10 Penelitian Tentang Ekonomi Digital, Referensi Penelitian Relevan (Terdahulu) Proposal, Skripsi, Tesis, Disertasi dan Jurnal Ilmiah

  • Whatsapp
Penelitian Tentang Ekonomi Digital

Penelitian Tentang Ekonomi Digital | Kualitatif | Kuantitatif | Penelitian Relevan (Terdahulu) | Proposal Penelitian | Skripsi | Tesis | Disertasi | Jurnal Ilmiah | Hasil Penelitian |

Di bawah ini adalah sejumlah Penelitian Tentang Ekonomi Digital yang diambil dari beberapa kampus di Indonesia. Penelitian tersebut menggunakan berbagai macam metode dan pendekatan penelitian, sehingga untuk kamu yang sedang mencari informasi tentang penelitian dengan tema serupa punya banyak pandangan.

Kumpulan Penelitian Tentang Ekonomi Digital, sangat bermanfaat sebagai sumber penulisan “penelitian relevan” (atau penelitian terdahulu) yang ada dalam proposal penelitian, agar penelitian yang akan dilakukan dapat menemukan hasil penelitian terbaru.

Penelitian Tentang Ekonomi Digital

Menciptakan Kondisi yang Mendukung Ekonomi Digital: Studi Kasus dari Indonesia

Dalam abstraksi terdapat informasi ini:



Ekonomi digital Indonesia diprediksi tumbuh mencapai US$124 miliar di tahun 2025. Dengan besarnya potensi valuasi dari ekonomi digital dan perkembangan inovasi belum diikuti dengan kerangka regulasi yang memadai. Menyadari hal itu, Center of Indonesia Policy Studies melakukan serangkaian penelitian dan advokasi untuk membahas mengenai langkah-langkah yang dapat ditempuh untuk mendukung ekosistem ekonomi digital di Indonesia. Dalam praktiknya, CIPS menggunakan buku panduan dari Center for International Private Enterprise (CIPE) untuk memetakan empat fokus utama seperti perlindungan konsumen, perlindungan data, keamanan siber, dan transaksi elektronik.

Digitalisasi Ekonomi Syariah

Dalam abstraksi terdapat informasi ini:

. Digitalisasi Ekonomi Syariah. Digitalisasi ekonomi syariah dapat merambah dalam berbagai aspek ekonomi baik ekonomi mikro maupun ekonomi makro. Sekarang ini peran digital sangat luar biasa, hampir semua perekonomian menggunakan teknologi informasi dan komunikasi atau digitalisasi, baik dalam mengemas produk ataupun dalam memasarkan produk, sehingga lebih mudah dan lebih cepat dalam distribusi informasi yang digunakan untuk membuat pertumbuhan ekonomi semakin cepat dan tiada batas dengan dukungan teknologi digital dan teknologi informasi. Teknologi informasi yang sudah merambah keindividu (personal) dapat mendukung era digitalisasi informasi dan komunikasi pada ekonomi konvensional maupun ekonomi syariah, teknologi tersebut sekarang sudah dalam genggaman tangan pengguna gadget seperti aplikasi mobile yang dapat diunduh dan dipasang dengan fitur mudah dimengerti oleh user. Demikian pula di dunia perbankan, dalam melakukan kegiatannya perbankan syariah bekerja sama dengan bidang teknologi informasi untuk membangun sistem informasi perbankan syariah dengan membuat aplikasi khusus (app) yang dapat mempermudah semua proses-proses transaksi yang ada diperbankan. Terbentuknya masyarakat digital akibat dari tersebut dipacu oleh perkembangan dan penerapan teknologi informasi dan komunikasi yang sangat intensif di semua bidang baik ekonomi, pemasaran, keuangan, jasa, pendidikan dan sebagainya. Maka, digitalisasi terbentuk untuk memudahkan pengguna dalam melakukan transaksi, sehingga perekonomian meningkat.

