Pengertian Supervisi Pendidikan Adalah – Jenis, Macam, Tujuan, Fungsi, Prinsip, Peran dan Ruang Lingkup

  • Whatsapp
Supervisi Pendidikan

Pengertian Supervisi Pendidikan Adalah | Jenis Supervisi Pendidikan | Macam Macam Supervisi Pendidikan | Tujuan Supervisi Pendidikan | Fungsi Supervisi Pendidikan | Prinsip Supervisi Pendidikan | Peran Supervisi Pendidikan | Ruang Lingkup Supervisi Pendidikan |

Pengertian Supervisi Pendidikan Menurut Para Ahli

  • Menurut Ametembun, Supervisi pendidikan adalah pembinaan kearah perbaikan situasi pendidikan atau peningkatan mutu Pendidikan.
  • Menurut Boardman, Douglas dan Bent, supervisi pendidikan adalah usaha mendorong, mengkoordinasikan dan membimbing perkembangan guru baik secara perseorangan maupun kelompok agar mereka mendapatkan pengertian yang lebih baik dan secara efektif melaksanakan semua fungsi mengajar sehingga mereka lebih dimungkinkan mendorong dan membimbing perkembangan siswa ke arah partisipasi yang kaya dan intelijen dalam masyarakat.
  • Menurut Kerney, Supervisi Pendidikan Adalah prosedur memberikan pengarahan dan memberikan evaluasi kritis terhadap proses intruksional. Sasaran akhir dari supervisi adalah menyediakan layanan pendidikan yang lebih baik kepada semua siswa.
  • Menurut Syaiful Sagala, Supervisi Pendidikan Adalah sebagai bantuan dan bimbingan professional bagi guru dalam melaksanakan tugas intruksional guna memperbaiki hal belajar dan mengajar dengan melakukan stimulasi, koordinasi, dan bimbingan secara kontinyu untuk meningkatkan pertumbuhan jabatan guru secara individual maupun kelompok.
  • Menurut Carter V. Good, Supervisi Pendidikan Adalah usaha dari petugas-petugas sekolah dalam upaya memimpin guru-guru dan petugas lainnya, dalam memperbaiki pengajaran, termasuk menstimulir, seleksi, pertumbuhan jabatan, pengembangan guru, dan memperbaiki tujuantujuan pendidikan, bahan-bahan pengajaran, metode dan evaluasi pengajaran.
  • Menurut Mc. Nerney, Supervisi Pendidikan Adalah prosedur memberi pengarahan atau petunjuk, dan mengadakan penilaian terhadap proses pengajaran.
  • Menurut Alexander dan Saylor, Supervisi Pendidikan Adalah suatu program inservice education dan usaha memperkembangkan kelompok (group) secara bersama-sama.

Jenis / Macam Supervisi Pendidikan

Berikut beberapa Jenis / Macam Macam Supervisi Pendidikan menurut para ahli yang diambil dari berbagai sumber :

Baca Juga :   Biografi Singkat Yusuf Qardhawi: Profil, Pendidikan, Karya dan Pemikiran

Jenis Jenis Supervisi Pendidikan Menurut Ngalim Purwanto

Supervisi Umum dan Supervisi Pengajaran

Supervisi umum adalah supervisi yang dilakukan terhadap kegiatan-kegiatan atau pekerjaan yang secara tidak langsung berhubungan dengan usaha perbaikan pengajaran seperti supervisi terhadap kegiatan pengelolaan bangunan dan perlengkapan sekolah atau kantor-kantor pendidikan, supervisi terhadap kegiatan pengelolaan administrasi kantor, supervisi pengelolaan keuangan sekolah atau kantor pendidikan, dan sebagainya.

Supervisi Klinis

Menurut Richard, supervisi klinis adalah supervisi yang difokuskan pada perbaikan pengajaran dengan melalui siklus yang sistematis dari tahap perencanaan, pengamatan, dan analisis intelektual yang intensif terhadap penampilan mengajar sebenarnya dengan tujuan untuk mengadakan modifikasi yang rasional.

