8 Pengertian Sosiologi, Sejarah, Hakikat, Ciri, Pokok Bahasan, Manfaat, Cabang dan Hubungannya dengan Ilmu Lainnya

  • Whatsapp
Pengertian Sosiologi, Sejarah, Hakikat, Ciri, Pokok Bahasan, Manfaat, Cabang dan Hubungannya dengan Ilmu Lainnya

Pengertian Sosiologi Adalah | Menurut Ahli | Sejarah Sosiologi | Hakikat Sosiologi | Ciri Ciri Sosiologi | Pokok Bahasan Sosiologi | Manfaat Sosiologi | Cabang Sosiologi | Hubungan Sosiologi dengan Ilmu Lainnya |

Pengertian Sosiologi Menurut Ahli

Berikut adalah sejumlah pengertian ilmu sosiologi menurut para ahli dari berbagai sumber :



  1. Menurut Pitirim A. Sorokin, Sosiologi adalah ilmu yang mempelajari hubungan dan pengaruh timbal balik antara aneka macam gejala sosial. Sosiologi adalah ilmu yang mempelajari hubungan dan timbal balik antara gejala sosial dengan gejala nonsosial. Sosiologi adalah ilmu yang mempelajari ciri-ciri umum semua jenis gejala sosial.
  2. Menurut Roucek dan Warren, Sosiologi adalah ilmu yang mempelajari hubungan antara manusia dalam kelompok-kelompok.
  3. Menurut William F. Ogburn dan Mayer F. Nimkopf, Sosiologi adalah penelitian secara ilmiah terhadap interaksi sosial dan hasilnya, yaitu organisasi sosial.
  4. Menurut J.A.A Von Dorn dan C.J. Lammers, Sosiologi adalah ilmu pengetahuan tentang struktur-struktur dan proses proses kemasyarakatan yang bersifat stabil.
  5. Menurut Max Weber, Sosiologi adalah ilmu yang berupaya memahami tindakan-tindakan sosial.
  6. Menurut Selo Soemardjan dan Soelaeman Soemardi, Sosiologi adalah ilmu kemasyarakatan yang mempelajari struktur sosial dan proses-proses sosial termasuk perubahan sosial.
  7. Menurut Paul B. Horton, Sosiologi adalah ilmu yang memusatkan penelaahan pada kehidupan kelompok dan produk kehidupan kelompok tersebut.
  8. Menurut Soejono Soekanto, Sosiologi adalah ilmu yang memusatkan perhatian pada segi-segi kemasyarakatan yang bersifat umum dan berusaha untuk mendapatkan pola pola umum kehidupan masyarakat.
Baca Juga :   Ilmu Hadis : Pengertian, Macam, Kitab dan Cabang

Sejarah Lahirnya Sosiologi

Berikut adalah penjelasan singkat tentang sejarah sosiologi:



Zaman Keemasan Filsafat Yunani

  • Pada masa ini Plato (429-347 SM) menganggap bahwa institusi-institusi dalam masyarakat saling bergantung secara fungsional.
  • Kalau ada satu institusi yang tidak jalan, maka secara keseluruhan kehidupan masyarakat akan terganggu.  

Zaman Renaissance (1200-1600)

Machiaveli adalah orang pertama yang memisahkan antara politik dan moral sehingga terjadi suatu pendekatan yang mekanis terhadap masyarakat.

Abad Pencerahan (Abad ke-16 dan 17)

  • Pada masa ini muncul Thomas Hobbes (1588-1679) yang mengarang buku The Leviathan.
  • Berdasarkan pandangan kelompok inilah kemudian muncul suatu kesepakatan antarmanusia (kelompok) yang dikenal sebagai kontrak sosial.

Abad ke-18

  • Pada masa ini muncullah John Locke (1632-1704) yang berpandangan bahwa pada dasarnya setiap manusia mempunyai hak hak dasar yang sangat pribadi yang tidak dapat dirampas oleh siapapun termasuk oleh negara.
  • Tokoh lain yang muncul adalah J.J. Rousseau (1712-1778) yang berpandangan bahwa kontrak antara pemerintah (negara) dengan yang diperintah (rakyat) menyebabkan munculnya suatu kolektivitas yang menjadi keinginan umum sebagai dasar penyusunan kontrak sosial antara negara dengan rakyatnya.