Penggunaan Pemasaran Digital (Digital Marketing) sebagai Pendukung Pengembangan Usaha pada Kelompok Pengrajin Anoa Art

Dalam abstraksi terdapat informasi ini:

Baca Juga :   Hasil Riset: Resiko Kanker Dapat Dihindari Dengan Perubahan Pola Makan

Tujuan dari PKM ini adalah untuk mengatasi permasalahan mitra dengan menerapkan pemasaran digital dan menumbuhkan inovasi produk bernilai ekonomi sehingga produk kerajinan mereka dapat menjangkau target pasar yang luas. Melalui pendekatan partisipatif, pelaksanaan kegiatan dalam kelompok pengrajin secara bersama-sama berkolaborasi untuk mencari solusi dengan menggunakan metode pemasaran digital produk kerajinan. Kolaborasi menggunakan multistakeholder kampus, kelompok mitra, profesional, dan pemerintah dalam merumuskan dan mencari solusi permasalahan kelompok pengrajin di desa Pangan Jaya. Alhasil, dengan menggunakan pemasaran online melalui website, aplikasi pesan whatsapp, produk facebook dan instagram yang terjual meningkat signifikan dan pemasaran produk kerajinan telah menjangkau pasar yang lebih luas.

Financial Technologi : Gadai On Demand dalam Perspektif Hukum Ekonomi Syariah

Dalam abstraksi terdapat informasi ini:

Pembahasan dalam penulisan jurnal ini menitik beratkan kepada perkembangan teknologi secara signifikan dalam basis ekonomi. Hal ini menjadikan pegadaian syariah berupaya untuk menciptakan inovasi baru yang dikemas dalam fintech yang berbasis syariah. Dimana keberadaan fintech dirasa memiliki potensi besar dalam perkembangan ekonomi di era digital ini. Sehingga pegadaian syariah mengeluarkan produk baru yakni gadai on demand. Akan tetapi, kepastian hukum dalam perlindungan konsumen secara transksi digital belum diatur secara signifikan. Dalam hal ini, penulis memberikan interpretasi terkait perlindungan konsumen berdasarkan pendekatan hukum ekonomi syariah.

Model Bisnis Kolaborasi Literasi Digital Masa Depan

Dalam abstraksi terdapat informasi ini:

Integrasi persepsi model bisnis literasi digital kolaboratif secara historis berkembang pesat dalam jaringan sosial ekonomi yang menggabungkan kombinasi inovasi teknologi digitalisasi 4.0 baru. Metodologi penelitian, pendekatan sintesis, studi literatur, dan jurnal ekspresi tentang konsep model bisnis transformasi digital masa depan yang baru. Di mana rezim bisnis menggunakan alat interaktif untuk membuka jangkauan terluas dari Perusahaan rintisan multiguna yang seragam, fitur internet literasi digital memberikan pilihan kepada manajemen layanan pelanggan, membuat beragam kebutuhan pelanggan, ekspresi, pasokan alternatif barang dan layanan digital menjadi bervariasi. Jurnal ini bertujuan untuk mengimplementasikan model bisnis kolaborasi literasi digital. Hasil penelitian ini menjelaskan bahwa model bisnis menunjukkan bahwa rezim lingkungan kompetitif ada, tetapi mereka fokus pada kolaborasi start-up dengan berbagai prospek penilaian, termasuk keberlanjutan, pemeliharaan, orientasi teknologi, gesit, penciptaan nilai, dan keterlibatan pemangku kepentingan. . Selain itu, penulis memiliki keterbatasan teori yang tidak dapat sepenuhnya dideteksi dalam perkembangan e-commerce dan startup literasi digital saat ini. Penulis berharap untuk penelitian lebih lanjut tentang peran model bisnis kolaboratif dengan pemerintah dan Perusahaan industri di masa depan. penulis memiliki keterbatasan teori yang tidak dapat sepenuhnya dideteksi dalam perkembangan e-commerce dan startup literasi digital saat ini. Penulis berharap untuk penelitian lebih lanjut tentang peran model bisnis kolaboratif dengan pemerintah dan Perusahaan industri di masa depan. penulis memiliki keterbatasan teori yang tidak dapat sepenuhnya dideteksi dalam perkembangan e-commerce dan startup literasi digital saat ini. Penulis berharap untuk penelitian lebih lanjut tentang peran model bisnis kolaboratif dengan pemerintah dan Perusahaan industri di masa depan. Kata kunci: Strategi, Kolaborasi, model bisnis, literasi digital




