Tulisan ini memuat CP (Capaian Pembelajaran) Bahasa Indonesia Fase C 2025 (Kelas 5 dan Kelas 6) merujuk pada Lampiran II Keputusan Kepala Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan Nomor 046/H/KR/2025. Dokumen tersebut menjadi pedoman resmi bagi pendidik dalam menyusun strategi pembelajaran Bahasa Indonesia yang selaras dengan perkembangan kognitif, emosional, dan literasi murid kelas tinggi sekolah dasar.
Pada fase ini, kemampuan berbahasa murid ditingkatkan sehingga mereka mampu menganalisis, menalar, menyimpulkan, serta mempresentasikan beragam informasi dari teks sastra maupun nonsastra. Dengan memahami isi CP Bahasa Indonesia Fase C, guru dapat merancang pembelajaran yang lebih kritis, kreatif, dan selaras dengan tuntutan literasi abad ke-21.
A. CP Bahasa Indonesia Fase C 2025 : Kelas 5 dan Kelas 6
(Berikut CP ditulis sama persis seperti dalam dokumen asli.)
3.1. Menyimak
“Menganalisis informasi dari teks nonsastra berbentuk teks aural (teks yang dibacakan dan/atau didengarkan; dan menganalisis isi teks sastra berbentuk teks aural.”
3.2. Membaca dan Memirsa
“Membaca kata-kata dengan berbagai pola kombinasi huruf dengan fasih dari bacaan dan/atau tayangan yang dipirsa; dan menganalisis informasi serta nilai-nilai dalam teks sastra dan nonsastra berwujud teks visual dan/atau audiovisual.”
3.3. Berbicara dan Mempresentasikan
“Mempresentasikan gagasan dari berbagai tipe teks dengan efektif dan santun; dan menyampaikan perasaan berdasarkan fakta, imajinasi (dari diri sendiri dan orang lain) secara indah dan menarik dalam bentuk teks sastra dengan penggunaan kosakata secara kreatif.”
3.4. Menulis
“Menulis berbagai tipe teks sederhana berdasarkan gagasan, hasil pengamatan, pengalaman, dan/atau imajinasi dengan rangkaian kalimat kompleks secara kreatif, menarik, dan/atau indah; dan menggunakan kaidah kebahasaan dan kosakata baru yang memiliki makna denotatif dan konotatif.”
B. Memahami CP Bahasa Indonesia Fase C 2025
Pembahasan berikut bertujuan membantu guru memahami maksud setiap poin CP dan bagaimana mengembangkannya menjadi TP (Tujuan Pembelajaran) serta ATP (Alur Tujuan Pembelajaran) yang kontekstual dan terstruktur.
1. Menyimak
Pada fase ini, murid dituntut tidak hanya memahami tetapi menganalisis informasi dalam teks. Guru dapat:
- Menggunakan teks aural berupa ceramah pendek, penjelasan, berita, atau cerita.
- Melatih murid mencari pokok informasi, hubungan sebab-akibat, serta tujuan penulis/pembicara.
- Mengajak murid membandingkan dua informasi dari teks berbeda.
Arah TP & ATP:
- TP dapat berbunyi: “Murid mampu menganalisis informasi penting dari teks aural nonsastra.”
- ATP dapat disusun bertahap: menemukan informasi penting → mengidentifikasi hubungan antar informasi → menarik kesimpulan → menyajikan ulang hasil analisis.
2. Membaca dan Memirsa
Kemampuan membaca meningkat ke tingkat analitis. Murid tidak hanya mengenali kata, tetapi:
- Menganalisis isi teks bacaan secara kritis.
- Mengidentifikasi nilai-nilai dalam teks sastra maupun nonsastra.
- Mengaitkan informasi dalam teks visual/audiovisual dengan pengalaman atau pengetahuan lain.
Kegiatan yang dapat diberikan guru:
- Menganalisis tokoh, alur, pesan moral.
- Mengurai struktur teks seperti eksplanasi, deskripsi, laporan, dan narasi.
- Menafsirkan makna tersirat melalui tayangan video edukatif.
Arah TP & ATP:
- TP: “Murid mampu menganalisis pesan, nilai, dan informasi dalam teks multimodal.”
- ATP: memahami isi teks → mengidentifikasi nilai → membandingkan teks → menyimpulkan makna tersirat.
3. Berbicara dan Mempresentasikan
Murid fase ini sudah mampu menyampaikan gagasan secara logis dan etis. Guru dapat:
- Melatih presentasi singkat dengan struktur jelas (pembuka–isi–penutup).
- Memberi kegiatan menceritakan kembali informasi dengan sentuhan kreatif.
- Mendorong murid menyatakan pendapat dengan sikap dan intonasi yang tepat.
Arah TP & ATP:
- TP: “Murid dapat mempresentasikan gagasan dari berbagai jenis teks secara efektif dan santun.”
- ATP: menyusun gagasan → memilih kosakata → berlatih intonasi → mempresentasikan dengan media sederhana.
4. Menulis
Tuntutan menulis meningkat pada aspek kreativitas dan kompleksitas kalimat. Guru dapat:
- Mengarahkan murid menulis teks narasi, deskripsi, eksposisi, laporan sederhana.
- Melatih penggunaan kalimat kompleks, sinonim, antonim, dan variasi kosakata.
- Mendorong murid menyunting tulisan berdasarkan kaidah kebahasaan.
Arah TP & ATP:
- TP: “Murid dapat menulis teks dengan rangkaian kalimat kompleks yang kreatif dan menarik.”
- ATP: menggali ide → membuat kerangka → mengembangkan paragraf → menyunting dan mempublikasikan.
Penutup
Pemahaman terhadap CP Bahasa Indonesia Fase C 2025 menjadi fondasi penting bagi guru dalam merancang pembelajaran yang bermakna, kritis, dan relevan bagi murid kelas 5 dan 6. Kemampuan berbahasa yang dikembangkan pada fase ini—mulai dari menyimak, membaca dan memirsa, berbicara dan mempresentasikan, hingga menulis—akan menjadi bekal kuat dalam menapaki jenjang berikutnya. Dengan penerapan strategi yang tepat, CP ini dapat membantu murid berkembang sebagai pembelajar aktif dan komunikator yang efektif dalam konteks akademik maupun sosial.

