CP Bahasa Indonesia Fase F 2025 (Capaian Pembelajaran Kelas 11 dan Kelas 12): Menyimak, Membaca dan Memirsa, Berbicara dan Mempresentasikan, Menulis

CP SD BAHASA INDONESIA FASE F

Tulisan ini memuat CP (Capaian Pembelajaran) Bahasa Indonesia Fase F 2025 (Kelas 11 dan Kelas 12) merujuk pada Lampiran II Keputusan Kepala Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan Nomor 046/H/KR/2025. Dokumen ini menjadi pijakan penting bagi pendidik dalam menyiapkan pembelajaran Bahasa Indonesia yang menuntut kemampuan bernalar tingkat tinggi, analitis, kritis, kreatif, dan berbudaya.

Pada fase ini, murid diarahkan untuk mencapai kompetensi berbahasa tingkat mahir melalui proses evaluasi, refleksi, presentasi, argumentasi ilmiah, hingga publikasi karya. Oleh karena itu, pemahaman terhadap CP Bahasa Indonesia Fase F 2025 sangat diperlukan agar guru dapat menyusun perencanaan pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan akademik dan profesional murid di masa depan.


A. CP Bahasa Indonesia Fase F 2025 : Kelas 11 dan Kelas 12

(Berikut CP dicantumkan sama persis sesuai naskah aslinya.)

6.1. Menyimak

“Mengevaluasi gagasan, perasaan, pandangan, arahan, dan/atau pesan dari teks nonsastra berbentuk teks aural (teks yang dibacakan dan/atau didengarkan); dan mengapresiasi teks sastra berbentuk teks aural.”

6.2. Membaca dan Memirsa

“Mengevaluasi informasi berupa gagasan, perasaan, pandangan, arahan, dan/atau pesan dari berbagai tipe teks berwujud teks visual dan/atau audiovisual untuk menemukan makna yang tersurat dan tersirat berdasarkan kaidah logika berpikir; merefleksi gagasan dan pandangan berdasarkan kaidah logika berpikir dari berbagai tipe teks berwujud teks visual dan/atau audiovisual; dan mengapresiasi berbagai tipe teks berwujud teks visual dan/atau audiovisual.”

6.3. Berbicara dan Mempresentasikan

“Mempresentasikan gagasan, perasaan, pandangan, arahan, pesan, dan/atau kreativitas berbahasa dalam berbagai tipe teks berbentuk monolog, dialog, dan/atau gelar wicara dan/atau berbagai tipe teks secara logis, sistematis, kritis, dan kreatif sesuai dengan norma kesopanan dan budaya Indonesia; menyajikan karya sastra secara kreatif dan menarik; dan mempertahankan hasil penelitian dengan argumentasi.”

6.4. Menulis

“Menulis gagasan, pandangan, imajinasi, dan/atau pengetahuan metakognisi dalam berbagai tipe teks secara logis, kritis, dan kreatif; dan mempublikasikan hasil karya di media cetak, elektronik, dan/atau digital.”


B. Memahami CP Bahasa Indonesia Fase F 2025

Penjelasan berikut membantu guru memahami esensi capaian agar dapat dikembangkan menjadi TP (Tujuan Pembelajaran) dan ATP (Alur Tujuan Pembelajaran) yang efektif dan selaras dengan karakteristik peserta didik SMA/MA/SMK/MAK.


1. Menyimak

Fokus utama kemampuan menyimak di fase ini adalah evaluasi dan apresiasi tingkat lanjut. Guru dapat:

  • Menggunakan teks aural berupa pidato ilmiah, dialog wacana kritis, esai suara, pembacaan karya sastra, dan podcast.
  • Melatih murid menilai keakuratan gagasan, kesesuaian pandangan, serta relevansi pesan terhadap konteks.
  • Mendorong murid mengapresiasi teks sastra dengan mempertimbangkan unsur estetik dan nilai budaya.

