Tarekat : Pengertian, Tujuan, Unsur, dan Syarat

  • Whatsapp
Tarekat : Pengertian, Tujuan, Unsur, dan Syarat


Wislahcom / Referensi / : Tarekat merupakan suatu cara untuk membersihkan jiwa dan menjaga hawa nafsu untuk melepaskan diri dari berbagai bentuk kesombongan, riya, hasud, dengki, hubbu ad-dunya (cinta dunia) dan menghasilkan perilaku yang rendah hati (tawadhu), ridha, ikhlas, sabar, syukur, tawakal hingga semakin dekat dengan Allah Swt.

Simak penjelasan singkat tentang : Pengertian Tarekat, Pengertian Tarekat Menurut Para Ilmuwan, Tujuan Tarekat, Unsur-Unsur Dalam Tarekat dan Syarat-Syarat Mempelajari Tarekat.

Pengertian Tarekat

Dari segi bahasa, kata tarekat berasal dari kata athariqah jamaknya tharuq dan atharuq yang bermakna jalan, lorong atau gang. Kata tersebut diturunkan menjadi bentuk masdar (kata benda) dari kataٌ thariqah yang memiliki arti jalan atau cara metode.



Sedangkan menurut istilah tarekat adalah sebuah metode atau jalan dalam rangka mengadakan latihan jiwa, membersihkan diri dari sifat-sifat tercela dan mengisinya dengan sifat-sifat terpuji dan memperbanyak zikir semata-mata untuk dekat kepada Allah Swt.

Pengertian Tarekat Menurut Para Ilmuwan

  1. Menurut Al-Jurjani, tarekat ialah metode khusus yang dipakai oleh salik (para penempuh jalan) menuju Allah Swt melalui tahapan-tahapan.
  2. Menurut Harun Nasution, tarekat adalah jalan yang harus ditempuh oleh seseorang calon sufi agar ia berada sedekat mungkin dengan Allah Swt.
  3. Menurut Aboebakar Atjeh, tarekat adalah jalan atau petunjuk dalam melakukan suatu ibadah yang sesuai dengan ajaran yang ditentukan Nabi dan dikerjakan oleh sahabat dan tabi’in. turun temurun sampai kepada guru-guru, secara berantai.
  4. Menurut Abu Al-Wafa Al-Taftazani, tarekat diartikan sekumpulan sufi yang tunduk dalam aturan-aturan tertentu yang terperinci dalam tindakan spiritual, hidup secara berkelompok di dalam ruang-ruang peribadatan atau berkumpul secara berkeliling dalam momen-momen tertentu, serta membentuk majelis-majelis ilmu dan zikir secara organisasi.
  5. Menurut Nurcholish Madjid, tarekat adalah jalan menuju Allah guna mendapatkan ridha-Nya dengan mentaati ajaran-ajaran-Nya.

Tujuan Tarekat

Tujuan tarekat adalah:

  1. Menggapai ridha Allah SWT dengan membersihkan jiwa.
  2. Menjaga hawa nafsu untuk melepaskan diri dari pelbagai bentuk ujub, takabur, riya, ḥubbu ad-dunya (cinta dunia).

Unsur-Unsur Dalam Tarekat

  1. Mursyid, secara bahasa mursyid berarti guru atau pembimbing, tepatnya guru tarekat. Mursyid adalah pemimpin tertinggi tarekat. Mereka adalah orang yang memiliki otoritas dan legalitas kesufian, yang berhak mengawasi muridnya dalam setiap langkah dan geraknya sesuai dengan ajaran Islam.
  2. Murid, secara bahasa murid berarti seseorang yang berkehendak, berharap atau menginginkan sesuatu. Dalam tarekat, murid berarti penempuh jalan ruhani yang berharap mendapat ridha Allah Swt, mengenal dan mencintai-Nya.
  3. Wirid. Secara etimologi wirid berarti sesuatu yang terjadi berulang-ulang. Dalam tarekat wirid adalah zikir yang dilakukan secara rutin.
  4. Baiat, yaitu perjanjian atau sumpah setia di antara dua orang atau dua pihak. Murid berjanji akan mengamalkan zikir yang diajarkan guru dengan sebaik-baiknya.
  5. Silsilah, yaitu mata rantai yang menghubungkan kesinambungan ruhani di antara mursyid dengan mursyid sebelumnya hingga sampai kepada mursyid tertinggi.
  6. Adab, berarti etika yang mengatur hubungan murid dengan mursyid. Adab merupakan kunci keberhasilan murid tarekat.

Syarat-Syarat Mempelajari Tarekat

  1. Menjalani syariat dengan tujuan yang benar, yaitu menjalaninya dengan sikap ‘ubūdiyyah dan dengan niat menghambakan diri kepada Allah Swt.
  2. Haruslah memandang gurunya memiki rahasia keistimewaan yang akan membawa muridnya kehadapan Ilahi.
  3. Harus menjalani tata krama yang dibenarkan oleh ajaran agama.
  4. Bertingkah laku yang bersih sejalan dengan tingkah laku Nabi Muhammad Saw.
  5. Menjaga kehormatan, menghormati gurunya baik ada maupun tiada, hidup ataupun mati, menghormati sesama saudaranya pemeluk agama Islam, hormat terhadap yang lebih tua, sayang kepada yang lebih muda, dan tabah atas permusuhan antar saudara.
  6. Mempertinggi pelayanan kepada guru, sesama, dan Allah Swt dengan jalan menaati segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya.
  7. Membersihkan niat hati semata-mata karena Allah Swt bukan karena siapapun dan apapun.
  8. Menjaga tekad dan tujuan demi dekat kepada Allah Swt.

Related posts