10 Penelitian Tentang Fotografi, Referensi Penelitian Relevan (Terdahulu) Proposal, Skripsi, Tesis, Disertasi dan Jurnal Ilmiah

Penelitian Tentang Fotografi

Penelitian Tentang Fotografi | Kualitatif | Kuantitatif | Penelitian Relevan (Terdahulu) | Proposal Penelitian | Skripsi | Tesis | Disertasi | Jurnal Ilmiah | Hasil Penelitian |

Di bawah ini adalah sejumlah Penelitian Tentang Fotografi yang diambil dari beberapa kampus di Indonesia. Penelitian tersebut menggunakan berbagai macam metode dan pendekatan penelitian, sehingga untuk kamu yang sedang mencari informasi tentang penelitian dengan tema serupa punya banyak pandangan.

Kumpulan Penelitian Tentang Fotografi, sangat bermanfaat sebagai sumber penulisan “penelitian relevan” (atau penelitian terdahulu) yang ada dalam proposal penelitian, agar penelitian yang akan dilakukan dapat menemukan hasil penelitian terbaru.

10 Penelitian Tentang Fotografi

Estetika Fotografi

Dalam abstraksi terdapat informasi ini:

Fotografi adalah teknologi sekaligus seni yang dijumpai dalam berbagai bidang kehidupan manusia. Fotografi diaplikasikan untuk keperluan dokumentasi, misalnya dalam keluarga, jurnalistik, maupun pengarsipan dalam lembaga. Fotografi juga digunakan untuk keperluan relasi sosial, misalnya snapshot dan fotografi selebriti, maupun persuasi komersial, seperti halnya fotografi fashion. Disamping itu, fotografi juga dipakai untuk keperluan eksplorasi kreatif maupun reflektif, seperti halnya dalam fotografi seni.Fotografi berdimensi kultural. Kehadirannya sebagai teknologi dan seni, tidak hanya mengekspresikan atau mendeskripsikan peradaban, melainkan juga mengkonstruksi peradaban. Fotografi adalah produk kultural, sekaligus memberi bentuk pada kultur: menciptakan perilaku baru, membentuk cara pikir, membaharui keyakinan, menata sistem dan tatanan nilai, dan sebagainya.Perkembangan pemahaman teoritis tentang fotografi seiring dengan perkembangan teknologi fotografi sejak era pra-fotografi, fotografi analog, hingga fotografi digital. Paradigma pemikiran kritis tentang fotografi bergeser ke arah kultural, dengan fokus penelahaan pada makna fotografi bagi pengalaman hidup manusia.Pada titik ini estetika fotografi mengalami sebuah tantangan ke tingkat yang tidak pernah dipikirkan sebelumnya. Estetika fotografi dihadapkan pada sebuah situasi yang problematis dan kompleks ketika berhadapan dengan status seni fotografi. Perspektif pengalaman estetik Carrollian dapat digunakan sebagai jalan keluar untuk mengatasi kerumitan tersebut.

Rencana Bisnis Jasa Fotografi Komersial

Dalam abstraksi terdapat informasi ini:

Rencana bisnis ini bergerak di bidang industri kreatif berbasis fotografi untuk memberikan jasa fotografi bagi konsumen. Rencana bisnis ini merupakan penyedia jasa fotografi pernikahan dan masih dalam tahap awal. Produk atau jasa yang dihasilkan adalah jasa fotografi berupa hasil dokumentasi yang merekam momen-momen penting pada saat prosesi sebelum, selama, dan sesudah upacara pernikahan. Harga yang ditawarkan untuk jasa fotografi bermacam-macam sesuai dengan paket harga yang sudah ditetapkan. Target konsumen utama adalah pasangan muda yang ingin melakukan pernikahan. Sumber daya manusia yang dibutuhkan harus mempunyai kompetensi dalam bidang fotografi sehingga dapat mendukung rencana bisnis ini. Dengan investasi awal sebesar Rp 465.850.000 (belum temasuk tanah, bangunan dan kendaraan), nilai internal rate of return (IRR) sebesar 54% dan Payback Period 2,24 tahun. Bisnis fotografi ini tergolong layak.

Perancangan Website Profil Studio Fotografi Beyond Portrait Di Surabaya

Dalam abstraksi terdapat informasi ini:

Studio fotografi merupakan jasa fotografi yang melayani permintaan klien yang ingin mengabadikan momenmomenpenting mereka dalam bentuk gambar atau foto. Studio fotografi harus memiliki profil yang jelas untukmembangun hubungan jangka panjang dengan klien. Untuk memberikan informasi penting tentang profildibutuhkan suatu media, salah satu media yang tepat adalah melalui website. Dengan adanya website yang jelas,diharapkan profil dari studio fotografi ini dapat tersampaikan dengan baik.

