Laporan Keuangan : Pengertian, Jenis, Tujuan, Contoh, dan Bentuknya

  • Whatsapp
Laporan Keuangan

Laporan Keuangan Adalah | Pengertian Laporan Keuangan | Jenis Laporan Keuangan | Tujuan | Contoh | Karakteristik | Kelemahan | Yang Menanfaatkan Laporan Keuangan |

Pengertian Laporan Keuangan Menurut Para Ahli

Berikut adalah paparan ahli tentang (pengertian) Laporan Keuangan yang kami kumpulkan dari berbagai sumber:

  • Menurut Kasmir, Laporan Keuangan Adalah merupakan laporan yang dapat menggambarkan kondisi keuangan pada suatu perusahaan yang terjadi saat ini atau periode yang akan datang. Laporan keuangan terdiri dari neraca dan suatu perhitungan laba-rugi dari hasil operasi perusahaan dengan laporan yang berkaitan dengan perubahan ekuitas pada suatu perusahaan.
  • Menurut Sutrisno, Laporan Keuangan Adalah merupakan sebuah hasil akhir dari suatu proses akuntansi yang meliputi dua laporan utama (neraca dan laporan laba-rugi), yang disusun dengan tujuan untuk penyedia informasi keuangan pada perusahaan yang dapat dijadikan sebagai bahan pertimbangan dalam pengambilan keputusan oleh piha-pihak yang memiliki kepentingan.
  • Menurut Rahardjo, Laporan Keuangan Adalah laporan pertanggung jawaban manajer atau pimpinan perusahaan atas pengelolaan perusahaan yang dipercayakan kepadanya, kepada pihak-pihak yang mempunyai kepentingan di luar perusahaan.
  • Menurut Fahmi, Laporan Keuangan Adalah suatu informasi yang menggambarkan kondisi laporan keuangan suatu perusahaan dan lebih jauh informasi tersebut dapat dijadikan sebagai gambaran kinerja keuangan perusahaan tersebut.
  • Menurut Harahap, Laporan Keuangan menggambarkan kondisi keuangan dan hasil usaha suatu perusahaan pada saat tertentu atau jangka waktu tertentu. Adapun jenis laporan keuangan yang lazim dikenal adalah neraca, laporan laba rugi, atau hasil usaha, laporan arus kas, laporan perubahan posisi keuangan.
  • Menurut Ikatan Akuntan Indonesia (2015) dalam Standar Akuntansi Keuangan (SAK) No. 1, Laporan keuangan merupakan bagian dari proses pelaporan keuangan dan laporan keuangan adalah suatu penyajian terstruktur dari posisi keuangan dan kinerja keuangan suatu entitas. Laporan keuangan yang lengkap biasanya meliputi neraca, laporan laba rugi, laporan perubahan posisi keuangan (yang dapat disajikan dalam berbagai cara misalnya, sebagai laporan arus kas, atau laporan arus dana), catatan dan laporan lain serta materi penjelasan yang merupakan bagian integral dari laporan keuangan.

Baca Juga : Ada Ilmu Ini Dibalik Mergernya Gojek dan Tokopedia

Jenis Jenis (Bentuk) Laporan Keuangan

Berikut adalah jenis jenis (bentuk) laporan keuangan dan penjelasannya secara lengkap:   

Laporan Neraca

Neraca adalah laporan yang sistematis tentang aktiva, hutang serta modal dari suatu perusahaan pada waktu tertentu. Tujuan neraca adalah untuk menunjukkan posisi keuangan suatu perusahaan, biasanya pada waktu dimana buku ditutup dan ditentukan sisanya pada suatu akhir tahun fiskal atau tahun kalender, sehingga neraca sering disebut sebagai balance sheet.

Laporan Laba Rugi

Laporan laba rugi merupakan suatu laporan yang sistematis tentang penghasilan dan biaya serta laba atau rugi yang diperoleh oleh suatu perusahaan selama periode waktu tertentu.

Laporan Perubahan Modal

Laporan perubahan modal merupakan suatu laporan yang menggambarkan jumlah modal yang dimiliki perusahaan saat ini dan menunjukkan perubahan modal serta sebab-sebab berubahnya modal.

