Manajemen Peserta Didik – Pengertian, Tujuan, Fungsi, Prinsip, Pendekatan dan Ruang Lingkup Manajemen Peserta Didik

  • Whatsapp
Manajemen Peserta Didik

Pengertian Manajemen Peserta Didik Adalah | Tujuan Manajemen Peserta Didik | Fungsi Manajemen Peserta Didik | Prinsip Manajemen Peserta Didik | Pendekatan Manajemen Peserta Didik | Ruang Lingkup Manajemen Peserta Didik |    

Pengertian Manajemen Peserta Didik

Berikut adalah kumpulan definisi manajemen peserta didik menurut para ahli yang dikumpulkan dari berbagai sumber :

  • Menurut Mujamil Qomar, manajemen peserta didik adalah pengelolaan yang berkaitan dengan peserta didik mulai dari pra masuk sekolah, masuk sekolah, selama sekolah, hingga tamat sekolah. Manajemen peserta didik bertujuan untuk mengatur berbagai kegiatan dalam bidang kesiswaan agar kegiatan pembelajaran di sekolah dapat berjalan lancar, tertib dan teratur sehingga mampu mencapai tujuan pendidikan di sekolah.
  • Menurut Mulyasa, Manajemen kesiswaan (peserta didik) adalah penataan dan pengaturan terhadap kegiatan yang berkaitan dengan peserta didik, mulai masuk sampai dengan keluarnya peserta didik tersebut dari suatu sekolah. Manajemen kesiswaan bukan hanya berbentuk pencatatan data peserta didik, melainkan meliputi aspek yang lebih luas yang secara operasional dapat membantu upaya pertumbuhan dan perkembangan peserta didik di sekolah.
  • Menurut Soetopo dan Soemanto, manajemen peserta didik adalah suatu penataan atau pengaturan segala aktivitas yang berkaitan dengan peserta didik, yaitu dari mulai masuknya peserta didik sampai dengan keluarnya peserta didik tersebut dari suatu sekolah atau suatu Lembaga.
  • Menurut Rohiat, Manajemen kesiswaan merupakan kegiatan-kegiatan yang bersangkutan dengan masalah kesiswaan di sekolah. Kegiatan manajemen kesiswaan meliputi: perencanaan, penjaringan murid baru, pembinaan siswa, dan kelulusan.
  • Menurut Suwardi, Manajemen Peserta Didik atau Pupil Personel Administration adalah layanan yang memusatkan perhatian pada pengaturan, pengawasan, dan layanan peserta didik di kelas dan di luar kelas seperti: pengenalan, pendaftaran, layanan individual seperti pengembangan keseluruhan kemampuan, minat, kebutuhan sampai ia matang di sekolah.
  • Menurut Junaidi, Manajemen peserta didik di katakan sebagai suatu proses pengturan terhadap peserta didik (dengan berbagai kebutuhan, kompetensi, keunikan serta, dimensi-dimensi yang dimilikinya) yang sedang mengikuti program pendidikan sekolah)madrasah atau jenjang pendidikan tertentu. Proses pengaturan atau pengelolaan peserta didik tersebut di lakukan melalui empat fungsi manajemen yaitu planning, organizing, actuating, controlling.
  • Menurut Tim Dosen Adminisrasi Pendidikan UPI, manajemen peserta didik adalah usaha pengaturan terhadap peserta didik mulai dari peserta didik tersebut masuk sekolah sampai dengan mereka lulus sekolah.
Baca Juga :   Surah An-Nahl Ayat 125 : Bacaan, Terjemah, Mufradat dan Isi Kandungan

Tujuan Manajemen Peserta Didik

Berikut adalah beberapa tujuan dari manajemen peserta didik menurut para ahli :

Menurut Dr. Badrudin, M.Ag, tujuan dari manajemen peserta didik adalah :

  1. Meningkatkan pengertahuan, keterampilan dan psikomotor peserta didik.
  2. Menyalurkan dan mengembangkan kemampuan umum (kecerdasan), bakat dan minat peserta didik.
  3. Menyalurkan aspirasi, harapan dan memenuhi kebutuhan peserta didik.
  4. Peserta didik mencapai kebahagiaan dan kesejahteraan hidup yang lebih lanjut dapat belajar dengan baik dan mencapai cita-cita mereka.

