Tulisan ini berisi 3 Model Refleksi untuk “Jurnal Refleksi Mingguan Modul 1.3 Visi Guru Penggerak” yaitu dengan Model 4F, Model DEAL, dan Model 4C“
Sebab tulisan ini memuat 3 contoh Jurnal Refleksi Dwi Mingguan Modul 1.3 Visi Guru Penggerak, agar efektif anda lebih dulu memahami masing masing konsep dari jurnal refleksi agar contoh di bawah ini berfungi secara maksimal.

Contoh Jurnal Refleksi Dwi Mingguan Modul 1.3 Visi Guru Penggerak Model 4F (Fact, Feeling, Finding, Future)
1. Facts (Peristiwa)
Pada minggu kedua bulan Juni 2023, tepatnya pada Hari Kamis, 15 Juni 2023, saya memulai perjalanan pembelajaran modul 1.3. Modul ini telah menghadirkan serangkaian tahapan kegiatan yang saya jalani, mulai dari “Mengenal Diri” hingga “Aksi Nyata”. Modul ini memandu kami, Calon Guru Penggerak (CGP), untuk merumuskan visi sebagai guru penggerak yang sesuai dengan profil pelajar Pancasila. Selama eksplorasi konsep, saya mulai memahami pentingnya visi sebagai landasan segala inisiatif perubahan dalam pendidikan. Visi adalah pandangan besar yang kami harapkan akan terjadi di masa depan, dan setiap guru harus mampu menyusun visi yang melebihi zamannya. Sebagai guru, tugas kami tidak hanya tentang mentransfer ilmu pengetahuan, tetapi juga tentang membantu siswa mencapai potensi mereka dalam pendidikan.
Selain itu, pada Hari Selasa, 13 Juni 2023, saya mendapatkan pendampingan individu dari pengajar praktik (PP), Ibu Dyah Rembulan Sari, S.Pd. Selama tiga jam, Ibu Dyah memberikan arahan dan masukan berharga yang membantu saya merencanakan perubahan dalam pembelajaran di tahun-tahun berikutnya.
Penting untuk diingat bahwa untuk mewujudkan visi dan mengimplementasikannya, kami memerlukan pendekatan atau paradigma yang sesuai. Inkuiri Apresiatif (IA) menjadi pendekatan utama dalam manajemen perubahan, yang berlandaskan psikologi positif dan pendidikan positif. IA memulai proses di sekolah dengan mengidentifikasi hal-hal positif yang sudah ada, mencari cara untuk mempertahankannya, dan mengembangkan strategi untuk perubahan yang lebih baik. Pendekatan IA dilakukan melalui tahapan BAGJA (Buat Pertanyaan, Ambil Pelajaran, Gali Mimpi, Jabarkan Rencana, Atur Eksekusi).
2. Feelings (Perasaan)
Perasaan saya selama mempelajari modul ini adalah antusiasme dan semangat yang semakin membara dalam menjalankan peran guru penggerak. Saya merasa senang karena dapat memahami betapa pentingnya visi dalam perubahan pendidikan. Semangat dan motivasi ini memicu tekad saya untuk mengimplementasikan visi saya sebagai guru penggerak. Saya merasa bersemangat untuk menjalankan rencana perubahan yang telah saya rancang dan merasa yakin bahwa semangat ini akan menciptakan budaya positif dalam mewujudkan visi saya.
Selain itu, saya mulai lebih bijak dalam mengatur waktu agar tidak mengganggu kegiatan di sekolah, di rumah, maupun di masyarakat. Semua upaya ini adalah bentuk penerapan dari apa yang saya pelajari dalam modul ini. Saya merasa tanggung jawab untuk menerapkan semua yang telah saya pelajari dalam kegiatan nyata di kelas dan di sekolah.
3. Findings (Pembelajaran)
Setelah mempelajari modul 1.3, saya mendapatkan banyak pembelajaran berharga. Saya memahami bahwa untuk memimpin perubahan positif, kita perlu berpikir strategis, terencana, dan mengadopsi paradigma Inkuiri Apresiatif. Tahapan BAGJA, yang saya pelajari, menjadi model manajemen perubahan yang efektif. BAGJA, yang merupakan akronim dari Buat Pertanyaan, Ambil Pelajaran, Gali Mimpi, Jabarkan Rencana, dan Atur Eksekusi, merupakan panduan yang sangat membantu dalam merencanakan dan melaksanakan perubahan.
