Tulisan ini memuat CP (Capaian Pembelajaran) Seni Tari Fase C 2025 (Kelas 5 & 6) merujuk pada lampiran kurikulum terbaru. Pada fase ini, pembelajaran tari diarahkan untuk memperluas pemahaman murid mengenai tari tradisi, unsur pendukung tari, serta kemampuan bekerja dalam kelompok untuk membentuk pertunjukan sederhana. Murid mulai memahami tari sebagai ekspresi budaya dan sarana komunikasi yang kaya makna.
Selain itu, CP Seni Tari Fase C 2025 menekankan kemampuan murid untuk menciptakan rangkaian gerak yang berpijak pada tradisi maupun kreasi baru. Pembelajaran tari pada fase ini bertujuan menumbuhkan kreativitas, kepekaan sosial, serta kemampuan merespon lingkungan melalui gerak.
A. CP Seni Tari Fase C 2025: Kelas 5 & 6
- Mengalami (Experiencing)
- Mengamati berbagai bentuk tari tradisi yang dapat digunakan untuk mengekspresikan diri melalui unsur pendukung tari.
- Merefleksikan (Reflecting)
- Mengidentifikasi unsur pendukung tari dalam tari tradisi serta menghargai hasil pencapaian diri dengan mempertimbangkan pendapat orang lain.
- Berpikir Dan Bekerja Artistik (Thinking and Working Artistically)
- Meragakan hasil rangkaian gerak tari menggunakan unsur pendukung tari dengan menunjukan kerja sama dan berperan aktif dalam kelompok.
- Menciptakan (Creating)
- Merangkai gerak tari yang berpijak pada tradisi/kreasi dengan menerapkan desain kelompok.
- Berdampak (Impacting)
- Menanggapi kejadian-kejadian di lingkungan sekitar melalui tari yang disajikan kepada penonton atau masyarakat sekitar.
B. Memahami CP Seni Tari Fase C 2025
1. Mengalami (Experiencing)
Guru dapat mengajak murid mengamati tari tradisi dari berbagai daerah, baik melalui video, gambar, maupun demonstrasi langsung. Fokusnya adalah mengenalkan unsur pendukung tari seperti kostum, rias, musik, dan properti. Dengan pengamatan ini, murid memahami bahwa tari dapat menjadi media ekspresi diri sekaligus representasi budaya.
2. Merefleksikan (Reflecting)
Pada tahap ini, murid dilatih mengidentifikasi unsur pendukung tari dalam pertunjukan tari tradisi. Mereka belajar memberi penilaian terhadap pencapaian diri, termasuk kekuatan dan hal yang perlu diperbaiki, dengan mempertimbangkan masukan dari teman atau guru. Kemampuan reflektif ini penting untuk membangun sikap menghargai proses dan pendapat orang lain.
3. Berpikir Dan Bekerja Artistik
Murid dilatih meragakan rangkaian gerak tari menggunakan unsur pendukung tari secara harmonis. Pembelajaran dilakukan secara berkelompok agar murid terbiasa bekerja sama, berkomunikasi, dan berkontribusi aktif. Kegiatan ini meningkatkan kemampuan koordinasi, kekompakan, dan tanggung jawab dalam kelompok.
4. Menciptakan (Creating)
Guru dapat membimbing murid merancang rangkaian gerak tari berdasarkan tradisi atau kreasi baru. Murid diajak menerapkan desain kelompok, seperti pembagian posisi, pola lantai sederhana, dan pembagian peran. Tahap ini mendorong kreativitas murid serta kemampuan merespon inspirasi dari budaya lokal.
5. Berdampak (Impacting)
Murid diarahkan untuk menanggapi kejadian di lingkungan sekitar melalui karya tari yang dapat disajikan kepada penonton. Hal ini membantu murid memahami bahwa tari bukan hanya aktivitas fisik, tetapi juga media komunikasi yang mampu menyampaikan pesan sosial, emosi, dan pengalaman hidup.
Sebelum melanjutkan penyusunan perangkat ajar, silakan unduh CP, TP, dan ATP Seni Tari Fase C 2025 : Download Di Sini
Penutup
Pemahaman terhadap CP Seni Tari Fase C 2025 memungkinkan guru menyusun pembelajaran tari yang lebih bermakna dan kontekstual bagi murid kelas 5 dan 6. Dengan memperhatikan aspek Mengalami, Merefleksikan, Berpikir Artistik, Menciptakan, dan Berdampak, pembelajaran tari dapat menjadi sarana pengembangan kreativitas, empati, dan kemampuan murid merespon lingkungan melalui ekspresi gerak.