Baca Juga :   Pemikiran Plato Tentang Negara dan Penelitian Tentangnya

Curriculum Vitae Digital: Analisis Pemasaran Desain Menggunakan SWOT (Inovasi Siswa Animasi SMK Negeri 2 Surabaya Menuju Ekonomi Kreatif )

Dalam abstraksi terdapat informasi ini:

Persaingan untuk mendapatkan pekerjaan menjadi salah satu permasalahan yang dialami oleh Masyarakat utamanya oleh siswa lulusan SMK sederajad. Guna menunjukkan skill yang dimiliki dapat dilihat melalui Curriculum Vitae(CV) yang diajukan. Dari Kenyataan tersebut maka siswa membaca peluang USAha baru dengan membuat inovasi desain CV Digital yang dapat menarik Perusahaan dan diperjual belikan secara online. Penelitian bertujuan untuk mengetahui kelebihan, kekurangan, peluang dan ancaman dari pemasaran produk CV Digital. Metode Penelitian berbentuk deskriptif kualitatif , menggunakan analisis SWOT untuk mengetahui prospek pemasaran produk CV digital. Hasil dari analisis tersebut yaitu kelebihan dari CV Digital berbentuk software, dan menarik untuk dilihat, kekurangannya berada pada konten CV yang tidak semua dapat tersampaikan melalui gambar. Peluang dari CV Digital dapat diperoleh secara cepat dan dapat dipasarkan ke banyak wilayah melalui media social secara online, sedangkan kelemahan belum semua masyarakat menggunakan media berbasis digital online dalam seleksi penerimaan pekerjaan.

Dampak Ekonomi Digital 4.0 terhadap Kualitas Sumber Daya Manusia di Era Pandemi Covid di Indonesia

Dalam abstraksi terdapat informasi ini:

Artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) ekonomi syariah berbasis digital 4.0 di masa pandemi Covid-19. Dua hal yang menjadi fokus penulisan, antara lain: kualifikasi SDM ekonomi syariah berbasis digital 4.0 dan bagaimana meningkatkan kualitas SDM tersebut di masa pandemi Covid-19. Dalam rangka memenuhi SDM ekonomi syariah berbasis digital 4.0 baik secara kualitas maupun kuantitas, maka perlu memenuhi kualifikasi berupa soft skill dan hard skill. Soft skills berkaitan dengan pembentukan karakter, sehingga diperlukan keimanan, akhlak dan syariat yang akan diwujudkan dalam segala kegiatan yang dibingkai oleh sifat-sifat shiddiq, tabligh, amanah, dan fathonah. Sedangkan hard skills meliputi peningkatan pengetahuan dan keterampilan untuk menciptakan sumber daya manusia yang kompeten dan ahli di bidangnya. Peningkatan kualitas SDM ekonomi syariah berbasis digital 4.0 di masa pandemi Covid-19, yaitu melalui sistem pendidikan nasional yang memadukan pembelajaran offline dan online, pendidikan formal dan informal, sosialisasi dan kampanye program pemerintah kepada masyarakat. Pelaksanaannya melalui jalur akademik dari berbagai jenjang atau vokasi atau profesi di semua lembaga pendidikan, sosial dan keagamaan, serta ekonomi dan keuangan Islam. Jalur akademik membutuhkan upaya baru untuk merespon digital 4.0 yaitu literasi digital dan literasi teknologi untuk mewujudkan SDM yang literat.

Pemanfaatan Digital Fundraising dalam Meningkatkan Penghimpunan Zakat di Masa Pandemi Covid-19

Dalam abstraksi terdapat informasi ini:

Pandemi global bernama Corono virus disease (Covid-19) telah menimbulkan dampak yang siginifikan terhadap berbagai sektor kehidupan mulai dari kesehatan, pendidikan, sosial, politik dan ekonomi. Pada sektor perekonomian, pandemi ini telah menempatkan perekonomian dunia ke dalam tekanan yang sangat berat. Lembaga Amil Zakat (LAZ) yang menjadi bagian dari sistem perekonomian ikut terdampak pandemi ini, terutama pada aspek penghimpunan zakat. Social distancing dan protokol kesehatan lainnya telah mengubah pendekatan fundraising zakat ke berbagai platform digital untuk mengurangi kontak fisik dan tatap muka secara langsung. Artikel ini membahas bagaimana LAZ memanfaatkan digital fundraising di masa pandemi ini dan bagaimana pengaruhnya terhadap penghimpunan zakat. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan mengumpulkan data melalui wawancara secara mendalam terhadap partisipan yang berasal dari LAZ, dan datanya dianalisis dengan analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pandemi ini telah mengubah pola kerja fundraising zakat, penghimpunan zakat dilakukan dengan mengoptimalkan platform-platform digital dan pemanfataannya berdampak sangat baik terhadap penghimpunan. Pandemi ini seharusnya menjadi momentum optimalisasi pemanfaatan digital fundraising seiring tren masyarakat yang condong pada transaksi-transaksi berbasis digital.

E-umkm: Aplikasi Pemasaran Produk UMKM Berbasis Android Sebagai Strategi Meningkatkan Perekonomian Indonesia

Dalam abstraksi terdapat informasi ini:

Baca Juga :   10 Penelitian Tentang Instagram, Referensi Penelitian Relevan (Terdahulu) Proposal, Skripsi, Tesis, Disertasi dan Jurnal Ilmiah

Indonesia saat ini tengah memasuki fase bonus demografi yang harus dimanfaatkan dengan baik. Proporsi penduduk muda dengan jumlah lebih dari dari 25% dari total sekitar 250 juta jiwa penduduk Indonesia, yang dikombinasikan dengan 59,2 juta unit Usaha Mikro, Kecil, Menengah (UMKM) yang berkontribusi sebesar 61,41% terhadap Produk Domesti Bruto (PDB) nasional merupakan dua kekuatan besar ekonomi Indonesia. Namun dari jumlah tersebut 90% unit UMKM masih berjalan di ranah offline, padahal data bulan Januari tahun 2016 menyatakan bahwa potensi infrastruktur Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) telah mencakup sekitar 90% dari populasi dengan lebih dari 126% tingkat penetrasi mobile dengan tingkat pengguna internet mencapai 51,8% dari total penduduk Indonesia. Untuk itu diperlukan strategi dan inovasi pengembangan UMKM di era ekonomi digital di Indonesia. Salah satunya, yaitu melalui E-UMKM, aplikasi pemasaran produk umkm berbasis android sebagai langkah prospektif meningkatkan perekonomian Indonesia. E-UMKM adalah aplikasi berbasis android yang dirancang untuk memasarkan produk UMKM Indonesia secara online dan terintegrasi sistem. Adapun tahapan yang harus dilakukan meliputi pendataaan, sertifikasi produk UMKM, pembuatan aplikasi,sosialisasi, hingga sistem pengiriman barang. Menghadapi tantangan ekonomi digital, Indonesia harus mempunyai strategi pemasaran dan kebijakan yang efektif, pembuatan aplikasi ini diharapkan dapat mengenalkan, mempromosikan, dan menjaga eksistansi UMKM Indonesia sehingga meningkatkan perekonomian nasional.

Peluang Dan Hambatan Pengembangan Usaha Mikro Pada Era Ekonomi Digital

Dalam abstraksi terdapat informasi ini:

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui dan menganalisis peluang dan hambatan UsahaMikro dalam mengembangkan USAha di era ekonomi digital. Objek yang digunakan padapenelitian ini adalah USAha mikro di kota Palembang. Data yang digunakan adalah dataprimer yang dikumpulkan melalui wawancara pada beberapa pihak yang terkait, diantaranyaadalah dinas Industri dan Perdagangan, dinas Koperasi dan UMKM, dinas Komunikasi danInformasi dan pelaku USAha mikro di kota Palembang. Studi literatur juga dilakukan untukmemperkuat hasil yang didapatkan. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Hasilpenelitian menunjukkan bahwa peluang untuk mengembangkan USAha mikro di era ekonomidigital ini sangat besar. Yang menjadi hambatannya adalah masih rendahnya keterampilansumber daya manusia dalam penggunaan teknologi infromasi.

Note: Informasi yang kamu dapatkan adalah informasi abstraksi dari penelitian tentang Ekonomi Digital. Untuk Selengkapnya kamu bisa klik link atau judul dari masing-masing daftar di atas.  




Related posts