Macam Macam Supervisi Pendidikan Menurut Suharsimi Arikunto

Supervisi Akademik

Supervisi akademik menitikberatkan pengamatan supervisor pada masalah-masalah akademik, yaitu hal hal yang langsung berada dalam lingkungan kegiatan pembelajaran pada waktu siswa sedang dalam proses mempelajari sesuatu.

Supervisi Administrasi

Supervisi administrasi menitikberatkan pengamatan supervisor pada aspek-aspek administrasi yang berfungsi sebagai pendukung dan pelancar terlaksananya pembelajaran.

Supervisi Lembaga

Supervisi lembaga menitikberatkan objek pengamatan supervisor pada aspek-aspek yang berada di sekolah, jika supervisi akademik dimaksudkan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran maka supervisi lembaga dimaksudkan untuk meningkatkan nama baik sekolah atau kinerja sekolah secara keseluruhan.

Tujuan Supervisi Pendidikan

Berikut beberapa Tujuan Supervisi Pendidikan menurut para ahli yang diambil dari berbagai sumber :

Tujuan Supervisi Pendidikan Menurut Made Pidarta

  1. Membantu menciptakan lulusan optimal dalam kuantitas dan kualitas.
  2. Membantu mengembangkan pribadi, kompetensi,dan sosialnya.
  3. Membantu kepala sekolah mengembangkan program yang sesuai dengan kondisi masyarakat setempat.
  4. Ikut meningkatkan kerjasama dengan masyarakat atau komite sekolah

Tujuan Supervisi Pendidikan Menurut Piet A. Sahertian

Adalah memberikan layanan dan bantuan untuk meningkatkan kualitas mengajar guru dikelas yang pada gilirannya untuk meningkatkan kualitas belajar siswa.

Tujuan Supervisi Pendidikan Menurut Moh Rifai

  1. Membantu guru agar dapat lebih mengerti tujuantujuan pendidikan di sekolah dan fungsi sekolah.
  2. Membantu guru agar lebih menyadari dan mengerti kebutuhan dan masalah-masalah yang dihadapi siswanya.
  3. Untuk melaksanakan kepemimpinan efektif dengan cara demokratis.
  4. Menemukan kemampuan dan kelebihan tiap guru, memanfaatkan serta mengembangkan kemampuan itu.
  5. Membantu guru dalam meningkatkan kemampuan penampilannya di depan kelas.
  6. Membantu guru baru dalam masa orientasinya.
  7. Membantu guru menemukan kesulitan belajar murid-muridnya dan merencanakan tindakantindakan perbaikannya.

Tujuan Supervisi Pendidikan Menurut Mulyasa

  1. Membina kepala sekolah dan guru-guru untuk lebih memahami tujuan pendidikan yang sebenarnya dan peranan sekolah dalam merealisasikan tujuan tersebut;
  2. Memperbesar kesanggupan kepala sekolah dan guru-guru untuk mempersiapkan peserta didiknya menjadi anggota masyarakat yang lebih efektif;
  3. Membantu kepala sekolah dan guru mengadakan diagnosis secara kritis terhadap aktivitasaktivitasnya dan kesulitan-kesulitan belajar mengajar, serta menolong mereka merencanakan perbaikan-perbaikan;
  4. Meningkatkan kesadaran kepala sekolah dan guru-guru serta warga sekolah lain terhadap cara kerja yang demokratis dan komprehensif, serta memperbesar kesediaan untuk tolong menolong;
  5. Memperbesar semangat guru-guru dan meningkatkan motivasi berprestasi untuk mengoptimalkan kinerja secara maksimal dalam profesinya;
  6. Membantu kepala sekolah untuk mempopulerkan pengembangan program pendidikan di sekolah kepada masyarakat;
  7. Melindungi orang-orang yang disupervisi terhadap tuntutan-tuntutan yang tidak wajar dan kritik-kritik yang tidak sehat dari masyarakat;
  8. Membantu kepala sekolah dan guru-guru dalam mengevaluasi aktivitasnya untuk mengembangkan aktivitas dan kreativitas peserta didik;
  9. Mengembangan rasa kesatuan dan persatuan (kolegialitas) di antara guru.
Baca Juga :   Multimedia Pembelajaran Adalah - Pengertian, Manfaat, Keunggulan, Fungsi, dan Prinsip

