WISLAH.COM : Berikut ini adalah kumpulan informasi lengkap tentang Model Pembelajaran Brain Based Learning, bisa kamu jadikan referensi diskusi dalam perkuliahan.
Terdiri atas Pengertian Model Pembelajaran Brain Based Learning, Tujuan Model Pembelajaran Brain Based Learning, Langkah Penerapan Model Pembelajaran Brain Based Learning, Kelebihan Model Pembelajaran Brain Based Learning dan Kekurang Model Pembelajaran Brain Based Learning.
Selamat membaca, semoga bermanfaat.
Pengertian Model Pembelajaran Brain Based Learning
Menurut Sapa’at, brain based learning ialah sebuah konsep untuk menciptakan pembelajaran yang berorientasi pada upaya pemberdayaan potensi otak siswa.
Menurut Andrea Spears dan Leslie Wilson, brain based learning adalah pendekatan komprehensif berdasarkan penelitiaan dalam ilmu saraf yang menunjukkan bagaimana otak kita belajar secara alami.
Baca Juga : Model Blended Learning
Tujuan Model Pembelajaran Brain Based Learning
Model brain based learning bertujuan untuk mengembangkan lima sistem pembelajaran alamiah otak yang yang dapat mengembangkan potensi otak dengan maksimal.
Kelima sistem pembelajaran tersebut adalah
- Otak emosional yang dapat membangkitkan hasrat belajar
- Otak sosial yang berperan membangun visi untuk melihat apa yang mungkin
- Otak kognitif yang menumbuhkan niat untuk mengembangkan pengetahuan dan kecakapan
- Otak kinestetik/taktil yang mendorong tindakan untuk mengubah mimpi menjadi kenyataan
- Otak reflektif,yang berperan dalam mendorong kemampuan berpikir tingkat tinggi
Baca Juga : Konsep Model Pembelajaran
Sintaks / Langkah Penerapan Model Pembelajaran Brain Based Learning
Pra pemaparan
Fase ini memberikan sebuah ulasan kepada otak tentang pembelajaran baru sebelum benar-benar menggali lebih jauh.Pra pemaparan membantu otak membangun peta konseptual yang lebih baik. Dalam fase ini siswa diminta untuk mempersiapkan tugas, latihan serta bahan diskusi kelompok dalam proses pembelajaran.
Persiapan
Hal ini merupakan fase dalam menciptakan keingintahuan atau kesenangan.Fase ini memberikan kesempatan kepada siswa untuk mempersiapkan alat dan bahan tulis yang akan digunakan, serta memberi motivasi tentang pentingnya mempelajari materi yang akan diajarkan untuk mencapai tujuan yang diharapkan.
Insiasi dan akuisisi
Hal ini merupakan fase pemberian muatan pembelajaran yang berisikan fakta awal yang penuh dengan ide, rincian, kompleksitas dan makna, hal ini diikuti dengan antisipasi, keingintahuan dan pencarian untuk menemukan makna bagi diri seseorang dalam bantuan bimbingan guru serta diskusi kelompok.
Elaborasi
Fase ini memberikan kesempatan kepada siswa dalam diskusi kelompok untuk memahami, menganalisis, serta memberikan argumentasi dari hasil diskusi dalam memahami materi yang disampaikan.
Inkubasi dan memasukkan memori
Fase ini menekankan pentingnya waktu istirahat dan waktu untuk mengulang kembali.Otak belajar paling efektif dari waktu ke waktu, bukan langsung pada suatu tempat.Fase ini memberikan latihan sebagai bentuk pengingatan atas materi yang diajarkan sehingga memberikan pemahaman konsep yang lebih meluas dalam menyelesaikan soal.
Verifikasi dan pengecekan keyakinan
Pada fase ini merupakan kegiatan untuk melihat pemahaman siswa terhadap konsep dari materi pelajaran.Mengecek hasil latihan yang dikerjakan siswa dan memberikan kesempatan siswa untuk menuliskan jawabannya di papan tulis untuk dikoreksi secara bersama sebagai bentuk evaluasi atas konsep yang dipelajarinya
Perayaan dan integrasi
Dalam fase perayaan sangat penting untuk melibatkan emosi. Fase ini memberikan stimulus tentang konsep yang dipelajari agar siswa lebih memahami untuk apa konsep dipelajari
Baca Juga : Konsep Motivasi Belajar
Kelebihan Model Pembelajaran Brain Based Learning
Kelebihan model pembelajaran brain based learning :
1) Memberikan suatu pemikiran baru tentang bagaimana otakbekerja.
2) Memerhatikan kerja alamiah otak pebelajar dalam prosespembelajaran.
3) Menciptakan iklim pembelajaran di mana pebelajar dihormatidan didukung.
4) Menghindari pemforsiran terhadap kerja otak.
5) Dapat menggunakan berbagai model dalam proses pembelajaran.
Baca Juga : Teori Motivasi
Kekurang Model Pembelajaran Brain Based Learning.
Kelemahan / Kekuarangan pembelajaran berbasis kemampuan otak :
1) Tenaga kependidikan di Indonesia belum sepenuhnyamengetahui tentang teori pembelajaran berbasis otak
2) Memerlukan waktu yang tidak sedikit untuk memahami atau mempelajari bagaimana otak bekerja.
3) Memerlukan biaya yang tidak sedikit untuk menciptakanpembelajaran yang baik bagi otak.
4) Memerlukan fasilitas yang memadai






