Mengembangkan Apresiasi Puisi Bertema Kehidupan Bermakna, Pengertian, Membaca, Menafsirkan, Mengapresiasi, Mengevaluasi, Menulis dan Musikalisasi

Perkalian dan Pembagian Bilangan Desimal, Contoh dan Cara Menghitungnya (Rangkuman Materi Matematika SD/MI Kelas 4 Bab 16) Kurikulum Merdeka

Mengembangkan Apresiasi Puisi Bertema Kehidupan Bermakna | Pengertian Apresiasi Puisi | Membaca Teks Puisi | Menafsirkan Teks Puisi | Mengapresiasi Teks Puisi | Mengevaluasi Teks Puisi | Menulis Teks Puisi | Mementaskan Musikalisasi Puisi |

Pengertian Apresiasi Puisi

Apresiasi puisi adalah kegiatan bersastra untuk mengenali, menikmati, menghargai, menafsirkan, mengevaluasi dan mencipta, serta berbicara ataupun mempresentasikan puisi. Kegiatan apresiasi puisi meliputi apresiasi reseptif dan apresiasi produktif.

Membaca Teks Puisi

Teks puisi adalah bentuk bahasa yang mempertimbangkan perpaduan aspek bunyi untuk menyampaikan pengalaman imajinatif, emosional, dan intelektual penyair yang ditimba dari kehidupan individual ataupun sosialnya yang diungkapkan dengan teknik tertentu sehingga dapat membangkitkan pengalaman tertentu dalam diri pembacanya atau pendengarnya (Sayuti, 2017). Teks puisi modern dan teks puisi mutakhir sangat menonjolkan masalah individual manusia sebagai pusat perhatian (Suryaman dan Wiyatmi, 2012).

Teks puisi sebagai karya sastra mempunyai nilai seni apabila pengalaman jiwa penyair yang menjadi dasarnya dapat dijelmakan ke dalam kata secara jelas dan lengkap. Pengalaman jiwa makin tinggi nilainya bila pengalaman ini makin banyak meliputi keutuhan jiwa, makin kuat, ataupun makin luas jangkauannya untuk menjunjung nilai-nilai yang ada di dalamnya ke kehidupan.


Membaca dan memirsa teks puisi lebih tepat diawali menerapkan membaca dan memirsa estetis. Membaca dan memirsa estetis merupakan salah satu proses membaca dan memirsa yang berkaitan dengan sikap mental emosional pembacanya, bukan berkaitan dengan jenis teks atau wacananya.

Sikap mental emosional pembaca yang melakukan kegiatan membaca estetis teks puisi akan memengaruhi tingkat kedalaman perolehan pemahaman teks puisi yang dibacanya. Pembaca yang melakukan kegiatan membaca teks puisi dengan jenis membaca estetis akan memfokuskan perhatiannya pada sesuatu yang terlihat, terasa, dan terpikirkan ketika proses membaca berlangsung.

Menafsirkan Teks Puisi

Ada beberapa cara menafsirkan teks puisi. Ini bergantung jenis ataupun isi puisi. Misalnya: (1) penafsiran yang berusaha untuk menyusun kembali arti historis sehingga yang menafsirkan dapat berpedoman pada maksud pengarang seperti tampak dari teks sendiri atau data di luar teks dan (2) penafsiran teks puisi berjenis realis dapat menggunakan penafsiran yang bertitik tumpu pada isyarat dan susunan teks yang seperti sungguh-sungguh terjadi dalam kehidupan nyata sehingga membuka kesempatan bagi seorang pembaca yang kompeten untuk menemukan arti yang tepat.

Hasil menafsirkan teks puisi yang dibaca bisa bergantung pada (1) jenis puisi, (2) pendekatan sastra yang digunakan oleh penafsir, (3) gaya bahasa (misalnya: citraan dan kiasan) yang digunakan dalam teks puisi, dan (4) pengetahuan ataupun pengalaman pembaca atau pendengar. Semakin kompleks gaya bahasa yang digunakan dalam teks puisi, semakin kaya tafsiran maknanya. Semakin kaya pengetahuan dan pengalaman pembaca atau pendengar, semakin tepat tafsiran maknanya.


Adapun pendekatan sastra yang dapat digunakan untuk menafsirkan puisi, di antaranya (1) pendekatan analitis, (2) pendekatan historis, dan (3) pendekatan didaktis. Langkah-langkah menafsirkan teks puisi sebagai berikut.

