10 Penelitian Tentang Membaca, Referensi Penelitian Relevan (Terdahulu) Proposal, Skripsi, Tesis, Disertasi dan Jurnal Ilmiah

Penelitian Tentang Membaca

Penelitian Tentang Membaca | Kualitatif | Kuantitatif | Penelitian Relevan (Terdahulu) | Proposal Penelitian | Skripsi | Tesis | Disertasi | Jurnal Ilmiah | Hasil Penelitian |

Di bawah ini adalah sejumlah Penelitian Tentang Membaca yang diambil dari beberapa kampus di Indonesia. Penelitian tersebut menggunakan berbagai macam metode dan pendekatan penelitian, sehingga untuk kamu yang sedang mencari informasi tentang penelitian dengan tema serupa punya banyak pandangan.

Kumpulan Penelitian Tentang Membaca, sangat bermanfaat sebagai sumber penulisan “penelitian relevan” (atau penelitian terdahulu) yang ada dalam proposal penelitian, agar penelitian yang akan dilakukan dapat menemukan hasil penelitian terbaru.

10 Penelitian Tentang Membaca

Pemberian Motivasi untuk Meningkatkan Kegiatan Membaca Siswa Sekolah Dasar

Dalam abstraksi terdapat informasi ini:

Kegiatan membaca siswa di sekolah dasar masih belum maksimal. Kegemaran membaca siswa masih sangat kurang (rendah). Kesadaran guru untuk memberikan motivasi membaca pada siswa juga masih renda. Sebagian guru ada yang berpendapat tugas memberikan motivasi membaca merupakan tugas guru mata pelajaran bahasa Indonesia. Padahal tugas ini adalah tugas semua guru. Jadi betapa pentingnya pemberian motivasi membaca pada siswa, karena membaca merupakan modal dasar mempelajari seluruh mata pelajaran di sekolah. Oleh karena itu, dalam tulisan ini penulis sengaja mengangkat hal-hal yang berkaitan dengan jenis-jenis motivasi yang sesuai untuk memotivasi siswa membaca, USAha-USAha guru dalam memotivasi siswa untuk membaca, dan pemilihan bahan bacaan yang tepat bagi siswa dalam kegiatan membaca.

Latihan Membaca Cepat Sebagai Upaya Meningkatkan Kemampuan Membaca Cepat Dan Pemahaman Bacaan

Dalam abstraksi terdapat informasi ini:

Tulisan ini bertujuan untuk mengetahui latihan membaca cepat dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam membaca cepat dan meningkatkan pemahaman siswa terhadap apa yang dibacanya. Latihan membaca cepat adalah pelatihan yang dibuat untuk memaksimalkan potensi baca seseorang dalam memahami sebuah bacaan. Ada tujuh latihan terdapat dalam membaca cepat yaitu latihan melihat dengan otak, latihan mempercepat gerakan mata, latihan melebarkan jangkauan mata, latihan fiksasi ke fiksasi, latihan otot mata, latihan pernapasan, dan latihan konsentrasi. Setelah kita melakukan latihan membaca cepat maka pemahaman kita akan semakin bertambah terhadap bacaan, dan secara langsung kecepatan kita dalam membaca juga akan meningkat.. Pengukuran membaca cepat ini dilakukan terhadap 30 siswa kelas VIII MTS SKB 3 MENTERI BINGKAT. Hasil pengukuran ini menunjukkan bahwa kecepatan membaca kata per menit siswa kelas VIII MTS SKB 3 MENTERI BINGKAT yaitu, 30 responden di bawah 180 kata per menit. Sedangkan kemampuan memahami isi bacaan hanya 6 responden yang pemahaman bacaannya di atas 70%, 13 responden yang pemahamannya 80%, dan 6 responden yang pemahamannya 60%. Hasil pengukuran ini menyimpulkan bahwa belum ada siswa kelas MTS SKB 3 MENTERI BINGKAT yang memiliki kemampuan membaca cepat. Disarankan agar guru mengunakan latihan membaca cepat untuk meningkatkan kemampuan membaca cepat.

Penggunaan Media Puzzle untuk Meningkatkan Keterampilan Membaca Permulaan dalam Pembelajaran Tematik

Dalam abstraksi terdapat informasi ini:

Tujuan penelitian ini adalah untuk memperbaiki proses pembelajaran membaca permulaan dengan menggunakan media puzzle, guna peningkatan keterampilan membaca permulaan peserta didik. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas atau Classroom Action Research. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran dengan menggunakan media puzzel dapat meningkatkan keterampilan membaca permulaan peserta didik. Peningkatan kemampuan membaca permulaan ini, disebabkan karena pembelajaran dilaksanakan sesuai dengan tahap-tahap pelaksanaan pembelajaran membaca permulaan dengan menggunakan media puzzel.

