10 Penelitian Tentang Audit, Referensi Penelitian Relevan (Terdahulu) Proposal, Skripsi, Tesis, Disertasi dan Jurnal Ilmiah

Penelitian Tentang Audit

Penelitian Tentang Audit | Kualitatif | Kuantitatif | Penelitian Relevan (Terdahulu) | Proposal Penelitian | Skripsi | Tesis | Disertasi | Jurnal Ilmiah | Hasil Penelitian |

Di bawah ini adalah sejumlah Penelitian Tentang Audit yang diambil dari beberapa kampus di Indonesia. Penelitian tersebut menggunakan berbagai macam metode dan pendekatan penelitian, sehingga untuk kamu yang sedang mencari informasi tentang penelitian dengan tema serupa punya banyak pandangan.

Kumpulan Penelitian Tentang Audit, sangat bermanfaat sebagai sumber penulisan “penelitian relevan” (atau penelitian terdahulu) yang ada dalam proposal penelitian, agar penelitian yang akan dilakukan dapat menemukan hasil penelitian terbaru.

Penelitian Tentang Audit

Hubungan Ukuran Kantor Akuntan Publik dengan Opini Audit (Studi pada Perusahaan Non Keuangan yang Terdaftar di BEI Tahun 2011-2012)

Dalam abstraksi terdapat informasi ini:


Laporan Keuangan yang diaudit memberikan jaminan kepada pengguna laporan keuangan bahwa laporan tersebut telah layak digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan. Kualitas audit yang diberikan oleh perusahaan audit penting untuk memberikan jaminan bahwa laporan keuangan telah diaudit dengan benar. Penelitian ini bertujuan untuk menguji apakah ada hubungan antara ukuran KAP dengan kualitas audit yang diberikan. Ukuran KAP diukur dengan menggunakan total aset yang diaudit dan total penjualan yang diaudit oleh KAP sepanjang tahun, sedangkan kualitas audit diukur dengan opini audit yang diberikan KAP. Penelitian ini merupakan penelitian replikasi dari Li et al (2008). Populasi yang digunakan adalah yang terdaftar di BEI periode 2011 sampai 2012, dengan sampel perusahaan non keuangan yang diperoleh dengan metode purposive sampling. Pengolahan data dalam penelitian ini menggunakan regresi logistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara ukuran KAP dengan kualitas audit, bahwa semakin besar ukuran KAP maka semakin baik kualitas audit yang diberikan.

Pengaruh Workload Dan Spesialisasi Auditor Terhadap Kualitas Audit Dengan Kualitas Komite Audit Sebagai Variabel Pemoderasi

Dalam abstraksi terdapat informasi ini:

Penelitian ini bertujuan untuk menemukan bukti empiris tentang pengaruh beban kerja dan spesialisasi auditor terhadap kualitas audit. Penelitian ini juga akan mengkaji apakah kualitas komite audit dapat memperkuat atau memperlemah dampak beban kerja dan spesialisasi terhadap kualitas audit. Penelitian ini menggunakan empat ukuran beban kerja. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa beban kerja berpengaruh negatif terhadap kualitas audit dan komite audit mengurangi dampak negatif beban kerja terhadap kualitas audit. Satu regresi menemukan bahwa spesialisasi berpengaruh positif terhadap kualitas audit tetapi komite audit tidak memiliki peran untuk memperkuat pengaruh positif spesialisasi terhadap kualitas audit. Hasil ini menunjukkan bahwa ketika auditor adalah spesialis, komite audit tidak berpengaruh dalam meningkatkan kualitas audit. Implikasi dari penelitian ini adalah KAP harus mempertimbangkan beban kerja auditornya. Pemerintah juga perlu mempertimbangkan aturan beban kerja di kantor akuntan untuk menjaga kualitas audit. Peran komite audit juga perlu ditingkatkan karena terbukti dapat mengurangi dampak negatif beban kerja terhadap kualitas audit. Kata kunci: kualitas audit, beban kerja, spesialisasi auditor, komite audit Penelitian ini bertujuan untuk meneliti langsung beban kerja, spesialisasi, dan kualitas komite audit terhadap kualitas audit serta menguji peran komite audit dalam memperkuat atau memperlemah pengaruh beban kerja dan spesialisasi terhadap kualitas audit. Penelitian ini menggunakan empati pengukuran beban kerja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa beban kerja memiliki dampak negatif terhadap kualitas audit dan komite audit mengurangi dampak negatif dari beban kerja terhadap kualitas audit. Salah satu regresi menemukan bahwa spesialisasi berpengaruh positif pada kualitas audit namun komite audit tidak berperan dalam memperkuat pengaruh positif dari spesialisasi terhadap kualitas audit. Hasil ini menunjukkan bahwa ketika auditor adalah seorang spesialis, komite audit tidak berpengaruh dalam meningkatkan kualitas audit. Implikasi dari penelitian ini bahwa kantor akuntan harus mempertimbangkan beban kerja auditor mereka. Pemerintah juga perlu mempertimbangkan aturan tentang beban kerja di sebuah KAP untuk mempertahankan kualitas audit. Peran komite audit juga perlu ditingkatkan karena terbukti dapat mengurangi dampak negatif dari beban kerja terhadap kualitas audit.

