Tulisan ini memuat CP (Capaian Pembelajaran) Seni Tari Fase A 2025 (Kelas 1 & 2) merujuk pada lampiran kurikulum terbaru. Pada fase awal ini, pembelajaran seni tari berfokus pada pengenalan unsur dasar tari serta pengembangan kesadaran tubuh melalui eksplorasi gerak sederhana. Murid diajak mengenal tari sebagai media komunikasi dan sarana mengekspresikan diri secara kreatif.
Selain itu, CP Seni Tari Fase A 2025 dirancang untuk menumbuhkan keberanian, percaya diri, serta kemampuan apresiasi sejak dini. Setiap capaian pembelajaran disusun agar sesuai dengan perkembangan motorik, emosional, dan sosial anak di kelas awal.
A. CP Seni Tari Fase A 2025: Kelas 1 & 2
- Mengalami (Experiencing)
- Mengenal bentuk tari sebagai media komunikasi serta mengembangkan kesadaran diri dalam bereksplorasi unsur utama tari meliputi gerak, ruang, tenaga, waktu, gerak di tempat dan gerak berpindah.
- Merefleksikan (Reflecting)
- Mengidentifikasi unsur utama tari meliputi gerak, ruang, tenaga, waktu, gerak di tempat dan gerak berpindah, serta mengemukakan pencapaian diri secara lisan, tulisan, dan kinestetik.
- Berpikir Dan Bekerja Artistik (Thinking and Working Artistically)
- Meragakan hasil gerak berdasarkan etika sebagai penampil dan penonton dengan keyakinan dan percaya diri saat mengekspresikan ide, perasaan kepada penonton atau lingkungan sekitar.
- Menciptakan (Creating)
- Mengembangkan unsur utama tari (gerak, ruang, waktu, dan tenaga), gerak di tempat, dan gerak berpindah untuk membuat gerak sederhana yang memiliki kesatuan gerak yang indah.
- Berdampak (Impacting)
- Menerima proses pembelajaran sehingga tumbuh rasa ingin tahu dan dapat menunjukkan antusiasme yang berdampak pada kemampuan diri dalam menyelesaikan aktivitas pembelajaran tari.
B. Memahami CP Seni Tari Fase A 2025
1. Mengalami (Experiencing)
Pada tahap ini, murid diajak memahami bahwa tari merupakan alat komunikasi nonverbal. Guru dapat memperkenalkan berbagai bentuk tari melalui pengamatan gerak sederhana seperti berjalan, melompat, atau mengayun tangan. Eksplorasi ini bertujuan menumbuhkan kesadaran tubuh serta mengenalkan unsur utama tari seperti ruang, tenaga, dan waktu.
2. Merefleksikan (Reflecting)
Murid belajar mengidentifikasi unsur tari melalui pengalaman langsung. Guru dapat mengajak murid menyampaikan pencapaian diri, baik secara lisan, tulisan sederhana, maupun melalui gerakan. Kegiatan refleksi ini membantu murid memahami proses belajar mereka sendiri dan membangun apresiasi terhadap aktivitas tari.
3. Berpikir Dan Bekerja Artistik
Pada aspek ini, murid diarahkan untuk meragakan gerak dengan memperhatikan etika sebagai penampil maupun penonton. Guru dapat memberi contoh posisi tubuh, sikap menghargai penampilan teman, serta bagaimana mengekspresikan perasaan dengan percaya diri. Hal ini menumbuhkan karakter positif dan kepekaan sosial.
4. Menciptakan (Creating)
Murid dilatih mengolah unsur tari untuk menciptakan rangkaian gerak sederhana. Guru dapat memandu murid membuat kombinasi gerak di tempat dan gerak berpindah yang membentuk kesatuan gerak. Kegiatan ini memperkuat kreativitas dan kemampuan koordinasi gerak.
5. Berdampak (Impacting)
Dalam proses ini, murid diharapkan menunjukkan rasa ingin tahu, antusiasme, dan motivasi dalam mengikuti pembelajaran tari. Sikap positif ini berdampak langsung pada kemampuan mereka menyelesaikan tugas belajar dan meningkatkan kepercayaan diri.
Sebelum melanjutkan penyusunan perangkat ajar, silakan unduh CP, TP, dan ATP Seni Tari Fase A 2025 melalui: Download Di Sini
Penutup
Pemahaman terhadap CP Seni Tari Fase A 2025 membantu guru merancang pembelajaran tari yang menyenangkan, komunikatif, dan sesuai perkembangan anak usia dini. Dengan memfokuskan pada aspek Mengalami, Merefleksikan, Berpikir Artistik, Menciptakan, dan Berdampak, pembelajaran seni tari akan menjadi sarana efektif untuk mengembangkan kreativitas, ekspresi diri, dan keterampilan motorik murid kelas 1 dan 2.