Fungsi Supervisi Pendidikan

Berikut beberapa Fungsi Supervisi Pendidikan menurut para ahli yang diambil dari berbagai sumber :

Fungsi Supervisi Pendidikan Menurut Syaiful Sagala

  1. Mengordinasikan semua usaha sekolah.
  2. Melengkapi kepemimpinan kepala sekolah.
  3. Memperluas pengalaman guru.
  4. Menstimulasi usaha-usaha yang kreatif dalam pengajaran.
  5. Memberikan fasilitas dan penilaian yang terus menerus.
  6. Menganalisis situasi belajar mengajar.
  7. Memberikan pengetahuan dan skill kepada setiap anggota staff.
  8. Mengintegrasikan tujuan pendidikan dan membantu meningkatkan kemampuan guru mengajar.

Fungsi Supervisi Pendidikan Menurut Piet A. Sahertian

  1. Mengkoordinir semua usaha sekolah.
  2. Memperlengkap kepemimpinan sekolah.
  3. Memperluas pengalaman guru-guru.
  4. Menstimulasi usaha-usaha yang kreatif.
  5. Memberi faslitas dan penilaian yang terus-menerus.
  6. Menganalisis situasi belajar-mengajar.
  7. Memberikan pengetahuan ddan keterampilan kepada setiap anggota staf
  8. Memberikan wawasan yang lebih luas dan terintegerasi dalam merumuskan tujuan-tujuan pendidikan dan meningkatkan kemampuan mengajar guru-guru.

Fungsi Supervisi Pendidikan Menurut Ametembun

Penelitian

Yaitu fungsi yang harus dapat mencari jalan keluar dari masalah yang dihadapi.

Penilaian

Fungsi penilaian adalah untuk mengukur tingkat kemajuan yang diinginkan, seberapa besar yang telah dicapai, dan penilaian ini dilakukan dengan berbagai cara seperti tes, penetapan standar, penilaian kemajuan belajar sisiwa, melihat perkembangan hasil penilaian sekolah, serta prosedur lain yang berorientasi pada peningkatan mutu pendidikan.

Perbaikan

Fungsi perbaikan adalah sebagai usaha untuk mendorong guru baik secara perseorangan maupun kelompok agar mereka mau melakukan berbagai perbaikan dalam menjalankan tugas mereka. Perbaikan ini dapat dilakukan dengan bimbingan, yaitu dengan cara membangkitkan kemauan, memberi semangat, mengarahkan dan merangsang untuk melakukan percobaan, serta membantu menerapkan sebuah prosedur mengajar yang baru.

Pembinaan

Fungsi pembinaan merupakan salah satu usaha untuk memecahkan masalah yang sedang dihadapi, yaitu dengan melakukan pembinaan atau pelatihan kepada guru-guru tentang cara-cara baru dalam melaksanakan suatu proses pembelajaran, pembinaan ini dapat dilakukan denagan cara demonstrasi mengajar, workshop, seminar, observasi, konferensi individual dan kelompok, serta kunjungan sepervisi.

Prinsip Supervisi Pendidikan

Berikut beberapa Prinsip Supervisi Pendidikan menurut para ahli yang diambil dari berbagai sumber :

Prinsip Supervisi Pendidikan Menurut Piet A. Sahertian

Prinsip Ilmiah.

Prinsip ilmiah mengandung ciri-ciri sebagai berikut.

1) Kegiatan supervisi dilaksanakan berdasarkan data obyektif yang diperoleh dalam kenyataan pelaksanaan proses belajar mengajar.

2) Untuk memperoleh data perlu diterapkan alat perekam data seperti angket, observasi, percakapan pribadi, dan seterusnya

Baca Juga :   Behaviorisme Ivan Petrovich Pavlov: Biografi dan Penemuan

3) Setiap kegiatan supervise dilaksanakan secara sistematis terencana.

