Penelitian Tentang Desa Wisata | Kualitatif | Kuantitatif | Penelitian Relevan (Terdahulu) | Proposal Penelitian | Skripsi | Tesis | Disertasi | Jurnal Ilmiah | Hasil Penelitian |
Di bawah ini adalah sejumlah Penelitian Tentang Desa Wisata yang diambil dari beberapa kampus di Indonesia. Penelitian tersebut menggunakan berbagai macam metode dan pendekatan penelitian, sehingga untuk kamu yang sedang mencari informasi tentang penelitian dengan tema serupa punya banyak pandangan.
Kumpulan Penelitian Tentang Desa Wisata, sangat bermanfaat sebagai sumber penulisan “penelitian relevan” (atau penelitian terdahulu) yang ada dalam proposal penelitian, agar penelitian yang akan dilakukan dapat menemukan hasil penelitian terbaru.
10 Penelitian Tentang Desa Wisata
Pemetaan Potensi Desa Menuju Desa Wisata yang Berkarakter (Study Kasus : Desa Pesantren Kec Ulujami Kab Pemalang)
Dalam abstraksi terdapat informasi ini:
Pengembangan desa wisata menjadi salah satu program pemerintah untuk menjadikan desa-desa tertinggal menjadi desa yang maju, Dalam perkembangannya beberapa desa yang memiliki potensi mulai berubah, namun jika tidak diadakan pemetaan potensi yang ada akan menjadikan desa wisata dimana saja sama, tanpa ada kekhasan khusus. Sehingga diperlukan pemetaan potensi desa yang nantinya akan menjadi salah satu ciri dan dapat dikembangkan menjadi acuan desa wisata. Sehingga setiap desa memiliki karakter yang khas serta dapat menjadikan nilai jual tersendiri. Desa pesantren merupakan desa di daerah pesisir pantai yang lokasinya berada di Kecamatan Ulujami kabupaten Pemalang. Desa ini memiliki potensi yang besar untuk dikembangkan menjadi desa wisata, sehingga dibutuhkan pemetaan potensi yang ada.
Kriteria Pengembangan Desa Slopeng Sebagai Desa Wisata Di Kabupaten Sumenep
Dalam abstraksi terdapat informasi ini:
Kawasan Pantai Slopeng adalah daerah tujuan wisata yang berprospek cerah. Akan tetapi hingga saat ini potensi wisata ini masih belum optimal pemanfaatannya. pengembangan kawasan ini sebagai kawasan pariwisata terkendala kondisi sosial budaya masyarakat setempat yang kurang bisa menerima kebudayaan yang berbeda dengan kebudayaan atau tata cara kehidupan masyarakat setempat. Sejak tahun 2011 Desa Slopeng mulai dilirik untuk dikembangkan menjadi kawasan desa wisata. Pada penelitian ini dihasilkan kriteria pengembangan Desa Slopeng sebagai desa wisata berdasarkan karakteristik dan faktor pengembangannya. Pendekatan penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Teknik analisisnya yaitu analisa deskriptif untuk menghasilkan karakteristik Desa Slopeng sebagai desa wisata kemudian analisa Delphi untuk menentukan faktor pengembangan serta analisa deskriptif untuk menghasilkan kriteria pengembangan Desa Slopeng sebagai desa wisata. Hasil akhir penelitian berupa kriteria prioritas yang berupa kriteria mengenai atraksi, akomodasi dan proses integrasi pengembangan desa wisata dengan masyarakat setempat serta kriteria pendukung pengembangan Desa Slopeng sebagai desa wisata berupa kriteria mengenai sarana dan prasarana dasar, fasilitas pendukung desa wisata, pengelola desa wisata dan hubungan Desa Slopeng sebagai desa wisata pengembangan pariwisata lain di Kabupaten Sumenep
Pemberdayaan Pengrajin dan Penyiapan Identitas Desa Wisata Kampung Wayang Kepuhsari Manyaran Kabupaten Wonogiri
Dalam abstraksi terdapat informasi ini:
Kampung Kepuhsari telah dideklarasikan menjadi salah satu desa wisata di Kabupaten Wonogiri. Hanya saja, jika diperhatikan dengan seksama tidak ada yang berbeda antara desa Kepuhsari ini dengan desa lainnya yang bukan desa wisata. Tidak ada atribut tertentu yang menjadi identitas khusus Kepuhsari sebagai desa wisata. Dampak dari kondisi yang demikian, keberadaan desa wisatawan ini tidak banyak dikunjungi oleh wisatawan domestik maupun asing. Kegiatan pengabdian ini dirancang untuk mendapatkan gagasan pengembangan identitas desa wisata menurut para pelaku wisata setempat. Ini karena Kepuhsari merupakan objek wisata yang berkembang berdasarkan komunitas (Community Based Tourism). Disamping mendapatkan gagasan pengembangan, kegiatan pengabdian ini juga fokus pada pemberian identitas desa wisata yang mampu membedakan desa ini dengan desa lain yang bukan desa wisata. Hasil FGD dengan pelaku pariwisata di Kepuhsari menyebutkan bahwa identitas desa wisata yang perlu diadakan di Kepuhsari adalah papan penunjuk arah menuju desa wisata, papan nama jalan dan gang di sentra Kampung Wayang, Papan nama Homestay, dan media untuk pameran hasil karya pengrajin. Saran yang bisa diberikan untuk pengembangan desa wisata ini misalnya kerjasama dengan pihak propinsi dan Kabupaten untuk penyediaan Fasilitas pendukung aktivitas pariwisata.
