Inflasi, Pengertian, Penyebab, Jenis, Menghitung, Dampak dan Cara

Perkalian dan Pembagian Bilangan Desimal, Contoh dan Cara Menghitungnya (Rangkuman Materi Matematika SD/MI Kelas 4 Bab 16) Kurikulum Merdeka

Inflasi | Pengertian Inflasi | Penyebab Inflasi | Jenis-Jenis Inflasi | Menghitung Inflasi | Dampak Inflasi | Cara Mengatasi Inflasi |

Pengertian Inflasi

Menurut Badan Pusat Statistik (www.bps.go.id), inflasi adalah kecenderungan naiknya harga barang dan jasa pada umumnya yang berlangsung secara terus menerus di dalam suatu perekonomian. Jika harga barang dan jasa di dalam negeri meningkat, maka inflasi mengalami kenaikan. Naiknya harga barang dan jasa tersebut menyebabkan turunnya nilai uang. Dengan demikian, inflasi dapat juga diartikan sebagai penurunan nilai uang terhadap nilai barang dan jasa secara umum.

  • Terjadi kenaikan harga Ketika harga mengalami kenaikan, maka akan mengakibatkan jumlah peredaran uang naik, jumlah peredaran uang yang semakin naik, akan mengakibatkan berkurangnya nilai uang.
  • Bersifat umum Maksudnya adalah kenaikan harga terjadi pada semua barang. Apabila kenaikan harga terjadi hanya pada satu atau dua jenis barang itu belum termasuk inflasi. Dengan kata lain, inflasi harus menggambarkan kenaikan harga sejumlah besar barang dan jasa yang dipergunakan atau dikonsumsi dalam suatu perekonomian.
  • Berlangsung secara terus-menerus Kenaikan yang bersifat umum belum akan menimbulkan inflasi, jika terjadinya hanya sesaat. Oleh karena itu, perhitungan inflasi dilakukan dalam rentang waktu minimal bulanan. Sebab, dalam sebulan akan terlihat apakah kenaikan harga bersifat umum dan terus menerus atau tidak. Apabila kenaikan harganya hanya rentang harian, belum termasuk kategori inflasi.

Penyebab Inflasi

Tarikan permintaan (Demand pull inflation)

Inflasi ini disebabkan karena adanya tarikan permintaan barang dan jasa yang lebih tinggi dibandingkan dengan kapasitas produksi. Dengan kata lain, penawaran barang lebih sedikit dibandingkan dengan permintaannya yang pada akhirnya menjadikan harga semakin tinggi. Hal ini tercermin dari perilaku pembentukan harga di tingkat produsen dan pedagang terutama pada saat menjelang hari-hari besar keagamaan (lebaran, natal, dan tahun baru).

Kenaikan biaya (Cost push inflation)

Inflasi ini disebabkan oleh kenaikan biaya produksi. Misalnya disebabkan adanya kenaikan bahan bakar ataupun kenaikan upah tenaga kerja. Selain itu, faktor yang menyebabkan terjadinya cost push inflation yaitu depresiasi nilai tukar, adanya peningkatan harga-harga komoditas yang diatur oleh pemerintah, dan terjadinya kekurangan stok akibat bencana alam dan terganggunya distribusi.

Jenis-Jenis Inflasi

Berdasarkan penyebabnya terdapat dua jenis inflasi, yaitu:

  • Tarikan permintaan (demand pull inflation).
  • Kenaikan biaya produksi (cost push inflation).

Berdasarkan tingkat keparahan, inflasi dapat digolongkan sebagai berikut:

  • Inflasi ringan (di bawah 10%).
  • Inflasi sedang (antara 10% s.d. 30%).
  • Inflasi berat (antara 30% s.d. 100%).
  • Hiperinflasi (di atas 100%).

Berdasarkan asalnya, inflasi terdiri dari:

  • Inflasi domestik atau inflasi dalam negeri (domestic inflation)

Jenis inflasi ini dapat terjadi karena defisitnya anggaran belanja negara yang diatasi dengan mencetak uang baru. Ketika pemerintah mencetak uang baru, maka akan mengakibatkan jumlah peredaran uang naik sehingga nilai uang menjadi semakin turun.