SOLUSI KESULITAN MEMBACA

Dalam abstraksi terdapat informasi ini:

Buku Solusi Kesulitan Membaca, merupakan buku referensi bagi guru, orang tua dan calon guru dalam mengatasi atau memberikan layanan pembelajaran membaca pada anak-anak yang baru belajar membaca permulaan. Serta bagi anak atau siswa yang mengalami kesulitan dalam belajar membaca. Menyajikan konsep kesulitan belajar, konsep kesulitan membaca permulaan, solusi kesulitan membaca, melalui model sensori integrasi. Kehadiran buku ini penting bagi para guru yang mengajar pada peserta didik kelas rendah yang sedang belajar membaca permulaan, diharapkan dapat digunakan sebagai solusi dalam mengatasi atau menerapkan model/metode yang tepat dalam belajar membaca pada semua siswa atau anak untuk bisa membaca dengan cepat dan tepat.

Motivasi Membaca, Persekitaran Membaca di Rumah dan Sikap Membaca dalam Kalangan Pelajar di Universiti Putra Malaysia (UPM)

Dalam abstraksi terdapat informasi ini:

Kajian ini dilakukan untuk menentukan hubungan antara motivasi membaca, persekitaran membaca di rumah dan sikap membaca dalam kalangan pelajar Universiti Putra Malaysia. Seramai 214 pelajar UPM yang dipilih melalui kaedah persampelan pelbagai peringkat terlibat dalam kajian ini. Satu set borang soal selidik yang diedar kepada responden mengandungi tiga instrumen iaitu Survey of Adolescent Reading Attitudes, Motivations for Reading Questionnaire (MRQ) dan Students’s Reading Environments at Home: Exposure and Support. Hasil kajian menunjukkan sikap membaca bahan bacaan digital dan bercetak pelajar UPM berada pada tahap tinggi. Selain itu, kajian mendapati motivasi membaca intrinsik dan ekstrinsik serta persekitaran membaca di rumah pelajar UPM berada pada tahap sederhana. Keputusan menunjukkan terdapat hubungan positif secara signifikan antara motivasi membaca intrinsik, motivasi ekstrinsik dan persekitaran membaca di rumah dengan sikap membaca bahan bacaan digital dan bercetak. Kesimpulannya, motivasi membaca dan persekitaran membaca di rumah mempunyai hubungan signifikan dengan sikap membaca dalam kalangan pelajar UPM. Untuk melahirkan generasi yang mempunyai sikap membaca yang positif, pihak yang bertanggungjawab seperti ibu bapa terutamanya perlu mewujudkan persekitaran membaca yang kondusif di rumah agar dapat memupuk motivasi membaca dan sikap yang positif dalam kalangan anak-anak. Selain itu, pihak univerisiti dan pensyarah juga perlu mengambil langkah yang proaktif dalam mempromosi dan menggalakkan amalan membaca agar ia terus menjadi satu budaya dalam kalangan pelajar di institusi pengajian tinggi.

Minat Membaca Pada Mahasiswa (Studi Deskriptif Pada Mahasiswa Fakultas Psikologi Undip Semester I)

Dalam abstraksi terdapat informasi ini:

Mahasiswa sebagai sumber daya manusia Indonesia sangat dibutuhkan ide dan pendapatnya untuk membangun negeri ini. Kualitas SDM ini sangat terkait dengan minat membaca yang dimiliki mahasiswa. Kebiasaan membaca tidak hanya berkaitan dengan proses belajar mengajar saja, tetapi juga dapat membentuk kepribadian individu dengan menghayati hasil bacaannya Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui proses terjadi minat membaca, lama membaca dan jenis bacaan dipilih, manfaat membaca dan cara mahasiswa mengekspresikan minat membacanya. Metode penelitian yang digunakan adalah survei deskriptif dengan melibatkan mahasiswa semester 1 sebanyak 92 orang. Sebagian besar partisipan mempunyai kebiasaan membaca yang lebih didominasi jenis bacaan novel. Kebiasaan bermain game online dan melihat TV mampu menghalangi minat membaca mahasiswa.

Hubungan Kondisi Keaksaraan Keluarga Dan Motivasi Membaca Dengan Kemampuan Membaca Permulaan

Dalam abstraksi terdapat informasi ini:

Tujuan dari penelitian ini adalah unuk memperoleh gambaran kondisi keaksaraan keluarga dan motivasi membaca terhadap kemampuan membaca awal siswa TK kelas B TK Pelangi, di Kelurahan Balekambang, Kramat Jati, Jakarta Timur, 2012. Populasi penelitian ini adalah siswa TK di Balekambang, Kramat jati, Jakarta Timur. Sampel terdiri dari 32 siswa TK pelangi diilih secara simple random sampling. Data dikumpulkan dengan menggunakan instrumen berupa kuesioner sebagai wakil dari kondisi keaksaraan keluarga dan membaca variabel motivasi dan alat tes lainnya sebagai wakil dari kemampuan awal membaca. Hasil penelitian ini menghasilkan bahwa keluarga kondisi literasi (X1) dan Reading Motivasi (X2) baik secara individu maupun bersama-sama memiliki korelasi positif terhadap kemampuan awal membaca (Y).