Laporan Arus Kas

Laporan arus kas merupakan suatu laporan yang menunjukan arus kas masuk dan arus kas keluar perusahaan

Catatan atas Laporan Keuangan

Catatan atas laporan keuangan merupakan suatu laporan yang dibuat berkaitan dengan laporan keuangan yang disajikan. Laporan ini memberikan informasi tentang penjelasan yang dianggap perlu atas laporan keuangan yang ada sehingga menjadi jelas sebab penyebabnya.

Baca Juga : Penjelasan Lengkap Tentang Akuisisi Perusahaan

Tujuan Laporan Keuangan

Berikut adalah beberapa tujuan dibuatnya laporan keuangan sebuah perusahaan :

1. Memberikan informasi keuangan yang dapat dipercaya tentang aktiva dan kewajiban serta modal suatu perusahaan.

2. Memberikan informasi keuangan kepada para pemakai laporan keuangan dalam menaksir potensi perusahaan dalam menghasilkan laba.

3. Memberikan informasi yang dapat dipercaya mengenai perubahan aktiva neto suatu perusahaan yang timbul dari kegiatan usaha dalam rangka memperoleh laba.

4. Memberikan informasi penting lainnya mengenai perubahan dalam aktiva dan kewajiban suatu perusahaan, seperti informasi mengenai aktivitas pembiayaan dan investasi.

5. Memberikan informasi lain yang berhubungan dengan laporan keuangan yang relevan untuk kebutuhan pemakai laporan.

Baca Juga : Mau Investasi di Saham Syariah, Pelajari Dulu Ilmunya di Sini, GRATIS!!!

Selain tujuan laporan keuangan yang ditulis di atas, beberapa ahli memberikan gambaran tujuan lain :

Tujuan laporan keuangan menurut Hans, adalah memberikan informasi mengenai posisi keuangan, kinerja keuangan, dan arus kas entitas yang bermanfaat bagi sebagian besar pengguna laporan keuangan dalam membuat keputusan ekonomi. Laporan keuangan juga merupakan wujud pertanggung jawaban manajemen atas penggunaan sumber daya yang dipercayakan kepada mereka dalam mengelola suatu entitas. Dengan demikian laporan keuangan tidak dimaksudkan untuk tujuan khusus, misalnya dalam rangka likuidasi entitas atau menentukan nilai wajar entitas untuk tujuan merger dan akuisisi. Juga tidak disusun khusus untuk memenuhi kepentingan suatu pihak tertentu saja misalnya pemilik mayoritas. Pemilik adalah pemegang instrumen yang diklasifikasikan sebagai ekuitas.

Menurut Hutauruk, tujuan laporan keuangan adalah menyediakan informasi yang menyangkut posisi keuangan, kinerja serta perubahan posisi keuangan suatu entitas yang bermanfaat bagi sejumlah besar pengguna dalam pengambilan keputusan ekonomi. Laporan keuangan yang disusun untuk tujuan ini memenuhi kebutuhan bersama sebagian besar pengguna. Namun demikian, laporan keuangan tidak menyediakan semua informasi yang mungkin dibutuhkan pengguna dalam pengambilan keputusan ekonomi karena secara umum menggambarkan pengaruh keuangan dari kejadian di masa lalu, dan tidak diwajibkan untuk menyediakan informasi non keuangan.

Baca Juga : Penjelasan Tentag Saham dari Berbagai Sumber

Karakteristik Laporan Keuangan

Di bawah ini ada penjelasan tentang karakteristik laporan keuangan, yang dikeluarkan oleh Ikatan Akuntansi Indonesia, yaitu :

1. Relevan, informasi relevan dengan kebutuhan pemakai dalam pengambilan keputusan.

2. Dapat dipahami, kualitas informasi penting yang ditampung dalam laporan keuangan adalah kemudahan untuk segera dipahami oleh pemakainya.

3. Keandalan, agar bermanfaat informasi memiliki kualitas keandalan dan bebas dari kesalahan; dapat diandalkan oleh pemakainya sebagai penyajian yang jujur dari yang seharusnya disajikan.

4. Daya banding, informasi yang lebih berguna apabila dapat dibandingkan dengan laporan keuangan periode sebelumnya dengan laporan keuangan dari perusahaan lain pada periode yang sama.