Pengembangan Desa Wisata Sidoakur Dalam Upaya Pemberdayaan Masyarakat Sidokarto Godean, Sleman
Dalam abstraksi terdapat informasi ini:
Indonesia merupakan suatu negara kepulauan yang memiliki beragam suku, ras dan budaya. Keanekaragaman tersebut membuat Indonesia menjadi negara yang kaya akan potensi wisata. Potensi wisata yang pada saat ini banyak diminati oleh wisatawan adalah wisata minat khusus. Wisata minat khusus adalah salah satu wisata yang belum lama dikembangkan di Indonesia. Wisata minat khusus yang saat ini sedang dikembangkan di Indonesia khususnya di Yogyakarta adalah desa wisata yang mana Yogyakarta merupakan sebuah kota yang memiliki berbagia potensi wisata alam seperti pantai, pegunungan, air terjun dan lain sebagainya. Desa wisata adalah sebuah kawasan pedesaan yang memiliki beberapa karakteristik khusus untuk menjadi daerah tujuan wisata. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptifmenganalisis hanya sampai pada taraf diskripsi, yaitu menganalisis dan menyajikan fakta secara sistematik sehingga dapat lebih mudah untuk difahami dan disimpulkan.Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi.Penelitian ini menitikberatkan pada sebuah desa wisata yang berada di Kabupaten Sleman yaitu sebuah desa wisata Sidoakur yang terletak di desa Sidoakur, Kecamatan Godean, Kabupaten Sleman, Yogyakarta. Desa wisata Sidoakur ini memiliki potensi desa wisata budaya dan lingkungan dengan pemberdayaan masyarakat. Bentuk pemberdayaan masyarakat yang dilakukan desa wisata Sidoakur adalah melalui pengembangan desa wisata dengan dukungan pemerintah. Hasil dari penelitian adalah USAha pemerintah kabupaten sleman dalam pengembangan desa wisata Sidoakur melalui bantuan dana Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri (PNPM) Mandiri Pariwisata. Pemberdayaan masyarakat yang terlihat dalam pengembangan desa wisata Sidoakur yaitu USAha perbaikan, pengelolaan dan pengembangan penghijauan, SPAH (Sistem Penyimpanan Air Hujan), serta perikanan dan pertanian.
Perkembangan Desa Wisata Kembang Arum Dan Dampaknya Terhadap Kondisi Sosial Ekonomi Masyarakat Donokerto Kecamatan Turi
Dalam abstraksi terdapat informasi ini:
Desa Wisata Kembang Arum memiliki potensi wisata yang besar. Penelitian inibertujuan untuk (1) mengetahui perkembangan Desa Wisata (2) mengetahui dampakperkembangan desa wisata terhadap kondisi sosial (3) mengetahui dampak perkembangandesa wisata terhadap kondisi ekonomi (4) menyusun arahan pengembangan desa wisata.Penelitian ini merupakan penelitian survei, dengan kepala keluarga sebagairesponden. Analisa data dilakukan dengan metode skoring. Uji Wilcoxon digunakan untukmengetahui signifikansi perkembangan desa wisata.Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa : (1) terjadi perkembangan desa wisatayang signifikan, (2) dampak terhadap kondisi sosial tertinggi pada pendidikan sedangkanterendah pada keamanan, (3) dampak terhadap kondisi ekonomi tertinggi pada tingkatkesejahteraan sedangkan terendah pada Perubahan mata pencaharian, (4) masyarakatmendukung penuh dalam pengembangan desa wisata.
