Hasil Riset: Pemilih PKS dan Pendukung Anies Baswedan Paling Percaya Isu Kriminalisasi Ulama

Hasil Riset: Pemilih PKS dan Pendukung Anies Baswedan Paling Percaya Isu Kriminalisasi Ulama

WISLAH.COM : Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) merilis hasil survei nasional bertema: Sikap Publik Nasional terhadap HTI dan FPI pada 6 April 2021. Survei Nasional yang dilaksanakan pada tanggal 28 Februari 2021 sampai 8 Maret 2021 ini salah satunya menyimpulkan bahwa Pemilih PKS dan Pendukung Anies Baswedan Paling Percaya Isu Kriminalisasi Ulama.

 

Isu kriminalisasi ulama sendiri merupakan opini yang kerap menyeruak ke permukaan ketika terjadi berbagai peristiwa yang bermuatan politik identitas keagamaan. Terseretnya dalam berbagai kasus hukum mereka yang diasumsikan sebagai ulama, memicu munculnya istilah ini. Meski di persidangan dapat dibuktikan, bahwa sang “ulama” terbukti bersalah.


Baca Juga Psikologi Penyebar Teror

Metode Penelitian

 

Adapun populasi survei ini adalah seluruh warga negara Indonesia yang yang punya hak pilih dalam pemilihan umum, yakni mereka yang sudah Berusia 17 tahun atau lebih, atau sudah menikah ketika survei dilakukan.

 

Dari populasi itu dipilih secara random (multistage random sampling) 1220 responden. Response rate (responden yang dapat diwawancarai secara valid) sebesar 1064 atau 87%. Sebanyak 1064 responden ini yang dianalisis. Margin of error rata-rata dari survei dengan ukuran sampel tersebut sebesar ± 3.07% pada tingkat kepercayaan 95% (dengan asumsi simple random sampling). Yang tak bisa diwawancarai sebagian besar mereka tidak ada di tempat, di luar rumah atau luar kota.

 

Responden terpilih diwawancarai lewat tatap muka oleh pewawancara yang telah dilatih. Waktu wawancara lapangan 28 Februari – 8 Maret 2021.

 

Quality control terhadap hasil wawancara dilakukan secara random sebesar 20% dari total sampel oleh supervisor dengan kembali mendatangi responden terpilih (spot check). Dalam quality control tidak ditemukan kesalahan berarti.


Baca Juga Aneka Gaya Teroris di Media

 

Pemilih PKS dan Pendukung Anies

 

Hasil riset SMRC ini juga memetakan afiliasi politik responden dengan tingkat kepercayaan mereka terhadap berbagai isu.

 

Partai dengan basis massa Islam seperti PPP, PKS, dan PAN ternyata para pemilihnya memiliki penilaian bahwa masyarakat selalu/sering takut bicara politik, takut penangkapan semena-mena aparat hukum, takut berorganisasi, dan takut menjalankan agama.

 

Secara sepsifik, di antara warga Muslim, pemilih PKS adalah yang paling banyak percaya dengan isu kriminalisasi ulama (56%), isu umat Islam dibungkam (67%), isu dakwah Islam dibatasi (67%). Pemilih PKS juga yang paling banyak tidak setuju jika pendakwah harus mendapat izin pemerintah (73%).

 

Persepsi tentang isu-isu tersebut juga terkait dengan penilaian atas kinerja presiden serta kondisi ekonomi dan politik. Warga Muslim yang kurang/tidak puas dengan kinerja presiden dan menilai kondisi ekonomi, politik, keamanan, dan penegakan hukum dalam keadaan buruk cenderung lebih percaya dengan isu.

 

Baca Juga Wahhabi: Sejarah Singkat dan Ajaran

 

Dilihat dari sisi pilihan presiden, pemilih Anies Baswedan adalah yang paling banyak percaya dengan isu kriminalisasi ulama (51%), isu umat Islam dibungkam (62%), dan isu dakwah Islam dibatasi (55%). Pemilih Anies juga paling banyak yang tidak setuju jika pendakwah harus mendapat izin pemerintah (67%).

 

Dari sisi demografi, warga Muslim yang percaya dengan isu kriminalisasi ulama, umat Islam dibungkam, dakwah Islam dibatasi paling banyak pada warga yang berusia 25 tahun ke bawah, berpendidikan lebih tinggi, berpendapatan lebih besar, etnis Minang, kemudian Betawi.

 

Dari sisi wilayah, warga Muslim di DKI yang paling banyak percaya dengan isu kriminalisasi ulama (41%), isu umat Islam dibungkam (59%), isu dakwah Islam dibatasi (58%).

Related posts