Tulisan ini memuat CP (Capaian Pembelajaran) Seni Teater Fase A 2025 (Kelas 1 & 2) merujuk pada lampiran Keputusan Kepala Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 046/H/KR/2025 tentang Capaian Pembelajaran Pada Pendidikan Anak Usia Dini, Jenjang Pendidikan Dasar, dan Jenjang Pendidikan Menengah. Pada fase awal ini, pembelajaran seni teater bertujuan memperkenalkan murid pada kemampuan dasar ekspresi tubuh dan suara, yang menjadi fondasi dalam berteater. Murid diberi ruang untuk merasakan, menirukan, dan mengomunikasikan emosi secara sederhana.
Selain itu, CP Seni Teater Fase A 2025 dirancang untuk menumbuhkan imajinasi, keberanian, serta kemampuan mengenali emosi diri. Melalui eksplorasi tokoh dan permainan peran sederhana, murid belajar bekerja sama, memahami instruksi, dan merasakan pengalaman estetis yang menyenangkan.
A. CP Seni Teater Fase A 2025: Kelas 1 & 2
- Mengalami (Experiencing)
- Mengamati, merespons, meniru gerak tubuh dan suara sebagai media untuk mengomunikasikan emosi.
- Merefleksikan (Reflecting)
- Mengenali pengalaman dan emosi selama proses berseni teater serta menceritakan sebuah karya dengan kosakata sehari-hari.
- Berpikir Dan Bekerja Artistik (Thinking and Working Artistically)
- Mengenal jenis-jenis properti/alat bantu yang dapat mendukung cerita/permainan peran.
- Menciptakan (Creating)
- Mengeksplorasi beragam peran mengenai tokoh di sekitar atau rekaan, dan memainkan sebuah lakon pertunjukan.
- Berdampak (Impacting)
- Memainkan gerak dan lagu sesuai arahan dari pendidik.
B. Memahami CP Seni Teater Fase A 2025
1. Mengalami (Experiencing)
Guru dapat mengajak murid mengamati berbagai ekspresi tubuh, suara, dan emosi. Melalui permainan sederhana seperti meniru suara hewan, gerakan lucu, atau ekspresi wajah, murid belajar menyampaikan emosi secara nonverbal. Proses ini membantu membangun keberanian dan kemampuan merespons rangsang visual maupun auditori.
2. Merefleksikan (Reflecting)
Murid diajak mengenali emosi yang dirasakan selama proses bermain teater. Mereka dapat menceritakan pengalaman tersebut menggunakan bahasa sehari-hari. Kegiatan refleksi ini penting untuk melatih kesadaran diri, pemahaman emosi, serta kemampuan bercerita secara sederhana.
3. Berpikir Dan Bekerja Artistik
Pada tahap ini, guru mengenalkan properti teater seperti topeng, boneka tangan, kain, atau benda-benda sederhana yang dapat mendukung permainan peran. Murid belajar memahami fungsi alat bantu tersebut dalam membangun cerita. Aktivitas ini mendukung kreativitas dan imajinasi anak.
4. Menciptakan (Creating)
Murid mulai mengeksplorasi peran sebagai tokoh nyata atau rekaan. Guru dapat memberi skenario singkat atau permainan improvisasi untuk dimainkan bersama. Proses ini mengembangkan keberanian tampil, kreativitas bercerita, serta kemampuan bekerja dalam kelompok.
5. Berdampak (Impacting)
Pada aspek ini, murid mempraktikkan gerak dan lagu sesuai arahan guru. Aktivitas ini membantu membangun disiplin, fokus, dan kemampuan mengikuti instruksi. Dampak pembelajaran terlihat dari antusiasme murid dalam menyelesaikan kegiatan teater.
Sebelum melanjutkan penyusunan perangkat ajar, silakan unduh CP, TP, dan ATP Seni Teater Fase A 2025 : Download Di Sini
Penutup
Pemahaman terhadap CP Seni Teater Fase A 2025 memungkinkan guru menyusun pembelajaran teater yang menyenangkan, komunikatif, dan sesuai tahap perkembangan murid kelas 1 dan 2. Dengan menekankan aspek Mengalami, Merefleksikan, Berpikir Artistik, Menciptakan, dan Berdampak, pembelajaran seni teater dapat menjadi sarana efektif untuk menumbuhkan keberanian, kreativitas, dan kemampuan ekspresi emosional pada peserta didik.

