Hasil Riset : Efek Video Game Terhadap Otak dan Perilaku Manusia

  • Whatsapp
Video Game

WISLAH.COM : Para peneliti menganalisis berbagai hasil riset yang telah dilakukan berbagai ilmuwan dan memiliki kesimpulan bahwa video game dapat membentuk otak dan perilaku manusia

Fakta tersebut terungkap karena bermain video game ternyata dapat mengubah area otak yang bertugas pada perhatian dan keterampilan visuospasial serta membuatnya lebih efisien. Para peneliti juga memperlihatkan hasil penelitian yang mengeksplorasi area otak yang terkait dengan sistem penghargaan, dan bagaimana hal tersebut berhubungan dengan kecanduan video game.

Pengaruh Video Game Terhadap Otak

Apakah Anda orang yang sering bermain video game ? seberapa sering Anda bermain video game? Jika iya dan intensitas Anda bermain video game cukup tinggi, ketahuilah Anda tidak sendiri. Hasil riset terkait pengguna dan penyuka video game menunjukkan bahwa permainan menjadi semakin populer dan disukai berbagai kalangan, termasuk oleh orang dewasa. Hal ini dibuktikan dengan rata-rata usia gamer yang telah meningkat, dan diperkirakan mencapai 35 tahun pada tahun 2016.

Baca Juga Dampak Buruk Medsos Bagi Orang Indonesia

Baca Juga :   Hasil riset: Peran Otak Kecil dalam Evolusi Otak Manusia

Pesatnya kemajuan teknologi menjadikan semakin bertambah orang yang terjangkit “virus” video game. Selama ini, sangat banyak para gamer yang bermain melalui komputer desktop atau konsol, namun seiring dengan derasnya teknologi ponsel melahirkan generasi baru gamer, yang bukan hanya bermain melalui komputer yang terbatas di rumah namun juga bermain melalui ponsel cerdas dan tablet di waktu luang sepanjang hari di mana saja. 

Sehingga kita dapat saksikan bahwa video game menjadi piranti hiburan, bukan hanya komunikasi, yang semakin umum di semua kalangan masyarakat. Namun, apakah fenomena tersebut memiliki pengaruh terhadap otak dan perilaku manusia?

Selama beberapa lama, media telah melakukan framing dan berbagai klaim sensasional terkait dampak video game bagi kesehatan dan kebahagiaan manusia. Menurut Marc Palaus, Game terkadang dipuji atau dianggap jahat, seringkali tanpa data konkrit yang mendukung klaim tersebut. Selain itu, bermain game saat ini merupakan aktivitas yang populer, sehingga semua orang tampaknya memiliki opini yang kuat tentang topik tersebut. Kata penulis yang karyanya baru-baru ini diterbitkan di Frontiers in Human Neuroscience.

Palaus dan rekan-rekannya ingin melihat apakah ada tren yang muncul dari penelitian hingga saat ini mengenai bagaimana video game memengaruhi struktur dan aktivitas otak manusia? Mereka kemudian mengumpulkan hasil dari 116 studi ilmiah, 22 di antaranya melihat perubahan struktural di otak dan 100 di antaranya melihat perubahan fungsi dan atau perilaku otak.

Baca Juga :   Hasil Riset: Lima Prodi dengan Putus Kuliah Tertinggi

Studi menunjukkan bahwa bermain video game dapat mengubah cara kerja otak kita, dan bahkan strukturnya. Misalnya, bermain video game memengaruhi perhatian kita, dan beberapa penelitian menemukan bahwa pemain game menunjukkan peningkatan dalam beberapa jenis perhatian, seperti perhatian berkelanjutan atau perhatian selektif. Wilayah otak yang terlibat dalam perhatian juga lebih efisien pada pemain game dan membutuhkan lebih sedikit aktivasi untuk mempertahankan perhatian pada tugas-tugas yang menuntut.

Baca Juga Agama Menjadi Berkah Bagi Anak-anak

Mengubah Ukuran Otak

Ada juga bukti bahwa video game dapat meningkatkan ukuran dan efisiensi daerah otak yang berkaitan dengan keterampilan visuospasial. Misalnya, hipokampus kanan diperbesar baik untuk pemain jangka panjang maupun relawan setelah mengikuti program pelatihan video game.

Baca Juga :   Hasil Penelitian : Ditemukan Keramik Cerita Al-kitab di Masjid Masjid Bersejarah Cirebon

Video game juga bisa membuat ketagihan, dan jenis kecanduan ini disebut gangguan game Internet. Para peneliti telah menemukan perubahan fungsional dan struktural dalam sistem penghargaan saraf pada pecandu game, sebagian dengan memaparkan mereka pada isyarat game yang menyebabkan mengidam dan memantau respons saraf mereka. Perubahan saraf ini pada dasarnya sama dengan yang terlihat pada gangguan kecanduan lainnya.

Jadi, apa arti semua perubahan otak ini? “Kami fokus pada bagaimana otak bereaksi terhadap paparan video game, tetapi efek ini tidak selalu diterjemahkan ke dalam perubahan kehidupan nyata,” kata Palaus. 

Baca Juga Anak Desa Lebih Cerdas Dari Anak Kota

Penelitian terkait efek video game masih dalam tahap awal. Sehingga pertanyaan aspek permainan apa yang memengaruhi wilayah otak mana dan bagaimana caranya masih belum dapat dijelaskan.  Selain itu, berbagai kemungkinan terkait efek dari video game yang bisa positif (perhatian, visual, dan motorik) atau negative (resiko kecanduan) masih perlu ditelusuri lebih dalam.


Sumber : Frontiers

Related posts