9 Pengertian Metode Demontrasi, Jenis, Tujuan, Manfaat, Fungsi, Aspek, Langkah (Sintaks), Kelebihan dan Kekurangan Metode Demontrasi

  • Whatsapp
Metode Demontrasi

Metode Demontrasi Adalah | Pengertian Metode Demontrasi Menurut Para Ahli | Jenis Metode Demontrasi | Tujuan Metode Demontrasi | Manfaat Metode Demontrasi | Aspek Metode Demontrasi | Fungsi Metode Demontrasi | Langkah Langkah (Sintaks) Metode Demontrasi | Kelebihan dan Kekurangan Metode Demontrasi |

Pengertian Metode Demontrasi Menurut Para Ahli

Berikut adalah beberapa pengertian metode demontrasi menurut para ahli yang dikutip dari berbagai sumber:

  1. Menurut Syaiful Bahri Djamarah, Metode demonstrasi adalah metode yang digunakan untuk memperlihatkan sesuatu proses atau cara kerja suatu benda yang berkenaan dengan bahan pelajaran.
  2. Menurut Muhibbin Syah, metode demonstrasi adalah metode mengajar dengan cara memperagakan barang, kejadian, aturan dan urutan melakukan sesuatu kegiatan, baik secara langsung maupun melalui penggunaan media pembelajaran yang relevan dengan pokok bahasan atau materi yang sedang di sajikan.
  3. Menurut Roestiyah N, metode demonstrasi adalah cara mengajar instruktur atau guru menunjukkan atau memperlihatkan suatu proses.
  4. Menurut Muhammad Zein, metode demonstrasi adalah cara penyajian bahan pelajaran dengan memperagakan atau mempertunjukkan kepada peserta didik suatu proses, situasi atau benda tertentu yang sedang dipelajari baik sebenarnya ataupun tiruan yang sering disertai penjelasan lisan.
  5. Menurut Syaiful Sagala, Metode demonstrasi merupakan metode yang paling sederhana dibandingkan dengan metode-metode mengajar lainnya. Metode demonstrasi adalah pertunjukkan tentang proses terjadinya suatu peristiwa atau benda sampai pada penampilan tingkah laku yang dicontohkan agar dapat diketahui dan dipahami oleh peserta didik secara nyata atau tiruannya.
  6. Menurut Sayekti, I. C., Srawanto., dan Suparmi, metode demonstrasi adalah penyajian bahan pelajaran oleh guru baik yang berwujud benda maupun berupa prosedur tertentu yang dilakukan secara langsung atau menggunakan media pengajaran yang dapat melibatkan peran serta siswa dalam rangka mencapai tujuan pembelajaran.
  7. Menurut Wibawa C, metode demonstrasi merupakan cara mengajar dimana seseorang struktur/tim menunjukkan, memperlihatkan sesuatu proses sehingga audience dapat melihat, mengamati, mendengar, mungkin merasakan proses yang dipertunjukkan.
  8. Menurut Saregar, A., Sunarno, W., dan Cari, metode demonstrasi adalah suatu teknik penyajian pembelajaran yang melibatkan seorang guru/kelompok siswa memperagakan kepada seluruh siswa mengenai sesuatu proses sehingga siswa dapat mengamati dan merasakan proses tersebut.
  9. Menurut Basyirudin Usman, dkk, Metode demonstrasi merupakan teknik mengajar yang sudah tua dan digunakan sejak lama. Seorang ibu yang mengajarkan cara memasak atau makanan kepada anak-anaknya atau dengan mendemonstrasikan di muka mereka.
Baca Juga :   Apa Itu Minat Belajar? Penjelasan Tentang Minat Belajar Secara Menyeluruh

Jenis Jenis Metode Demontrasi

Berikut adalah beberapa jenis metode demontrasi dan penjelasannya:

Metode Demonstrasi Cara

Demonstrasi cara menunjukkan bagaimana mengerjakan sesuatu. Hal ini termasuk bahan-bahan yang digunakan dalam pekerjaan yang sedanng diajarkan, memperlihatkan apa yang dikerjakan dan bagaiamana mengerjakannya, serta menjelaskan setiap langkah pengerjaannya. Contoh, langkah-langkah memasak, kerajinan, permaianan kartu, dan olahraga. Metode demontrasi cara biasanya dapat diselesaikan dalam waktu yang relatif singkat dan tidak memerlukan banyak biaya.



Demonstrasi Hasil

Demonstrasi hasil dimaksud untuk menunjukkan hasil dari beberapa praktik dengan menggunakan bukti-bukti yang dapat dilihat, didengar, dan dirasakan. Iklan komersial di televisi sering didasarkan atas metode demontrasi hasil. Contoh, iklan pasta gigi, sabun cuci pakaian, sabun pembersih lantai dan sebagainya. Demonstrasi hasil memerlukan waktu yang lama, biaya, dan cara baru dibandingkan dengan cara biasa yang dilakukan. 

