Mengembangkan Apresiasi Prosa Bertema Lingkungan, Pengertian, Membaca, Menafsirkan, Mengapresiasi, Mengevaluasi dan Menulis

Perkalian dan Pembagian Bilangan Desimal, Contoh dan Cara Menghitungnya (Rangkuman Materi Matematika SD/MI Kelas 4 Bab 16) Kurikulum Merdeka

Mengembangkan Apresiasi Prosa Bertema Lingkungan | Pengertian Apresiasi Prosa | Membaca Teks Prosa | Menafsirkan Teks Prosa | Mengapresiasi Teks Prosa | Mengevaluasi Teks Prosa | Menulis Teks Prosa |

Pengertian Apresiasi Prosa

Apresiasi prosa adalah kegiatan bersastra untuk mengenali, menikmati, menghargai, menafsirkan dan mengevaluasi, serta mencipta dan membicarakan ataupun mempresentasikan prosa. Kegiatan apresiasi prosa meliputi apresiasi reseptif dan apresiasi produktif.

Membaca Teks Prosa

Pengarang menciptakan teks prosa, baik yang berbentuk cerpen maupun novel, dengan membuat peristiwa rekaan sebagai peristiwa kehidupan baru dalam karyanya. Oleh sebab itu, pada saat pembaca membaca cerpen ataupun novel ciptaan pengarang, akan muncul perasaan-perasaan tertentu yang akhirnya menimbulkan kesan dalam diri pembaca. Inilah yang akan digali melalui cara membaca estetis. Pembaca estetis akan memfokuskan perhatiannya pada sesuatu yang terlihat, terasa, dan terpikirkan ketika proses membaca berlangsung.

Teks prosa yang berbentuk teks cerpen dan teks novel mengandung ciri khusus dan sifat sastra. Teks cerpen biasa dikenal dengan sebutan cerpen. Teks novel biasa dikenal dengan sebutan novel. Pada hakikatnya, sastra merupakan karya imajinatif bermedia bahasa, memiliki unsur estetis yang dominan. Teks prosa yang berbentuk cerpen dan novel muncul dari imajinasi pengarang. Imajinasi tersebut bisa terinspirasi dari peristiwa yang benar-benar terjadi dalam kehidupan nyata atau hanya terjadi dalam khayalan pengarang belaka. Melalui membaca teks prosa, baik yang berbentuk cerpen maupun novel, kalian akan mendapatkan pengalaman batin dan intlektual.


Menafsirkan Teks Prosa

Penafsiran atau interpretasi teks prosa fiksi adalah penjelasan makna teks prosa fiksi. Menafsirkan teks prosa fiksi adalah menangkap dan menjelaskan makna teks prosa fiksi.

Ada beberapa cara menafsirkan teks prosa fiksi. Ini bergantung jenis ataupun isi prosa fiksi. Misalnya: (1) penafsiran yang berusaha untuk menyusun kembali arti historis sehingga yang menafsirkan dapat berpedoman pada maksud pengarang seperti tampak dari teks sendiri atau data di luar teks dan (2) penafsiran teks prosa fiksi berjenis realis dapat menggunakan penafsiran yang bertitik tumpu pada isyarat dan susunan teks yang seperti sungguh-sungguh terjadi dalam kehidupan nyata sehingga membuka kesempatan bagi seorang pembaca yang kompeten untuk menemukan arti yang tepat.

Langkah-langkah menafsirkan teks prosa yang berbentuk cerpen ataupun novel yang dibaca sebagai berikut.

Membaca teks prosa

Bacalah teks prosa yang berbentuk cerpen atau novel yang akan ditafsirkan secara berulang-ulang.


  • Menganalisis dan menjelaskan pemaknaan unsur intrinsik dan ekstrinsik
Baca Juga :   Penerapan Etnologi (Bahasa) dalam Mengkaji Keberagaman, Konsep, Ragam, Hubungan dan Folklor

Pada langkah ini, dilakukan proses analisis terhadap unsur intrinsik dan ekstrinsik yang terkandung dalam teks prosa yang berbentuk cerpen atau novel. Setelah mengetahui dan memahami unsur intrinsik dan ekstrinsik teks prosa yang berbentuk cerpen atau novel yang ditafsirkan, kemudian dilanjutkan dengan menjelaskan pemaknaan dari setiap unsur sehingga diperoleh makna cerita dalam teks prosa yang berbentuk cerpen atau novel.

  • Menyimpulkan makna keseluruhan teks prosa

Pada langkah ini, disimpulkan makna secara keseluruhan dalam teks prosa yang berbentuk cerpen atau novel.

Berikut ini contoh menafsirkan teks prosa yang berbentuk cerpen berjudul “Penggali Sumur yang Ingin Pensiun” karya Selo Lamatapo.

  • Membaca teks prosa fiksi

Bacalah cerpen berjudul “Penggali Sumur yang Ingin Pensiun” karya Selo Lamatapo.

