Hasil Riset: Ketakutan Masyarakat Terhadap Pemerintah Meningkat

Ketakutan Masyarakat Terhadap Pemerintah Meningkat

WISLAH.COM : sebuah hasil riset yang dirilis oleh Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) pada 6 April 2021 menghasilkan salah satu kesimpulan bahwa Ketakutan Masyarakat Terhadap Pemerintah Meningkat.

 

Kesimpulan tersebut berdasarkan jawaban 1220 responden yang tersebar di seluruh Indonesia mulai dari tanggal 28 Februari 2021 sampai 8 Maret 2021 era Presiden Joko Widodo (Jokowi) dengan membandingkan hasil survei tahun 2009 pada masa pemerintahan presiden Susilo Bambang Yudoyono (SBY).

 


Baca Juga Pemilih PKS dan Pendukung Anies Paling Percaya Isu Kriminalisasi Ulama

Takut Bicara Politik

 

Survei ini juga merekam berbagai penilaian tentang adanya ketakutan masyarakat dalam bicara masalah politik, penangkapan, organisasi dan menjalankan agama. Hasilnya, meski tidak mayoritas, namun cukup banyak yang menilai bahwa masyarakat sering atau selalu takut bicara masalah politik (39%), takut karena penangkapan semena-mena aparat hukum (32%), takut ikut organisasi (20%), dan takut menjalankan agama (11%).

Baca Juga :   Hasil Riset : Pengasuhan Anak secara Keras Berdampak Bagi Perkembangan Otak

 

Angka-angka tersebut, jika dibandingkan dengan data tahun 2009, menurut SMRC, mengalami kenaikan yang signifikan. Hal ini terlihat sebagaimana terlihat di bawah ini:

 

Yang mengatakan masyarakat “selalu/sering” takut bicara politik naik dari 14% dalam survei Juli 2009 menjadi 39% dalam survei Maret 2021.


 

Yang mengatakan masyarakat “selalu/sering” takut karena penangkapan semena-mena aparat hukum naik dari 23% dalam survei Juli 2009 menjadi 32% pada survei Maret 2021.


 

Yang mengatakan masyarakat “selalu/sering” takut ikut organisasi naik dari 9% pada Juli 2009 menjadi 20% pada Maret 2021.

 

Yang mengatakan masyarakat “selalu/sering” takut menjalankan agama naik dari 2% dalam survey Juli 2009 menjadi 11% dalam survei Maret 2021.

Baca Juga :   Agama dengan Mazhab Salawi

 

Baca Juga Aneka Gaya Terorisme di Media

 

Ketakutan Warga Kota

 

Dari sisi demografi, penilaian bahwa masyarakat selalu/sering takut bicara politik, penangkapan, berorganisasi, dan menjalankan agama lebih banyak pada warga di perkotaan, usia 25 tahun ke bawah, berpendidikan lebih tinggi, berpendapatan lebih besar, etnis Minang, Sunda, dan yang beragama Islam.

 

Dari sisi wilayah, warga Jawa Barat adalah yang paling banyak menilai bahwa masyarakat selalu/sering takut bicara politik (54%), masyakat selalu/sering takut karena penangkapan semena-mena aparat hukum (45%), dan masyarakat selalu/sering takut berorganisasi (30%).

 

Sementara yang menilai bahwa masyarakat selalu/sering takut menjalankan agama lebih banyak pada warga Banten (17%). kemudian warga Jawa Timur.

Baca Juga :   Hasil Riset: Lima Prodi dengan Putus Kuliah Tertinggi

 

Baca Juga Membaca Psikologi Penebar Teror

 


Persepsi tentang kebebasan juga terkait dengan penilaian atas kinerja presiden serta kondisi ekonomi dan politik. Yang kurang/tidak puas dengan kinerja presiden dan menilai kondisi ekonomi, politik, keamanan, dan penegakan hukum dalam keadaan buruk cenderung lebih negatif dalam menilai kebebasan di tengah masyarakat.

Related posts