Hasil Riset: Kecerdasan Emosional Dapat Menangkal Hoax

  • Whatsapp
Kecerdasan Emosional Dapat Menangkal Hoax

WISLAH.COM : Orang dengan kecerdasan emosional tingkat tinggi cenderung tidak rentan terhadap berita palsu atau hoax, demikian menurut penelitian di University of Strathclyde sebagaimana dilansir oleh Sciencedaily.

Para peneliti yang terlibat dalam riset tersebut mengundang para partisipan untuk membaca serangkaian item berita di media sosial serta memastikan apakah berita tersebut nyata atau fiktif, dengan menjelaskan secara singkat alasan jawaban mereka. Para partisipan juga diminta menyelesaikan tes untuk menentukan tingkat kecerdasan emosional mereka (EQ atau kecerdasan emosional) dan diberi sejumlah pertanyaan ketika mempertimbangkan kebenaran setiap berita.

Hasilnya, para peneliti menemukan bahwa mereka yang mengidentifikasi jenis berita dengan benar ternyata mendapat skor tinggi dalam tes EQ juga. Ada korelasi serupa antara identifikasi yang benar dan pencapaian pendidikan.

Baca Juga :   Wahhabi: Sejarah Singkat dan Ajaran

Baca Juga Efek Video Game Terhadap Perilaku Manusia

Riset yang dilakukan oleh para peneliti di Sekolah Ilmu Psikologi & Kesehatan Strathclyde dan Sekolah Pemerintah & Kebijakan Publik ini telah diterbitkan dalam jurnal PLOS ONE.

Ide dilakukannya riset ini, menurut Tony Anderson, Pengajar Senior Psikologi di Strathclyde, ia dan rekannya yang terlibat dalam penelitian ini karena menganggap bahwa isu hoax di media sosial saat ini menjadi masalah yang cukup menjadi perhatian publik dan pemerintah. Sedangkan riset terkait penanganan persoalan ini masih tahap awal, meski studi terbaru mulai berfokus pada faktor psikologis yang mungkin membuat beberapa orang tidak terlalu rentan terhadap berita palsu.

Baca Juga :   Hasil Riset: Lima Prodi dengan Putus Kuliah Tertinggi

“Kami menilai apakah orang lebih mampu untuk mengabaikan konten yang bermuatan emosional dari barang-barang tersebut dan lebih siap untuk menilai kebenaran informasi. Kami menemukan bahwa, meskipun membedakan konten berita nyata dari palsu itu menantang, rata-rata peserta lebih cenderung membuat keputusan yang benar daripada tidak.” Ujar Anderson.

Baca Juga Media Sosial Berpengaruh Buruk Bagi Masyarakat Indonesia

Riset terdahulu telah menghasilkan kesimpulan bahwa EQ manusia dapat ditingkatkan dengan serangkaian latihan. Dengan meningkatkan kecerdasan emosional, akan membantu mereka untuk membedakan dengan tingkat akurasi yang lebih tinggi berita mana yang dapat diandalkan dan mana yang menyesatkan.

Para partisipan dihadapkan dengan dua pilihan berita; yang faktual dan hoax atau fiktif terkait berbagai persoalan kesehatan, kejahatan, ketimpangan ekonomi, dan lingkungan. Item fiktif menampilkan aspek termasuk bahasa emosi, informasi singkat dan kurangnya sumber yang dikaitkan.

Baca Juga :   Hasil Riset: Istri Cerewet Menyebabkan Suami Cepat Meninggal atau Justru Menyehatkan?

Komentar para partisipan yang percaya dengan berita hoax antara lain adalah: “Saya punya pengalaman pribadi tentang ini”; “Anak-anak saya dalam posisi ini jadi saya benar-benar mengerti”; “Grafik menunjukkan semuanya”, dan “Pemberi komentar di postingan memiliki pemikiran yang sama dengan saya.” 

Sedangkan partisipan yang dapat mengidentifikasi cerita hoax tersebut, dapat dengan tepat memberikan komentar, antara lain: “Ada bahasa yang emosional / merendahkan dalam uraian tersebut”; “Artikel menakutkan tanpa data”; “Sumber bukanlah sumber ilmiah atau dari pemerintah resmi” dan “Terlihat lebih sebagai kata-kata kasar”.

Baca Juga Dampak Pengasuhan Secara Keras Terhadap Otak Anak

Related posts