CP Seni Tari Fase E 2025 (Capaian Pembelajaran Kelas 10): Mengalami, Merefleksikan, Berpikir Artistik, Menciptakan, dan Berdampak

CP (CAPAIAN PEMBELAJARAN) 2025 - FASE A-B-C-D-E-F

Tulisan ini memuat CP (Capaian Pembelajaran) Seni Tari Fase E 2025 (Kelas 10) merujuk pada lampiran Keputusan Kepala Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 046/H/KR/2025 tentang Capaian Pembelajaran Pada Pendidikan Anak Usia Dini, Jenjang Pendidikan Dasar, dan Jenjang Pendidikan Menengah. Pada fase ini, peserta didik mulai menunjukkan kemampuan berpikir abstrak dan kreatif yang lebih kompleks, sehingga pembelajaran tari berfokus pada interpretasi makna, simbol, serta penyajian karya pertunjukan yang lebih terstruktur.

Pembelajaran CP Seni Tari Fase E 2025 dirancang untuk memperkuat kemampuan murid dalam memahami unsur makna di balik gerak tari, mengapresiasi pertunjukan tradisi maupun kreasi, serta menciptakan karya tari pertunjukan yang menampilkan ekspresi diri dan pemahaman budaya. Fase ini menjadi momentum penting untuk mengembangkan kepekaan estetis dan kemampuan berkarya secara mandiri maupun berkelompok.


A. CP Seni Tari Fase E 2025: Kelas 10

  1. Mengalami (Experiencing)
    • Menginterpretasi makna dan simbol pada tari tradisi/tari kreasi dalam bentuk karya seni pertunjukan.
  2. Merefleksikan (Reflecting)
    • Membandingkan makna dan simbol dengan mengapresiasi tari tradisi/tari kreasi.
  3. Berpikir Dan Bekerja Artistik (Thinking and Working Artistically)
    • Merancang karya tari tradisi/tari kreasi secara individu maupun berkelompok.
  4. Menciptakan (Creating)
    • Menata gerak tari berdasarkan makna dan simbol dari tari tradisi/tari kreasi dalam bentuk karya seni pertunjukan.
  5. Berdampak (Impacting)
    • Mengaktualisasikan diri melalui pertunjukan tari.

B. Memahami CP Seni Tari Fase E 2025

1. Mengalami (Experiencing)

Pada poin ini, murid diajak mendalami makna dan simbol yang digunakan dalam berbagai tarian tradisi maupun kreasi. Guru dapat memfasilitasi pengamatan pertunjukan, diskusi makna, atau analisis visual sehingga murid memahami bagaimana gerak, ekspresi, dan properti dapat menyampaikan pesan tertentu.

2. Merefleksikan (Reflecting)

Murid membandingkan makna dan simbol dari berbagai sumber tari. Mereka belajar mengapresiasi perbedaan gaya, nilai budaya, serta pesan yang terkandung di dalamnya. Refleksi dapat dilakukan melalui tulisan, diskusi kelompok, atau presentasi apresiasi untuk membangun kemampuan analitis dan apresiatif.

3. Berpikir Dan Bekerja Artistik

Dalam tahap ini, murid merancang karya tari secara individu maupun kelompok. Perancangan meliputi penentuan tema, penggunaan simbol, pemilihan musik, desain ruang, pola lantai, serta konsep visual pendukung lainnya. Guru berperan membimbing murid agar proses perancangan tetap terarah dan relevan dengan nilai budaya yang diangkat.

4. Menciptakan (Creating)

Murid menata gerak tari menjadi karya pertunjukan utuh dengan memadukan makna dan simbol yang telah dipelajari. Proses ini mencakup improvisasi gerak, penyusunan urutan gerak, penggunaan level, desain lantai, serta sinkronisasi musik. Kegiatan ini meningkatkan kreativitas dan kemampuan teknis murid dalam berkarya tari.

5. Berdampak (Impacting)

Murid diberi kesempatan mengekspresikan diri melalui pertunjukan tari yang ditampilkan di kelas, sekolah, atau komunitas. Pertunjukan ini tidak hanya menunjukkan kemampuan teknis, tetapi juga menjadi sarana untuk mengekspresikan identitas, minat, dan pemahaman budaya. Dampak positif terhadap kepercayaan diri dan kemampuan komunikasi menjadi tujuan utama tahap ini.


Sebelum melanjutkan penyusunan perangkat ajar, silakan unduh CP, TP, dan ATP Seni Tari Fase E 2025 : Download Di Sini


Penutup

Pemahaman mendalam terhadap CP Seni Tari Fase E 2025 memungkinkan guru merancang pembelajaran tari yang lebih bermakna, kreatif, dan relevan bagi murid kelas 10. Melalui aspek Mengalami, Merefleksikan, Berpikir Artistik, Menciptakan, dan Berdampak, pembelajaran seni tari menjadi sarana untuk membangun kepekaan estetis, ekspresi diri, serta kemampuan berkolaborasi dan berkomunikasi melalui seni pertunjukan.

Related posts