Fungsi Manajemen Peserta Didik

Berikut adalah beberapa fungsi dari manajemen peserta didik menurut para ahli :

Menurut Dr. Badrudin, M.Ag, fungsi dari manajemen peserta didik adalah

  1. Fungsi yang berkenaan dengan pengembangan individualitas peserta didik, ialah agar mereka dapat mengembangkan potensipotensi individualitasnya tanpa banyak terhambat. Potensipotensi bawaan tersebut meliputi: kemaampuan umum (kecerdasan), kemampuan khusus (bakat), dan kemampuan lainnya.
  2. Fungsi yang berkenaan dengan pengembangan fungsi sosial pesert adidik ialah agar peserta didik dapat mengadakan sosialisasi dengan sebayanya, dengan orang tua dan keluarganya, dengan lingkungan sosial sekolahnya dan lingkungan sosial masyarakatnya. Fungsi ini berkaitan dengan hakikat peserta didik sebagai makhluk sosial.
  3. Fungsi yang berkenaan dengan penyaluran aspirasi dan harapan peserta didik, ialah agar peserta didik dapat menyalurkan hobi, kesenangan, dan minat. Hobi, kesenangan dan minat peserta didik patut disalurkan karena dapat menunjang perkembangan diri peserta didik secara keseluruhan.
  4. Fungsi yang berkenaan dengan pemenuhan kebutuhan dan kesejahteraan peserta didik ialah agar peserta didik sejahtera dalam hidupnya. Kesejahteraan demikian sangat penting karena dengan demikian ia akan juga turut memikirkan kesejahteraan sebayanya.

Menurut Daryanto, fungsi dari manajemen peserta didik adalah

  1. Fungsi yang mengenai pengembangan individualitas peserta didik ialah agar mereka dapat mengembangkan potensi-potensi individualitasnya tanpa banyak hambatan. Potensi-potensi bawaan tersebut meliputi: kemampuan umum, kecerdasan, kemampuan khusus atau bakat, dan kemampuan lainnya.
  2. Fungsi yang berkenaan dengan pengembangan social peserta didik adalah agar peserta didik dapat mengadakan sosialisasi dengan sebayanya dengan orang tua dan keluarga, dengan lingkungan social masyarakat. Fungsi ini berkaitan dengan hakikat peserta didik sebagai makhluk social
  3. Fungsi mengenai penyaluran aspirasi dan harapan peserta didik, ialah agar peserta didik dapat menyalurkan hoby, kesenangan dan minat. Hoby, kesenangan, dan minat peserta didik patut di salurkan karena dapat meningkatkan perkembangan peserta didik secara keseluruhan

Prinsip Manajemen Peserta Didik

Berikut adalah beberapa prinsip dari manajemen peserta didik menurut para ahli :