Prinsip Demokratis

Servis dan bantuan yang diberikan kepada guru berdasarkan hubungan kemanusian yang akrab dan kehangatan sehingga guru-guru merasa aman untuk mengembangkan tugasnya. Demokratis mengandung makna menjunjung tinggi harga diri dan martabat guru, bukan berdasarkan atasan dan bawahan.

Prinsip Kerjasama

Mengembangkan usaha bersama atau menurut istilah supervisi “sharing of idea, sharing of experience” memberi support mendorong, menstimulasi guru, sehingga mereka merasa tumbuh bersama.

Prinsip Konstruktif dan Kreatif

Setiap guru akan merasa termotivasi dalam mengembangkan potensi kreativitas kalau supervisi mampu menciptakan suasana kerja yang menyenangkan, bukan melalui cara-cara menakutkan.

Prinsip Supervisi Pendidikan Menurut Moh. Rifai

  1. Supervisi hendaknya bersifat konstruktif dan kreatif, yaitu pada yang dibimbing dan diawasi harus dapat menimbulkan dorongan untuk bekerja.
  2. Supervisi harus didasarkan atas keadaan dan kenyataan yang sebenarbenarnya ( reslistis, mudah dilaksanakan ).
  3. Supervisi harus sederhana dan informal dalam melaksanakannya.
  4. Supervisi harus dapat memberikan perasaan aman kepada guru-guru dan pegawai-pegawai sekolah yang disupervisi.
  5. Supervisi harus didasarkan atas hubungan professional, bukan atas dasar hubungan pribadi. f. Supervisi harus selalu memperhitungkan kesanggupan, sikap, dan mungkin prasangka guru-guru dan pegawai.
  6. Supervisi tidak bersifat mendesak (otoriter) karena dapat menimbulkan perasaaan gelisah atau bahkan antipati dari guru-guru.
  7. Supervisi tidak boleh didasarkan atas kekuasaaan pangkat, kedudukan atau kekuasaan pribadi.
  8. Supervisi tidak boleh bersifat mencari-cari kesalahan dan kekurangan.
  9. Supervisi tidak dapat terlalu cepat mengharapkan hasil, dan tidak boleh lekas merasa kecewa.
  10. Supervisi hendaknya juga bersifat preventif, korektif, dan kooperatif. Preventif berarti berusaha mencegah jangan sampai timbul hal-hal yang negatif. Sedangkan korektif yaitu memperbaiki kesalahan-kesalahan yang telah di perbuat. Dan kooperatif berarti bahwa mencari kesalahankesalah atau kekurangan-kekurangan dan usaha memperbaikinya ndilakukan bersama-sama oleh supervisor dan orang-orang yang diawasi.

Peran Supervisi Pendidikan

Berikut beberapa Prinsip Supervisi Pendidikan menurut para ahli yang diambil dari berbagai sumber :

Prinsip Supervisi Pendidikan Menurut Piet A. Sahertian

Koordinator

Sebagai koordinator ia dapat mengko-ordinasi program belajar mengajar, tugas-tugas anggota sataf berbqagai kegiatan berbeda-beda diantara guru-guru.

Konsultan

Sebagai konsultan ia dapat memberi bantuan yaitu bersama mengkonsultasikan masalah yang dialami guru baik secara individual maupun kelompok.

Pemimpin Kelompok

Sebagai pemimpin kelompok ia dapat memimpin sejumlah staf guru dalam mengembangklan potensi kelompok pada saat mengembangkan kurikulum, materi pembelajaran dan kebutuhan professional guru-guru secara bersama.

Evaluator

Sebagai evaluator ia dapat membantu guru-guru dalam menilai hasil dan proses belajar mengajar.

Ruang Lingkup Supervisi Pendidikan  

Ruang lingkup supervisi pendidikan itu sendiri merupakan seluruh aspek kemampuan yang ada kaitanya dengan penyelenggaran suatu sekolah. Meliputi:

  1. Supervisi di bidang kurikulum
  2. Supervisi di bidang kesiswaan
  3. Supervisi di bidang kepegawaian
  4. Supervisi dibidang sarana dan prasarana
  5. Supervisi dibidang keuangan
  6. Supervisi dibidang humas
  7. Supervisi di bidang ketatausahaan

Related posts