Indeks Harga | Konsep Perubahan Harga | Konsep Indeks Harga | Fungsi Perhitungan Indeks Harga | Menghitung Indeks Harga |
Konsep Perubahan Harga
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), harga merupakan nilai barang yang ditentukan dengan uang. Dalam kegiatan ekonomi, harga suatu barang akan mengalami perubahan. Terdapat beberapa faktor yang memengaruhi perubahan harga, antara lain:
- Perubahan permintaan konsumen.
- Perubahan pendapatan konsumen.
- Perubahan biaya produksi.
Untuk mengetahui perubahan harga barang atau melihat perbandingan harga barang dari waktu ke waktu, kalian dapat menghitungnya dengan menggunakan indeks relatif harga. Adapun rumusnya adalah sebagai berikut:
∆P = Pn/Po × 100
Keterangan:
∆P = Perubahan harga
Pn = harga pada tahun ditanyakan
Po = harga pada tahun dasar
Konsep Indeks Harga
Indeks harga merupakan sebuah rataan dari perubahan harga yang proporsional pada suatu barang atau jasa tertentu antara dua periode waktu. Menurut Badan Pusat Statistik (BPS), indeks harga merupakan suatu ukuran statistik untuk menyatakan perubahan-perubahan harga yang terjadi pada suatu periode ke periode yang lainnya.
Indeks harga sangat diperlukan untuk mengetahui perubahan kondisi ekonomi suatu negara. Salah satu indeks harga yang sering dijadikan indikator inflasi adalah indeks harga konsumen.
Menurut he Classiication of individual consumption by purpose (COICOP), indeks harga konsumen dikelompokkan dalam 7 kelompok pengeluaran yang terdiri dari:
- Bahan makanan.
- Makanan jadi, minuman, dan tembakau.
- Perumahan.
- Sandang.
- Kesehatan.
- Pendidikan dan olahraga.
- Transportasi dan komunikasi.
Fungsi Perhitungan Indeks Harga
- Mengetahui perubahan harga dari sekelompok tetap barang dan jasa yang pada umumnya dikonsumsi oleh masyarakat.
- Indeks harga konsumen memungkinkan konsumen untuk menentukan perubahan harga terhadap daya beli.
- Perubahan indeks harga konsumen dapat dijadikan sebagai indikator terjadinya infflasi dan deflasi.
- Menentukan target inflasi.
- Menghitung indeks biaya hidup
Menghitung Indeks Harga
Metode tidak tertimbang (agregatif sederhana)
Dalam metode agregatif sederhana, semua barang dianggap sama dan dijumlahkan secara agregatif (keseluruhan) baik untuk tahun dasar maupun tahun yang akan dihitung angka indeksnya. Dengan kata lain, indeks agregatif sederhana menunjukan perbandingan harga atau produksi dari sekelompok jenis barang. Angka indeks dengan metode sederhana dirumuskan sebagai berikut:
IA = (∑Pn) / (∑Po) × 100
Keterangan:
IA : Indeks Harga Agregatif
∑Pn : Jumlah harga-harga pada tahun ke–n (tahun yang akan dihitung)
∑Po : Jumlah harga-harga pada tahun dasar (based year)
Metode tertimbang
- Laspeyres
Indeks harga diperoleh dengan cara menggunakan faktor penimbang kuantitas barang pada tahun dasar. Rumusnya :
IL = ∑ (Pn x Qo) / ∑ (Po x Qo) x 100.
Keterangan:
IL = Indeks Laspeyres
Pn = Harga pada tahun berjalan
Po = Harga pada tahun dasar
Qn = Kuantitas pada tahun berjalan
Qo = Kuantitas pada tahun dasar
- Paasche
Indeks harga diperoleh dengan cara menggunakan faktor penimbang kuantitas barang pada tahun yang dihitung angka indeksnya. Rumusnya :
IP = ∑ (Pn x Qn) / ∑ (Po x Qn) x 100
Keterangan:
IP = Indeks Paasche
Pn = Harga pada tahun berjalan
Po = Harga pada tahun dasar
Qn = Kuantitas pada tahun berjalan
Qo = Kuantitas pada tahun dasar
Ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam menentukan tahun dasar untuk perhitungan indeks harga, diantaranya yaitu:
- Pada tahun tersebut, kondisi perekonomian suatu negara sedang stabil. Artinya tingkat inlasi berada dalam kondisi rendah.
- Jarak antar tahun tidak terlalu jauh. Misalnya ketika akan menghitung indeks harga 2020, tahun dasar (based year) yang digunakan hendaklah dalam rentang waktu 5 sampai 10 tahun terakhir.
- Penentuan tahun dasar (based year) juga bisa diambil berdasarkan peristiwa penting seperti adanya pergantian pemimpin.
Baca Kumpulan: Rangkuman Ekonomi Kelas 11 SMA