Selain itu, saya juga memahami bahwa perubahan positif tidak selalu dimulai dengan mengidentifikasi masalah, melainkan dengan memfokuskan pada kekuatan yang sudah ada. Ini mengubah cara berpikir kami menjadi lebih positif dan memungkinkan kami untuk merencanakan perubahan yang lebih efektif.
4. Future (Penerapan)
Setelah menyelesaikan modul ini, saya berencana menerapkan visi saya sebagai guru penggerak, yaitu “Terwujudnya Peserta Didik yang Cerdas, Berkarakter, Santun, Ramah, dan Kompeten sesuai Profil Pelajar Pancasila.” Saya juga akan melaksanakan prakarsa perubahan yang telah saya rumuskan, yaitu “Pembelajaran Produktif DKV yang Menyenangkan,” sesuai dengan tahapan BAGJA.
Untuk mewujudkan visi dan prakarsa perubahan tersebut, saya akan terus berinovasi dalam pengembangan ide dalam pembelajaran. Saya akan melakukan kolaborasi dengan rekan sejawat dan pihak sekolah untuk mencapai tujuan ini. Saya akan menjadi teladan di sekolah dan berusaha untuk selalu berpihak pada siswa, memastikan bahwa pembelajaran nyaman dan efektif.
Dengan pengetahuan dan semangat yang saya peroleh dari modul ini, saya yakin bahwa saya dapat memberikan kontribusi positif dalam mengubah pendidikan di sekolah saya menjadi lebih baik. Visi guru penggerak akan menjadi panduan saya dalam menghadapi tantangan dan meraih keberhasilan dalam pendidikan.
Contoh Jurnal Refleksi Dwi Mingguan Modul 1.3 Visi Guru Penggerak Model DEAL (Description, Examination and Articulation of Learning)
Description (Deskripsi)
Pada minggu kedua bulan Juni 2023, lebih tepatnya pada Hari Kamis, 15 Juni 2023, saya memulai perjalanan pembelajaran modul 1.3 tentang visi guru penggerak. Modul ini mengenalkan serangkaian tahapan kegiatan yang harus kami lalui, mulai dari “Mengenal Diri” hingga “Aksi Nyata”. Modul ini mengarahkan kami untuk merumuskan visi sebagai guru penggerak yang sesuai dengan profil pelajar Pancasila.
Selain itu, pada Hari Selasa, 13 Juni 2023, saya mendapatkan pendampingan individu dari pengajar praktik (PP), yaitu Ibu Dyah Rembulan Sari, S.Pd. Selama tiga jam pendampingan ini, saya menerima arahan dan masukan yang sangat berharga untuk memajukan diri dalam penerapan konsep KHD di lingkungan sekolah dan bagaimana menularkan gagasan ini ke rekan-rekan sejawat. Kendala-kendala yang saya hadapi, mendapatkan masukan dari Ibu Dyah membuat saya merencanakan setiap perubahan yang akan saya terapkan dalam pembelajaran di tahun-tahun berikutnya.
Examination (Pemeriksaan)
Dalam modul ini, saya mempelajari bahwa untuk memimpin perubahan positif dalam pendidikan, saya perlu memahami paradigma Inkuiri Apresiatif (IA). IA adalah pendekatan kolaboratif yang berlandaskan kekuatan dan memanfaatkan prinsip psikologi positif dan pendidikan positif. Pendekatan IA dimulai dengan mengidentifikasi hal-hal positif yang sudah ada, mencari cara untuk mempertahankannya, dan mengembangkan strategi untuk perubahan yang lebih baik. Tahapan-tahapan IA dikenal sebagai BAGJA, yaitu Buat Pertanyaan, Ambil Pelajaran, Gali Mimpi, Jabarkan Rencana, dan Atur Eksekusi.
Pada tanggal 18 Juni 2023, saya mengikuti kegiatan lokakarya 1 yang berlangsung di SMP Negeri 5 Bondowoso. Lokakarya ini memberikan saya wawasan tentang bagaimana menggerakkan komunitas praktisi di sekolah. Setiap Calon Guru Penggerak diharapkan mampu membentuk komunitas praktisi di sekolahnya masing-masing yang dapat memainkan peran penting dalam memajukan sekolah dan mengimplementasikan program Calon Guru Penggerak.