Menurut Dr. Badrudin, M.Ag, prinsip dari manajemen peserta didik adalah

  1. Dalam mengembangkan program manajemen kepesertadidikan, penyelenggara harus mengacu pada peraturan yang berlaku pada saat program dilaksanakan.
  2. Manajemen peserta didik dipandang sebagai bagian dari keseluruhan manajemen sekolah. Oleh karena itu, ia harus mempunyai tujuan yang sama dan atau mendukung terhadap tujuan manajemen sekolah secara keseluruhan. Ambisi sektoral manajemen peserta didik tetap ditempatkan dalam kerangka manajemen sekolah. Ia tidak boleh ditempatkan di luar sisitem manajemen sekolah
  3. Segala bentuk kegiatan manajemen peserta didik haruslah mengamban misi pendidikan dan dalam rangka mendidik para peserta didik. Segala bentuk kegiatan, baik ringan, berat, disukai atau tidak disukai oleh peserta didik, haruslah diarahkan untuk peserta didik dan bukan untuk yang lainnya.
  4. Kegiatan-kegiatan manajemen peserta didik haruslah diupayakan untuk mempersatukan peserta ddik yang mempunyai aneka ragam latar belakang dan punya banyak perbedaan. Perbedaan-perbedaan yang ada pada peserta didik tidak diarahkan pada munculnya konflik diantara mereka, melainkan justru mempersatukan dan saling memahami dan menghargai. Sehingga setiap peserta didik memiliki wahana untuk berkembang secara optimal.
  5. Kegiatan manajemen peserta didik haruslah dipandang sebagai upaya pembimbingan peserta didik. Oleh karena membimbing, haruslah terdapat ketersediaan dari phak yang dibimbing, yaitu peserta didik. Pembimbingan tidak akan terlaksana dengan baik manakala peserta didik tidak mau dibimbing.
  6. Kegiatan manajemen peserta didik haruslah mendorong kemandirian peserta didik. Prinsip kemandirian demikian akan bermanfaat bagi peserta didik tidak hanya ketika di sekolah, melainkan juga ketika sudah terjun ke masyarakat. Ini mengandung bahwa ketergantungan peserta didik sedikit demi sedikit dihilangkan melalui kegiatan-kegiatan manajemen peserta didik.
  7. Kegiatan yang diberikan kepada peserta didik harus fungsional bagi kehidupan peserta didik baik di sekolah atau masyarakat.
Baca Juga :   Pengertian Pendidikan Inklusi Menurut Para Ahli

Menurut Imron, prinsip dari manajemen peserta didik adalah

  1. Manajemen peserta didik sebagai bagian dari keseluruhan manajemen sekolah, sehingga harus mempunyai kesamaan visi, misi dan tujuan manajemen sekolah secara keseluruhan. Penempatan manajemen peserta didik di tempatkan pada kerangka manajemen sekolah, tidak boleh di tempatkan di luar system sekolah.
  2. Segala bentuk manajemen peserta didik harus mengemban visi pendidikan dan dalam rangka mendidik peserta didik.
  3. Kegiatan manajemen peserta didik harus di upayakan untuk mempersatukan peserta didik yang mempunyai aneka ragam latar belakang dan punya bakat perbedaan. Perbedaan diantara peserta didik tidak diarahkan pada konflik diantara mereka, akan tetapi justru mempersatukan dan saling memahami dan menghargai.
  4. Dalam mengembangkan program manajemen peserta didik, penyelenggaran harus mengacu kepada peraturan yang berlaku pada saat program di laksanakan
  5. Kegiatan yang di berikan kepada peserta didik haruslah fungsional bagi kehidupan peserta didik baik di sekolah atau di masyarakat

Menurut Tim Dosen Admisnistrasi UPI, prinsip dari manajemen peserta didik adalah

  1. Harus mengacu pada peraturan yang berlaku.
  2. Dipandang sebagai bagian keseluruhan manajemen kelembagaan.
  3. Kegiatan manajemen peserta didik harus diupayakan untuk mempersatukan peserta didik yang mempunyai keragaman latar belakang dan perbedaan untuk kemudian diarahkan agar saling memahami dan saling menghargai.
  4. Kegiatan dalam manajemen peserta didik diarahkan sebagai upaya dalam mengatur perkembangan potensi peserta didik.
  5. Segala kegiatan dalam manajemen peserta didik harus dapat mendorong serta memacu kemandirian peserta didik.
  6. Kegiatan manajemen peserta didik harus dapat berjalan secara fungsional bagi kehidupan peserta didik, baik di sekolah maupun pada masa depannya.
Baca Juga :   Pendidikan Humanis Adalah? Pengertian dan Tujuan Pendidikan Humanistik Menurut Para Ahli