  • Inflasi luar negeri (import inflation). Jenis inflasi yang terjadi karena naiknya harga barang impor, karena adanya kenaikan harga di negara asal barang tersebut diproduksi.

Menghitung Inflasi

Salah satu indikator yang bisa digunakan untuk menghitung laju inflasi adalah dengan menggunakan indeks harga konsumen (IHK). Adapun rumus yang digunakan untuk menghitung laju inflasi yaitu:

Laju Inlasi = IHKn-IHKo / IHKo x 100

Keterangan:

IHKn = Indeks harga pada tahun yang ditanyakan

IHKo = Indeks harga pada tahun sebelumnya

Dampak Inflasi

Perekonomian suatu negara pada dasarnya masih membutuhkan inflasi dalam tingkat yang wajar sebagai upaya untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Tingkat inflasi yang rendah dan stabil merupakan prasyarat bagi pertumbuhan ekonomi suatu negara. Oleh sebab itu, inflasi sangat penting untuk dikendalikan sebab tingkat inflasi yang tinggi dan berlebihan akan memberikan dampak negatif bagi masyarakat dan dapat merusak perekonomian suatu negara dalam jangka panjang.

Adapun dampak inflasi secara umum diantaranya:

  • Turunnya nilai mata uang.
  • Turunnya pendapatan riil masyarakat sehingga standar hidup masyarakat juga mengalami penurunan.
  • Ketidakpastian bagi pelaku usaha.
  • Menyulitkan keputusan masyarakat dalam melakukan konsumsi, produksi, dan distribusi sehingga menghambat pertumbuhan ekonomi.
  • Selain memberikan dampak umum, inflasi juga bisa memberikan dampak khusus. Pada tingkat inflasi tinggi, inflasi akan memberikan pengaruh yang sangat buruk bagi perekonomian. Namun pada tingkat inflasi tertentu, inflasi dapat menguntungkan beberapa pihak dengan syarat tingkat inflasi berada pada kategori ringan. Adapun pihak yang bisa diuntungkan maupun dirugikan oleh inflasi antara lain:
  • Penabung.
  • Pemberi pinjaman (kreditur).
  • Pemilik pendapatan tetap.
  • Produsen.

Cara Mengatasi Inflasi

  • Kebijakan moneter

Kebijakan moneter adalah kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah untuk memengaruhi jumlah uang yang beredar dan daya beli uang. Kebijakan moneter yang dapat digunakan untuk mengatasi atau mengendalikan laju inflasi yang semakin tinggi adalah dengan pengurangan jumlah uang yang beredar di masyarakat. Adapun kebijakan moneter yang bisa diterapkan yaitu:

  1. Menaikan tingkat suku bunga.
  2. Menjual surat berharga.
  3. Menaikan cadangan kas (GWM).
  4. Pemberlakuan kredit ketat.
  5. Moral suasion.
  • Kebijakan Fiskal

Kebijakan fiskal adalah kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah untuk memengaruhi penerimaan dan pengeluaran anggaran pemerintah. Kebijakan fiskal yang dapat digunakan untuk mengatasi dan mengendalikan laju inflasi yang semakin tinggi adalah dengan cara meningkatkan tarif pajak dan mengurangi pengeluaran atau anggaran pemerintah.

  • Kebijakan lainnya

Dalam mengatasi atau mengendalikan laju inflasi, tidak hanya kebijakan moneter dan kebijakan fiskal yang dapat digunakan oleh pemerintah, tapi juga bisa menerapkan kebijakan yang lain. Berikut adalah kebijakan lainnya yang dapat digunakan:

  1. Meningkatkan produksi atau menambah jumlah barang di pasar.
  2. Memberlakukan kebijakan penetapan harga tertinggi untuk jenis barang tertentu.

Baca Kumpulan: Rangkuman Ekonomi Kelas 11 SMA

Related posts