Abad ke-19

  • Sosiologi mulai berkembang terutama setelah Auguste Comte (1798-1853) memperkenalkan istilah sosiologi, sebagai usaha untuk menjawab adanya perkembangan interaksi sosial dalam masa industrialisasi.
  • Pada masa Revolusi Prancis banyak perubahan yang terjadi, maka perkembangan sosiologi yang menganalisa tentang perubahan sosial semakin berkembang.
  • Pada masa ini sosiologi dianggap mulai dapat mandiri karena sudah dapat menunjukkan adanya objek yang dijadikan fokus pembahasan (interaksi manusia).

Abad ke-20

Pada abad ke-20 inilah sosiologi benar benar dianggap mandiri karena hal-hal sebagai Berikut:

  • Mempunyai objek khusus, yaitu interaksi antarmanusia.
  • Mampu mengembangkan teori-teori sosiologi.
  • Mampu mengembangkan metode khusus sosiologi untuk pengembangan sosiologi.
  • Menjadi sangat relevan dengan semakin banyaknya kegagalan pembangunan karena tidak mendasarkan dan memerhatikan masukan dari sosiologi.

Hakikat Sosiologi

  • Sosiologi adalah ilmu sosial karena yang dipelajari adalah gejala-gejala kemasyarakatan.
  • Sosiologi termasuk disiplin ilmu normatif.
  • Sosiologi termasuk ilmu pengetahuan murni (pure science) dan ilmu pengetahuan terapan.
  • Sosiologi merupakan ilmu pengetahuan abstrak dan bukan ilmu pengetahuan konkret.
  • Sosiologi merupakan ilmu pengetahuan yang empiris dan rasional.
  • Sosiologi merupakan ilmu pengetahuan umum.
Baca Juga :   Insan Kamil : Pengertian dan Ciri

4 Ciri Ciri Ilmu Sosiologi

Berikut adalah beberapa ciri dari ilmu sosiologi



  • Sosiologi bersifat empiris, artinya hasil observasi dan melalui pengkajian.
  • Sosiologi bersifat teoritis, artinya memiliki kerangka logis dan tujuan untuk memperjelas hubungan sebab akibat.
  • Sosiologi bersifat kumulatif, artinya berdasarkan teori-teori yang telah ada sebelumnya guna mengalami perbaikan, memperluas, atau memperhalus teori-teori yang lama.
  • Sosiologi bersifat nonetis, artinya bukan mencari baik-buruk melainkan menjelaskan suatu fakta secara analitis.

Pokok Bahasan Sosiologi

Fakta Sosial

  • Fakta sosial adalah cara bertindak, berpikir, dan berperasaan yang berada di luar individu yang mempunyai kekuatan memaksa dan mengendalikan individu tersebut.
  • Menurut Emille Durkheim, fakta sosial terdiri atas struktur sosial dan lembaga sosial.
  • Menurut George Ritzer, fakta sosial berfokus pada realitas sosial.

Tindakan Sosial

Tindakan sosial adalah suatu tindakan yang dilakukan dengan mempertimbangkan perilaku orang lain.

Khayalan Sosiologis

  • Khayalan sosiologis diperlukan untuk dapat memahami apa yang terjadi di masyarakat maupun yang ada dalam diri manusia.
  • Alat untuk melakukan khayalan sosiologis adalah permasalahan dan isu.

Realitas Sosial

  • Realitas sosial berperan dalam menyingkap berbagai tabir dan mengungkapnya menjadi suatu realitas yang tidak terduga.
  • Syaratnya adalah seorang sosiolog harus mengikuti aturan-aturan ilmiah dan melakukan pembuktian secara ilmiah dan objektif serta menghindari penilaian normatif.

Manfaat Sosiologi bagi Masyarakat

Perencanaan Sosial

  • Membantu pemerintahan suatu negara dalam tahap perencanaan, pelaksanaan, sampai tahap penilaian pembangunan.
  • Alat untuk mengetahui perkembangan masyarakat guna menciptakan ketertiban masyarakat.