Pengaruh Tekanan Ketaatan, Pengalaman Audit, Dan Audit Tenure Terhadap Audit Judgement

Dalam abstraksi terdapat informasi ini:


Baca Juga :   Hasil Riset: Musik Dapat Menyinkronkan Gelombang Otak

Tujuan Penelitian ini adalah untuk meneliti pengaruh tekanan ketaatan, pengalaman audit, dan audit tenure terhadap audit judgement. Data diperoleh dari kuesioner yang diisi oleh responden yang merupakan auditor dengan pengalaman bekerja lebih dari dua tahun yang bekerja di KAP Wilayah Surabaya. Sebanyak 72 kuesioner kembali dan dapat diolah. Dengan menggunakan Regresi Linear Berganda, hasil penelitian menunjukkan adanya korelasi positif antara Pengalaman Audit dan Audit Tenure terhadap Audit Judgement.Semakin meningkatnya pengalaman audit dan audit tenure, maka akan meningkatkan kualitas Audit Judgement. Tetapi, Tekanan Ketaatan menunjukkan adanya korelasi negatif terhadap Audit Judgement. Semakin meningkatnya Tekanan Ketaatan, maka akan menurunkan kualitas Audit Judgement

Analisis Pengaruh Client Size, Audit Firm Size, Dan Audit Fee Terhadap Audit Quality

Dalam abstraksi terdapat informasi ini:

Penelitian ini mencoba untuk mengetahui pengaruh ukuran klien, ukuran perusahaan audit, biaya audit, terhadap kualitas audit. Client size, audit firm size, dan audit fee diharapkan dapat menjelaskan pengaruhnya terhadap kualitas audit. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder yang diambil dari website Indonesian Site Exchange (BEI) yaitu perusahaan manufaktur yang terdaftar dari tahun 2012-2015. Penelitian ini menggunakan metode purposive sampling, dan dilakukan analisis data yaitu analisis deskriptif, uji asumsi klasik, dan uji regresi. Penelitian ini menggunakan IBM SPSS 20 untuk menganalisis data. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa client size dan audit fee berpengaruh positif signifikan terhadap kualitas audit. Sedangkan ukuran perusahaan audit berpengaruh negatif signifikan terhadap kualitas audit.