  • Menganalisis dan menjelaskan pemaknaan unsur intrinsik dan ekstrinsik

Adapun contohnya bisa kalian simak di YouTube Rahmah Purwahida dengan kata kunci unsur intrinsik dan ekstrinsik cerpen Penggali Sumur yang Ingin Pensiun atau bisa dipindai melalui kode QR di samping ini.

  • Menyimpulkan makna keseluruhan teks prosa

Kesimpulan makna cerpen “Penggali Sumur yang Ingin Pensiun” karya Selo Lamatapo, yaitu Om Banus yang mengutamakan kebutuhan dan kepentingan warga kampungnya dibandingkan kebutuhan dan kepentingannya sendiri. Om Banus tetap bersedia menggali sumur-sumur bagi warga yang memintanya meskipun pada hatinya ia sudah merasa mencapai batasnya dan ingin pensiun karena warga pun sudah banyak beralih ke mesin-mesin pompa air dan tidak lagi menimba air di sumur umum yang paling awal ia gali.

Mengapresiasi Teks Prosa

Membaca apresiatif teks prosa yang berbentuk cerpen atau novel dapat dilakukan dengan beberapa cara. Misalnya, (1) membacakan cerpen dan (2) setelah membaca teks prosa, baik yang berbentuk cerpen maupun novel, menjelaskan hal-hal yang menunjukkan kegiatan menghargai dan menikmati isi cerpen.

Langkah-langkah membaca apresiatif teks prosa yang berbentuk cerpen atau novel sebagai berikut.

  • Membaca teks prosa

Bacalah teks prosa yang berbentuk cerpen atau novel secara berulang-ulang sampai kalian memahaminya.

  • Menghargai dan menikmati teks prosa

Agar kegiatan menghargai dan menikmati teks prosa yang kalian lakukan terarah, pertanyaan-pertanyaan pemantik yang berhubungan dengan proses menghargai dan menikmati teks prosa ini dapat dijadikan alat untuk membantu.

Mengevaluasi Teks Prosa

Mengevaluasi teks prosa merupakan kegiatan menilai keseluruhan teks prosa ataupun menilai per bagian unsur pembangunnya. Berlatih mengevaluasi teks prosa yang berbentuk cerpen atau novel dapat meningkatkan keterampilan berpikir tingkat tinggi (higer order thinking skill atau HOTS).

Berikut ini akan disajikan alternatif contoh mengevaluasi teks prosa yang berbentuk cerpen atau novel.


  • Mengevaluasi secara keseluruhan

Keseluruhan teks prosa diberi penilaian setelah pembaca selesai membacanya. Bahkan, beberapa prosa dievaluasi sekaligus. Penulisannya dalam format esai sastra ataupun kritik sastra. Isinya berupa kelebihan maupun kelemahan teks prosa.

  • Mengevaluasi tokoh dan penokohan.
Baca Juga :   Modul Ajar Matematika SMA Kelas 10, 11 dan 12 Kurikulum Merdeka 2022 (Download Contoh)

Tokoh dan penokohan teks prosa dikembangkan dengan sengaja dan penuh pertimbangan oleh pengarang. Evaluasi dilakukan pada inovasi dan keunikan penggambaran ataupun pengembangannya.

  • Mengevaluasi latar

Mengevaluasi latar berarti menilai keunikan latar yang disajikan pengarang, termasuk inovasinya. Contoh mengevaluasi latar novel Selena dan novel Nebula karya Tere Liye: menggambarkan suasana daerah sungai-sungai jauh, di mana terlihat dari atas sambungan beberapa sungai yang membuat imajinasi pembaca berkelana; belum lagi penggambaran bentuk flora dan fauna yang ditunjukkan oleh salah satu dosen Selena, yakni si kembar Flau dan Flo dalam mata kuliah Hewan, Tumbuhan, dan Bukan Keduanya.

  • Mengevaluasi gagasan dan pandangan dunia pengarang dalam teks prosa yang berbentuk cerpen atau novel

Gagasan atau dikenal dengan gagasan utama atau pandangan dunia pengarang dalam teks sastra dapat menjadi unsur yang dievaluasi. Mengevaluasi gagasan dalam teks prosa yang berbentuk cerpen atau novel lebih dikenal dengan istilah tema, gagasan utama, atau ide sentral. Gagasan dapat ditentukan pembaca atau pendengar setelah prosa ditafsirkan secara utuh. Teks prosa yang berbentuk cerpen atau novel bisa merepresentasikan sesuatu, sesuai dengan gagasan utama penyairnya. Namun, setelah teks prosa dipublikasikan, pembaca ataupun pendengar bebas menafsirkannya sesuai dengan kebutuhan prosa itu sendiri.

Menulis Teks Prosa

  • Menentukan tema atau judul membutuhkan pertimbangan matang dan kecermatan.

