tingkat keefektifan dan efisiensi, dalam model evaluasi dikenal dengan educational system evaluation model.

Fungsi Evaluasi Pembelajaran

Berikut beberapa fungsi evaluasi pembelajaran menurut para ahli, dari berbagai sumber :



Fungsi Evaluasi Pembelajaran Menurut Chabib Thohha

  • Bagi guru: a. Mengetahui kemajuan belajar peserta didik. b. Mengetahui kedudukan masing-masing individu peserta didik dalam kelompoknya. c. Mengetahui kelemahan-kelemahan dalam proses pembelajaran. d. Memperbaiki proses belajar-mengajar. e. Menentukan kelulusan peserta didik.
  • Bagi peserta didik: a. Mengetahui kemampuan dan hasil belajar. b. Memperbaiki cara belajar. c. Menumbuhkan motivasi dalam belajar.
  • Bagi sekolah: a. Mengukur mutu hasil pendidikan. b. Mengetahui kemajuan dan kemunduran sekolah. c. Membuat keputusan kepada peserta didik. d. Mengadakan perbaikan kurikulum.
  • Bagi orang tua: a. Mengetahui hasil belajar anaknya. b. Meningkatkan pengawasan dan bimbingan serta bantuan kepada anaknya dalam usaha belajar. c. Mengadakan pemilihan jurusan atau jenis sekolah lanjutan bagi anaknya.
  • Bagi masyarakat dan pemakai jasa Pendidikan : a. Mengetahui kemajuan sekolah. b. Ikut mengadakan kritik dan saran perbaikan bagi kurikulum pada sekolah tersebut. c. Lebih meningkatkan partisipasi masyarakat dalam usahanya membantu lembaga pendidikan.

Fungsi Evaluasi Pembelajaran Menurut M. Ngalim Purwanto

  • Penilaian Formatif

Penilaian formatif yakni penilaian yang dilakukan pada setiap akhir semester pelajaran dan fungsinya yaitu untuk memperbaiki proses belajar mengajar atau memperbaiki program satuan pelajaran.

  • Penilaian Sumatif

Penilaian sumatif yaitu penilaian yang dilakukan setiap catur wulan atau semester (setelah siswa menyelesaikan suatu unik atau bagian dari mata pelajaran tertentu). Penilaian sumatif berfungsi untuk menentukan angka atau hasil belajar siswa dalam tahap-tahap tertentu.

  • Penilaian Penempatan

Penilaian penempatan (placement) yaitu hasil penilaian dapat dijadikan dasar untuk menyeleksi dan menempatkan siswa sesuai dengan minat dan kemampuannya. Penilaian penempatan berfungsi untuk menempatkan siswa dalam situasi belajar mengajar yang tepat.

  • Penilaian Diagnostik

Penilaian diagnostik berfungsi untuk membantu memecahkan kesulitan belajar siswa.

Tujuan Evaluasi Pembelajaran

Berikut beberapa tujuan evaluasi pembelajaran menurut para ahli, dari berbagai sumber :

Tujuan Evaluasi Pembelajaran Menurut Zainal Arifin

  • Tujuan evaluasi pembelajaran adalah untuk mengetahui keefektifan dan efisiensi sistem pembelajaran, baik menyangkut tujuan, materi, metode, media, sumber belajar, lingkunagan maupuan sistem penilaian itu sendiri.
  • Tujuan khusus evaluasi pembelajaran seperti evaluasi dampak, evaluasi monitoring, evaluasi perencanaan dan pengembangan, evaluasi program komperhensif dan evaluasi efisiensi-ekonomis, merupakan salah satu dari tujuan evaluasi yang disesuaikan dengan jenis evaluasi pembelajaran itu sendiri

Manfaat Evaluasi Pembelajaran

Berikut beberapa manfaat evaluasi pembelajaran menurut para ahli, dari berbagai sumber :

