Tulisan ini berisi 3 Model Refleksi untuk “Jurnal Refleksi Mingguan Modul 1.1 Guru Penggerak” yaitu dengan Model 4F, Model DEAL, dan Model 4C“.
Sebab tulisan ini memuat 3 contoh Jurnal Refleksi Dwi Mingguan Modul 1.1 Guru Penggerak, agar efektif anda lebih dulu memahami masing masing konsep dari jurnal refleksi agar contoh di bawah ini berfungi secara maksimal.

Contoh Jurnal Refleksi Dwi Mingguan Modul 1.1 Guru Penggerak Model 4F
PERISTIWA/FAKTA
Minggu pertama program CGP Angkatan 5 dimulai pada tanggal 18 Mei 2022 dengan pembukaan, diikuti oleh orientasi, pengenalan LMS (Learning Management System), dan Pretest. Pada hari berikutnya, peserta diminta untuk membuka LMS dan mempelajari secara mendalam alur Merdeka Belajar yang terdapat di dalamnya. Pengenalan dan pemantapan kembali diberikan melalui Loka Karya 0 (Orientasi), di mana peserta mendapatkan wawasan dari pengajar praktik dan berkolaborasi dengan peserta lain dari CGP. Pada hari selanjutnya, peserta berdiskusi dengan fasilitator tentang Modul 1.1, yakni pemikiran Ki Hajar Dewantara (KHD) tentang dasar-dasar Pendidikan. Diskusi ini bertujuan untuk memantapkan pemahaman dan mengelaborasi pemikiran KHD, serta berkolaborasi dengan sesama peserta untuk merancang pembelajaran yang sesuai dengan pemikiran KHD dalam konteks budaya lokal.
Hasil pembelajaran yang diperoleh setelah memahami pemikiran KHD adalah perubahan dalam pandangan terhadap pendidikan dan peran seorang pendidik. Pemikiran KHD mengajarkan pentingnya memahami dan membimbing potensi alami serta kondisi zaman yang dimiliki oleh setiap anak. Pemikiran KHD membuka mata dan memperluas wawasan tentang pendidikan yang sebelumnya mungkin hanya terfokus pada kurikulum tanpa memperhatikan substansi sejati dari pendidikan.
PERASAAN/EMOSI
Perasaan peserta selama program ini mencakup rasa senang, gembira, dan bangga menjadi bagian dari perubahan dalam dunia pendidikan. Namun, terdapat juga harapan dan kekhawatiran. Harapannya adalah mampu menyelesaikan semua tugas yang diberikan selama program pendidikan guru penggerak dan menjadi guru penggerak yang mampu memengaruhi komunitas dan ekosistem sekolah. Namun, ada juga kekhawatiran terkait kesulitan dalam membagi waktu antara keluarga dan tugas-tugas kantor.
Emosi-emosi ini adalah hal yang wajar mengingat intensitas kegiatan dalam LMS setiap harinya. Namun, setelah mengikuti sejumlah kegiatan, peserta menyadari bahwa tidak semuanya seberat yang dikhawatirkan. Sebaliknya, ada rasa bahagia karena peningkatan pengetahuan, pengalaman, dan pembentukan hubungan pertemanan yang luar biasa. Terdapat juga rasa tertantang akibat tuntutan untuk beradaptasi dengan pembelajaran dalam LMS yang pada awalnya cukup menantang. Selain itu, masih banyak perasaan lain yang sulit diungkapkan dengan kata-kata, tetapi semuanya menyatu dalam semangat untuk menjadi agen transformasi pendidikan di sekolah, Daerah Kabupaten Pemalang, dan Indonesia.
TEMUAN/PEMBELAJARAN
Proses pembelajaran minggu ini memberikan banyak temuan positif. Salah satunya adalah pentingnya refleksi diri bagi seorang pendidik, terutama dalam mengenali kelebihan dan kekurangan diri sendiri untuk kemudian memperbaikinya demi menciptakan lingkungan Merdeka Belajar di kelas. Peserta juga menyadari bahwa pendidik harus mampu membimbing siswa sesuai dengan kodratnya, baik kodrat alam maupun kodrat zaman. Hal ini penting untuk menciptakan pembelajaran yang berorientasi pada kepentingan siswa dan untuk menggerakkan ekosistem sekolah dalam mencapai Merdeka Belajar sesuai dengan kearifan budaya lokal.
MASA DEPAN/IMPLEMENTASI
Setelah memahami pemikiran Ki Hajar Dewantara secara komprehensif, langkah implementasi yang akan diambil adalah melakukan perubahan dalam praktik pembelajaran yang mencerminkan nilai-nilai luhur pemikiran KHD sesuai dengan budaya daerah. Peserta juga akan merancang proses pembelajaran yang sesuai dengan profil pelajar Pancasila dan menerapkannya di sekolah. Tujuannya adalah menciptakan atmosfer positif di lingkungan sekolah dan berkolaborasi dengan rekan sejawat untuk mengembangkan profil pelajar Pancasila serta meningkatkan mutu pendidikan di sekolah, Daerah Kabupaten Pemalang, dan seluruh Indonesia. Dengan semangat membara untuk menjadi agen transformasi pendidikan, peserta berkomitmen untuk mewujudkan Merdeka Belajar demi kemajuan pendidikan di tanah air.