Pengembangan Media Pembelajaran untuk Membaca Menggunakan Speech To Text

Dalam abstraksi terdapat informasi ini:

Bagi seorang siswa kemampuan membaca adalah hal yang sangat penting. Karenanya siswa yang telah lulus dari taman kanak – kanak di tuntut untuk dapat membaca. Meskipun pada taman kanak – kanak, guru telah memperkenalkan huruf dan kata sederhana, diperlukan sebuah cara untuk memicu anak – anak agar gemar membaca. Dalam penelitian ini akan di bahas mengenai pembuatan aplikasi menggunakan speech to text untuk membantu siswa belajar membaca.

Perbandingan Metode Bengkel Membaca Dengan Metode Turnamen Membaca Terhadap Kemampuan Membaca Pemahaman Fiksi Anak

Dalam abstraksi terdapat informasi ini:

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan siswa dalam membaca pemahaman fiksi anak khususnya pada siswa Sekolah Dasar. Hal ini disebabkan kurang optimalnya penggunaan metode pembelajaran yang cocok untuk meningkatkan keterampilan siswa dalam membaca pemahaman fiksi anak. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan kemampuan membaca pemahaman fiksi anak antara siswa yang mendapatkan pembelajaran dengan metode bengkel membaca dengan siswa yang mendapatkan pembelajaran menggunakan metode turnamen membaca. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kuantitatif jenis kuasi eksperimen dengan desain the matching pretest-posttest design. Adapun populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas IV Sekolah Dasar yang ada di kecamatan Cileunyi Kabupaten Bandung tahun ajaran 2016/2017 dengan sampel siswa kelas IV SDN Percobaan sebagai kelas eksperimen dan SDI Al-Amanah sebagai kelas kontrol. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini ialah lembar penilaian produk menceritakan kembali berupa minibook. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, diperoleh hasil yakni adanya peningkatan kemampuan membaca pemahaman fiksi anak baik yang memperoleh pembelajaran dengan metode bengkel membaca maupun yang memperoleh pembelajaran dengan metode turnamen membaca. Namun terdapat perbedaan yang signifikan pada kemampuan membaca pemahaman fiksi anak antara siswa di kelas eksperimen dengan siswa di kelas kontrol. Hasil dalam penelitian ini menunjukkan metode bengkel membaca lebih cocok digunakan dalam pembelajaran membaca pemahaman fiksi anak. Dengan demikian, metode bengkel membaca dapat dijadikan salah satu alternatif yang dapat digunakan guru dalam pembelajaran membaca pemahaman.

Gerakan Literasi Membaca: Studi Fenomenologi Tentang Gerakan Literasi Membaca Siswa SMA Negeri 2 Medan

Dalam abstraksi terdapat informasi ini:

Gerakan literasi membaca merupakan kemampuan menggunakan bahasa dan gambar dalam bentuk yang kaya, beragam untuk membaca, menulis, mendengarkan, berbicara, melihat, menyajikan dan berpikir kritis tentang ide-ide. Memaknai minat baca perlu dilakukan setidaknya untuk keperluan praktis, sebagai landasan melancarkan upaya menggerakkan siswa untuk terbiasa membaca. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui motif gerakan literasi membaca pada siswa SMA Negeri 2 Medan. mengetahui pengalaman siswa SMA Negeri 2 Medan setelah mengikuti gerakan literasi membaca dan mengetahui minat baca siswa dalam gerakan literasi membaca di SMA Negeri 2 Medan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Pengumpulan data berupa observasi, wawancara mendalam, dokumentasi serta studi kepustakaan. Infoman penelitian ini tujuh orang merupakan anggota gerakkan literasi membaca SMA Negeri 2 Medan. Hasil penelitian yang didapat adalah motif gerakan literasi membaca dilaksanakan karena masih rendahnya minat baca dikalangan siswa, kepala sekolah dan beberapa siswa pemerhati literasi membaca merasa begitu penting kemampuan membaca siswa maka dilaksanakan gerakan literasi agar membaca menjadi budaya di kalangan siswa. Pengalaman siswa setelah mengikuti gerakan literasi membaca, bahwa membaca suatu yang menyenangkan, mendapat informasi baru, lebih terampil berbahasa, memiliki lebih banyak kosa kata guna merangkai kalimat agar dapat dimaknai lebih benar dan tepat. Sangat disayangkan temuan peneliti kesadaran berliterasi yang baik tidak dapat menyentuh seluruh siswa, hanya sebahagian dari siswa  SMA Negeri 2 Medan.

Note: Informasi yang kamu dapatkan adalah informasi abstraksi dari penelitian tentang Membaca. Untuk Selengkapnya kamu bisa klik link atau judul dari masing-masing daftar di atas.  

Related posts