CP Seni Rupa Fase C 2025 (Capaian Pembelajaran Kelas 5 & 6): Mengalami, Merefleksikan, Berpikir Artistik, Menciptakan, dan Berdampak

CP (CAPAIAN PEMBELAJARAN) 2025 - FASE A-B-C-D-E-F

Tulisan ini memuat CP (Capaian Pembelajaran) Seni Rupa Fase C 2025 (Kelas 5 & 6) merujuk pada lampiran kurikulum terbaru. Pada fase ini, peserta didik mulai menunjukkan kemampuan analitis dan kreativitas yang lebih matang dalam memahami unsur rupa, prinsip desain, teknik berkarya, serta pengembangan ide visual yang lebih kompleks. Pembelajaran seni rupa menjadi ruang ekspresi sekaligus sarana mengasah kemampuan berpikir kritis dan kreatif.

Pada bagian berikut, uraian mengenai CP Seni Rupa Fase C 2025 ditulis secara runtut agar guru dapat memahami arah capaian yang diharapkan. Pemahaman ini akan membantu dalam menyusun TP (Tujuan Pembelajaran) dan ATP (Alur Tujuan Pembelajaran) yang tepat sesuai karakteristik peserta didik kelas 5 dan 6.


A. CP Seni Rupa Fase C 2025: Kelas 5 & 6

  1. Mengalami (Experiencing)
    • Menjelaskan unsur rupa dan prinsip desain dalam benda-benda di sekitar/karya seni rupa.
  2. Merefleksikan (Reflecting)
    • Merefleksikan dan mengapresiasi karya diri sendiri dan teman sekelas menggunakan kosa kata seni rupa yang sesuai.
  3. Berpikir Dan Bekerja Artistik (Thinking and Working Artistically)
    • Mengenali dan menguji coba variasi teknik penggunaan alat dan/atau bahan.
  4. Menciptakan (Making/Creating)
    • Membuat karya seni rupa berdasarkan pengalaman dan/atau hasil pengamatan terhadap lingkungan sekitar melalui pengembangan imajinasi.
  5. Berdampak (Impacting)
    • Menghasilkan karya seni rupa yang mewakili minatnya.

B. Memahami CP Seni Rupa Fase C 2025

1. Mengalami (Experiencing)

Murid pada fase ini diharapkan mampu menjelaskan unsur rupa (garis, warna, bentuk, ruang, tekstur) dan prinsip desain (irama, kesatuan, proporsi, kontras, keseimbangan). Guru dapat memberikan contoh nyata melalui karya seni, benda fungsional, maupun objek visual dalam kehidupan sehari-hari. Pemahaman ini membangun fondasi konseptual yang lebih mendalam.

2. Merefleksikan (Reflecting)

Kemampuan refleksi ditingkatkan dengan penggunaan kosa kata seni rupa secara tepat. Murid diajak mengevaluasi karya sendiri dan karya teman, baik dari aspek teknik, komposisi, maupun pesan visual. Kegiatan ini melatih kemampuan komunikasi visual, sikap apresiatif, dan berpikir kritis.

3. Berpikir Dan Bekerja Artistik

Pada fase ini, guru memberikan kesempatan bagi murid untuk mengeksplorasi berbagai teknik seperti shading, blending, teknik cetak sederhana, kolase, atau teknik campuran. Eksperimen penggunaan alat dan bahan membantu murid menemukan preferensi artistiknya serta memahami prosedur kerja yang sistematis.

4. Menciptakan (Making/Creating)

Murid diminta menghasilkan karya berdasarkan pengalaman, pengamatan, serta imajinasi, misalnya menggambar aktivitas masyarakat, membuat ilustrasi bertema lingkungan, atau memvisualkan ide kreatif lainnya. Guru dapat mendorong murid untuk mengembangkan sketsa awal sebelum membuat karya final, sehingga proses berpikir kreatifnya lebih terarah.

5. Berdampak (Impacting)

Karya seni rupa pada fase ini mulai mencerminkan minat pribadi murid, baik dalam tema, teknik, maupun gaya visual. Guru dapat memfasilitasi proyek berkarya yang memberi ruang bagi murid untuk mengekspresikan preferensinya, sehingga karya menjadi lebih bermakna secara personal.


Sebelum melanjutkan penyusunan perangkat ajar, silakan unduh CP, TP, dan ATP Seni Rupa Fase C 2025 melalui: Download Di Sini


Penutup

Pemahaman yang menyeluruh terhadap CP Seni Rupa Fase C 2025 sangat penting agar guru dapat merancang pembelajaran yang mendukung tumbuhnya kreativitas, kemampuan analitis, dan minat seni peserta didik kelas 5 dan 6. Dengan mengintegrasikan aspek Mengalami, Merefleksikan, Berpikir Artistik, Menciptakan, dan Berdampak, pembelajaran seni rupa dapat menjadi pengalaman bermakna yang menumbuhkan kepercayaan diri dan kemampuan berekspresi visual siswa.

Related posts