  • Tentukan jenis teks puisi yang akan ditafsirkan.
  • Tentukan pendekatan sastra yang tepat untuk menafsirkan teks puisi sesuai jenisnya dan tujuan ataupun kebutuhan kedalaman penafsiran. Lalu, pahami cara kerja pendekatan sastra tersebut.
  • Bacalah berulang-ulang teks puisi yang akan ditafsirkan.
  • Identifikasi siapa aku lirik dalam puisi tersebut.
  • Identifikasi siapa yang dimaksud dengan kata ganti orang (alusi) yang ada di dalamnya.
  • Tafsirkan secara utuh, bukan sepenggal-penggal atau kata demi kata ataupun larik demi larik. Setelah itu, berikan perhatian pada kata-kata yang memerlukan penekanan.
  • Identifikasi latar belakang kehidupan penyair untuk membantu memahami gagasan utama dan pandangan dunia penyair dalam teks puisi.
  • Untuk mempermudah memahami puisi, lakukan parafrase atau memprosakan puisi, caranya dengan menyisipkan kata atau kelompok kata di antara kata-kata puisi tersebut.
  • Rumuskan hasil penafsiran kalian berupa makna, gagasan utama, dan pandangan dunia penyair dalam kalimat-kalimat yang efektif.
Baca Juga :   Pendapatan Nasional, Pengertian, Metode dan Konsep

Mengapresiasi Teks Puisi

langkah-langkah untuk mengapresiasi puisi.

  • Membaca puisi beberapa kali hingga memahaminya.
  • Membubuhkan tanda di bawah ini sebagai upaya pemenggalan.
  • Garis miring tunggal (/) jika di tempat tersebut diperlukan tanda baca koma.
  • Dua garis miring (//) mewakili tanda baca titik, jika makna atau pengertian kalimat sudah tercapai.
  • Menyusun parafrase dengan menyisipkan atau menambahkan kata-kata yang dapat memperjelas baris dan bait dalam puisi.
  • Menentukan makna kata dan kata-kata dalam baris puisi yang konotatif (jika ada).
  • Menceritakan kembali isi puisi dengan kata-kata sendiri dalam bentuk puisi.

Unsur intrinsik puisi, seperti tema, amanat, nada, dan tone dapat digali dengan lebih mudah menggunakan langkah-langkah mengapresiasi puisi. Puisi mengalami perkembangan. Struktur dan ragamnya mengalami terobosan dari zaman ke zaman. Hal ini disebabkan puisi merupakan karya kreatif. Pada saat ini, penyair dapat lebih bebas berekspresi dan berkreativitas mengembangkan struktur dan ragam puisinya.

Metode dan teknik pembacaan puisi merupakan cara menampilkan ekspresi, gerak tubuh, vokal, lafal, tekanan, jeda dan tempo, serta intonasi. Beberapa hal penting yang harus diperhatikan dalam pembacaan puisi adalah sebagai berikut.

  • Ekspresi

Ekspresi atau mimik adalah pengungkapan wajah dalam menunjukkan maksud, gagasan, dan perasaan sesuai makna puisi. Misalnya, puisi yang bermakna senang tentu seharusnya diekspresikan dengan wajah yang tampak senang pula.

  • Gerak tubuh

Gerak tubuh atau gestur adalah bagaimana seluruh anggota tubuh bersikap dan bergerak sesuai dengan penghayatan terhadap puisi yang dibaca.

  • Vokal

Vokal adalah bagaimana suara terdengar jelas dengan memperhatikan volume suara sesuai kebutuhan pembacaan puisi.

  • Lafal

Lafal adalah kejelasan dan ketepatan pengucapan bunyi bahasa yang membentuk kata ataupun baris dalam puisi.

  • Tekanan

Tekanan adalah pemberian nada (dalam bentuk keras atau lunak) setiap kata dalam puisi. Misalnya, kata yang maknanya akan ditegaskan dapat diucapkan dengan nada yang lebih keras dibandingkan dengan kata lainnya.

  • Jeda dan tempo

Jeda adalah proses berhenti sejenak pada suatu kata atau baris dalam pembacaan puisi. Tempo adalah proses pembentukan alunan irama pembacaan puisi.

  • Intonasi

Intonasi adalah ketepatan penyajian tinggi rendah nada pada setiap baris puisi sehingga membentuk semacam pola nada atau lagu.

Adapun tanda pengaturan suara pembaca puisi sebagai berikut.

  • ( / ) Artinya Berhenti sebentar untuk napas.
  • ( // ) Artinya Berhenti agak lama karena berganti baris.
  • ( /// ) Artinya Berhenti lama pada akhir bait
  • (  ̂ ) Artinya  Suara perlahan seperti berbisik.
  • (  ̂ ̂ ) Artinya Suara agak perlahan.
  • (  ̂ ̂ ̂ ) Artinya Suara keras seperti berteriak
  • (  ̌ ) Artinya Tekanan pendek sekali
  • (  ̌ ̌ ) Artinya Tekanan agak pendek
  •  (  ̌ ̌ ̌) Artinya Tekanan agak panjang
  • (  ̌ ̌ ̌ ̌) Artinya Tekanan panjang.
  •  ( ― ) Artinya Pembacaan datar biasa saja
Baca Juga :   Langkah-Langkah dalam Melakukan Penelitian Etnografi, Menentukan Masalah, Desain, Lokasi, Akses, Teknik, Catatan, Analisis dan Laporan

