Jenis Jenis Motif | Jenis Jenis Motif Menurut Para Ahli | Motivasi Intrinsik Adalah | Motivasi Ekstrinsik Adalah | Motif Fisiologis Adalah | Motif Sosial Adalah | Teori Kebutuhan Murray Adalah | Motif Eksplorasi Kompetensi, dan Self-aktualisasi |
Jenis-jenis motif menurut para ahli terdapat enam, yakni:
Motivasi Intrinsik
Motivasi intrinsik adalah motivasi internal untuk melakukan sesuatu demi sesuatu itu sendiri (tujuan itu sendiri), motivasi yang didasarkan pada sebuah ‘nilai’ dari kegiatan yang dilakukan tanpa melihat penghargaan dari luar. Misalnya: Murid mungkin belajar menghadapi ujian karena dia senang pada mata pelajaran yang diujikan itu sendiri.
Motivasi Ekstrinsik
Motivasi ekstrinsik adalah melakukan sesuatu untuk mendapatkan sesuatu yang lain (cara untuk mencapai tujuan). Motivasi ekstrinsik ini sering dipengaruhi oleh insentif eksternal seperti imbalan (reward) dan hukuman. Imbalan eksternal dapat berguna untuk mengubah perilaku.
Baca Juga : Masyarakat Hukum Adat Adalah, Pengertian, Ciri Ciri, Corak, Faktor dan Struktur Masyarakat Hukum Adat
Fungsi imbalan adalah sebagai insentif agar mau mengerjakan tugas, di mana tujuannya adalah mengontrol perilaku murid. Contohnya: guru memberi reward permen kalau murid bisa menjawab pertanyaan dengan baik. Tetapi tentu kita juga menginginkan motivasi siswa adalah motivasi yang memang berasal dari dirinya sendiri (intrinsik), hal ini bisa dilakukan dengan cara memberikan hadiah yang mengandung informasi tentang kemampuan murid sehingga motivasi intrinsik dapat meningkat, kenapa? Karena dengan memberikan pujian dapat juga meningkatkan perasaan bahwa diri mereka kompeten.
Baca Juga : Interaksi Sosial Adalah, Pengertian, Bentuk, Jenis, Ciri, Syarat, Faktor, dan Lainnya
Dalam masalah motif, terdapat adanya bermacammacam motif, namun pendapat antara para ahli berbeda-beda, namun ada motif yang berkaitan dengan kelangsungan hidup manusia. Teori yang terkenal seperti teorinya Maslow (1970).
Motif Fisiologis
Motif fisiologis ini pada umumnya berakar pada keadaan jasmani, misal dorongan untuk makan, dorongan untuk minum, dorongan seksual, dorongan untuk mendapatkan udara segar. Dorongan-dorongan ini berkaitan dengan kebutuhan-kebutuhan untuk melangsungkan eksistensinya sebagai makhluk hidup, karena itu motif ini disebut basic motives atau motif primer.
Baca Juga : Pengertian Supervisi Pendidikan Adalah – Jenis, Macam, Tujuan, Fungsi, Prinsip, Peran dan Ruang Lingkup
Motif ini timbul karena tidak adanya atau keseimbangan dalam tubuh, apabila keseimbangan ini terganggu, maka adanya usaha atau dorongan untuk mencari keseimbangan. Mekanisme fisiologis untuk mempertahankan keseimbangan ini dilengkapi dengan regulator atau motivated behavior, misal udara dingin, maka keadaan ini mendorong manusia untuk mencari kehangatan, mencari selimut, atau benda-benda yang dapat memberi kehangatan bagi tubuhnya. Dengan demikian dapat dikemukakan bahwa motif ini timbul apabila adanya kebutuhan yang diperlukan, apabila ada kebutuhan, maka hal ini memicu organisme untuk bertindak atau berperilaku untuk memperoleh kebutuhan yang diperlukan.
Baca Juga : Pengertian Model Pembelajaran Adalah – Ciri, Jenis, dan Fungsi
Namun kebutuhan jugadapat berperan sebagai motif. Proses belajar juga mempunyai peranan penting dalam kaitannya dengan motif, juga dalam tujuan serta dalam kebutuhankebutuhan.