Kinerja Pelaksanaan PNPM Pariwisata dalam Upaya Pengentasan Kemiskinan di Desa Wisata Kembangarum dan Desa Wisata Pentingsari Kabupaten Sleman
Dalam abstraksi terdapat informasi ini:
Kemiskinan merupakan permasalahan klasik yang telah ada sejak dahulu. Di Indonesia sendiri,kemiskinan masih menjadi fenomena yang belum dapat dipungkiri. Fenomena kemiskinan ini pun juga dialamiKabupaten Sleman sebagai salah satu kabupaten yang termasuk dalam Provinsi Daerah Istimewa Yogyakartayang memiliki potensi pariwisata yang cukup beragam. Salah satu obyek wisata yang saat ini berkembang pesatdi Sleman adalah desa wisata. Dari 34 desa wisata yang terdapat di Sleman, terdapat dua desa yangberkembang pesat, yaitu dengan Desa Wisata Kembangarum dan Desa Wisata Pentingsari. Sementara itu,pemerintah telah mencanangkan PNPM Pariwisata yang bertujuan untuk mengentaskan kemiskinan melaluiadanya desa wisata. Oleh karena itu, tentunya diperlukan kajian mengenai kinerja PNPM Pariwisata dalammengentaskan kemiskinan melalui pelaksanaan program desa wisata. Hal ini menjadi topik yang menarik untukdilakukan penelitian, sehingga memunculkan pertanyaan penelitian “Bagaimana kinerja pelaksanaan PNPMPariwisata dalam upaya pengentasan kemiskinan di Desa Wisata Kembangarum dan Desa Wisata PentingsariKabupaten Sleman?”. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif sehingga data yang didapatkanberasal dari kuesioner dengan menggunakan teknik sampling simple random sampling. Hasil penelitian iniberupa identifikasi program kegiatan PNPM Pariwisata, identifikasi keterlibatan masyarakat,identifikasikarakteristik masyarakat yang terlibat serta evaluasi mengenai kinerja pelaksanaan PNPM Pariwisata.
Mewujudkan Desa Wisata, melalui Penataan Kawasan Pertanian untuk Peningkatan Ekonomi Desa
Dalam abstraksi terdapat informasi ini:
Kawasan pertanian berpotensi untuk dijadikan kawasan kawasan Desa Wisata (dewi). Tujuannya, untuk peningkatan ekonomi masyarakat desa. Integrasi antara usaha pertanian dengan wisata pertanian, akan memberikan dua mamfaat dan keutungan kepada petani. Keuntungan yang didapatkan ialah, pengelolaan usaha hasil pertanian dan pengelolaan wisata pertanian melalui retribusi masuk ke kawasan wisata pertanian. Sasaran penelitian ini yakni, kawasan pertanian jeruk yang terletak di Desa Ponteh Kecamatan Galis Dan Desa Panagguan Kecamatan Larangan. Metode penelitian menggunakan metode diskriptif kualitatif. Mamfaat penelitian memberikan edukasi kepada masyarakat, tentang pentingnya pengelolaan wisata pertanian berbasis wisata, dan menambah potensi keuntungan kepada pengelola pertanian.
Pemberdayaan Masyarakat Desa Wisata Berbasis Pendampingan: Desa Wisata Sumber Urip, Bengkulu
Dalam abstraksi terdapat informasi ini:
Tujuan dari pemberdayaan masyarakat desa wisata berbasis pendampingan ini adalah meningkatkan gerakan sadar wisata dengan melakukan pelatihan pengelolaan homestay, pelatihan packaging madu dan oleh-oleh serta pelatihan pembuatan website. Metode yang digunakan dalam pemberdayaan ini adalah metode sosialisasi pemberdayaan masyarakat; bimbingan teknis; serta pelatihan, monitoring dan evaluasi. Pemberdayaan masyarakat desa wisata berbasis pendampingan di Desa Wisata Sumber Urip, Bengkulu telah terlaksana dengan baik. Masyarakat telah memahami pentingnya pengelolaan homestay; packaging madu dan oleh-oleh dan adanya website Desa Wisata Sumber Urip, Bengkulu.