Baca Juga :   Hubungan Psikologi dengan Ilmu-ilmu Lain

Tujuan Metode Demontrasi

Berikut adalah beberapa tujuan metode demontrasi dan penjelasannya:




  • Untuk memberikan latihan keterrampilan tertentu kepada anak didik.
  • Untuk memudahkan penjelasan yang diberikan agar anak didik langsung mengetahui dan dapat tampil melakukannya.
  • Untuk membantu anak didik dalam memahami suatu proses secara cermat dan teliti.
  • Untuk menunjukkan suatu standar penampilan.
  • Untuk menumbuhkan motivasi anak didik tentang latihan/praktik yang kita laksanakan.
  • Untuk menyederhanakan penyelesaian kegiatan yang panjang.

Fungsi Metode Demontrasi

Berikut adalah beberapa fungsi metode demontrasi dan penjelasannya:

  • Memberi gambaran yang jelas dan pengertian yang konkrit tentang suatu proses atau ketrampilan dalam mempelajari konsep ilmu fiqih dari pada hanya dengan mendengar penjelasan atau keterangan lisan saja dari guru
  • Menunjukkan dengan jelas langkah-langkah suatu proses atau ketrampilan ketrampilan ibadah pada siswa.

Manfaat Metode Demontrasi

Berikut adalah beberapa manfaat metode demontrasi dan penjelasannya:

  • Perhatian siswa dapat lebih dipusatkan.
  • Proses belajar siswa lebih terarah pada materi yang sedang dipelajari.
  • Pengalaman dan kesan sebagai hasil pembelajaran lebih melekat dalam diri siswa. 

Langkah Langkah (Sintaks) Metode Demontrasi

Berikut adalah langkah langkah (sintaks) metode demontrasi dan penjelasan:

Perencanaan

Hal yang dilakukan adalah:

  • Merumuskan tujuan yang jelas baik dari sudut kecakapan atau kegiatan yang diharapkan dapat ditempuh setelah metode demonstrasi berakhir.
  • Menetapkan garis-garis besar langkah-langkah demonstrasi yang akan dilaksanakan.
  • Memperhitungkan waktu yang dibutuhkan.
  • Selama demonstrasi berlangsung, seorang guru hendaknya introspeksi diri apakah: a) Keterangan-keterangannya dapat didengar dengan jelas oleh peserta didik. b) Semua media yang digunakan ditempatkan pada posisi yang baik sehingga setiap peserta didik dapat melihat. c) Peserta didik disarankan membuat catatan yang dianggap perlu.
  • Menetapkan rencana penilaian terhadap kemampuan peserta didik.  

Pelaksanaan

Hal-hal yang perlu dilakukan adalah:

  • Memeriksa hal-hal di atas untuk kesekian kalinya.
  • Memulai demonstrasi dengan menarik perhatian peserta didik.
  • Mengingat pokok-pokok materi yang akan didemonstrasikan agar demonstrasi mencapai sasaran.
  • Memperhatikan keadaan peserta didik, apakah semuanya mengikuti demonstrasi dengan baik.
  • Memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk aktif memikirkan lebih lanjut tentang apa yang dilihat dan didengarnya dalam bentuk mengajukan pertanyaan.
  • Menghindari ketegangan, oleh karena itu guru hendaknya selalu menciptakan suasana yang harmonis.
Baca Juga :   Kualitas Layanan Adalah ? Pengertian, Ciri Ciri dan Faktor Penentu Kepuasan Layanan

Evaluasi

Sebagai tindak lanjut setelah diadakannya demonstrasi sering diiringi dengan kegiatan-kegiatan belajar selanjutnya. Kegiatan ini dapat berupa pemberian tugas, seperti membuat laporan, menjawab pertanyaan, mengadakan latihan lebih lanjut. Selain itu, guru dan peserta didik mengadakan evaluasi terhadap demonstrasi yang dilakukan, apakah sudah berjalan efektif sesuai dengan yang diharapkan.

Aspek Metode Demontrasi

Berikut adalah beberapa aspek yang harus dipertimbangkan dalam menerapkan metode demontrasi:

  • Demonstrasi akan menjadi metode yang tidak wajar bila alat yang didemonstrasikan tidak dapat diamati oleh peserta didik.
  • Demonstrasi menjadi kurang efektif jika tidak diikuti oleh aktivitas peserta didik.
  • Tidak semua hal dapat didemonstrasikan.
  • Hendaknya dilakukan dalam hal yang bersifat praktis.
  • Beri pengertian dan landasan teori yang akan didemonstrasikan.
  • Memerlukan persiapan dan perencanaan yang matang.

Kelebihan dan Kekurangan Metode Demontrasi

Kelebihan Metode Demonstrasi

  • Dapat membuat pengajaran menjadi lebih jelas dan lebih konkret, sehingga menghindari verbalisme.
  • Siswa lebih mudah memahami apa yang dipelajari.
  • Proses pengajaran lebih menarik.
  • Siswa dirangsang untuk aktif mengamati, menyesuaikan antara teori dengan kenyataan, dan mencoba melakukannya sendiri.

Kekurangan metode demonstrasi

  • Memerlukan keterampilan guru secara khusus.
  • Memerlukan waktu yang banyak.
  • Memerlukan kematangan dalam perancangan atau persiapan.
  • Keterbatasan dalam sumber belajar, alat pelajaran, situasi yang harus dikondisikan dan waktu untuk mendemonstrasikan.



Related posts