CP Seni Tari Fase B 2025 (Capaian Pembelajaran Kelas 3 & 4): Mengalami, Merefleksikan, Berpikir Artistik, Menciptakan, dan Berdampak

CP (CAPAIAN PEMBELAJARAN) 2025 - FASE A-B-C-D-E-F

Tulisan ini memuat CP (Capaian Pembelajaran) Seni Tari Fase B 2025 (Kelas 3 & 4) merujuk pada lampiran kurikulum terbaru. Pada fase ini, murid mulai menunjukkan perkembangan motorik, sosial, dan emosional yang lebih matang. Pembelajaran tari tidak hanya berfokus pada eksplorasi gerak, tetapi juga penguatan kerja sama, pemahaman arah gerak, serta kemampuan menilai proses pembelajaran dirinya sendiri.

Selain itu, CP Seni Tari Fase B 2025 menekankan pentingnya pengalaman estetis melalui pengamatan bentuk penyajian tari yang beragam. Murid diajak belajar memahami konteks tari, mengembangkan kreativitas, dan mengekspresikan diri secara lebih terstruktur.


A. CP Seni Tari Fase B 2025: Kelas 3 & 4

  1. Mengalami (Experiencing)
    • Mengamati bentuk penyajian tari berdasarkan latar belakang serta mengeksplorasi unsur utama tari sesuai level gerak dan perubahan arah hadap.
  2. Merefleksikan (Reflecting)
    • Mengidentifikasi unsur utama tari sesuai level gerak dan perubahan arah hadap, serta menilai pencapaian diri saat melakukan aktivitas pembelajaran tari.
  3. Berpikir Dan Bekerja Artistik (Thinking and Working Artistically)
    • Meragakan hasil tari dengan bekerja secara kooperatif untuk mengembangkan kemampuan bekerja sama dan saling menghargai demi tercapainya tujuan bersama.
  4. Menciptakan (Creating)
    • Mengembangkan gerak dengan unsur utama tari, level, dan perubahan arah hadap.
  5. Berdampak (Impacting)
    • Menerima proses pembelajaran sehingga tumbuh rasa ingin tahu dan dapat menunjukkan usaha yang berdampak pada kemampuan diri dalam menyelesaikan aktivitas pembelajaran tari.

B. Memahami CP Seni Tari Fase B 2025

1. Mengalami (Experiencing)

Guru dapat mengajak murid mengamati berbagai bentuk penyajian tari, baik melalui video, gambar, atau pertunjukan sederhana. Fokus utamanya adalah mengenalkan latar belakang tari, level gerak (rendah, sedang, tinggi), serta perubahan arah hadap. Aktivitas eksplorasi ini membantu murid memahami variasi gerak dan ruang dalam tari.

2. Merefleksikan (Reflecting)

Murid mulai mampu menilai proses belajarnya sendiri. Mereka diajak mengidentifikasi unsur utama tari yang telah dipelajari dan memahami perubahan arah hadap dalam gerak tari. Refleksi dapat dilakukan melalui percakapan, tulisan sederhana, atau demonstrasi gerak untuk menunjukkan apa yang telah mereka kuasai.

3. Berpikir Dan Bekerja Artistik

Pada tahap ini, murid dilatih bekerja dalam kelompok kecil untuk meragakan gerakan tari. Kerja sama menjadi unsur penting: murid belajar menghargai peran teman, memahami ritme kelompok, dan menampilkan gerak secara kompak. Pembelajaran kooperatif ini membantu pembentukan karakter dan kemampuan sosial.

4. Menciptakan (Creating)

Murid diarahkan untuk mengembangkan kombinasi gerak dengan memanfaatkan unsur utama tari, level gerak, dan perubahan arah hadap. Guru dapat memberi tugas membuat rangkaian gerakan sederhana yang memiliki variasi level dan arah hadap agar murid dapat mengekspresikan kreativitasnya.

5. Berdampak (Impacting)

Tahap ini menekankan sikap positif terhadap proses belajar. Murid diharapkan menunjukkan rasa ingin tahu, usaha sungguh-sungguh, dan antusiasme dalam berkegiatan tari. Sikap ini secara langsung berdampak pada peningkatan kemampuan mereka dalam menyelesaikan aktivitas pembelajaran.


Sebelum melanjutkan penyusunan perangkat ajar, silakan unduh CP, TP, dan ATP Seni Tari Fase B 2025 melalui: Download Di Sini


Penutup

Pemahaman menyeluruh terhadap CP Seni Tari Fase B 2025 membantu guru merancang pembelajaran tari yang menarik, bermakna, dan efektif bagi murid kelas 3 dan 4. Dengan mengedepankan aspek Mengalami, Merefleksikan, Berpikir Artistik, Menciptakan, dan Berdampak, pembelajaran seni tari dapat menjadi ruang pembentukan karakter, kreativitas, serta kemampuan motorik dan sosial yang berkembang secara seimbang.

Related posts