Pengertian Metode Iqro’, Karakteristik, Sistematika Buku, Prinsip, Cara mengajar, Kelebihan dan Kekurangan Metode Iqro’

  • Whatsapp
Pengertian Metode Iqro’, Karakteristik, Sistematika Buku, Prinsip, Cara mengajar, Kelebihan dan Kekurangan Metode Iqro’

Metode Iqro’ Adalah | Pengertian Metode Iqro’ |  Karakteristik Metode Iqro’ | Sistematika Buku Iqro’ | Prinsip Metode Iqro’ | Cara Mengajar Iqro’ | Kelebihan Metode Iqro’ | Kekurangan Metode Iqro’ |

Pengertian Metode Iqro’

Metode Iqro’ adalah salah satu metode membaca Al-Qur’an dengan memperkenalkan huruf-huruf hijaiyah yang langsung menekankan pada latihan membaca.



Metode iqro’ ini tersusun sistematis dimulai dari level sederhana hingga level yang lebih sempurna sehingga dapat digunakan untuk semua kalangan baik anak-anak, remaja, dewasa, bahkan lansia.



Karakteristik Metode Iqro’

Metode ini memiliki sepuluh karakteristik yang khas yaitu sebagai berikut:

  1. Bacaan langsung, santri langsung diperkenalkan dengan bacaan dengan baris, tanpa mengeja terlebih dahulu.
  2. CBSA (Cara Belajar Santri Aktif), guru hanya menjelaskan topik bahasan dan menyimak, kemudian anak membaca sendiri.
  3. Privat/klasikal, privat guru menyimak anak-anak satu persatu ataupun kelompok secara beramai-ramai.
  4. Modul (Pokok Bahasan), guru langsung memberikan contoh bacanya, tanpa banyak memberikan istilah.
  5. Praktis, buku iqro’ tersusun praktis dari segi susunan jilid dan topik materinya.
  6. Asistensi, dengan bantuuan anak didik yang lebih tinggi pelajarannya dapat membantu guru untuk menyimak teman yang pelajarannya lebih rendah.
  7. Sistematis, buku iqro’ diatur dengan sistematis sehingga anak tidak merasa terbebani bahwa terdapat peningkatan materi pada setiap jilid yang dibaca.
  8. Variatif, buku iqro’ tersusun dari segi materi setiap halaman agar tidak monoton.
  9. Komunikatif, buku iqro’ tersusun dengan bahasa yang mudah untuk dimengerti.
  10. Fleksibel, buku iqro’ dapat dipelajari oleh siapa saja baik anak-anak maupun orang dewasa
Baca Juga :   Pengertian Pendidikan Inklusi Menurut Para Ahli

Sistematika Buku Iqro’

Jilid 1

Pada jilid 1 diperkenalkan bacaan yang seluruhnya berisi pengenalan huruf tunggal yang berharokat fathah.

Jilid 2

Pada jilid 2 diperkenalkan huruf bersambung dan bacaan mad berharokat fathah.

Jilid 3

Pada jilid 3 diperkenalkan harokat kasrah, dhommah serta panjang pendeknya.

Jilid 4

Pada jilid 4 diperkenalkan dengan harakat tanwin dan sukun dan diperkenalkan hukum bacaan qolqolah.

Jilid 5

Pada jilid 5 anak diperkenalkan bacaan yang mengandung tajwid, namun anak belum diperkenalkan istilah-istilahnya.

Jilid 6

Pada jilid 6 anak diperkenalkan hukum bacaan nun mati dan aturan membacanya

Prinsip Metode Iqro’

Metode Iqro’ ini dibangun berdasarkan prinsip sebagai berikut:

Tariqat Asshautiyah

Sesuai dengan prinsip ini anak segera di kenalkan nama hurufnya, sehingga langsung dibaca dan diajarkan menurut bunyi suaranya “a” yang beranda fathah, “i” yang bertanda kasrah, dan “u” yang bertanda dhommah. Ditinjau dari segi belajar, metode ini mudah dilakukan anak-anak karena proses berfikirnya yang sederhana dan lebih singkat dengan petunjuk bacaan langsung aba-dst. Tidak perlu diurai atau dieja.