Manfaat Evaluasi Pembelajaran Menurut Ngalim Purwanto

  1. Tujuan Umum

1. Untuk menghimpun bahan-bahan keterangan yansg akan dijadikan bukti mengenai taraf perkembangan atau taraf kemajuan yang di alami oleh para peserta didik, setelah mereka mengikuti proses pembelajaran dalam jangka waktu tertentu. Dengan kata lain, tujuan umum dari evaluasi adalah untuk memperoleh data pembuktian, yang akan menjadi petunjuk sampai di mana tingkat kemampuan dan tingkat keberhasilan peserta didik dalam pencapaian tujuan-tujuan kurikuler, setelah mereka menempuh proses pembelajaran .

2. Untuk mengetahui tingkat-tingkat efektivitas dari metode-metode pengajaran yang telah dipergunakan dalam proses pembelajaran.

  • Tujuan Khusus

1. Untuk merangsang kegiatan peserta didik dalam menempuh program pendidikan.

2. Untuk mencari dalam menemukan faktor-faktor penyebab keberhasilan dan tidak stabilan peserta didik salam mengikuti program pendidikan.

Prinsip Evaluasi Pembelajaran

Berikut beberapa prinsip evaluasi pembelajaran menurut para ahli, dari berbagai sumber :

Prinsip Evaluasi Pembelajaran Menurut Sudaryono

  • Prinsip berkesinambungan (continuity)

Yang dimaksud dengan prinsip ini yaitu bahwa kegiatan evaluasi hasil belajar yang baik adalah evaluasi yang dilaksanakan secara terus-menerus (kontinu). Artinya, guru harus selalu memberikan evaluasi kepada siswa sehingga kesimpulan yang diambil akan lebih tepat. Dengan evaluasi hasil belajar yang dilaksanakan secara teratur, terencana, dan terjadwal, maka memungkinkan lagi guru untuk memperoleh informasi yang dapat memberikan gambaran mengenai kemajuan dan perkembangan peserta didik dari awal hingga akhir program pembelajaran.  

  • Prinsip menyeluruh (comprehensive)

Yang dimaksud dengan prinsip menyeluruh bahwa evaluasi hasil belajar dapat dikatakan terlaksana dengan baik apabila evaluasi tersebut dilaksanakan secara utuh dan menyeluruh, mencakup keseluruhan aspek tingkah laku siswa, baik aspek berfikir (cognitive domain), aspek nilai atau sikap (affective domain), maupun aspek keterampilan (psychomotor domain) yang ada pada masing-masing siswa.

  • Prinsip objektivitas (objectivity)

Prinsip objektivitas ini terutama berhubungan dengan alat evaluasi yang digunakan. Maksudnya, alat evaluasi yang digunakan hendaknya mempunyai tingkat kebebasan dari subjektivitas atau bias pribadi guru yang bisa mengganggu. Suatu evaluasi dikatakan memiliki objektivitas apabila dalam pelaksanaannya tidak ada faktor subjektif yang mempengaruhi, baik yang menyangkut bentuk evaluasi maupundari pihak evaluator sendiri.

  • Prinsip validitas (validity) dan reliabilitas (reliability)

Validitas atau kesahihan merupakan suatu konsep yang menyatakan bahwa alat evaluasi yang dipergunakan, benar-benar dapat mengukur apa yang hendak diukur. Validitas merupakan ketepatan, misalnya untuk mengukur besarnya partisipasi siswa dalam proses pembelajaran bukan diukur melalui nilai yang diperoleh saat ulangan, tetapi dilihat melalui kehadiran, konsentrasi pada saat belajar, dan ketepatan dalam menjawab pertanyaan yang diajukan oleh guru, dalam arti relevan dengan permasalahannya.

