Tasawuf Falsafi : Pengertian, Karakteristik, Tokoh, dan Ajaran

  • Whatsapp
Tasawuf Falsafi : Pengertian, Karakteristik, Tokoh, dan Ajaran

Wislahcom / Referensi / : Tasawuf merupakan salah satu aspek penting dalam Islam, sekaligus sebagai perwujudan dari ihsan yang menyadari adanya hubungan langsung antara hamba dan tuhannya.

Dengan bertasawuf, hati dan jiwa seseorang akan menjadi bersih, dan ia akan selalu mendapat bimbingan dari Allah Swt. Oleh karena itu ada dua aspek penting dalam tasawuf, yaitu tasawuf ‘amali (praktis) dan tasawuf falsafi (rasionalis). Tasawuf falsafi yang mengarah pada pemikiran dikembangkan oleh para sufi yang berlatar belakang sebagai filosof.

Simak penjelasan singkat tentang : Pengertian Tasawuf Falsafi, Karakteristik Tasawuf Falsafi, Tokoh-tokoh Tasawuf Falsafi, dan Ajaran-Ajaran Tasawuf Falsafī.

Pengertian Tasawuf Falsafi

Tasawuf falsafi adalah tasawuf yang kaya dengan pemikiran dan pengalaman filosofis para sufi. Ajaran-ajarannya cenderung bersifat filsafat karena menjangkau persoalan metafisis, yaitu masalah Tuhan di satu sisi dan manusia disisi yang lain, bahkan telah memasuki kajian proses kebersatuan manusia dengan Tuhan.

Baca Juga :   Musyaḥadah : Pengertian, Dalil dan Pencapaian

Karakteristik Tasawuf Falsafi

Tasawuf falsafi juga memiliki karaktersitik khusus yang membedakan dengan tasawuf lainya diantaranya sebagai berikut:

  1. Tasawuf falsafi banyak mengonsepsikan pemahaman ajaranya dengan menggabungkan antara pemikiran rasional filosofis dan perasaan (dzauq). Kendatipun demikian tasawuf jenis ini juga sering mendasarkan pemikiranya dengan mengambil sumber-sumber naqliyah, tetapi dengan intepretasi dan ungkapan yang samar-samar serta sulit dipahami dengan orang lain. Intepretasi tersebut cenderung kurang tepat dan lebih bersifat subjektif.
  2. Tasawuf falsafi didasarkan pada latihan-latihan ruhaniah (riyadhah) yang dimaksudkan sebagai peningkatan moral dan mencapai kebahagiaan.
  3. Tasawuf falsafi memandang iluminasi sebagai metode untuk mengetahui berbagai hakikat realitas yang menurut penganutnya dapat dicapai dengan fana.
  4. Para penganut falsafi ini selalu menyamarkan ungkapan-ungkapan dengan hakikat realitas dengan berbagai simbol atau terminologi.
Baca Juga :   Tarekat : Pengertian, Tujuan, Unsur, dan Syarat

Tokoh-Tokoh Tasawuf Falsafi

  1. Abu Yazid al-Bustami
  2. Al-Hallaj
  3. Ibn Arabi
  4. Suhrawardi al-Maqtul

Ajaran-Ajaran Tasawuf Falsafī

Adapun ajaran-ajaran tasawuf falsafī adalah:

  1. Fana dan Baqa, yakni lenyapnya kesadaran dan kekal. Dari segi bahasa fana َberarti hancur, hilang, lebur, musnah, lenyap, atau tiada. Sementara baqa berarti tetap, kekal, abadi, atau hidup terus (lawan dari fana).
  2. Ittihad, yaitu konsep lanjutan dari fana dan baqa yaitu suatu tingkatan dalam tasawuf dimana seorang sufi telah merasa dirinya “bersatu dengan Tuhan”, dan antara yang mencinta dan yang dicintai telah menjadi satu sehingga salah satu memanggil yang lain dengan kata-kata “Hai Aku”.
  3. Ḥulul, yaitu bersemayamnya sifat-sifat Allah Saw ke dalam diri manusia sehingga bersatulah sifat ketuhanan dengan sifat kemanusiaan. Maksudnya bahwa dalam diri manusia terdapat sifat ketuhanan dan dalam diri Tuhan terdapat sifat kemanusiaan, dengan demikian persatuan antara Tuhan dengan manusia bisa terjadi.
  4. Isyraq, berarti; terbit, bersinar atau memancarkan cahaya. Isyraq berkaitan dengan cahaya, yang pada umumnya digunakan sebagai lambang kekuatan, kebahagiaan, ketenangan dan hal-hal lain yang membahagiakan.
  5. Manusia berasal dari Nur al-‘Anwar yang menciptakannya melalui pancaran cahaya. Oleh karena itu menurut paham ini, hubungan manusia dengan Tuhan merupakan hubungan arus bolak-balik. Artinya ada hubungan yang bersifat dari atas ke bawah dan dari bawah ke atas. Dan dari situ terjadilah ittihad.

Related posts