Netnografi: Etnografi pada Masyarakat Digital, Pengantar dan Menyusun

Perkalian dan Pembagian Bilangan Desimal, Contoh dan Cara Menghitungnya (Rangkuman Materi Matematika SD/MI Kelas 4 Bab 16) Kurikulum Merdeka

Netnografi: Etnografi pada Masyarakat Digital | Pengantar Netnografi: Etnografi Digital | Menyusun Netnografi |

Pengantar Netnografi: Etnografi Digital

Perubahan sosial budaya masyarakat dalam satu dasa warsa ini mengalami lompatan yang luar biasa. Banyak faktor mulai dari revolusi industri 4.0, masyarakat 5.0, sampai adanya pandemi Covid-19 telah mengubah pola interaksi masyarakat. Perubahan dan perkembangan teknologi telah mendorong kemampuan jaringan untuk memperkenalkan banyak aktor baru dan konten baru dalam proses pengorganisasian sosial secara digital (Castells, 2004). Castells menggambarkannya sebagai suatu bentuk masyarakat jaringan (network society) di mana struktur sosial dan aktivitas organisasi dibentuk melalui teknologi informasi dalam proses jaringan. Perkembangan teknologi dan jaringan telekomunikasi telah menghasilkan masyarakat baru yaitu masyarakat jaringan yang dihubungkan oleh teknologi dan media sosial. Hal ini mengubah pola interaksi masyarakat yang semula berinteraksi dengan tatap muka kemudian beralih secara virtual (Jan A.G.M. van Dijk, 2006). Misalnya, saat pandemi Covid-19 pembelajaran yang dahulu dilakukan dengan pola tatap muka lantas beralih menjadi pembelajaran melalui jaringan dengan media teknologi infomasi yang kita kenal dengan istilah pembelajaran daring (dalam jaringan). Perubahan tidak hanya dalam proses pembelajaran saja, tetapi juga menyeluruh dalam kehidupan masyarakat.

Baca Juga :   Download Buku Guru BAHASA INDONESIA SMA / SMK / MA Kelas 10, 11, 12 Kurikulum Merdeka

Pada masyarakat yang bertransformasi menjadi masyarakat digital, suka tidak suka perkembangan ilmu pengetahuan harus menyesuaikan. Penyesuaian itu dialami oleh ilmu antropologi dengan etnografinya. Perkembangan studi etnografi terbaru menuntut peneliti untuk menemukan cara efektif dan efisien dalam mencari pola komunikasi yang memuat identifikasi budaya dari suatu informan, kelompok budaya, maupun dalam lingkup organisasi.


Ruang maya atau cybersapce membuka peluang bagi etnografi baru untuk berkembang. Masyarakat memiliki ruang baru untuk saling bertukar informasi dan komunitas tidak lagi harus bertemu dalam suatu ruang fisik. Artinya, praktik etnografis secara terbarukan mengalami perubahan yang semakin jelas. Etnografi tidak hanya didefinisikan sebagai sebuah metode atau teknik pengumpulan data yang hanya dilakukan dengan cara tatap muka, tetapi sebagai gabungan konsep pengambilan data antara observasi dan teknik wawancara dengan merekam dinamika fenomena sosial budaya yang tumbuh di bawah teknologi digital.


Metode penelitian etnografi baru ini disebut juga netnografi,yang berasal dari kata internet dan etnografi. Artinya, netnografi dapat disebut sebagai salah satu metode etnografi baru untuk mengidentifikasi kehidupan dunia virtual di internet yang kemudian dimanfaatkan sebagai bahan dasar riset antropologi. Metode netnografi ini melakukan proses eksplorasi untuk dapat memahami secara mendalam kehidupan masyarakat maya dari perspektif pelaku digital. Pendekatan netnografi dapat disusun dengan melihat proses digitalisasi sebagai budaya baru karena masyarakat telah masuk pada suatu budaya siber. Berbeda dengan etnografi klasik yang memiliki dasar interaksi tatap muka, ranah maya menjadi sangat komprehensif ketika relasi yang terjadi berdasarkan konten yang memang ingin dikonsumsi.

Baca Juga :   Permasalahan Sosial Terkait Pengelompokan Sosial, Konsep dan Munculnya

Selain netnografi, dalam penggunaan metode etnografi di dunia maya juga dikenal beberapa istilah: Virtual Ethnography (Hine, 2000), Webnography (Puri, 2007), Network ethnography (Berthod, GrotheHammer, & Sydow, 2017; Howard, 2002), Cyber ethnography (Ward, 1999) dan Digital Etnography (Ardévol & Gómez-Cruz, 2013; Murthy, 2008; Pink et al., 2016). Pada intinya semua istilah merujuk pada sebuah penggalian data secara etnografi melalui media internet atau digital.

Menyusun Netnografi

Prosedur atau langkah kerja netnografi tidak ubahnya seperti etnografi kontemporer yang diawali dari menyusun pertanyaan penelitian dan diakhiri dengan analisis dan kesimpulan. Hanya saja pada netnografi arena penelitiannya berbeda. Jika etnografi kontemporer di tengah-tengah kehidupan di masyarakat, maka etnografi digital bekerja dalam dunia digital khususnya internet dan sosial media.


Baca Kumpulan: Rangkuman Antropologi Kelas 11 SMA


Baca Juga :   Download Buku Guru Bahasa Inggris Tingkat Lanjut SMA / SMK / MA Kelas 10, 11, 12 Kurikulum Merdeka

Related posts