Menurut Depdiknas, prinsip dari manajemen peserta didik adalah

  1. Peserta didik harus diperlakukan sebagai subjek bukan sebagai objek, sehingga harus didorong untuk berperan serta dalam setiap perencanaan dan pengambilan keputusan untuk mereka.
  2. Kondisi siswa sangat beragam ditinjau dari segi fisik, intelektual, sosial ekonomi, minat, bakat, dan seterusnya. Oleh karena itu diperlukan wahana yang beragam yang dapat mengembangkan setiap peserta didik secara optimal.
  3. Peserta didik akan termotivasi belajar, jika mereka menyenangi apa yang mereka kerjakan.
  4. Pengembangan potensi peserta didik tidak hanya menyangkut ranah kognitif, tetapi juga ranah afektif dan psikomotorik, bahkan metakognitif

Pendekatan Manajemen Peserta Didik

Pendekatan manajemen peserta didik oleh Yeager sebagaimana dikutip oleh Imron, terbagi menjadi dua, yakni pendekatan kuantitatif dan kualitatif yang dideskripsikan sebagai berikut:

Pendekatan Kuantitatif (The Quanttative Approach)

Pendekatan ini lebih menitikberatkan pada segi-segi administratif dan birokratik lembaga pendidikan. Dalam pendekatan demikian, peserta didik diharapkan banyak memenuhi tuntutan-tuntutan dan harapan-harapan lembaga pendidikan di tempat peserta didik tersebut berada. Asumsi pendekatan ini adalah, bahwa peserta didik akan dapat matang dan mencapai keinginannya, manakala dapat memenuhi aturanaturan, tugas-tugas dan harapan-harapan oleh lembaga pendidikannya.

Pendekatan Kualitatif (The Qualitative Approach)

Pendekatan ini lebih memberikan perhatian kepada kesejahteraan peserta didik. Jika pendekatan kuantitatif diatas diarahkan agar peserta didik mampu, maka pendekatan kualitatif ini lebih diarahkan agar peserta didik senang. Asumsi dari pendekatan ini adalah, jika peserta didik senang dan sejarhtera, maka mereka dapat belajar dengan baik serta senang untuk mengembangkan diri mereka sendiri di lembaga pendidikan seperti sekolah. Pendekatan ini juga menekankan perlunya penciptaan iklim yang kondusif dan menyenangkan bagi pengembangan diri secara optimal.

Ruang Lingkup Manajemen Peserta Didik

Berikut beberapa poin dari Ruang Lingkup Manajemen Peserta Didik :

  1. Perencanaan peserta didik, termasuk di dalamnya adalah school census, school size, class size dan effective class.
  2. Penerimaan peserta didik, meliputi penentuan: kebijaksanaan penerimaan peserta didik, sistem penerimaan peserta didik, kriteria penerimaan peserta didik, prosedur penerimaan peserta didik, pemecahan problema-problema penerimaan peserta didik.
  3. Orientasi peserta didik baru, meliputi pengaturan: hari-hari pertama peserta didik sekolah, pekan orientasi peserta didik, pendekatan yang dipergunakan dalam orientasi peserta didik, dan teknik-teknik orientasi peserta didik.
  4. Mengatur kehadiran dan ketidakhadiran peserta didik di sekolah. Termasuk di dalamnya adalah peserta didik yang membolos, terlambat datang dan meninggalkan sekolah sebelum waktunya.
  5. Mengatur pengelompokan peserta didik, baik yang berdasarkan pada fungsi persamaan, maupun fungsi perbedaan.
  6. Mengatur evaluasi peserta didik, baik dalam rangka memperbaiki proses belajar mengajar, bimbingan dan penyuluhan maupun untuk kepentingan promosi peserta didik.
  7. Mengatur kenaikan tingkat peserta didik.
  8. Mengatur peserta didik yang mutasi dan drop out.
  9. Mengatur kode etik, pengadilan dan peningkatan disiplin peserta didik.

Related posts