Motif Sosial
Motif sosial merupakan motif yang kompleks, dan merupakan sumber dari banyak perilaku atau perbuatan manusia. Berkaitan dengan motif sosial, maka memahami motif ini adalah hal yang penting untuk mendapatkan gambaran tentang perilaku individu atau kelompok. McCelland (Morgan, dkk, 1984) berpendapat bahwa motif sosial dapat dibedakan dalam:
- Kebutuhan akan berprestasi
- Motif aafiliasi atau kebutuhan berafiliasi
- Motif berkuasa atau kebutuhan berkuasa
Teori Kebutuhan Murray
- Merendah atau merendahkan diri (abasement)
- Berprestasi (achievement)
- Afiliasi (Affiliation)
- Agresi (Agression)
- Otonomi (autonomy)
- Counteraction, yaitu usaha-usaha untuk mengatasi kegagalan
- Pertahanan (defendance)
- Hormat (deference)
- Dominasi (dominance)
- Eksibisi atau pamer (exhibition)
- Penolakan kerusakan (harmavoidance)
- Infavodiance, yaitu motif yang berkaitan dengan usaha menghindari hal-hal yang memalukan
- Memberi bantuan (nurturance)
- Teratur (order)
- Bermain (play)
- Menolak (rejection)
- Sentience, yaitu motif untuk mencari kesenangan terhadap impresi yang melalui alat indera
- Seks (sex)
- Bantuan atau pertolongan (succorance)
- Mengerti (understanding)
Motif Eksplorasi, Kompetensi, dan Self-aktualisasi
1. Motif Eksplorasi dari Woodworth dan Marquis. Maksud motif ini adalah motif untuk mengatakan eksplorasi terhadap lingkungan. Menurut mereka terdapat bermacam-macam motif, yaitu motif:
- Motif organis: Yaitu kebutuhan yang berkaitan dengan kelangsungan hidup organisme, seperti makan, minum, seks, kebutuhan akan udara segar, kebutuhan untuk aktif dan istirahat.
- Motif darurat: Yaitu motif yang bergantung pada keadaan di sekitar atau diluar organisme, dimana organisme harus mengambil langkah untuk menghindari bahaya, mengatasi hambatan.
- Motif objektif: Merupakan motif yang bergantung pada lingkungan organisme, juga termasuk motif eksplorasi, motif manipulasi yaitu motif untuk menguasai keadaan sekitarnya, minat (interest) yaitu motif yang timbul karena organisme tertarik pada suatu objek.
Baca Juga : Desain Pembelajaran Adalah – Pengertian, Fungsi, dan Model Desain Pembelajaran
2. Motif Kompetensi (Competance Motive)
Motif kompetensi berkaitan dengan motif intrinsik, yaitu kebutuhan seseorang untuk berkompetensi dan menentukan sendiri dalam kaitan dengan lingkunganya. motif ini merupakan motif yang sangat penting karena ini merupakan faktor yang sangat kuat dari perilaku manusia yang dapat digunakan untuk membuat seseorang lebih produktif.
Baca Juga : Belajar Mandiri Adalah : Pengertian, Ciri Ciri dan Ragam Prosesnya
3. Motif Aktualisasi Diri dari Maslow. Motif aktualisasi diri merupakan motif yang berkaitan dengan kebutuhan atau dorongan untuk mengaktualisasikan potensi yang ada pada diri individu. Aktualisasi diri merupakan kebutuhan yang paling tinggi, di bawah ini adalah tingkatan kebutuhan menurut Maslow:
a. Self-actualization (aktualisasi diri)
b. Self-esteem (kebutuhan akan penghargaan)
c. Belongingness and love needs (kebutuhan akan kepercayaan dan kasih sayang)
d. Safety needs (kebutuhan akan rasa aman)
e. Psyologiccal needs (kebutuhan akan fisiologis)
Baca Juga : Strategi Pembelajaran Adalah : Pengertian, Macam-Macam, Komponen dan Unsur






