Makhluk Hidup dan Lingkungan Hidupnya : Ciri dan Adaptasi

Makhluk Hidup dan Lingkungan Hidupnya : Ciri, dan Adaptasi

Wislah.com : Kamu tentu pernah melihat tanaman kaktus. Tanaman kaktus merupakan jenis tanaman yang hidup di daerah gurun. Daun dan batang kaktus merupakan bentuk penyesuaian diri dengan lingkungannya. Bagaimanakah hubungan antara makhluk hidup dengan lingkungannya? Mari, temukan jawabannya dengan menyimak materi tentang : Ciri-Ciri Mahluk Hidup, Adaptasi dan Ciri-Ciri Hewan serta Adaptasi dan Ciri-Ciri Tumbuhan

Ciri-ciri makhluk hidup

Ciri-ciri mahluk hidup, antara lain:

  • Bergerak
  • Bernapas
  • Berkembang biak
  • Tumbuh dan berkembang
  • Memerlukan makanan
  • Memerlukan air
  • Memerlukan suhu tertentu
  • Peka terhadap rangsang
  • Mengeluarkan zat sisa

Ciri-ciri di atas membedakan makhluk hidup dengan benda mati. Selain ciri-ciri di atas, makhluk hidup juga dilengkapi dengan ciri khusus. Ciri khusus ini membedakan antara makhluk yang satu dengan yang lain. Ciri khusus merupakan penyesuaian diri makhluk hidup dengan lingkungannya. Proses penyesuaian diri terhadap lingkungan disebut adaptasi. Adaptasi merupakan proses yang berjalan lambat.

Adaptasi dan Ciri-Ciri Hewan

Bentuk Adaptasi Hewan Hewan beradaptasi untuk memenuhi kebutuhan hidup, melindungi diri dari musuh, dan mempertahankan jenisnya. Bentuk adaptasi hewan bermacam-macam. Misalnya dapat kita amati pada bunglon, kelelawar, cicak, dan bebek.

  • Bunglon

Bunglon mempunyai kemampuan untuk mengubah warna kulit sesuai dengan tempat yang disinggahinya. Ketika bunglon berada di tanah, kulitnya berwarna coklat menyerupai tanah. Ketika berada di atas pohon, kulit bunglon berubah menjadi hijau menyerupai daun. Perubahan tersebut bertujuan untuk melindungi dirinya dari serangan musuh. Kemampuan bunglon mengubah warna kulit sesuai dengan tempatnya berada disebut mimikri.

  • Burung

Adaptasi juga terjadi pada burung. Bentuk paruh burung beraneka ragam sesuai dengan jenis makanannya. Di bawah ini adalah jenis-jenis paruh pada burung:

  1. Burung elang memiliki paruh tajam dan bengkok. Paruhnya yang kuat berfungsi untuk mencabik mangsanya.
  2. Burung pipit memiliki paruh yang runcing, pendek, dan kuat. Paruhnya yang pendek dan kuat merupakan bentuk penyesuaian terhadap jenis makanannya. Burung pipit adalah pemakan biji-bijian.
  3. Burung pelikan memiliki kantung besar di paruhnya. Kantung ini berguna untuk menciduk ikan dan air.
  4. Burung flaminggo memiliki bentuk paruh yang lebar dan berjumbai. Paruh burung flaminggo dapat menyaring udang dan binatang kecil dari air berlumpur.
  5. Paruh burung kolibri berbentuk panjang dan runcing. Bentuk paruh burung kolibri berguna untuk menggapai nektar (madu) di dalam bunga
  • Ular

ular adalah hewan karnivora atau pemakan daging, dan tidak pernah mengunyah atau mencabik-cabik makanannya seperti kita. Mangsa yang didapat langsung ditelan secara utuh. Mengapa bisa seperti itu ya? Ya, karena susunan rahangnya melekat secara longgar dengan susunan tulang pada rangka kepala. Susunan rahang yang seperti ini memungkinkan ular menelan mangsa yang lebih besar dari dirinya sendiri.

  • Katak

Bagi katak, melakukan kamuflase (penyamaran)agar seolah tubuhnya beracun adalah trik untuk menghindar dari predator atau pemangsa. Katak pun memiliki persamaan dengan cicak, yaitu lidahnya yang panjang dan lengket, sehingga serangga yang mendekat dapat dengan cepat disambar dan tidak dapat berkutik lagi.