  • Prinsip penggunaan kriteria

Penggunaan kriteria yang diperlukan dalam evaluasi adalah pada saat memasuki tingkat pengukuran, baik pengukuran dengan menggunakan standar mutlak (penilaian acuan patokan) maupun pengukuran dengan standar relatif (penilaian acuan norma). Dalam penilaian acuan patokan, misalnya apabila siswa diberikan 100 soal dan setiap soal mempunyai bobot 1, maka kedudukan siswa ditentukan berdasarkan jumlah jawaban yang benar terhadap pertanyaan tersebut. Apabila angka 70 dianggap bahwa siswa telah menguasai materi, maka siswa dinyatakan berhasil apabila mendapat angka 70 atau lebih. Sedangkan penilaian acuan norma dilakukan dengan membandingkan nilai yang diperoleh seorang siswa dengan nilai siswa-siswa lainnya di kelas tersebut.

  • Prinsip kegunaan

Prinsip kegunaan ini menyatakan bahwa evaluasi yang dilakukan hendaklah merupakan sesuatu yang bermanfaat, baik bagi siswa maupun bagi pelaksana. Apabila pelaksanaan evaluasi ini hanya akan menyusahkan siswa, tanpa ada manfaat bagi dirinya sendiri secara pedagogis, maka sebaiknya evaluasi itu tidak dilakukan. Kemanfaatan ini diukur dari aspek waktu, biaya, dan fasilitas yang tersedia maupun jumlah siswa yang akan mengikutinya.

Ruang Lingkup Evaluasi Pembelajaran

Berikut beberapa Ruang Lingkup evaluasi pembelajaran menurut para ahli, dari berbagai sumber :

Ruang Lingkup Evaluasi Pembelajaran Menurut Zainal Arifin

  1. Ruang lingkup evaluasi pembelajaran dalam perspektif domain hasil belajar
  2. Ruang lingkup evaluasi pembelajaran dalam perspektif sistem pembelajaran.
  3. Ruang lingkup evaluasi pembelajaran dalam perspektif penilaian proses dan hasil belajar.
  4. Ruang lingkup evaluasi pembelajaran dalam perspektif penilaian berbasis kelas yang meliputi: kompetensi dasar mata pelajaran, kompetensi rumpun mata pelajaran, kompetensi lintas kurikulum, kompetensi tamatan dan pencapaian keterampilan hidup.


Ruang Lingkup Evaluasi Pembelajaran Menurut Anas Sudijono

  1. Evaluasi mengenai program pembelajaran. Evaluasi terhadap program pengajaran mencakup tiga hal yaitu:
  1. Evaluasi terhadap tujuan,
  2. Evaluasi terhadap isi program pengajaran,
  3. Evaluasi terhadap strategi belajar mengajar.
  • Evaluasi mengenai proses pelaksanaan pengajaran. Evaluasi mengenai proses pelaksanaan pengajaran mencakup:
  1. Kesesuaian antara proses belajar mengajar yang berlangsung dengan garis-garis besar program pengajaran yang telah ditentukan;
  2. Kesiapan guru dalam melaksanakan program pengajaran;
  3. Kesiapan siswa dalam mengikuti kegiatan pengajaran;
  4. Minat dan perhatian siswa dalam mengikuti pengajaran;
  5. Keaktifan siswa selama proses pembelajaran;
  6. Peran bimbingan dan penyuluhan terhadap siswa yang membutuhkan;
  7. Komunikasi dua arah antar guru dan siswa;
  8. Pemberian motivasi terhadap siswa;
  9. Pemberian tugas-tugas kepada siswa dalam rangka penerapan teori yang diperoleh di kelas;
  10. Upaya menghilangkan dampak negatif yang timbul dari kegiatan yang dilakukan di sekolah;
  • Evaluasi mengenai hasil belajar. Evaluasi terhadap hasil belajar peserta didik mencakup:
  1. Evaluasi mengenai tingkat penguasaan terhadap tujuan-tujuan khusus yang yang ingin dicapai dalam unit program pengajaran yang bersifat terbatas;
  2. Evaluasi mengenai tingkat pencapaian peserta didik terhadap tujuantujuan pengajaran.

Related posts