Kualitas Audit Didasarkan pada Isu-Isu Keahlian dan Profesionalisme Auditor

Dalam abstraksi terdapat informasi ini:

Penelitian ini akan mengkaji pandangan stakeholders terhadap kualitas audit berdasarkan masalah keahlian dan profesionalisme auditor, komersialisasi audit dan transparansi audit. Penelitian ini memfokuskan perhatian pada respon dari penerapan regulasi kualitas audit menurut audit perusahaan, komite audit dan investor. Fokus penelitian ini adalah analisis penelitian dengan mengidentifikasi empat pendorong utama kualitas audit, yaitu: budaya dalam suatu perusahaan audit; keterampilan dan kualitas pribadi mitra dan staf audit; efektivitas proses audit; keandalan dan kegunaan pelaporan audit. Dalam penelitian ini juga mengidentifikasi sejumlah faktor yang mempengaruhi kualitas audit di luar kendali auditor, yaitu: pendekatan yang dilakukan manajemen; kontribusi yang dibuat oleh komite audit; peran pemegang saham dan komentator; berperan sebagai penggerak litigasi kualitas audit; pendekatan regulasi; tekanan yang disebabkan oleh laporan akselerasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa badan pengatur dan profesional yang terlibat dalam pengelolaan dan peningkatan kualitas audit melakukan upaya untuk memperbaiki citra yang tercoreng, meningkatkan legitimasi dan reputasinya serta dominasi tanggapan menimbulkan kekhawatiran tentang potensi kerusakan pada profesi.


Pengaruh Atribut Perusahaan Dan Faktor Audit Terhadap Keterlambatan Audit Pada Perusahaan Yang Terdaftar Di Bursa Efek Malaysia

Dalam abstraksi terdapat informasi ini:

Baca Juga :   Pemikiran Muhammad Abduh Tentang Pendidikan dan Penelitian Tentangnya

Audit delay adalah selang hari antara tanggal neraca dan tanggal laporan audit. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh atribut perusahaan dan faktor audit terhadap audit delay. Penelitian ini menggunakan 611 perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Malaysia dari periode tahun 2006 sampai dengan tahun 2011 sebagai sampel. Variabel independen yang digunakan adalah ukuran perusahaan, debt to equity ratio, profitabilitas, anak perusahaan perusahaan multinasional, ukuran perusahaan audit, biaya audit, jenis industri, umur perusahaan, akhir tahun buku perusahaan, dan opini audit. Metode analisis dalam penelitian ini adalah regresi linier berganda. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ukuran perusahaan, rasio utang terhadap ekuitas, profitabilitas, anak perusahaan perusahaan multinasional, ukuran perusahaan audit, biaya audit, jenis industri, usia perusahaan, dan opini audit berpengaruh signifikan terhadap audit delay selama tahun buku. akhir tidak berpengaruh signifikan terhadap audit delay.

The Effect of Rotation Audits on Audit Quality with Audit Fee as a Moderation

Dalam abstraksi terdapat informasi ini:

Secara empiris, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh rotasi audit terhadap kualitas audit dengan audit fee sebagai moderating perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2012-2016. Populasi dalam penelitian ini adalah perusahaan manufaktur yang terdaftar di BEI tahun 2012-2016. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling, sampel sebanyak 24 perusahaan dengan jangka waktu penelitian 5 tahun, sehingga diperoleh 120 sampel penelitian. Pengujian hipotesis menggunakan analisis regresi logistik dan pengujian variabel moderasi menggunakan Analisis Regresi Moderat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel rotasi audit tidak signifikan terhadap kualitas audit, variabel audit fee berpengaruh signifikan terhadap kualitas audit, sedangkan audit fee tidak dapat memoderasi pengaruh rotasi audit terhadap kualitas audit. Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh pada uji F, rotasi audit dan audit fee sebagai pemoderasi secara simultan berpengaruh signifikan terhadap kualitas audit.

Effect of Audit Committee Characteristics on Audit Quality: a Critical Literature Review

Dalam abstraksi terdapat informasi ini:

