Tulisan ini memuat CP (Capaian Pembelajaran) Seni Musik fase A 2025 (Kelas 1 & 2) merujuk pada lampiran keputusan Kepala BSKAP Nomor 046/H/KR/2025. Dokumen ini menjadi rujukan utama bagi guru dalam mengembangkan perangkat pembelajaran yang selaras dengan karakteristik dan perkembangan murid kelas awal SD.
Pembahasan mengenai CP Seni Musik Fase A 2025 dalam artikel ini disusun untuk membantu guru memahami apa yang perlu dicapai murid pada akhir fase A, serta bagaimana setiap poin CP dapat dikembangkan menjadi Tujuan Pembelajaran (TP) dan Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) secara runtut dan terukur. Dengan pemahaman yang komprehensif, guru dapat merancang kegiatan bermusik yang menyenangkan, kreatif, dan bermakna.
A. CP Seni Musik Fase A 2025: Kelas 1 & 2
Pada akhir Fase A, murid memiliki kemampuan sebagai berikut:
- Mengalami (Experiencing)
- Mengenali unsur-unsur musik (nada dan irama) menggunakan anggota tubuh maupun alat musik.
- Merefleksikan (Reflecting)
- Melakukan umpan balik mengenai praktik bermain musik diri sendiri atau orang lain menggunakan bahasa sehari-hari.
- Berpikir dan Bekerja Artistik (Thinking and Working Artistically)
- Menirukan pola irama dan nada menggunakan alat musik ritmis atau melodis.
- Mengenali ragam alat musik dan bunyi yang dihasilkan.
- Mengenali cara memainkan dan membersihkan instrumen/alat musik.
- Menciptakan (Creating)
- Membuat pola irama menggunakan anggota tubuh atau alat musik ritmis yang tersedia di lingkungan sekitar.
- Berdampak (Impacting)
- Menunjukkan ekspresi senang dalam kegiatan bermusik.
B. Memahami CP Seni Musik Fase A 2025
Bagian berikut menjelaskan makna setiap capaian, sehingga guru dapat mengembangkan TP dan ATP secara tepat.
1. Mengalami (Experiencing)
Pada poin ini, murid tidak dituntut menguasai teori musik, tetapi mengalami musik melalui aktivitas sederhana seperti:
- Menepuk, menghentak kaki, bersenandung, atau menggunakan benda sekitar sebagai alat musik.
- Membedakan cepat–lambat, kuat–lemah, panjang–pendek dalam irama.
- Mengenal nada sederhana melalui nyanyian atau alat musik melodis.
Poin ini menjadi dasar membangun kepekaan musikal sejak dini.
2. Merefleksikan (Reflecting)
Guru membantu murid memberikan umpan balik sederhana, seperti:
- “Tepukan saya sudah sama dengan teman,”
- “Lagunya terlalu cepat,”
- “Bunyinya keras sekali.”
Kemampuan refleksi ini melatih keberanian berpendapat dan membangun pemahaman bahwa musik dapat diamati dan dinilai secara sederhana.
3. Berpikir dan Bekerja Artistik
Pada capaian ini, murid mulai berlatih:
- Menirukan pola irama sederhana menggunakan alat ritmis (misalnya tamborin, kastanyet, gendang kecil).
- Meniru pola nada pendek (misalnya do–re–mi) menggunakan alat melodis.
- Mengenali alat musik melalui bentuk, cara memainkan, dan bunyinya.
- Belajar dasar perawatan alat musik (mengelap, menyimpan dengan benar).
Tujuan guru di poin ini adalah membangun kebiasaan eksplorasi dan tanggung jawab terhadap instrumen.
4. Menciptakan (Creating)
Pada tahap ini, murid mulai menunjukkan kreativitas dengan:
- Membuat pola irama sendiri dari tepukan atau peralatan sederhana.
- Merangkai dua pola menjadi satu pertunjukan kecil.
- Menggunakan benda sekitar sebagai media bunyi (botol, batu kecil, stik makan, dan lainnya).
Poin ini penting untuk menumbuhkan ekspresi pribadi dan keberanian berkreasi.
5. Berdampak (Impacting)
Fokusnya adalah ekspresi positif dalam kegiatan musik.
Indikatornya dapat berupa:
- Murid terlihat senang, tertawa, atau berpartisipasi aktif.
- Murid bersedia mencoba alat musik baru.
- Murid menunjukkan antusiasme dalam bernyanyi atau bermain irama.
Poin ini penting untuk membangun kecintaan terhadap seni sejak dini.
Sebelum melanjutkan penyusunan perangkat ajar, silakan unduh CP, TP, dan ATP Seni Musik Fase A 2025 melalui:
Penutup
Melalui pemahaman menyeluruh terhadap CP Seni Musik Fase A 2025, guru dapat merancang pembelajaran seni musik yang menyenangkan, kreatif, dan terarah sesuai perkembangan murid kelas 1 dan 2. Setiap poin CP memberi petunjuk jelas mengenai kompetensi yang perlu dibangun, sehingga pembelajaran dapat diturunkan menjadi TP dan ATP yang konkret dan mudah diimplementasikan dalam kegiatan kelas. Dengan demikian, tujuan pendidikan seni musik pada fase awal dapat tercapai secara optimal dan bermakna.