  • Kucing

Kucing Pernahkan kamu mendengar langkah kaki kucing? Mengapa kucing tidak bersuara dalam melangkah?Karena, kucing memiliki dua ciri khusus. Pertama adalah kakinya. Kaki kucing memiliki lapisan empuk dan tebal yang berguna untuk menyembunyikan kukunya. Pada saat berjalan kukunya ditarik masuk sehingga tidak bersuara, sehingga musuh tidak mendengar ketika didekatinya.

  • kelelawar

Kelelawar adalah satu-satunya mamalia yang bisa terbang. Kelelawar termasuk binatang nokturnal. Binatang nokturnal adalah binatang yang mencari makan pada malam hari. Kelelawar mempunyai pendengaran dan penciuman yang tajam. Kelelawar menggunakan suara untuk menangkap serangga dalam kegelapan. Kelelawar mengeluarkan suara yang tinggi yang tidak bisa didengar manusia. Pantulan suara tersebut menunjukkan letak mangsa.

  • Cicak

Cicak Kamu pasti sering melihat cicak. Cicak banyak kita jumpai menempel di dinding dan langitlangit rumah. Cicak merupakan hewan reptil. Cicak mempunyai tiga ciri khusus, antara lain:

  1. Cicak memiliki kaki yang dapat menempel di dinding dan langit-langit rumah.
  2. Cicak adalah hewan pemakan serangga. Cicak menangkap serangga dengan menjulurkan lidahnya yang panjang
  3. Ciri khusus cicak lainnya yaitu memutuskan ekornya. Cicak memutuskan ekornya untuk mengelabui pemangsa. Ekor cicak dapat tumbuh lagi seperti semula setelah diputuskan. Cicak memiliki lidah yang panjang untuk memutuskan ekornya sendiri disebut autotomi.
  • Bebek

Bebek merupakan salah satu jenis burung yang hidupnya sering di air. Bebek mempunyai bentuk paruh datar dan tumpul. Paruh tersebut digunakan untuk menyaring makanan dari air. Makanan bebek adalah serangga, cacing, dan sayuran. Selain bentuk paruh, bebek mempunyai ciri khusus pada kakinya. Bebek mempunyai bentuk kaki pendek dengan tiga jari yang berselaput menjadi satu. Selaput pada jari bebek berguna untuk berenang

Adaptasi dan Ciri-ciri Tumbuhan

Bentuk Adaptasi Tumbuhan Sama seperti hewan, tumbuhan juga beradaptasi dengan lingkungannya. Misalnya: pohon cemara,teratai,putri malu, dan lain-lain:

  1. Pohon cemara mempunyai bentuk daun yang runcing. Daunnya yang runcing berguna untuk mengurangi penguapan. Bentuk daun tersebut merupakan adaptasi pohon cemara terhadap lingkungan yang panas.
  2. Tumbuhan teratai merupakan tumbuhan yang hidup di permukaan air. Tumbuhan teratai mempunyai daun yang berbentuk lebar dan tipis. Daunnya ada yang lebar dan ada juga tipis, berfungsi untuk memperbanyak penguapan. Bentuk daun tersebut merupakan bentuk adaptasi teratai terhadap tempat hidupnya.
  3. Tumbuhan putri malu mempunyai ciri khusus pada daunnya. Daun tumbuhan putri malu akan mengatup apabila tersentuh sesuatu. Hal ini menunjukkan bahwa putri malu beradaptasi terhadap rangsang sentuhan.
  4. Kaktus merupakan tanaman yang hidup di daerah panas. Batang kaktus tebal dan berlapis lilin. Batang kaktus yang tebal berfungsi sebagai tempat persediaan air. Seluruh permukaan batang kaktus tertutup oleh duri. Duri tersebut berguna sebagai pelindung diri.
  5. Kantung semar adalah tanaman pemakan serangga atau disebut insektivora. Pada waktu tertentu, bunga kantung semar mengeluarkan bau menyengat. Bau tersebut berguna untuk menarik serangga. Tanaman kantung semar mempunyai cairan khusus yang ada di dalam kantung. Cairan tersebut untuk mencerna serangga yang terjebak. Hal ini menunjukkan bahwa tanaman kantung semar beradaptasi untuk memperoleh makanan.
  6. Tumbuhan bakau  di pinggiran pantai. Tumbuhan bakau memiliki akar tunjang untuk menopang tubuhnya agar tetap kokoh. Akar tunjang merupakan bentuk adaptasi tumbuhan bakau terhadap lingkungan pantai.

 

Sumber: Buku Paket IPA Kelas VI SD/MI

 

Related posts