Contoh :

Hujan Bulan Juni

Karya Sapardi Djoko Damono

Tak ada yang lebih tabah /

dari hujan bulan Juni //

Dirahasiakannya rintik rindunya /

kepada pohon berbunga itu //


Tak ada yang lebih bijak /

dari hujan bulan Juni //

Dihapusnya jejak-jejak kakinya /

yang ragu-ragu di jalan itu //

Tak ada yang lebih arif /

dari hujan bulan Juni //

dibiarkannya yang tak terucapkan /

diserap akar pohon bunga itu ////

Mengevaluasi Teks Puisi

Mengevaluasi teks puisi merupakan kegiatan menilai keseluruhan teks puisi ataupun menilai per bagian unsur pembangunnya, seperti unsur intrinsik ataupun unsur ekstrinsik. Berlatih mengevaluasi teks puisi yang berbentuk cerpen atau novel dapat meningkatkan keterampilan berpikir tingkat tinggi (higer order thinking skill atau HOTS) sekaligus level kognitif literasi kalian dalam kegiatan bersastra. Berikut ini akan disajikan alternatif contoh mengevaluasi teks puisi.

  • Mengevaluasi secara keseluruhan

Keseluruhan teks puisi diberi penilaian setelah pembaca selesai membacanya. Isinya berupa kelebihan ataupun kelemahan puisi secara umum. Contoh:

Kelebihan dari puisi “Hujan Bulan Juni” adalah puisinya bagus dan bahasanya mudah dipahami karena menggunakan kalimat yang sederhana. Puisi tersebut juga banyak disukai pembaca karena mewakili perasaan para pembaca. Kekurangan puisi ini adalah, bagi beberapa orang, sulit memahami perumpamaan yang ada pada puisi tersebut, seperti hujan yang diibaratkan perasaan sabar, tabah, dan cinta pada seseorang, serta pohon diibaratakan orang yang dicintainya.

  • Mengevaluasi diksi

Diksi atau pilihan kata dalam puisi adalah hasil pertimbangan dan pemilihan matang penyairnya. Pertimbangan ini berdasarkan makna (misalnya konotasi), susunan bunyi, atau hubungan antar kata dalam setiap baris dan baitnya. Diksi teks puisi “Hujan Bulan Juni” sangat menarik karena penggunaan diksi yang membawa suasana lembut, sederhana, ringan, dan indah. Hal ini membuat orang-orang awam hingga kritikus sastra pun mampu menikmati teks puisi ini. Selain itu, teks puisi ini dapat dinikmati lintas generasi.

  • Mengevaluasi gagasan dan pandangan dunia penyair dalam teks

Gagasan dalam puisi lebih dikenal dengan istilah tema, gagasan utama, atau ide sentral. Gagasan dapat ditentukan pembaca atau pendengar setelah puisi ditafsirkan secara utuh. Puisi bisa merepresentasikan sesuatu, sesuai dengan gagasan utama penyairnya. Namun, setelah puisi dipublikasikan, pembaca ataupun pendengar bebas menafsirkannya sesuai dengan kebutuhan puisi itu sendiri.

Evaluasi terhadap gagasan dan pandangan dunia penyair dalam teks puisi sangat dibutuhkan, untuk mengembangkan keterampilan berpikir tingkat tinggi sekaligus level kognitif literasi kalian. Agar dapat mengevaluasi gagasan dalam teks puisi dengan tepat, sebelumnya kalian perlu mengetahui jenis-jenis puisi dan langkah-langkah mengidentifikasi gagasan utama.

  • Membaca teks puisi secara berulang-ulang, untuk memahami gagasan dan pandangan dunia penyair dalam teks puisi.
  • Dengan menggunakan pertanyaan-pertanyaan pemandu, berikan penilaian kalian.
  • Susun kalimat kesimpulan gagasan dan pandangan dunia penyair dalam teks puisi dengan kalimat efektif.

Menulis Teks Puisi

Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam mencipta atau menulis puisi, yaitu (1) konsentrasi, (2) inspirasi, (3) kenangan, (4) keyakinan, dan (5) lagu. Konsentrasi adalah pemusatan pikiran, perasaan, dan pandangan pada suatu fokus. Konsentrasi sangat diperlukan dalam kehidupan manusia agar hasil kerjanya maksimal. Mulailah merenungkan hidup dan kehidupan diri sendiri, serta yang ada di luar kehidupan kita. Amati dengan cermat, termasuk melalui mata hati, maka akan muncul pemikiran. Ini merupakan inspirasi dasar yang dapat menjadi ide bagi penciptaan puisi.

