Tulisan ini memuat CP (Capaian Pembelajaran) Seni Teater Fase F 2025 (Kelas 11 & 12) merujuk pada lampiran Keputusan Kepala Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 046/H/KR/2025 tentang Capaian Pembelajaran Pada Pendidikan Anak Usia Dini, Jenjang Pendidikan Dasar, dan Jenjang Pendidikan Menengah. Pada fase ini, murid berada pada tahap kematangan berpikir yang lebih tinggi, sehingga pembelajaran teater berfokus pada kemampuan analisis, penciptaan karya, serta penguasaan teknik keaktoran yang lebih kompleks dan kontekstual.
Pembelajaran CP Seni Teater Fase F 2025 menekankan kepekaan murid terhadap isu sosial, pemanfaatan platform digital, kemampuan menyusun naskah dan alur pertunjukan, serta kemampuan mempengaruhi lingkungan melalui karya teater. Murid didorong untuk berekspresi secara kreatif, kritis, dan relevan dengan perkembangan budaya serta teknologi.
A. CP Seni Teater Fase F 2025: Kelas 11 & 12
- Mengalami (Experiencing)
- Menerapkan teknik keaktoran melalui bahasa tubuh, mimik wajah, dan vokal untuk menunjukkan kepekaan terhadap persoalan sosial, dan eksplorasi komunikasi nonverbal; melakukan pengamatan mengenai ragam teknik/genre teater, ide penokohan dan peristiwa yang berasal dari karya profesional sebagai inspirasi dalam memproduksi dan menampilkan pertunjukan secara berkolaborasi dengan memanfaatkan platform digital.
- Merefleksikan (Reflecting)
- Mengapresiasi dan memberikan umpan balik mengenai pesan, kualitas akting, tata artistik, teknologi, dan elaborasi genre pada suatu karya, dengan menggunakan kosakata seni teater yang tepat dan argumentasi berdasarkan teori yang dipelajari.
- Berpikir Dan Bekerja Artistik (Thinking and Working Artistically)
- Merancang tata artistik berdasarkan peran dan cerita untuk produksi.
- Menciptakan (Creating)
- Menciptakan peran baru, naskah orisinal, dan menyusun kembali cerita/alur pertunjukan yang memperlihatkan kejelasan alur dan dinamika cerita/emosi di panggung maupun secara digital.
- Berdampak (Impacting)
- Menghasilkan naskah atau pertunjukan berdasarkan minat, pengetahuan, peristiwa aktual, pengalaman, empati, kreativitas, dan respons terhadap ragam topik yang dipilihnya, sehingga memberi dampak positif bagi dirinya dan lingkungan sekitarnya.
B. Memahami CP Seni Teater Fase F 2025
1. Mengalami (Experiencing)
Guru dapat memfasilitasi latihan teknik keaktoran tingkat lanjut, seperti eksplorasi vokal, gestur simbolis, bahasa tubuh yang menyampaikan pesan sosial, serta komunikasi nonverbal. Murid juga melakukan studi karya profesional untuk memahami genre, teknik penyutradaraan, dan penokohan. Analisis ini dapat dijadikan inspirasi untuk produksi teater yang dipentaskan, baik secara langsung maupun digital.
2. Merefleksikan (Reflecting)
Murid dilatih memberikan apresiasi mendalam terhadap karya teater dengan menilai unsur akting, pesan, tata artistik, dan teknologi panggung/digital. Umpan balik disampaikan menggunakan kosakata teater yang tepat, serta didukung teori seperti struktur dramatik, karakterisasi, atau estetika pertunjukan. Proses ini membangun kemampuan berpikir kritis dan evaluatif.
3. Berpikir Dan Bekerja Artistik
Pada tahap ini, murid merancang tata artistik sesuai kebutuhan naskah dan peran, seperti desain panggung, pencahayaan, properti, dan kostum. Guru mendorong murid menggunakan kreativitas serta bahan lokal atau teknologi digital untuk menciptakan tata artistik yang mendukung suasana dan makna pertunjukan.
4. Menciptakan (Creating)
Murid mulai menulis naskah orisinal dan menciptakan peran baru. Mereka menyusun alur cerita dengan dinamika konflik yang kuat, mengatur emosi panggung, dan mengadaptasi karya ke dalam format digital jika diperlukan. Proses ini membentuk kemampuan literasi dramatik dan kreativitas yang matang.
5. Berdampak (Impacting)
Murid menghasilkan karya teater yang berangkat dari isu sosial, pengalaman pribadi, atau peristiwa aktual. Pertunjukan yang dihasilkan diharapkan memberi dampak positif, membangkitkan empati, wawasan kritis, dan kesadaran sosial baik bagi murid maupun penonton. Karya yang dihasilkan menjadi sarana kontribusi mereka terhadap lingkungan.
Sebelum melanjutkan penyusunan perangkat ajar, silakan unduh CP, TP, dan ATP Seni Teater Fase F 2025 : Download Di Sini
Penutup
Pemahaman terhadap CP Seni Teater Fase F 2025 sangat penting bagi guru dalam menyusun pembelajaran teater yang mendalam dan relevan bagi murid kelas 11 dan 12. Dengan fokus pada aspek Mengalami, Merefleksikan, Berpikir Artistik, Menciptakan, dan Berdampak, pembelajaran teater menjadi sarana efektif untuk membentuk kreativitas, empati, kemampuan analitis, dan kepekaan sosial peserta didik sehingga mereka mampu menghasilkan karya yang memberikan makna bagi diri sendiri maupun lingkungan.