Contoh Jurnal Refleksi Dwi Mingguan Modul 1.1 Guru Penggerak Model DEAL
DESKRIPSI (Describe)
Minggu pertama program CGP Angkatan 5 dimulai dengan pembukaan pada tanggal 18 Mei 2022. Saya sangat senang, gembira, dan bangga menjadi bagian dari transformasi pendidikan yang diusung oleh program ini. Namun, perasaan harap dan khawatir juga muncul. Harapannya adalah mampu menyelesaikan semua tugas yang diberikan selama pendidikan guru penggerak dan menjadi guru penggerak yang mampu menggerakkan komunitas dan ekosistem sekolah. Kekhawatiran terkait dengan kesulitan dalam membagi waktu antara keluarga dan tugas-tugas kantor.
Pada hari berikutnya, kami memulai perjalanan pembelajaran dengan membuka LMS dan mempelajari tahap demi tahap alur Merdeka Belajar di dalamnya. Pengenalan dan pemantapan kembali diberikan melalui Loka Karya 0 (Orientasi), di mana kami mendapatkan wawasan dari pengajar praktik dan berkolaborasi dengan peserta lain dari CGP. Saya merasa tertantang dan semangat dalam menghadapi pembelajaran ini, terutama dalam menyesuaikan diri dengan pembelajaran yang ada di dalam LMS.
PENELITIAN (Examine)
Selama minggu pertama ini, saya mendalami pemikiran Ki Hajar Dewantara (KHD) tentang dasar-dasar Pendidikan. Pemikiran KHD mengajarkan betapa pentingnya memahami dan membimbing potensi alami dan kondisi zaman yang dimiliki oleh setiap anak. Hal ini telah membuka mata dan memperluas wawasan saya tentang pendidikan. Selama ini, fokus saya hanya pada kurikulum tanpa memperhatikan substansi sejati dari pendidikan. Pembelajaran ini telah memberikan wawasan yang sangat berharga.
Selain itu, saya juga memahami betapa pentingnya refleksi diri bagi seorang pendidik. Melihat kelebihan dan kekurangan diri sendiri adalah langkah awal untuk perbaikan dan menciptakan suasana Merdeka Belajar di kelas. Pendekatan pembelajaran yang menghormati kodrat alam dan zaman anak merupakan inti dari pemikiran KHD, dan ini telah mengubah cara pandang saya terhadap pendidikan.
ARTIKULASI (Articulate Learning)
Mengenai penerapan kedepannya, saya merencanakan untuk melakukan perubahan praktik pembelajaran yang mencerminkan nilai-nilai luhur pemikiran KHD. Saya akan merancang proses pembelajaran yang sesuai dengan profil pelajar Pancasila dan kemudian menerapkannya di sekolah. Saya berharap dapat menciptakan atmosfer positif di lingkungan sekolah dan berkolaborasi dengan rekan sejawat untuk mengembangkan profil pelajar Pancasila serta meningkatkan mutu pendidikan di sekolah, Daerah Kabupaten Pemalang, dan seluruh Indonesia.
Dalam perjalanan ini, saya merasa semakin termotivasi dan bersemangat untuk menjadi agen transformasi pendidikan. Saya siap mewujudkan Merdeka Belajar demi kemajuan pendidikan di tanah air. Meskipun tantangan-tantangan muncul, saya percaya bahwa dengan pemahaman dan tekad yang lebih dalam terhadap pendidikan, kita dapat mencapai perubahan yang positif.
Contoh Jurnal Refleksi Dwi Mingguan Modul 1.1 Guru Penggerak Model 4C
Connection (Koneksi)
Pada minggu pertama program Guru Penggerak, saya merasa sangat terhubung dengan visi besar transformasi pendidikan di Indonesia. Pembukaan program ini, yang dimulai pada tanggal 18 Mei 2022, memberikan kesan kuat bahwa kita adalah bagian dari gerakan yang akan membentuk masa depan pendidikan di negara ini. Saya merasa terhubung dengan rekan-rekan sesama peserta dan fasilitator, yang semuanya berbagi tujuan yang sama.
Challenge (Tantangan)
Pembukaan program ini menghadirkan berbagai tantangan, terutama dalam hal manajemen waktu. Harapan untuk menyelesaikan semua tugas yang diberikan selama program ini adalah tantangan yang nyata. Saya merasa khawatir bahwa akan sulit untuk menjaga keseimbangan antara tugas-tugas program dan tanggung jawab sehari-hari, terutama dalam peran sebagai seorang profesional dan anggota keluarga.
Concept (Konsep)
Proses pembelajaran di minggu pertama ini membuka mata saya terhadap pemikiran Ki Hajar Dewantara (KHD) tentang pendidikan. Saya memahami pentingnya memandang pendidikan dari sudut pandang yang lebih luas, yang mencakup potensi alam dan kondisi zaman yang dimiliki oleh setiap anak. Konsep pemikiran KHD mengenai pendidikan membawa pemahaman baru tentang esensi pendidikan yang sejati, yang terkadang terabaikan oleh fokus pada kurikulum formal.
Change (Perubahan)
Minggu pertama ini mengubah pandangan saya tentang pendidikan dan peran seorang pendidik. Saya merasa lebih siap untuk menghadapi perubahan dalam praktik pembelajaran, yang mencerminkan nilai-nilai luhur pemikiran KHD. Saya berkomitmen untuk merancang proses pembelajaran yang sesuai dengan profil pelajar Pancasila dan menerapkannya di sekolah. Saya juga merasa terdorong untuk menciptakan atmosfer positif di lingkungan sekolah dan berkolaborasi dengan rekan-rekan guru untuk meningkatkan mutu pendidikan di sekolah, Daerah Kabupaten Pemalang, dan seluruh Indonesia.






