CP Seni Rupa Fase B 2025 (Capaian Pembelajaran Kelas 3 & 4): Mengalami, Merefleksikan, Berpikir Artistik, Menciptakan, dan Berdampak

CP (CAPAIAN PEMBELAJARAN) 2025 - FASE A-B-C-D-E-F

Tulisan ini memuat CP (Capaian Pembelajaran) Seni Rupa Fase B 2025 (Kelas 3 & 4) merujuk pada lampiran kurikulum terbaru. Dalam fase ini, peserta didik mulai memperluas pemahaman mereka terkait unsur rupa, prinsip desain, penggunaan alat dan bahan, serta kemampuan berkarya dengan kesadaran estetis yang lebih matang. Pembelajaran seni rupa pada fase ini berfungsi sebagai wadah eksplorasi kreatif sekaligus pembentukan karakter melalui kegiatan refleksi dan apresiasi.

Pada pembahasan berikut, seluruh poin CP Seni Rupa Fase B 2025 dijabarkan secara sistematis agar dapat membantu guru memahami arah capaian yang diharapkan. Pemahaman mendalam ini akan memudahkan proses penyusunan TP (Tujuan Pembelajaran) dan ATP (Alur Tujuan Pembelajaran) yang sesuai dengan kebutuhan peserta didik kelas 3 dan 4.


A. CP Seni Rupa Fase B 2025: Kelas 3 & 4

  1. Mengalami (Experiencing)
    • Mengidentifikasi unsur rupa dan prinsip desain dalam benda-benda di sekitar/karya seni rupa.
  2. Merefleksikan (Reflecting)
    • Merefleksikan dan mengapresiasi karya diri sendiri dan teman sekelas menggunakan kosa kata seni rupa yang sesuai.
  3. Berpikir Dan Bekerja Artistik (Thinking and Working Artistically)
    • Mengenali dan menguji coba alat dan/atau bahan yang dimiliki serta prosedur penggunaannya.
  4. Menciptakan (Making/Creating)
    • Membuat karya seni rupa berdasarkan pengalaman dan hasil pengamatan terhadap lingkungan sekitar.
  5. Berdampak (Impacting)
    • Menghasilkan karya seni rupa yang berdampak pada perasaan atau mewakili harapannya.

B. Memahami CP Seni Rupa Fase B 2025

1. Mengalami (Experiencing)

Pada tahap ini, murid tidak hanya mengenali unsur rupa (titik, garis, bentuk, warna) tetapi juga prinsip desain seperti keseimbangan, irama, proporsi, dan kesatuan. Guru dapat membantu murid mengidentifikasi prinsip tersebut melalui pengamatan benda di kelas, karya seni sederhana, atau objek visual yang ditemui sehari-hari.

2. Merefleksikan (Reflecting)

Murid mulai diajak untuk mendeskripsikan karya mereka dan karya teman dengan kosa kata seni rupa yang sesuai, seperti “kontras”, “warna hangat”, atau “komposisi”. Aktivitas ini melatih kemampuan analitis, sikap menghargai karya orang lain, serta membangun kepercayaan diri dalam menyampaikan pendapat.

3. Berpikir Dan Bekerja Artistik

Pada fase ini, murid sudah cukup matang untuk mempelajari prosedur penggunaan alat dan bahan. Guru dapat memperkenalkan teknik sederhana seperti pewarnaan bertingkat, penggunaan kuas, teknik cap, atau teknik membentuk. Eksplorasi alat dan bahan harus tetap aman, menyenangkan, dan membangun kreativitas.

4. Menciptakan (Making/Creating)

Murid diarahkan untuk menciptakan karya berdasarkan observasi dan pengalaman nyata, seperti menggambar lingkungan sekolah, membuat poster sederhana, atau menciptakan pola dari benda alam. Penekanan utamanya adalah kemampuan menuangkan ide visual dengan lebih terstruktur dibanding fase sebelumnya.

5. Berdampak (Impacting)

Karya seni pada fase ini mulai memiliki tujuan emosional atau representatif. Murid dapat membuat karya yang menggambarkan perasaan (“hari cerah”, “bahagia di taman sekolah”) atau mewakili harapan dan pesan sederhana. Guru dapat memfasilitasi diskusi tentang bagaimana karya seni dapat menyampaikan makna.


Sebelum melanjutkan penyusunan perangkat ajar, silakan unduh CP, TP, dan ATP Seni Rupa Fase B 2025 melalui: Download Di Sini


Penutup

Pemahaman terhadap CP Seni Rupa Fase B 2025 akan membantu guru merancang pembelajaran seni rupa yang komprehensif, bertahap, dan sesuai perkembangan kognitif serta emosional murid kelas 3 dan 4. Dengan menguasai aspek Mengalami, Merefleksikan, Berpikir Artistik, Menciptakan, dan Berdampak, pembelajaran seni rupa dapat menjadi sarana membangun kreativitas, ekspresi diri, dan kepekaan estetika pada peserta didik.

Related posts