Articulation of Learning (Artikulasi Pembelajaran)
Setelah mempelajari modul ini, saya merumuskan visi sebagai guru penggerak, yaitu “Terwujudnya Peserta Didik yang Cerdas, Berkarakter, Santun, Ramah, dan Kompeten sesuai Profil Pelajar Pancasila”. Prakarsa perubahan yang telah saya rencanakan adalah “Pembelajaran Produktif DKV yang Menyenangkan.” Prakarsa ini saya susun berdasarkan tahapan BAGJA.
Saya merasa senang dan termotivasi untuk menerapkan visi ini. Saya yakin bahwa semangat ini akan menciptakan budaya positif di sekolah dan membantu saya untuk merencanakan dan melaksanakan perubahan yang lebih baik. Saya akan berusaha menjadi teladan di sekolah dan berpihak pada siswa, memastikan bahwa pembelajaran nyaman dan efektif.
Dengan pengetahuan dan semangat yang saya peroleh dari modul ini, saya siap untuk memberikan kontribusi positif dalam mengubah pendidikan di sekolah saya menjadi lebih baik. Visi guru penggerak akan menjadi panduan saya dalam menghadapi tantangan dan meraih kesuksesan dalam pendidikan.
Contoh Jurnal Refleksi Dwi Mingguan Modul 1.3 Visi Guru Penggerak Model 4C (Connection, Challenge, Concept, Change)
1. Connection (Koneksi)
Modul 1.3 telah membantu saya menghubungkan diri saya dengan konsep visi guru penggerak dengan lebih mendalam. Pada Hari Kamis, 15 Juni 2023, saya memulai perjalanan pembelajaran modul ini dengan menggali pemahaman tentang diri dan eksplorasi konsep. Saat saya merumuskan visi guru penggerak, saya merasa terhubung dengan pentingnya visi sebagai landasan perubahan dalam pendidikan.
Saya juga merasa terhubung dengan pendampingan individu yang saya terima dari Ibu Dyah Rembulan Sari, S.Pd pada tanggal 13 Juni 2023. Arahan dan masukan yang saya dapatkan membuat saya lebih yakin dalam merencanakan perubahan dalam pembelajaran di sekolah.
2. Challenge (Tantangan)
Proses pembelajaran modul ini telah memberikan sejumlah tantangan. Salah satunya adalah merumuskan visi guru penggerak yang sesuai dengan profil pelajar Pancasila. Merumuskan visi yang berdampak adalah tugas yang membutuhkan pemikiran kreatif dan strategis. Saya juga dihadapkan pada tugas merencanakan prakarsa perubahan yang menantang, bermakna kontekstual, dan relevan.
Tantangan lainnya adalah menerapkan paradigma Inkuiri Apresiatif dan tahapan BAGJA dalam manajemen perubahan. Pembelajaran ini menantang saya untuk berpikir lebih holistik dan berencana dengan matang.
3. Concept (Konsep)
Melalui modul ini, saya memahami konsep dasar visi guru penggerak dengan lebih baik. Saya telah belajar bahwa visi adalah pandangan besar yang mencerminkan harapan kita tentang masa depan, dan sebagai guru penggerak, visi harus melampaui zamannya. Saya juga memahami bahwa perubahan positif dapat dimulai dengan mengidentifikasi kekuatan yang sudah ada, bukan hanya fokus pada masalah.
Selain itu, saya juga telah memahami konsep paradigma Inkuiri Apresiatif dan tahapan BAGJA sebagai model manajemen perubahan yang efektif. Konsep ini membantu saya merencanakan perubahan yang berkelanjutan dalam pendidikan.
4. Change (Perubahan)
Setelah menyelesaikan modul ini, saya merasa siap untuk menghadapi perubahan dalam peran guru penggerak. Saya memiliki visi yang jelas, yaitu “Terwujudnya Peserta Didik yang Cerdas, Berkarakter, Santun, Ramah, dan Kompeten sesuai Profil Pelajar Pancasila.” Saya juga telah merumuskan prakarsa perubahan yang akan saya jalani, yaitu “Pembelajaran Produktif DKV yang Menyenangkan.”
Dengan pengetahuan dan keterampilan yang saya peroleh melalui modul ini, saya merasa yakin bahwa saya dapat menghadapi perubahan dengan lebih baik. Saya siap menerapkan paradigma Inkuiri Apresiatif dan tahapan BAGJA dalam manajemen perubahan. Saya akan bekerja keras untuk menciptakan perubahan positif dalam pendidikan di sekolah saya dan menjadi guru penggerak yang mampu menginspirasi perubahan.






