Sabar: Pengertian, Dalil, Bentuk, Ciri dan Dampak Positif

Sabar: Pengertian, Dalil, Bentuk, Ciri dan Dampak Positif

Pengertian Sabar | Sabar Adalah | Contoh Sabar | Keutamaan Sabar | Sabar Dalam Islam | Dalil Naqli Perintah Sabar | Bentuk Sabar | Ciri-Ciri Prilaku Sabar | Dampak Positif dalam Membiasakan Prilaku Sabar.

Wislah.com : Manusia adalah mahluk ciptaan Allah Swt yang paling sempurna, manusia dalam kehidupan bermasyarakat tidak akan dapat hidup sendiri atau mencukupi kebutuhan sendiri. Manusia cenderung untuk berkomunikasi, berinteraksi, dan bersosialisasi dengan manusia lainnya.

Dalam berkomunikasi, berintraksi, bersosialisasi dan bekerja sama dengan sesama mahluk di butuhkan sikap sabar ketika menghadapi permasalahan yang terjadi.

Ayo, simak penjelasan berikut ini tentang: Pengertian Sabar, Dalil Naqli Perintah Sabar, Bentuk dan Ciri-Ciri Prilaku Sabar serta Dampak Positif dalam Membiasakan Prilaku Sabar.

Pengertian Sabar

Sabar merupakan sebuah istilah yang berasal dari bahasa Arab shabara yang berarti menahan, mencegah atau tabah.

Sedangkan dari segi istilahnya, sabar adalah menahan diri dari sifat kegundahan dan rasa emosi, kemudian menahan lisan dari keluh kesah serta menahan anggota tubuh dari perbuatan yang tidak terarah.

Jadi sabar di sini adalah suatu kekuatan, daya positif yang mendorong jiwa untuk menunaikan suatu kewajiban. Di samping itu pula bahwa sabar adalah suatu kekuatan yang menghalangi seseorang untuk melakukan kejahatan.

Orang yang sabar akan tahan menerima hal-hal yang tidak disenangi atau tidak mengenakkan dengan ridha dan menyerahkan diri kepada Allah Swt. Sabar merupakan salah satu kunci untuk meraih kebahagiaan dan ketenangan hidup.

Baca Juga : Taubat

Dalil Naqli Perintah Sabar

  • Firman Allah Swt dalam al-Qur’an surah Luqman ayat 17, sebagai berikut:

يٰبُنَيَّ اَقِمِ الصَّلٰوةَ وَأْمُرْ بِالْمَعْرُوْفِ وَانْهَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَاصْبِرْ عَلٰى مَآ اَصَابَكَۗ اِنَّ ذٰلِكَ مِنْ عَزْمِ الْاُمُوْرِ

Artinya: “Hai anakku, Dirikanlah shalat dan suruhlah (manusia) mengerjakan yang baik dan cegahlah (mereka) dari perbuatan yang mungkar dan Bersabarlah terhadap apa yang menimpa kamu. Sesungguhnya yang demikian itu termasuk hal–hal yang diwajibkan (oleh Allah).” (QS. Luqman (31):17)

  • Firman Allah Swt dalam al-Qur’an surah Ali Imran ayat 200, sebagai berikut:

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اصْبِرُوْا وَصَابِرُوْا وَرَابِطُوْاۗ وَاتَّقُوا اللّٰهَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ

Artinya: “Hai orang-orang yang beriman, Bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap siaga (di perbatasan negerimu) dan bertakwalah kepada Allah, supaya kamu beruntung.” (QS. Ali Imran (3):200)

  • Firman Allah Swt dalam al-Qur’an surah Al-Baqarah ayat 155-156, sebagai berikut:

وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ بِشَيْءٍ مِّنَ الْخَوْفِ وَالْجُوْعِ وَنَقْصٍ مِّنَ الْاَمْوَالِ وَالْاَنْفُسِ وَالثَّمَرٰتِۗ وَبَشِّرِ الصّٰبِرِيْنَ

اَلَّذِيْنَ اِذَآ اَصَابَتْهُمْ مُّصِيْبَةٌ ۗ قَالُوْٓا اِنَّا لِلّٰهِ وَاِنَّآ اِلَيْهِ رٰجِعُوْنَۗ

Artinya: “Dan sungguh akan kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar. (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan: “Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji’uun”. (QS. Al-Baqarah (2):155-156)

  • Firman Allah Swt dalam al-Qur’an surah An-Nahl ayat 126-127, sebagai berikut:

وَاِنْ عَاقَبْتُمْ فَعَاقِبُوْا بِمِثْلِ مَا عُوْقِبْتُمْ بِهٖۗ وَلَىِٕنْ صَبَرْتُمْ لَهُوَ خَيْرٌ لِّلصّٰبِرِيْنَ

وَاصْبِرْ وَمَا صَبْرُكَ اِلَّا بِاللّٰهِ وَلَا تَحْزَنْ عَلَيْهِمْ وَلَا تَكُ فِيْ ضَيْقٍ مِّمَّا يَمْكُرُوْنَ

Artinya: “Dan jika kamu memberikan balasan, Maka balaslah dengan balasan yang sama dengan siksaan yang ditimpakan kepadamu. akan tetapi jika kamu bersabar, Sesungguhnya itulah yang lebih baik bagi orang-orang yang sabar. Bersabarlah (hai Muhammad) dan tiadalah kesabaranmu itu melainkan dengan pertolongan Allah dan janganlah kamu bersedih hati terhadap (kekafiran) mereka dan janganlah kamu bersempit dada terhadap apa yang mereka tipu dayakan.” (QS. An-Nahl (16):126-127).

Baca Juga : Qana’ah

Bentuk dan Ciri-Ciri Perilaku Sabar

Menurut Imam Ghazali sabar dibagi menjadi tiga macam, yakni:

  • Sabar dalam taat kepada Allah Swt.
  • Sabar dalam menghindari maksiat.
  • Sabar saat menghadapi ujian atau musibah dari Allah Swt.

Adapun ciri-ciri perilaku sabar antara lain:

  • Memiliki emosi yang stabil dan tidak mudah terpengaruh oleh keadaan dan lingkungan.
  • Tidak marah dan tidak membalas bila didzalimi orang lain.
  • Tidak mau menyakiti orang lain.
  • Memiliki tutur kata dan budi pekerti yang baik.
  • Selalu menghormati orang lain, baik dalam perkataan maupun perbuatannya.

Dampak Positif dalam Membiasakan Perilaku Sabar

Untuk membiasakan diri berperilaku sabar, maka hal-hal berikut ini yang bisa dilakukan, antara lain:

  • Selalu ingat bahwa marah tidak menyelesaikan masalah.
  • Bergaul dengan teman-teman yang baik.
  • Hati-hati dalam bergaul dengan teman yang memiliki karakter mudah emosional.
  • Yakin bahwa orang yang sabar akan dekat dengan Allah Swt.

Adapun dampak positif apabila kita membiasakan perilaku sabar adalah:

  • Dapat membendung tipu daya setan, walaupun mereka punya kuasa atau kekuatan yang besar.
  • Allah Swt menjamin kenikmatan dunia dan akhirat kepada orang-orang yang sabar.
  • Mendapatkan ampunan dan pahala yang besar dari Allah Swt.
  • Akan berhasil atau sukses dalam kehidupannya, baik kehidupan dunia maupun akhirat.

Baca Juga : Ikhtiar

Related posts