Rangkuman Materi Matematika Kelas 5 Bab 5 (Kurikulum Merdeka)

Rangkuman Materi Matematika Kelas 5 Bab 5 (Kurikulum Merdeka)
Rangkuman Materi Matematika Kelas 5 Bab 5 (Kurikulum Merdeka)

WISLAH.COM – Berikut “Rangkuman Materi Matematika Kelas 5 Bab 5 (Kurikulum Merdeka)” yang akan membantu siswa memahami konsep luas daerah bangun datar. Artikel ini merangkum materi dari buku “Matematika untuk SD/MI Kelas V” yang ditulis oleh Meita Fitrianawati, Ika Surtiani, dan Ait Istiandaru. Bab 5 buku ini membahas tentang luas daerah bangun datar, meliputi konsep luas daerah, satuan luas, serta cara menghitung luas berbagai bangun datar (persegi panjang, persegi, segitiga, jajargenjang, trapesium, belah ketupat, layang-layang, dan bangun gabungan).

Materi Matematika Kelas 5 Bab 5: Luas Daerah Bangun Datar (PPKN – Kurikulum Merdeka)

A. Konsep Luas Daerah Bangun Datar

  • Pengertian Luas Daerah
    • Luas daerah bangun datar adalah ukuran yang menunjukkan besar kecilnya daerah yang dibatasi oleh bangun datar tersebut.
    • Satuan yang digunakan adalah satuan luas.
  • Satuan Luas
    • Satuan luas baku yang sering digunakan adalah sentimeter persegi (cm²) dan meter persegi (m²).
    • 1 cm² adalah luas daerah persegi dengan panjang sisi 1 cm.
    • 1 m² adalah luas daerah persegi dengan panjang sisi 1 m.
  • Menghitung Luas Daerah
    • Dapat dilakukan dengan menghitung banyaknya petak satuan yang menutupi seluruh permukaan bangun datar.
    • Untuk bangun datar yang sisinya tidak sejajar dengan petak satuan, dapat dilakukan perkiraan dengan memotong dan menempelkan bagian-bagian petak satuan agar membentuk petak satuan utuh.

B. Luas Daerah Bangun Datar

  • Luas Persegi Panjang:
    • Luas = panjang x lebar
    • Contoh: Persegi panjang dengan panjang 5 cm dan lebar 3 cm memiliki luas 5 cm x 3 cm = 15 cm²
  • Luas Persegi:
    • Luas = sisi x sisi
    • Contoh: Persegi dengan sisi 4 cm memiliki luas 4 cm x 4 cm = 16 cm²
  • Luas Segitiga:
    • Luas = 1/2 x alas x tinggi
    • Alas adalah salah satu sisi segitiga, dan tinggi adalah garis yang tegak lurus dari alas ke sudut di hadapannya
    • Contoh: Segitiga dengan alas 6 cm dan tinggi 4 cm memiliki luas 1/2 x 6 cm x 4 cm = 12 cm²
  • Luas Jajargenjang:
    • Luas = alas x tinggi
    • Alas adalah salah satu sisi jajargenjang, dan tinggi adalah garis yang tegak lurus dari alas ke sisi di hadapannya
    • Contoh: Jajargenjang dengan alas 7 cm dan tinggi 5 cm memiliki luas 7 cm x 5 cm = 35 cm²
  • Luas Trapesium:
    • Luas = 1/2 x (sisi atas + sisi alas) x tinggi
    • Sisi atas dan sisi alas adalah dua sisi yang sejajar pada trapesium, dan tinggi adalah garis yang tegak lurus antara kedua sisi tersebut.
    • Contoh: Trapesium dengan sisi atas 4 cm, sisi alas 8 cm, dan tinggi 3 cm memiliki luas 1/2 x (4 cm + 8 cm) x 3 cm = 18 cm²
  • Luas Belah Ketupat:
    • Luas = 1/2 x diagonal 1 x diagonal 2
    • Diagonal adalah garis yang menghubungkan dua sudut yang berhadapan pada belah ketupat
    • Contoh: Belah ketupat dengan diagonal 1 = 6 cm dan diagonal 2 = 8 cm memiliki luas 1/2 x 6 cm x 8 cm = 24 cm²
  • Luas Layang-Layang:
    • Luas = 1/2 x diagonal 1 x diagonal 2
    • Diagonal adalah garis yang menghubungkan dua sudut yang berhadapan pada layang-layang
    • Contoh: Layang-layang dengan diagonal 1 = 5 cm dan diagonal 2 = 7 cm memiliki luas 1/2 x 5 cm x 7 cm = 17,5 cm²

C. Luas Daerah Bangun Gabungan

  • Menghitung Luas Daerah Bangun Gabungan
    • Bangun gabungan dipecah menjadi beberapa bangun datar yang sudah dikenal.
    • Luas masing-masing bangun datar dihitung.
    • Luas bangun gabungan adalah jumlah dari luas bangun-bangun datar penyusunnya.
    • Contoh:
      • Sebuah bangun gabungan terdiri dari persegi panjang dengan panjang 6 cm dan lebar 4 cm, serta segitiga siku-siku dengan alas 3 cm dan tinggi 4 cm
      • Luas persegi panjang = 6 cm x 4 cm = 24 cm²
      • Luas segitiga = 1/2 x 3 cm x 4 cm = 6 cm²
      • Luas bangun gabungan = 24 cm² + 6 cm² = 30 cm²

D. Hubungan Keliling dan Luas Daerah Bangun Datar

  • Keliling dan Luas
    • Dua bangun datar dapat memiliki keliling yang sama, tetapi luas daerahnya berbeda
    • Contoh:
      • Persegi panjang dengan panjang 6 cm dan lebar 2 cm memiliki keliling 16 cm dan luas 12 cm²
      • Persegi dengan sisi 4 cm memiliki keliling 16 cm dan luas 16 cm²
    • Begitu juga sebaliknya, dua bangun datar dapat memiliki luas daerah yang sama, tetapi kelilingnya berbeda

Penutup

Demikian “Rangkuman Materi Matematika Kelas 5 Bab 5 (Kurikulum Merdeka)”. Semoga dapat memberikan gambaran umum tentang konsep luas daerah bangun datar dan cara menghitungnya. Untuk pemahaman yang lebih mendalam, siswa disarankan untuk membaca buku teks secara keseluruhan dan berlatih mengerjakan soal-soal latihan.

Related posts