Reproduksi Pengetahuan Fotografi Dasar Pada Komunitas Fotografi “Warkop Malang”

Dalam abstraksi terdapat informasi ini:

Komunitas Fotografi WARKOP Malang memiliki kegiatan mempelajari keilmuan fotografi secara mendalam. Komunitas ini mencoba membangun konsep fotografi dasar dengan lebih memperdalam pengetahuan fotografi dasar yang sudah ada di luar komunitas. Tulisan ini menitikberatkan pada pengetahuan yang dimiliki dalam membuat sebuah karya foto. Setiap foto hasil karya seseorang, selalu ada pengalaman pengetahuan yang melatarbelakangi si pembuat foto tersebut. Fotografer yang berjejaring atau berkumpul dengan sesama penghobi foto akan dapat memperbaharui pengetahuannya tentang fotografi di mana seorang atau sekelompok fotografer mampu mengembangkan pemikiran dan pengetahuannya dalam sebuah komunitas. Proses berdarnya pengetahuan dapat dilihat dengan trialektika Berger dan Luckmann. Mulai dari realitas obyektif yakni kurikulum WARKOP sebagai acuan belajar dasar fotografi dan sebagai sebuah nilai dalam komunitas. Sebuah pengetahuan yang disebarkan kepada para anggotanya dan penerapan pengetahuan dalam diri para anggota ini masuk pada tahap internalisasi. Kemudian para anggota ini membuat sebuah karya fotografi yang beracuan pada kurikulum sebagai bentuk eksternalisasi mereka yang nantinya dijadikan bahan diskusi pada komunitas tersebut. Foto tersebut kemudian dikoreksi sebagai bahan pembelajaran. Kesepakatan-kesepakatan pengetahuan dalam diskusi tersebut merupakan bentuk dari obyektivasi. Proses reproduksi ini terjadi karena produksi pengetahuan yang telah ada belum cukup mampu memperdalam teknik fotografi. Maka dari itu penting untuk mereproduksi pengetahuan fotografi yang sudah ada sehingga fotografer layak untuk menjadi fotografer profesional yang menguasai teknik fotografi secara menyeluruh.

Fotografi

Dalam abstraksi terdapat informasi ini:

Fotografi merupakan aktivitas mengambil gambar melalui kamera untuk menghasilkan karya seni dan bisa dinikmati baik diri sendiri atau publik. Di era digital saat ini, fotografi dapat dilakukan dengan mudah bahkan cukup mengandalkan kamera smartphone. Isi buku mencakup pengertian fotografi, macam kamera, perlengkapan studio foto, teknik pengambilan foto dan macam konsep foto, serta pemanfaatan cahaya dan penggunaan white balance.

Sekolah Fotografi Di Kota Malang Dengan Pendekatan Analisa Space Syntax

Dalam abstraksi terdapat informasi ini:

Rencana Pengembangan Fotografi Nasional 2015-2019 merupakan rencana untuk mengembangkan aspek sumber daya manusia dalam bidang fotografi dengan cara menciptakan lembaga pendidikan fotografi. Kota Malang telah memiliki lembaga pendidikan fotografi, namun jumlahnya tidak sebanding dengan banyaknya kegiatan dari komunitas fotografi. Maka dari itu, kota Malang memerlukan tambahan lembaga pendidikan fotografi, serta menjadi pusat kegiatan fotografi dalam bentuk sekolah fotografi. Permasalahan yang akan dihadapi dalam perancangan sekolah fotografi ini adalah permasalahan kejelasan ruang, karena pada umumnya bangunan dengan fungsi pendidikan memiliki fasilitas dan ruang yang kompleks. Kompleksnya fasilitas dan ruang tersebut, menyebabkan pengguna ruang kesulitan dalam menemukan ruang utama. Oleh karena itu, space syntax dirasa sesuai untuk fokus dan pemecah permasalahan umum bangunan dengan fungsi pendidikan, karena kejelasan ruang dapat diukur dengan menggunakan space syntax. Metode yang digunakan dalam perancangan sekolah fotografi ini adalah metode pragmatis dan metode simulasi. Metode pragmatis digunakan untuk menentukan bentuk ruang, sedangkan metode simulasi digunakan untuk mengukur tingkat kejelasan ruang.

Perancangan Buku Fotografi Fesyen Restyle

Dalam abstraksi terdapat informasi ini:

Tujuan perancangan buku fotografi fesyen restyle ini adalah menghimbau remaja untuk bisa menjadi lebihkreatif. Perancangan buku fotografi fesyen restyle ini berisi ide-ide kreatif tentang mengolah baju yang sudahlama atau baju yang biasa saja menjadi baju dengan model baru. Buku ini diharapkan dapat memicu remajauntuk semakin stylis dengan biaya yang tidak terlalu mahal. Perancangan ini menggunakan media fotografi,dimana fotografi sangat erat hubungannya dengan dunia fesyen. Untuk proses editing menggunakan photoshopagar foto yang ditampilkan semakin indah. Selain itu, buku ini juga menggunakan layout yang dibuat semenarikmungkin agar pembaca tidak merasa bosan.