Baca Juga :   Strategi Pembelajaran Adalah : Pengertian, Macam-Macam, Komponen dan Unsur


Tariqat Adtaddruj

Prinsip ini juga disebut dengan berangsur-angsur yang berarti dalam mempelajarinya dengan bertahap dari jilid 1-6 yang dimulai dari sederhana menuju yang kompleks. Karena prinsipnya yang berangsur-angsung maka seorang anak usia TK sekalipun akan bisa mempelajari buku iqro’ dengan bertahap tanpa adanya perasaan tertekan

Tariqat Biriyadhotil Athfal

Dalam metode iqro’ suatu prinsip ini mengedepankan belajar dari pada mengajar. Guru hanya diperbolehkan memberi contoh pada pokok bahasan sedangkan bacaan lainnya digunakan anak untuk membaca. anaklah yang dituntut aktif sehingga guru hanya menyimak dan memberikan komentar seperlunya.

Attawassuk Fi Maqosid La Fil Alat

Pengajaran terfokus pada tujuan bukan pada alat yang digunakan untuk mencapai tujuan. Dalam buku iqro’ yang terpenting adalah kemampuan anak dalam membaca AlQur’an, Maka tujuan yang hendak dicapai yaitu anak bisa membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar sesuai kaidah tajwidnya.

Tariqat Bimura’at Al Isti’dadi Wattabik

Pengajaran harus memperhatikan kondisi anak meliputi kesiapan, kematangan, potensi, dan karakter anak didik. Jika pengajaran tidak memperhatikan kondisi anak maka dapat terjadi “pemaksaan” atau “pertentangan” yang dapat menghambat usaha pengajaran yang dilakukan. Hal ini seperti pengajaran dengan individual, maka anak yang cerdas dan rajin akan cepat menyelesaikan jilid iqro’ dan anak yang kurang rajin tidak akan dipaksakan dalam menyelesaikannya.

Baca Juga :   Biografi Singkat Imam Ghazali : Profil, Pendidikan, Karya dan Pemikiran

Cara Mengajar Iqro’

Berikut proses pengajaran metode iqro’ dengan rincian dibawah ini:

Metode individual

Metode individual yaitu metode mengajar dengan berputar satu persatu secara bergantian sesuai materi iqro’ yang dikuasai anak didik ketika menunggu giliran untuk menghadap guru, maka anak didik lain akan mendapatkan tugas menulis, membaca atau kegiatan yang lainnya.

Metode Klasikal

Metode klasikal adalah mengajar dengan memberikan materi di kelas dimana anak didik tidak berhadapan dengan guru satu persatu, tetapi semua anak didik menghadap guru dengan saling membaca iqro’masing-masing dan mendengarkan penjelasan guru.

Klasikal-Individual

Klasikal individual yaitu proses mengajarnya dibagi menjadi dua periode waktu. Metode ini merupakan kombinasi yang dapat diterapkan pada topik pembahasan yang sama.

Kelebihan Metode Iqro’

Kelebihan metode iqro yaitu:

  • Metode iqro’ telah diterapkan di seluruh penjuru indonesia.
  • Menggunakan sistem CBSA (Cara Belajar Siswa Aktif).
  • Metode iqro’ fleksibel pada kenaikan jilid.
  • Praktis, karena guru langsung memahami kemampuan masingmasing anak.
  • Sistematis, disusun dengan tingkat keahlian yang berbeda dan mudah diikuti dari bacaan yang mudah ke sulit dibaca

Kekurangan Metode Iqro’

Kekurangan metode iqro’ sebagai berikut:

  • Anak didik kurang tahu ,emgenai nama huruf hijaiyah asli karena tidak diperkenalkan pada awal pembelajaran
  • Anak didik kurang tahu istilah atau nama bacaan dalam ilmu tajwid


Related posts