Shalat Jama’ : Pengertian, Dasar Hukum, Syarat, dan Tata Cara

Shalat Jama’ : Pengertian, Dasar Hukum, Syarat, dan Tata Cara

Wislah : Shalat jama’ merupakan shalat dengan cara meringkas dua waktu shalat menjadi satu. Hal ini dilakukan karena beberapa sebab misalnya karena dalam perjalanan dan hujan yang sangat deras? Bagaimana melakukan shalat jama’? apakah melakukan shalat jama’ diperbolehkan?

Simak penjelasan tentang : Pengertian Shalat Jama’, Dasar Hukum Shalat Jama’, Syarat Diperbolehkannya Shalat Jama’, dan Tata Cara Pelaksanaan Shalat Jama’

Pengertian Shalat Jama’

Shalat jama’ adalah shalat dengan cara mengumpulkan pelaksanaan dua shalat fardlu kedalam salah satu dari dua waktu shalat fardhu tersebut. Shalat jama’ terdiri dari:


  1. Jama’ taqdim adalah Jika seseorang melaksanakan dua shalat di waktu shalat yang pertama. Misalnya melaksanakan shalat maghrib dan isya’ secara bersmaaan di waktu shalat maghrib.
  2. Jama’ Ta’khir adalah Jika seseorang melaksanakan shalat fardlu di waktu shalat yang kedua. Misalnya melaksanakan shalat dhuhur dan ashar secara bersamaan di waktu shalat ashar.

Dasar Hukum Shalat Jama’

Berikut ini merupakan dasar hukum diperbolehkannya shalat jama’, baik jama’ taqdim maupun jama’ ta’khir, diantaranya adalah:

  1. Jama’ taqdim. Dasar hukumnya adalah berdasarkan hadis Rasulullah Saw dari Mu’adz bin Jabal: “Bahwasannya ketika Nabi Saw berada dalam masa perang Tabuk, jika beliau melakukan perjalanan setelah maghrib maka beliau akan memajukan pelaksaan shalat Isya’. Artinya beliau Saw melakukan shalat Isya’ bersama dengan maghrib”. (HR. Ahmad, Abu Dawud, Tirmidzi, Daruquthni, Hakim, Baihaqi, dan Ibnu Hibban).
  2. Jama’ Ta’khir. Dasar hukumnya adalah berdasarkan hadis Rasulullah Saw bersabda: “Anas mengatakan: “Jika Rasulullah melakukan perjalanan sebelum matahari condong ke barat maka beliau mengakhirkan shalat dhuhur hingga waktu shalat ashar. Setelah itu, beliau Saw akan singgah sebentar dan menggabungkan kedua shalat, yaitu dhuhur dan ashar. Namun jika matahari telah lebih dulu condong ke barat maka beliau Saw akan lebih dulu shalat dhuhur baru kemudian menunggang untaranya ” (HR. Muttafaq ‘Alaih).

Syarat Diperbolehkannya Shalat Jama’

Berikut ini adalah beberapa hal yang diperbolehkan untuk melakukan shalat jama’ baik jama’ taqdim atau jama’ ta’khir, diantaranya adalah:


  1. Bepergian dengan syarat-syarat yang telah terpenuhi untuk mengqashar shalat. Jika syarat-syarat yang membolehkan shalat qashar terpenuhi, maka juga diperbolehkan menjama’ shalat, baik jama’ taqdim maupun jama’ ta’khir.
  2. Dalam kondisi hujan yang deras, turunnya salju, dan cuaca sangat dingin juga termasuk syarat diperbolehkannya menjama’ dua shalat fardlu. Tetapi hukum boleh hanya berlaku pada jama’ taqdim dan tidak diperolehkan menjama’ ta’khir.
  3. Pada saat melaksanakan haji di Arafah dan Muzdalifah juga diperbolehkan menjama’. Diperbolehkan memilih jama’ taqdim maupun jama’ ta’khir.

Tata Cara Pelaksanaan Shalat Jama’

Jama’ Taqdim

  • Berniat untuk menjama’ taqdim, ketika shalat yang pertama sudah memasuki waktunya. Misalnya, memasuki waktu shalat dhuhur ketika akan menjama’ dengan shalat ashar. Niat jama’ taqdim sebagai berikut:

أُصَلِّى فَرْضَ الظُّهْرِ أَرْبَعَ رَكَعاَتٍ مَجْمُوْعًا بِالْعَصْرِ جَمْعَ تَقْدِيْمٍ مَأْمُوْمًا/إِمَامًا لله تَعَالَى.
Artinya: “saya melakukan shalat fardhu zhuhur empat rakaat dikumpulkan dengan shalat ashar dengan jama’ taqdim (menjadi makmum/imam karena Allah Ta’ala.”

  • Bersambung yaitu berurutan dengan tidak terpisah antara dua shalat yang di jama’ oleh waktu yang panjang. Waktu jeda antara dua shalat paling lama sama dengan membaca iqamah.
  • Perjalanan atau bepergian belum sampai pada tempat yang dituju.
  • Pada saat melaksanakan shalat jama’ masih ada waktu yang cukup untuk menyelesaikan dua shalat.
  • Meyakini syarat sah dan rukun shalat yang pertama telah dipenuhi.

Jam Ta’khir

  • Niat untuk mengkahirkan pelaksanaan shalat jama’ sebelum waktu shalat pertama berakhir, meskipun ukuran waktu yang tersisa sepadan dengan satu rakaat. Contoh jama’ ta’khir shalat dhuhur dan ashar. Niat jama’ ta’khir sebagai berikut:

أُصَلِّى فَرْضَ المَغْرِبِ ثَلَاثَ رَكَعَاتٍ مَجْمُوْعًا بِالعِشَاءِ جَمْعَ تأخِيْرٍلِلهِ تَعَالَى

Artinya: “Saya niat shalat fardlu Maghrib tiga rakaat dijama’ bersama Isya’ dengan jama’ ta’khir karena Allah Ta’ala.”

  • Perjalanan masih berlangsung hingga memasuki shalat yang kedua.

Related posts