Permintaan dan Penawaran Uang, Teori Penawaran dan Permintaan

Perkalian dan Pembagian Bilangan Desimal, Contoh dan Cara Menghitungnya (Rangkuman Materi Matematika SD/MI Kelas 4 Bab 16) Kurikulum Merdeka

Permintaan dan Penawaran Uang | Teori Permintaan Uang | Teori Penawaran Uang |

Teori Permintaan Uang

Teori Permintaan Uang Irving Fisher

Teori kuantitas uang yang dijelaskan oleh Irving Fisher menjelaskan bagaimana uang beredar di masyarakat. Irving Fisher merumuskan teori kuantitas uang sebagai berikut:

M . V = P . T

Keterangan:

M = Money (jumlah uang beredar)

V = Velocity (kecepatan peredaran uang)

P = Price (harga)

T = Transaction (volume barang yang diperdagangkan).

Teori Permintaan Uang Keynes

Selain Fisher, teori permintaan uang juga dikemukakan oleh John Maynard Keynes. Keynes menyebutkan bahwa masyarakat memiliki tiga motif dalam memegang uang, yaitu:

  • Motif transaksi

Masyarakat memegang uang dengan tujuan melakukan transaksi ekonomi atau konsumsi sehari-hari. Dorongan untuk melakukan kegiatan membeli barang maupun jasa adalah penerapan dari motif ini.

  • Motif berjaga-jaga

Masyarakat memegang uang dengan tujuan melakukan pembayaran– pembayaran tidak terduga di masa yang akan datang. Misalnya untuk pembayaran saat sakit atau kecelakaan.

  • Motif spekulasi

Masyarakat melakukan kegiatan spekulasi dengan membeli produk-produk investasi di pasar modal dengan harapan mendapatkan keuntungan di masa yang akan datang. Produk-produk investasi tersebut contohnya adalah saham, obligasi, dan reksadana.

Teori Penawaran Uang

Penawaran uang adalah jumlah uang yang beredar di masyarakat. Bank Indonesia selaku otoritas moneter di Indonesia memiliki tugas untuk mengatur jumlah uang beredar. Menurut Bank Indonesia komponen uang beredar terdiri dari uang kartal yang dipegang masyarakat, uang giral, uang kuasi, dan surat berharga selain saham yang diterbitkan oleh sistem moneter.

Komponen uang dibagi menjadi dua, yaitu uang dalam arti sempit (M1) dan uang dalam arti luas (M2). Menurut Bank Indonesia, komponen uang dalam arti sempit (M1) terdiri dari uang kartal yang dipegang masyarakat dan uang giral, termasuk uang elektronik yang diterbitkan bank. sedangkan uang beredar dalam arti luas (M2) adalah komponen M1 ditambahkan uang kuasi. uang kuasi sendiri terdiri dari simpanan berjangka dan tabungan (rupiah dan valas) serta simpanan giro valas.

Baca Kumpulan: Rangkuman Ekonomi Kelas 11 SMA

Related posts