Tulisan ini merupakan Jawaban Atas pertanyaan yang terdapat dalam “Eksplorasi Konsep Modul 2.2 Pembelajaran Sosial dan Emosional Kasus 5“
Terdapat dua pertanyaan di dalamnya, yaitu:
- Apakah situasi yang dihadapi Bapak Eling? Mohon uraikan dengan singkat, padat, dan jelas
- Berdasarkan pemahaman Anda tentang KSE manajemen diri berlandaskan kesadaran penuh (mindfulness) yang sudah Anda pelajari, bagaimana Bapak Eling dapat merespon situasinya dengan kompetensi tersebut? Jelaskan alasan Anda
Untuk memahami maksud dan menjawab pertanyaan di atas, syarat mutlakanya dalah paham terhadap “kasus 1” yang dihadirkan dalam “”Eksplorasi Konsep Modul 2.2”
Isi dalam Eksplorasi Konsep Modul 2.2 Pembelajaran Sosial dan Emosional Kasus 5 adalah:
Kepala sekolah memiliki kepercayaan besar pada Bapak Eling serta melihat pengalaman yang dimiliki sudah jauh lebih banyak, ia diberi tanggung jawab ekstra dibanding dengan guru-guru yang lain. Itu sebabnya Bapak Eling dipilih untuk menjadi penanggung jawab acara penting sekolah dan menjadi wakil sekolah di forum Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP). Sebaliknya, setelah bekerja selama beberapa tahun di sekolah yang sama, Bapak Eling merasa mulai kewalahan dengan berbagai tanggung jawab tambahan yang harus dijalankan. Awalnya Bapak Eling merasa tugas tambahan tersebut sangat menantang. Meski demikian, sekarang dia tidak merasakannya lagi. Ditambah dirinya merasa akhir-akhir ini, kinerjanya sebagai guru juga semakin menurun. Karena itu, Bapak Eling terpikir untuk menulis surat pengunduran diri.
Maka jawaban dua pertanyaan di atas adalah :
Jawaban 1: Bapak Eling menghadapi situasi di mana ia telah diberi tanggung jawab ekstra oleh kepala sekolah, termasuk menjadi penanggung jawab acara penting sekolah dan wakil sekolah di forum MGMP. Namun, setelah beberapa tahun menjalankan tugas tambahan ini, Bapak Eling merasa kewalahan dan merasa bahwa kinerjanya sebagai guru semakin menurun. Karena itu, dia mempertimbangkan untuk mengajukan pengunduran diri dari posisinya.
Jawaban 2: Bapak Eling dapat merespons situasinya dengan kompetensi manajemen diri berlandaskan kesadaran penuh (mindfulness) dengan cara berikut:
- Kesadaran pada Diri Sendiri: Bapak Eling perlu memulai dengan meningkatkan kesadaran pada diri sendiri. Ini berarti dia harus secara jujur merenungkan perasaan dan pemikirannya yang muncul terkait dengan pekerjaannya. Melalui kesadaran ini, dia dapat mengidentifikasi apakah perasaannya kewalahan dan penurunan kinerja adalah hasil dari stres, kelelahan, atau masalah lain.
- Refleksi Mendalam: Dalam konteks manajemen diri berlandaskan kesadaran penuh, Bapak Eling perlu merenung secara mendalam tentang alasan dia memilih pekerjaan ini awalnya dan bagaimana perasaannya terkait tanggung jawab tambahan yang dia terima. Dengan pemahaman yang lebih mendalam tentang dirinya sendiri dan motivasinya, dia dapat menilai apakah surat pengunduran diri adalah solusi terbaik.
- Mengelola Stres dan Tekanan: Kesadaran penuh juga mencakup kemampuan untuk mengelola stres dan tekanan. Bapak Eling dapat menggunakan teknik mindfulness, seperti meditasi atau pernapasan dalam, untuk meredakan stres dan memberikan dirinya waktu untuk merenung. Ini membantunya untuk lebih tenang dan memahami bagaimana menghadapi tugas dan tanggung jawabnya dengan lebih efektif.
- Berbicara dengan Kepala Sekolah: Sebelum mengambil langkah ekstrem seperti mengajukan surat pengunduran diri, Bapak Eling sebaiknya berbicara dengan kepala sekolahnya. Dia dapat menyampaikan perasaan dan tantangan yang dia hadapi, serta mencari solusi bersama. Kesadaran penuh akan membantunya dalam berkomunikasi dengan lebih jelas dan empati.
- Menentukan Prioritas: Dengan bantuan kesadaran penuh, Bapak Eling dapat lebih baik menentukan prioritas dalam pekerjaannya. Ini akan membantunya fokus pada tugas-tugas yang paling penting dan menghindari penyebaran diri terlalu tipis.
- Menerima Keputusan: Jika setelah proses refleksi dan percakapan dengan kepala sekolahnya, Bapak Eling memutuskan untuk tetap bekerja, dia perlu menerima keputusannya dengan kesadaran penuh. Ini berarti dia harus benar-benar memahami konsekuensi dan kewajibannya, serta berkomitmen untuk melakukan yang terbaik.
Kesadaran penuh dapat membantu Bapak Eling untuk mengatasi perasaan kewalahan dan penurunan kinerja, serta membuat keputusan yang lebih baik terkait dengan pekerjaannya. Ini juga dapat membantu memperkuat hubungannya dengan kepala sekolah dan guru-guru lainnya melalui komunikasi yang lebih efektif.