Arah TP & ATP:

  • TP: Murid mampu mengevaluasi isi teks aural dan menunjukkan apresiasi sastra yang mendalam.
  • ATP: mengenali informasi → menganalisis → mengevaluasi → mengapresiasi → merefleksi.

2. Membaca dan Memirsa

Kemampuan membaca dan memirsa menuntut murid untuk:

  • Mengevaluasi teks visual/audiovisual berdasarkan logika berpikir (kohesi, koherensi, validitas data).
  • Menginterpretasi dan merefleksi gagasan dengan mempertimbangkan empati, etika, dan konteks sosial.
  • Mengapresiasi beragam teks, termasuk film pendek, infografis, editorial visual, hingga karya sastra visual.

Guru dapat:

  • Menggunakan teks multimodal yang beragam.
  • Melatih murid membandingkan dua teks dengan sudut pandang berbeda.
  • Mengembangkan kemampuan refleksi kritis berbasis logika formal.

Arah TP & ATP:

  • TP: Murid mampu memberikan evaluasi dan refleksi logis terhadap teks multimodal.
  • ATP: memahami ide → menilai makna tersurat/tersirat → evaluasi → refleksi → apresiasi → perbandingan teks.

3. Berbicara dan Mempresentasikan

Kemampuan berbicara meningkat secara signifikan dengan tuntutan:

  • Menyampaikan gagasan secara logis, kritis, sistematis, dan kreatif.
  • Melakukan presentasi dalam bentuk monolog, dialog, gelar wicara, atau presentasi ilmiah.
  • Menyajikan karya sastra (puisi, monolog, drama, baca karya) secara kreatif.
  • Mempertahankan argumen dalam presentasi hasil penelitian.

Guru dapat melatih murid:

  • Menyusun naskah presentasi dengan struktur akademik yang kuat.
  • Menggunakan media digital seperti slide, video pendek, atau infografis.
  • Mempraktikkan teknik retorika dan argumentasi ilmiah.

Arah TP & ATP:

  • TP: Murid mampu mempresentasikan dan mempertahankan gagasan dengan argumentasi logis dan kreatif.
  • ATP: menyusun gagasan → mengorganisasi → berlatih retorika → presentasi → pertahanan argumen.

4. Menulis

Pada fase ini, menulis menjadi sarana ekspresi akademik, kreatif, dan metakognitif. Murid diharapkan mampu:

  • Menulis esai, artikel opini, cerita imajinatif, editorial, kritik sastra, hingga laporan penelitian.
  • Mengembangkan gagasan dengan logis dan kritis.
  • Menggunakan strategi metakognitif untuk merefleksi proses berpikir.
  • Memublikasikan karya pada media cetak atau digital.

Guru dapat:

  • Mengajarkan teknik penulisan ilmiah dan kreatif.
  • Melatih murid menyunting karya secara mandiri.
  • Mendorong publikasi melalui buletin sekolah, blog, atau platform digital lainnya.

Arah TP & ATP:

  • TP: Murid mampu menulis teks akademik dan kreatif dengan logika kuat serta publikasi layak.
  • ATP: mengembangkan ide → membuat rancangan → menulis draf → revisi → finalisasi → publikasi.

Penutup

Dengan memahami CP Bahasa Indonesia Fase F 2025, guru dapat mengembangkan pembelajaran yang menumbuhkan kemampuan bernalar kritis, apresiasi budaya, kreativitas, serta keterampilan komunikasi dan publikasi yang komprehensif. Keempat elemen—menyimak, membaca dan memirsa, berbicara dan mempresentasikan, serta menulis—membantu murid menjadi pengguna bahasa yang matang, reflektif, dan siap bersaing di dunia akademik maupun profesional.

Penerapan pembelajaran yang sejalan dengan CP Bahasa Indonesia Fase F 2025 akan memperkuat karakter dan literasi murid pada masa transisi menuju pendidikan tinggi maupun dunia kerja. Jika Anda memerlukan penyusunan TP, ATP, atau modul ajar berdasarkan CP ini, seluruhnya dapat disiapkan.

Related posts