CP Seni Teater Fase D 2025 (Capaian Pembelajaran Kelas 7, 8 & 9): Mengalami, Merefleksikan, Berpikir Artistik, Menciptakan, dan Berdampak

CP (CAPAIAN PEMBELAJARAN) 2025 - FASE A-B-C-D-E-F

Tulisan ini memuat CP (Capaian Pembelajaran) Seni Teater Fase D 2025 (Kelas 7, 8 & 9) merujuk pada lampiran Keputusan Kepala Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 046/H/KR/2025 tentang Capaian Pembelajaran Pada Pendidikan Anak Usia Dini, Jenjang Pendidikan Dasar, dan Jenjang Pendidikan Menengah. Pada fase ini, murid mulai memasuki tahap pembelajaran teater yang lebih kompleks, di mana eksplorasi tubuh, vokal, karakter, serta analisis cerita menjadi bagian penting dalam proses berkesenian teater.

Pembelajaran CP Seni Teater Fase D 2025 menekankan kemampuan murid untuk menganalisis karakter, merancang tata artistik sederhana, serta memainkan pertunjukan yang relevan dengan kehidupan mereka. Melalui proses ini, murid belajar mengembangkan kreativitas, berpikir kritis, kemampuan bekerja sama, dan menyampaikan pesan melalui medium teater.


A. CP Seni Teater Fase D 2025: Kelas 7, 8 & 9

  1. Mengalami (Experiencing)
    • Mengeksplorasi olah tubuh, mimik wajah, dan vokal sebagai dasar keaktoran murid; mengidentifikasi karakter melalui analisis karakteristik, dan sosiologis; membuat dan memainkan beragam karakter dengan imajinasi dan kreativitasnya dan mengenal bentuk-bentuk teater.
  2. Merefleksikan (Reflecting)
    • Menjelaskan pengalaman bermain peran dan dampaknya terhadap diri sendiri serta memberikan apresiasi dan umpan balik sesuai dengan pengalaman pribadi.
  3. Berpikir Dan Bekerja Artistik (Thinking and Working Artistically)
    • Mengeksplorasi dan merancang tata artistik panggung dengan mempertimbangkan elemen-elemen rupa yang sederhana dari bahan yang ada di lingkungan sekitar serta memanfaatkan teknologi digital.
  4. Menciptakan (Creating)
    • Mengidentifikasi karakter dalam sebuah cerita dan menyusun alur cerita sederhana yang jelas dan mudah dipahami; memainkan lakon dengan satu gaya yang sederhana dan mudah dipelajari dan memainkan peran dalam sebuah pertunjukan sederhana di kelas atau satuan pendidikan.
  5. Berdampak (Impacting)
    • Membuat pertunjukan teater yang relevan dengan kehidupan murid.

B. Memahami CP Seni Teater Fase D 2025

1. Mengalami (Experiencing)

Guru dapat memfasilitasi latihan olah tubuh, mimik wajah, dan vokal sebagai fondasi keaktoran. Murid diperkenalkan dengan teknik mengidentifikasi karakter melalui analisis karakteristik fisik, psikologis, dan sosiologis. Pada tahap ini, murid juga belajar mengenal bentuk-bentuk teater dan membuat variasi karakter berdasarkan imajinasi dan kreativitas mereka.

2. Merefleksikan (Reflecting)

Murid diajak menjelaskan pengalaman bermain peran serta dampaknya terhadap pemahaman diri, kepercayaan diri, dan kemampuan berkomunikasi. Aktivitas reflektif ini dapat dilakukan melalui diskusi, jurnal pribadi, atau presentasi. Selain itu, murid berlatih memberikan apresiasi dan umpan balik secara konstruktif terhadap penampilan teman.

3. Berpikir Dan Bekerja Artistik

Pada aspek ini, murid mengeksplorasi tata artistik panggung seperti pencahayaan sederhana, properti, kostum, dan elemen visual lainnya. Guru mendorong penggunaan bahan yang ada di lingkungan sekitar serta pemanfaatan teknologi digital, seperti aplikasi desain sederhana, untuk merancang konsep panggung. Ini membantu murid memahami hubungan antara visual dan suasana dalam pertunjukan.

4. Menciptakan (Creating)

Murid belajar mengidentifikasi karakter dalam cerita, memahami motivasinya, dan menyusun alur cerita sederhana yang logis dan mudah dipahami. Mereka kemudian memainkan lakon dengan gaya yang mudah dipelajari dan sesuai kapasitas. Pertunjukan dapat dilakukan di kelas atau lingkungan sekolah, sehingga memberi pengalaman nyata dalam berkarya teater.

5. Berdampak (Impacting)

Pada tahap ini, murid diarahkan membuat pertunjukan teater yang relevan dengan kehidupan mereka. Tema yang dipilih dapat berkaitan dengan persahabatan, lingkungan, sekolah, atau isu sosial yang dekat dengan keseharian murid. Pertunjukan ini tidak hanya melatih keterampilan teater, tetapi juga menumbuhkan kesadaran sosial dan empati.


Sebelum melanjutkan penyusunan perangkat ajar, silakan unduh CP, TP, dan ATP Seni Teater Fase D 2025 : Download Di Sini


Penutup

Pemahaman terhadap CP Seni Teater Fase D 2025 memberikan dasar kuat bagi guru dalam merancang pembelajaran teater yang kreatif, relevan, dan bermakna bagi murid kelas 7, 8, dan 9. Melalui aspek Mengalami, Merefleksikan, Berpikir Artistik, Menciptakan, dan Berdampak, pembelajaran teater dapat menjadi sarana untuk membangun karakter, meningkatkan kemampuan komunikasi, serta menumbuhkan kreativitas dan empati murid.

Related posts