Permasalahan Sosial Terkait Pengelompokan Sosial, Konsep dan Munculnya

Perkalian dan Pembagian Bilangan Desimal, Contoh dan Cara Menghitungnya (Rangkuman Materi Matematika SD/MI Kelas 4 Bab 16) Kurikulum Merdeka

Permasalahan Sosial Terkait Pengelompokan Sosial | Konsep Permasalahan Sosial | Munculnya Permasalahan Sosial Akibat Pengelompokan Sosial |

Konsep Permasalahan Sosial

Suatu masalah pada umumnya dapat disebut sebagai permasalahan sosial jika membawa pengaruh bagi banyak orang. Permasalahan sosial juga dapat diartikan sebagai suatu kondisi sosial yang dipandang masyarakat berbahaya dan membutuhkan perbaikan (Mooney, 2011: 3). Selain itu, permasalahan sosial terjadi karena adanya pelanggaran nilai dan norma dalam masyarakat. Nilai merupakan harapan atau kepercayaan yang dianggap penting oleh masyarakat. Sementara itu, norma merupakan aturan yang disepakati bersama dalam masyarakat. Ketika pelanggaran nilai dan norma terjadi tentu masyarakat akan merasa khawatir atas stabilitas sistem dan keteraturan sosial di lingkungan sekitarnya. Oleh karena itu, nilai dan norma menjadi suatu parameter yang digunakan untuk menentukan suatu permasalahan sosial (Sullivan, 2016: 4-6).

Permasalahan sosial tidak selalu muncul karena interaksi sosial yang dibangun dalam masyarakat. Terdapat pula faktor lain seperti bencana dan wabah penyakit yang menyebabkan permasalahan sosial dalam masyarakat. Bencana dan wabah penyakit memang bukan suatu permasalahan sosial. Akan tetapi, dampak yang ditimbulkan bencana dan wabah penyakit membawa pengaruh besar bagi kehidupan sosial masyarakat. Oleh karena itu, muncul masalah-masalah sosial di berbagai aspek kehidupan masyarakat. Kondisi ini terjadi karena manusia sangat bergantung pada ruang atau lingkungan fisik tempat mereka tinggal.

Suatu masalah juga dapat menjadi permasalahan sosial karena mendapat perhatian banyak orang, misalnya viral di media sosial, dilakukan oleh tokoh masyarakat, dan ditetapkan oleh pihak yang berwenang.

Perbedaan latar belakang munculnya permasalahan sosial ini sangat penting kalian ketahui karena berkaitan dengan strategi penyelesaiannya. Penanganan suatu permasalahan sosial harus relevan dengan akar masalah yang melatarbelakanginya. Dengan demikian, penyelesaian masalahnya bisa efektif dan tepat sasaran. Permasalahan sosial dapat bersifat manifes dan laten. Permasalahan sosial yang bersifat manifes biasanya dapat dengan mudah disadari karena nyata melanggar nilai dan norma dalam masyarakat. Misalnya permasalahan sosial terkait kriminalitas, penyimpangan sosial, dan kenakalan remaja. Selain itu, terdapat pula permasalahan sosial yang nyata terjadi namun tidak disadari oleh masyarakat yaitu permasalahan sosial laten. Misalnya pemanasan global yang terjadi karena penggunaan energi yang tidak tepat guna. Permasalahan sosial ini sering dianggap sebagai masalah lingkungan, padahal dampak yang ditimbulkan dapat memengaruhi kehidupan sosial masyarakat.

Munculnya Permasalahan Sosial Akibat Pengelompokan Sosial

  • Menyebarkan informasi tidak benar (hoax) sehingga muncul sensitivitas atau prasangka. Selanjutnya, kelompok akan memiliki persepsi negatif terhadap kelompok lain.
  • Prasangka menjadi senjata ampuh untuk memecah belah kelompok. Prasangka sendiri merupakan anggapan kurang baik yang belum tentu benar mengenai orang lain. Prasangka menyebabkan seseorang/ kelompok cenderung melakukan kategorisasi atau pengelompokan melalui labelisasi dengan memberikan cap kepada orang/kelompok lain. Akibatnya mereka akan mulai menarik diri dari kelompok-kelompok sosial sehingga disebut eksklusivisme. Lebih lanjut, akan muncul sikap- sikap partikularisme dan kecenderungan eksklusi sosial. Partikularisme merupakan aliran atau sistem yang cenderung mengutamakan kepentingan pribadi atau kelompok sendiri di atas kepentingan umum.
  • Eksklusi sosial mengarah pada peminggiran kelompok-kelompok sosial tertentu. Konsep eksklusi sosial dikemukakan Rene Lenoir, Sekretaris Negara untuk Urusan Aksi Sosial Pemerintah Prancis pada tahun 1970-an. Eksklusi sosial secara luas mencakup orang-orang yang tidak memiliki kemampuan, baik materiel maupun moral dalam berpartisipasi di berbagai aspek kehidupan sosial masyarakat. Faktornya beragam dari berbagai aspek kehidupan sosial, tidak hanya aspek sensitivitas antarkelompok. Akan tetapi, terdapat pula faktor lemahnya kehadiran negara dalam memfasilitasi dan menjembatani masyarakat (Syahra, 2010). Akibatnya, baik eksklusivisme, partikularisme, maupun eksklusi sosial dapat menyebabkan suatu kelompok tidak mampu mengakses kesempatan yang sama, merasakan akses yang setara, dan berpartisipasi sepenuhnya dalam kehidupan sosial dan pembangunan.

Baca Kumpulan: Rangkuman Sosiologi Kelas 11 SMA

Related posts