Baca Juga : Mau Tau Ilmu Dibalik Valuasi Gojek dan Tokopedia yang GEDE banget itu, Baca Ini

Pengguna Laporan Keuangan

Berikut adalah daftar institusi dan atau perseorangan yang berkepentingan dalam memanfaatkan laporan keuangan sebuah perusahaan :

Pemilik Perusahaan

Pemilik PerusahaanBerkepentingan terhadap laporan keuangan perusahaannya terutama untuk perusahaan yang dipimpinnya diserahkan kepada orang lain (perseroan), karena dengan laporan keuangan pemilik perusahaan akan dapat menilai suskses tidaknya manajer dalam memimpin perusahannya dalam memperoleh laba, karena kesuksesan seorang manajer biasanya dinilai dengan laba yang diperoleh.

Manajer / Pimpinan Perusahaan

Manajer atau Pimpinan Perusahaan, dengan mengetahui posisi keuangan perusahaannya periode yang baru atau yang lalu maka manajer akan dapat menyusun rencana yang lebih baik dan memperbaiki sistem pengawasannya serta menentukan kebijaksanaan yang lebih tepat. Selain itu, laporan keuangan juga merupakan alat bagi manajemen untuk mempertanggungjawabkan kepada para pemilik perusahaan atas kepercayaan yang telah diberikan kepadanya.

Investor

Para investor, berkepentingan atau memerlukan laporan keuangan perusahaan dimana mereka ini menanamkan modalnya. Investor berkepentingan terhadap prospek keuntungan di masa yang akan datang dan perkembangan perusahaan selanjutnya untuk mengetahui jaminan investasinya dan untuk mengetahui kondisi kerja atau kondisi keuangan jangka pendek perusahaan tersebut.

Kreditur dan Bankers

Para kreditur dan bankers, sebelum mengambil keputusan untuk memberi atau menolak permintaan kredit dari suatu perusahaan, perlulah diketahui terlebih dahulu posisi keuangan dari perusahaan yang bersangkutan. Posisi keuangan perusahaan peminta kredit akan dapat diketahui melalui penganalisaan laporan keuangan, sehingga dengan hasil analisis akan dapat diketahui apakah kredit yang akan diberikan cukup mendapat jaminan dari perusahaan, yang digambarkan pada kemampuan perusahaan untuk mendapatkan keuntungan di masa yang akan datang.

Pemerintah

Pemerintah, dimana perusahaan tersebut berdomisili, sangat berkepentingan dengan laporan keuangan perusahaan tersebut, disamping untuk menentukan besarnya pajak yang harus ditanggung perusahaan, juga sangat diperlukan oleh Biro Pusat Statistik, Dinas Perindustrian Perdagangan, dan Tenaga Kerja untuk dasar perencanaan pemerintah.

Karyawan

Karyawan, untuk mengetahui kemampuan perusahaan memberikan upah yang layak dan jaminan sosial yang lebih baik, serta menentukan langkahlangkah yang harus dilakukan sehubungan dengan kesejahteraan karyawan.

Masyarakat

Masyarakat, laporan keuangan dapat membantu masyarakat untuk mengetahui informasi kecenderungan dan perkembangan terakhir serta aktivitas perusahaan

Kelemahan / Keterbatasan Laporan Keuangan

Beberapa keterbatasan dari laporan keuangan antara lain :

1. Laporan keuangan yang dibuat secara periodik, pada dasarnya merupakan laporan yang dibuat antara waktu tertentu yang sifatnya sementara (Interim Report) dan bukan merupakan laporan final.

2. Laporan keuangan menunjukkan angka rupiah yang pasti dan tepat, tetapi sebenarnya dasar penyusunan menggunakan standar nilai yang mungkin berbeda atau berubah-ubah, oleh karena itu angka yang tercantum dalam laporan keuangan hanya merupakan nilai buku yang belum tentu sama dengan harga pasar sekarang.

3. Laporan keuangan disusun berdasarkan hasil pencatatan transaki keuangan dari waktu dan tanggal yang lalu, dimana daya beli uang tersebut semakin menurun dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya.

4. Laporan keuangan tidak dapat mencerminkan berbagai faktor yang dapat mempengaruhi keuangan perusahaan karena faktor-faktor tersebut tidak dinyatakan dengan satuan uang.

Related posts