Penelitian

  • Mempertimbangkan berbagai fenomena sosial yang timbul dalam kehidupan masyarakat.
  • Mampu melihat kecenderungan kecenderungan arah perubahan pola tingkah laku anggota masyarakat atas sebab-akibat tertentu.

Pemecahan Masalah Sosial

  • Membantu pemecahan masalah sosial dalam suatu masyarakat berdasarkan hasil pengamatan dan penelitian sosiologi.
  • Memberikan peran sebagai konsultan yang memberikan prediksi pengaruh kebijakan sosial yang mungkin terjadi.

13 Cabang Cabang Ilmu Sosiologi

  1. Sosiologi perkotaan, menjelaskan tentang gejala kota, masalah masalahnya, dan teori-teori sosiologi yang berhubungan dengannya.
  2. Sosiologi pedesaan, menjelaskan tentang masyarakat pedesaan sebagai sistem sosial dalam segala aspeknya serta masalah-masalah yang dihadapi dalam pembangunan.
  3. Sosiologi industri, pemahaman akan konsep-konsep dan teori-teori yang berhubungan dengan fakta industri dan permasalahannya.
  4. Sosiologi keluarga, mempelajari pembentukan dan perkembangan keluarga, fungsi dan struktur keluarga, serta permasalahan yang dihadapi keluarga dan penyelesaiannya.
  5. Sosiologi pembangunan, menjelaskan tentang pengertian pembangunan, perubahan, serta pengembangan hubungan sosiologi dan pembangunan.
  6. Sosiologi kriminalitas, menjelaskan potensi dan konsekuensi kriminal dalam berbagai kegiatan dan lapisan masyarakat.
  7. Demografi, menjelaskan tentang keadaan penduduk, teori-teori kependudukan, serta masalah masalah penduduk.
  8. Sosiologi politik, menjelaskan tentang perkembangan sosiologi politik dan perilaku anggota masyarakat dalam berpolitik.
  9. Sosiologi lingkungan, membahas tentang kehidupan manusia sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari alam fisik dan memahami prinsip prinsip umum ekologi.
  10. Sosiologi ekonomi, mempelajari tentang hubungan antara ekonomi dan sosiologi dengan aplikasi sosiologi pada aktivitas ekonomi.
  11. Sosiologi gender, memperkenalkan adanya interaksi timbal balik antara gender dengan struktur sosial yang berlaku dalam masyarakat dan konsep-konsep utama dalam sosiologi gender.
  12. Sosiologi hukum, mempelajari tentang fungsi sosiologi dalam penerapan hukum, kesinambungan perubahan masyarakat dengan hukum, dan masalah pembangunan hukum.
  13. Sosiologi pendidikan, merupakan analisis ilmiah tentang proses sosial dan pola-pola interaksi sosial di dalam sistem pendidikan.
Baca Juga :   Pasar Oligopoli : Pengertian, Ciri, Kebaikan dan Kelemahan

Hubungan Sosiologi dengan Ilmu Lainnya  

Hubungan Sosiologi dengan Psikologi

  • Sosiologi adalah ilmu tentang hubungan antarmanusia, sedangkan psikologi adalah ilmu tentang mental spiritual manusia itu sendiri.
  • Psikologi sosial memfokuskan pada individu daripada kelompok, sementara sosiologi lebih tertarik pada struktur dan fungsi kelompok.

Hubungan Sosiologi dengan Ilmu Matematika

Penelitian sosiologi yang menggunakan metode kuantitatif akan menggunakan angka-angka, tabel, dan rumus hitungan sampai akhirnya dapat menarik kesimpulan atas hasil penelitiannya.

Hubungan Sosiologi dengan Ilmu Ekonomi

Segala perilaku manusia menjadi objek dalam sosiologi maupun ekonomi, hanya saja kalau sosiologi lebih fokus pada interaksi sosialnya, sedangkan ekonomi lebih fokus pada cara manusia tersebut memenuhi kebutuhan hidupnya.

Hubungan Sosiologi dengan Ilmu Hukum

Sosiologi memberikan kemampuan analisa terhadap efektivitas hukum dalam masyarakat.



Related posts