Baca Juga :   Ragam Kelompok Sosial, Kelompok, Prilaku Kolektif, Primer, Sekunder, Dalam, Luar dan Referensi

Langkah-langkah menulis teks puisi adalah sebagai berikut.

  • Mengamati suatu objek secara teliti.

Tampaknya, mencipta puisi bukanlah pekerjaan mudah. Singkirkan perasaan tersebut karena bisa membebani dan menjadikan kalian takut mencoba. Pelajaran pertama mencipta puisi ialah dengan menuliskan segala yang kita rasakan. Pilihlah kata yang tepat dalam menampung perasaan kalian. Ingat, jangan berpanjang lebar sehingga dapat beralih menjadi bentuk prosa.

Contoh: Mengamati tentang kehidupan sekitar yang masih berlangsung dengan damai dan aman, meskipun dalam kondisi pandemi. Ini merupakan nikmat Tuhan Yang Maha Pengasih dan Penyayang.

  • Menentukan tema puisi lalu dijadikan judul puisi.

Contoh: Tema yang ditentukan, yaitu bersyukur.

  • Menyusun alur untuk dikembangkan dalam larik dan bait.

Contoh: Alur: seseorang yang menyerukan menulis sebagai tanda bersyukur.

  • Menyusun berurutan ke bawah, satu baris satu kalimat pendek. Selanjutnya, melakukan perenungan terhadap perasaan yang ingin dituangkan. Jangan ragu jika harus menambahkan kata atau bahkan mengurangi kata-kata yang telanjur banyak. Sedapat mungkin puisi ciptaan kalian bersifat universal atau tidak ditujukan kepada orang tertentu saja dan hanya berlaku pada masa tertentu.

Contoh:

Menulislah Untuk kebermanfaatan keluarga, masyarakat, bangsa dan negara

Jauhkan prasangka buruk

Sebab di balik kesulitan ada kemudahan

Menulislah

Tanda bersyukur atas nikmat-Nya

  • Menyusun kalimat larik estetis dan bermakna konotatif, serta membangun imajinasi. Pastikan kalimat dalam larik memperhatikan keindahan bunyi dan penggunaan gaya bahasa bila memungkinkan.

Contoh:

Menulislah

Menulislah

Menulislah

Untuk kebermanfaatan keluarga, masyarakat, bangsa dan negara

Jauhkan kegelapan hati

Jauhkan kepenatan pikir

Sebab di balik kesulitan ada kemudahan

Menulislah

Menulislah

Menulislah

Tanda bersyukur atas nikmat-Nya

  • Menyusun judul yang tepat, memberikan penanda bulan dan tahun penulisan puisi jika dirasa perlu, lalu mengedit puisi.

Contoh :

Tanda Bersyukur

Karya Rahmah Purwahida

Menulislah

Menulislah

Menulislah

Untuk kebermanfaatan keluarga, masyarakat, bangsa dan negara

Jauhkan kegelapan hati

Jauhkan kepenatan pikir Sebab di balik kesulitan ada kemudahan

Menulislah

Menulislah

Menulislah

Tanda bersyukur atas nikmat-Nya

Mementaskan Musikalisasi Puisi

Unsur musikalisasi puisi yang harus diperhatikan adalah vokal, lafal, nada, harmoni, dan ekspresi. Adapun yang dimaksud vokal, lafal, dan nada dalam musikalisasi puisi sama dengan membaca puisi (untuk orang lain). Harmoni adalah keselarasan dan keserasian seluruh unsur musikalisasi puisi. Berikut adalah langkah-langkah penting yang perlu diperhatikan untuk mementaskan musikalisasi puisi.

  • Memilih puisi

Pilihlah puisi yang akan dimusikalisasikan dengan mempertimbangkan tema, lirik, dan iringan musik yang akan digunakan. Tidak semua puisi potensial untuk dimusikalisasikan. Oleh sebab itu, pemilihan puisi yang tepat akan menentukan keberhasilan menghadirkan musikalisasi puisi yang indah.

  • Menafsirkan makna puisi

Menafsirkan makna puisi dengan tepat akan menentukan hasil musikalisasi puisi. Langkah ini sebaiknya dilakukan dengan baik. Musikalisasi puisi tidak boleh mengubah makna ataupun panjang puisi.

  • Menentukan bentuk musikalisasi puisi

Menentukan bentuk musikalisasi puisi sebaiknya mempertimbangkan kesesuaian unsur musikalisasi puisi dengan makna.

  • Menentukan nada, harmoni, vokal, lafal, dan ekspresi Menentukan nada, harmoni, vokal, lafal, dan ekspresi sekaligus memanfaatkan alat musik pendukungnya.

Baca Kumpulan: Rangkuman Bahasa Inggris Tingkat Lanjut Kelas 11 SMA

Related posts