Tujuan: Tujuan dari makalah ini adalah untuk menyajikan tinjauan literatur kritis tentang dampak karakteristik komite audit (ACCs) pada kualitas audit dan untuk mengidentifikasi setiap kesenjangan penelitian di bidang kualitas audit. Tujuannya juga untuk menetapkan, jika ada, kesenjangan penelitian di bidang kualitas audit dan untuk merekomendasikan setiap penelitian potensial. Pendekatan/Metodologi/Desain: Metodologi penelitian ini adalah tinjauan literatur tentang karakteristik komite audit dan kualitas audit. Sejumlah artikel penelitian dianalisis. Temuan: Hasil tinjauan literatur ini mengungkapkan bahwa ukuran komite audit, rapat komite audit, dan keahlian keuangan komite audit memiliki efek utama pada kualitas audit di sektor publik dan swasta. Implikasi Praktis: Artikel review ini memberikan kesempatan kepada auditor, manajemen kantor audit dan pemangku kepentingan lainnya untuk lebih memahami pilar kualitas audit, faktor, dan kerangka untuk memperkuat kualitas laporan keuangan. Tinjauan literatur ini memberikan kontribusi untuk pemahaman yang lebih baik tentang peran komite audit dalam laporan keuangan. Ini memberikan para peneliti di lapangan dengan wawasan dan perspektif baru. Orisinalitas/nilai: Makalah ini mengidentifikasi kesenjangan tertentu dan menyoroti efek komite audit yang efektif dalam mengatur dan meningkatkan departemen keuangan lembaga mana pun. Studi ini juga memberikan kontribusi kepada organisasi pengoperasi pengetahuan tentang kualitas audit, dimensi kualitas audit, dan kerangka kerja yang mengatur. Ini menekankan efektivitas komite audit dan juga memberikan peluang bagi peneliti dan sektor keuangan untuk penelitian potensial di masa depan.

Pengaruh Ukuran Perusahaan, Audit Tenure, Kualitas Audit, Dan Audit Report Lag Terhadap Opini Audit Going Concern

Dalam abstraksi terdapat informasi ini:

Baca Juga :   Hasil Riset: Jatuh Cinta Ternyata Sangat Ilmiah

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh ukuran perusahaan, masa kerja audit, kualitas audit dan reportlag audit terhadap opini audit going concern. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif. Sumber data yang digunakan adalah data sekunder berupa laporan keuangan tahunan perusahaan. Dalam penelitian ini, going concern dan kualitas audit dihitung menggunakan dummy. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah perusahaan pertambangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia dari tahun 2015 sampai dengan tahun 2019. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode teknik purposive sampling dan diperoleh 29 sebagai 145 data observasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ukuran perusahaan, dan masa kerja audit tidak berpengaruh terhadap opini audit going concern. Sedangkan audit report lag dan kualitas audit berpengaruh terhadap opini going concern

Pengaruh Fee Audit, Audit Tenure, Dan Rotasi Audit Terhadap Kualitas Audit

Dalam abstraksi terdapat informasi ini:

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji pengaruh biaya audit, masa kerja audit dan rotasi audit terhadap kualitas audit. Kualitas audit menggunakan proxy size KAP yang diukur dengan variabel dummy dan menggunakan kelompok auditor big four dan non big four, sedangkan tenur diukur dengan menghitung tahun dimana auditor yang sama melakukan perikatan dengan auditee, rotasi audit diukur dengan variabel dummy. Populasi dalam penelitian ini terdiri dari perusahaan manufaktur yang go public di Bursa Efek Indonesia pada tahun 2008-2012. Metode pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling. Dalam penelitian ini jumlah sampel sebanyak 645, setelah dilakukan observasi data maka terdapat 415 sampel yang termasuk outlier yang harus dikeluarkan dari sampel observasi. jadi, jumlah akhir sampel adalah 230 perusahaan. Regresi logistik digunakan sebagai teknik analisis. Hasil empiris penelitian ini menunjukkan bahwa audit fee, audit tenur, dan rotasi audit berpengaruh signifikan terhadap kualitas audit. Variabel audit fee berpengaruh positif terhadap kualitas audit, audit tenur berpengaruh negatif terhadap kualitas audit dan rotasi audit berpengaruh positif terhadap kualitas audit.


Note: Informasi yang kamu dapatkan adalah informasi abstraksi dari penelitian tentang Audit. Untuk Selengkapnya kamu bisa klik link atau judul dari masing-masing daftar di atas.  

Related posts