Eksplorasi Fotografi Arsitektur sebagai Karya Seni

Dalam abstraksi terdapat informasi ini:

Fotografi bermula dari merekam suatu realitas ke dalam media penyimpan seakurat mungkin. Sejalan dengan perkembangan kehidupan manusia, fotografi juga berkembang, antara lain menjadi media ekspresi seni, termasuk juga dalam fotografi arsitektur. Menurut Tedy (2014: 2), fotografi arsitektur adalah fotografi dengan subjek utama bangunan, elemen arsitektur atau struktur bangunan yang dikemas secara estetis. Objek utama dalam fotografi arsitektur adalah eksterior, interior, detail dan cityscape (wajah kota). Untuk menjadikan fotografi arsitektur sebagai sebuah karya seni, Menurut Wibowo (2015), ia harus mengandung aspek ide, teknik dan pesan. Estetikanya muncul dari ketiga hal tersebut.

Untuk mendapatkan pemahaman lebih mendalam serta menggali potensi dan kiat-kiat menjadikan fotografi arsitektur sebagai karya seni, dilakukan analisis terhadap beberapa karya fotografi arsitektur yang ditujukan untuk seni. Dari pembahasan tersebut disimpulkan , bahwa sebagai suatu karya seni, unsur kreativitas merupakan bagian yang terpenting selain persyaratan-persyaratan umum yang sudah disebutkan terdahulu. Eksplorasi berbagai komposisi, sudut pemotretan, efek distorsi, refleksi, pemilihan warna dan setting kamera, memasukkan unsur-unsur non arsitektural serta sentuhan personal mampu menjadikan fotografi arsitektur sebagai karya seni. Termasuk di dalam kreativitas itu adalah sentuhan personal yang membuat suatu karya menjadi unik dan menarik.

Fasilitas Edukasi dan Galeri Komunitas Fotografi di Jember

Dalam abstraksi terdapat informasi ini:

Fasilitas Edukasi dan Galeri Komunitas Fotografi di Jember ini merupakan sebuah fasilitas yang mewadahi kegiatan belajar mengajar, saling berdiskusi dan berkumpul serta tempat memamerkan hasil karya yang berhubungan dengan fotografi di Jember. Fasilitas ini ada karena kurang perhatiannya Pemerintah Kabupaten Jember terhadap keberadaan para pecinta fotografi, serta sudah semakin banyaknya masyarakat pecinta fotografi maupun masyarakat yang ingin belajar lebih dalam tentang fotografi. Pemilihan tapak berada di pusat kota Jember yang berada di dekat kampus dan sekolah. Untuk bentuk dan pendalaman diambil dari bagian kamera, yaitu diafragma lensa yang bersegmen. Dalam proses fotografi, untuk mendapatkan foto yang baik membutuhkan cahaya yang masuk melalui diafragma kamera. Oleh karena itu pendekatan yang diambil adalah pendekatan simbolik yang ditransformasikan kedalam bentuk bangunan. Bentuk bangunan ini merupakan transformasi dari bentuk diafragma kamera dimana diafragma kamera berkaitan juga dengan banyak atau sedikit cahaya yang masuk.

Sekolah Fotografi Dan Sinematografi (Wujud Ekspresionisme)

Dalam abstraksi terdapat informasi ini:

Sekolah Fotografi dan Sinematografi adalah suatu wadah arsitektural untuk menyelenggaraan Pendidikan khususnya di bidang Fotografi dan Sinematografi, keberadaan wadah ini salah satu sulusi terbik untuk kemajuan di bidang fotografi dan sinematografi di ilayah Indonesia Tengah khususnya Sulawesi Utara, yang pecinta fotografi dan sinematografi semakin bertambah setiap hari. Untuk itu dirasakan perlu adanya rancangan objek Sekolah Fotografi dan Sinematografi yang dapat menampung dan memfasilitasi aktifitas pendidikan dan kegiatan belajar mengajar khusus fotografi dan sinematografi. Dan sebagai jembatan dalam merancang objek tersebut “Penerapan Wujud Ekspresionisme” diangap cocok menjadi tema perancangan obejk dengan pertimbangan dimana Wujud Ekspresionisme sendiri merupakan suatu kebebasan berekspresi untuk menghasilkan suatu hasil karya terbaik di bidang fotografi dan sinematografi. Selain itu Wujud Ekspresionisme sendiri memiliki karakteristik yang dapat diterjemkan dalam bahasa Arsitektut.

Note: Informasi yang kamu dapatkan adalah informasi abstraksi dari penelitian tentang Fotografi. Untuk Selengkapnya kamu bisa klik link atau judul dari masing-masing daftar di atas.  

Related posts