Jika kalian menemukan tema atau judul terlebih dahulu sebelum cerita mulai ditulis, apa yang harus dilakukan? Setelah cerita ditulis, kalian hanya perlu mempertimbangkan akan tetap menggunakan rumusan judul tersebut atau tidak jadi menggunakannya. Jika judul dibuat setelah cerita selesai ditulis, sebaiknya kalian merumuskan judul yang unik (tidak ada karya sastra lainnya yang menggunakannya) dan tidak terlalu panjang atau povokatif. Inspirasi judul bisa diperoleh dari tema, amanat, latar, tokoh, penokohan, ataupun diksi unik yang terdapat dalam cerita. Contoh:

Tema: harapan dan kepercayaan

Judul: Janji Ayah

  • Menentukan fokus

Cerpen yang baik adalah cerpen yang berfokus pada satu persoalan atau satu sisi kehidupan seorang tokoh utama saja serta mengandung unsur intrinsik yang lugas dan padu. Konflik yang diciptakan sederhana dan tunggal. Alur dan plot utuh dan padu.

Perhatikan jalan masuk untuk memulai cerita. Tokoh yang memiliki persoalan atau tokoh yang menjadi korban, bisa menjadi salah satu alternatif jalan masuk untuk memulai cerita. Kalian dapat memosisikan diri sebagai tokoh tersebut dan mencoba menerka jalan pikiran atau yang dirasakannya. Ciptakan tokoh fiktif untuk mendukung cerita. Berita, fakta, pengalaman diri sendiri ataupun orang lain dapat dijadikan inspirasi menemukan tokoh dan unsur intrinsik lainnya yang menjadi jalan masuk untuk memulai cerita kalian. Contoh:

Baca Juga :   Peran Ilmu Antropologi dalam Memahami Multikulturalisme di Indonesia, Teori dan Terapan

Fokus cerpen ini: tokoh ayah

Konflik: konflik batin tokoh ayah yang berjuang menemukan anaknya di antara reruntuhan gedung akibat gempa Alur: alur maju (progresif)

  • Isi dapat ditangkap dalam waktu singkat karena disampaikan dengan kalimat efektif dan paragraf yang padu

Agar isi cerpen dapat ditangkap dalam waktu singkat, kalian perlu selektif dalam memunculkan narasi dan dialog. Bila suatu narasi lebih efektif digantikan dialog tertentu, narasi tidak perlu dimunculkan kembali. Bila suatu dialog dalam cerpen tidak membutuhkan narasi, tidak perlu diberikan narasi. Contoh:

Janji Ayah

Karya Tika Anggreni

Pada 7 Desember 1998, di Armenia Utara terjadi gempa bumi dengan kekuatan 6,9 skala richter. Akibatnya, banyak bangunan yang runtuh atau rusak berat. Termasuk sebuah gedung sekolah dasar di wilayah itu. Saat semua orang panik, tampak seorang lelaki berlari menuju sekolah itu. Rupanya anaknya bersekolah di tempat itu.

Pria itu terlihat sangat panik. Dia teringat akan janjinya kepada sang anak, “Nak, apa pun yang terjadi papa akan selalu bersamamu!” Sesampainya di sekolah, pria itu terkejut mendapati gedung itu sudah runtuh.

Awalnya ia hanya berdiri diam sambil meratapi nasib anaknya. Namun beberapa saat kemudian ia memutuskan mencari anaknya di bawah reruntuhan. Semua orang menganggap upayanya sia-sia belaka. Mereka yakin bahwa semua murid pasti sudah tewas.

Melihat kegigihan pria itu, beberapa orang mulai merasa kasihan dan membantunya. Dua jam, lima jam, sepuluh jam, tiga belas jam, sampai delapan belas jam berlalu. Orang-orang mulai lelah dan membiarkan pria itu sendiri. Dia sama sekali tidak putus asa. Upayanya itu ternyata membuahkan hasil. Ia mendengar suara dari bawah papan yang runtuh. Dengan sekuat tenaga ia mengangkat papan itu sambil memanggil nama anaknya, “Armando!” Dan dari kegelapan di bawah terdengar suara anak kecil, “Papa!” Dilanjutkan dengan suara anak-anak lain yang selamat.

Semua orang terkejut sembari bersyukur menemukan 14 anak yang masih hidup. Pada saat mereka semua sudah dikeluarkan dari reruntuhan, semua orang di sana mendengar Armando kecil berkata pada teman-temannya, “Lihat, aku sudah bilang kan, papaku pasti akan datang menyelamatkan kita.”

Sebesar itulah kekuatan sebuah harapan.

  • Menyunting kebahasaan

Bahasa yang digunakan dalam cerpen umumnya berupa kalimat efektif yang singkat, padat, jelas dan tidak ambigu, serta efisien dalam menyampaikan efek keindahan.


Baca Kumpulan: Rangkuman Bahasa Inggris Tingkat Lanjut Kelas 11 SMA

Related posts