Analisis Potensi dan Arahan Strategi Kebijakan Pengembangan Desa Ekowisata di Kecamatan Bumiaji Kota Batu
Dalam abstraksi terdapat informasi ini:
Kota Batu merupakan salah satu daerah otonom di Provinsi Jawa Timur yang mengandalkan sektor pariwisata untuk meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD). Pengembangan pariwisata lebih mengarah pada objek wisata artifisial atau buatan yang dibangun oleh investor namun menimbulkan permasalahan lingkungan. Perlu alternatif lain pengembangan pariwisata yaitu obyek wisata yang mampu menekan dampak kerusakan lingkungan sekaligus meningkatkan peran masyarakat lokal dan kesejahteraannya yaitu pengembangan Desa Ekowisata berbasis Community Based Ecotourism (CBE). Penelitian ini bertujuan untuk melakukan penilaian potensi wisata dan obyek daya tarik wisata (ODTW) di desa desa wisata, menganalisis kesiapan terhadap pengembangan desa ekowisata, menganalisis desa wisata yang paling optimal untuk pengembangan desa ekowisata dan menentukan arahan strategi kebijakan pengembangan desa ekowisata di Kecamatan Bumiaji Kota Batu. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif. Pengumpulan data dengan survei primer dan sekunder. Pendekatan yang digunakan adalah Analisis potensi wisata dan obyek daya tarik wisata (ODTW), Penilaian kesiapan pengembangan Community Based Ecotourism (CBE), Analisis spasial dan Analisis SWOT. Hasil penelitian menunjukkan seluruh desa wisata di Kecamatan Bumiaji memiliki potensi wisata dan obyek daya tarik wisata (ODTW) berupa atraksi alam, sumberdaya pertanian dan budaya yang dapat lebih dikembangkan. Penilaian potensi wisata dan obyek daya tarik wisata (ODTW) menunjukkan Desa Tulungrejo dan Desa Sumberbrantas termasuk klasifikasi Sangat Baik; Analisis kesiapan terhadap pengembangan desa ekowisata berbasis masyarakat (CBE) menunjukkan Desa Tulungrejo dan Desa Bumiaji termasuk dalam klasifikasi Baik. Hasil analisis spasial menunjukkan Desa Tulungrejo merupakan desa yang paling optimal untuk pengembangan desa ekowisata di Kecamatan Bumiaji. Analisis Matrik Grand Strategy menunjukkan arahan strategi kebijakan pengembangan Desa Ekowisata di Desa Tulungrejo terletak pada kuadran 1, strategi yang digunakan bersifat agresif (SO). Kata Kunci : Kota Batu, pengembangan, potensi dan ODTW, Desa Ekowisata
Strategi Pengembangan Desa Wisata Menggoro sebagai Wisata Halal
Dalam abstraksi terdapat informasi ini:
Parawisata mengalami keterpurukan sejak pandemi covid-19 masuk Indonesia. Kebijakan penutupan dan penghentian sementara segala aktivitas parawisata dilakukan oleh pemerintah untuk mengurangi penyebaran virus. Dampak kebijakan tersebut ialah penurunan pendapatan pengelola parawisata dan masyarakat yang terlibat langsung adanya keberadaan wisata. Saat ini berbagai upaya dilakukan untuk memulihkan kembali kondisi parawisata di Indonesia. Salah satu potensi yang dapat dipulihkan dan dikembangkan ialah Desa Wisata Menggoro. Penelitian ini bertujuan untuk menyusun strategi pengembangan Desa Wisata Menggoro menjadi wisata halal agar lebih menarik minat kunjungan wisatawan. Metode yang digunakan adalah diskriptif kualitatif dengan analisis SWOT. Pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi langsung terhadap desa wisata dan wawancara dengan pengelola desa wisata serta masyarakat yang terlibat langsung dengan wisata Desa Menggoro. Hasil dari penelitian berupa strategi pengembangan desa wisata menjadi wisata halal dengan memenuhi unsur-unsur wisata halal. Adapun strategi utama yang dilakukan ialah memasukan Desa Menggoro kedalam peta wisata halal, membangun penginapan syariah, sertifikasi halal makanan khas, dan pembangunan galeri keunggunlan desa
Note: Informasi yang kamu dapatkan adalah informasi abstraksi dari penelitian tentang Desa Wisata. Untuk Selengkapnya kamu bisa klik link atau judul dari masing-masing daftar di atas.






