Hasil Belajar Adalah | Pengertian Hasil Belajar Menurut Para Ahli | Ruang Lingkup Hasil Belajar | Fungsi Hasil Belajar | Tujuan Hasil Belajar | Indikator Hasil Belajar | Faktor yang Mempengaruhi Hasil Belajar |
Pengertian Hasil Belajar Menurut Para Ahli
Berikut adalah beberapa definisi hasil belajar menurut para ahli yang kami kutip dari berbagai sumber:
- Menurut Catharina Tri Anni, hasil belajar adalah perubahan perilaku uyang diperoleh siswa setelah mengalami aktivitas belajar.
- Menurut Dimyati dan Mudjiono, hasil belajar merupakan hasil dari suatu interaksi tindak belajar dan tindak mengajar.
- Menurut Nana Syaodih Sukmadinata, hasil belajar merupakan realisasi potensial atau kapasitas yang dimiliki seseorang. Penguasaan hasil belajar seseorang dapat dilihat dari prilakunya, baik prilaku dalam bentuk penguasaan pengetahuan, keterampilan berfikir maupun keterampilan motorik.
- Menurut Hamalik, hasil belajar adalah sebagai terjadinya perubahan tingkah laku pada diri seseorang yang dapat diamati dan diukur bentuk pengetahuan, sikap dan keterampilan.
- Menurut Gagne dan Briggs, hasil belajar adalah sebagai kemampuan yang diperoleh seseorang sesudah mengikuti proses belajar.
- Menurut Abdurrahman, hasil belajar adalah kemampuan yang diperoleh anak setelah melalui kegiatan belajar.menurutnya juga anak-anak yang berhasil dalam belajar ialah berhasil mencapai tujuan-tujuan pembelajaran atau tujuan instruksional
- Menurut Asep Jihad, hasil belajar adalah perubahan tingkh laku siswa secara nyata setelah dilakukan proses belajar mengajar yang sesuai tujuan pembelajaran.
- Menurut Winkel, hasil belajar adalah perubahan yang mengakibatkan manusia berubah dalam sikap dan tingkah lakunya.
- Nana Sudjana mendefinisikan hasil belajar siswa pada hakikatnya adalah perubahan tingkah laku sebagai hasil belajar dalam pengertian yang lebih luas mencakup bidang kognitif, afektif, dan psikomotorik.
Ruang Lingkup Hasil Belajar
Ruang lingkup hasil belajar adalah perilakuperilaku kejiwaan yang akan diubah dalam proses pendidikan. Perilaku kejiwaan itu diklasifikasikan dalam tiga domain, yaitu:
Ranah kognitif
Hasil belajar kognitif ialah perubahan perilaku yang terjadi dalam kawasan kognisi yang meliputi pengetahuan atau yang mencakup kecerdasan bahasa dan kecerdasan logika matematika. Kemampuan ini menimbulkan perubahan perilaku dalam domain kognitif yang meliputi beberapa tingkat atau jenjang. Menurut Bloom, tingkat atau jenjang ranah kognitif dibagi menjadi enam tingkatan, yaitu: C1: Pengetahuan (knowledge), C2: Pemahaman (comprehension), C3: Aplikasi (aplication), C4: Analisis (analysis), C5: Sintesis (shynthesis), dan C6: Evaluasi (evaluation).
Ranah Kemampuan sikap (Affective)
Hasil belajar afektif meliputi sikap dan nilai atau yang mencakup kecerdasan antarpribadi dan kecerdasan intrapribadi dengan kata lain kecerdasan emosional. Krathoowl membagi hasil belajar afektif menjadi lima tingkat, yaitu menerima atau memperhatikan (receiving), partisipasi atau merespon (responding), penilaian atau penentuan sikap (Valuing), organisasi (organization), dan internalisasi atau karakterisasi (caracterization by a value complex).
Ranah Psikomotorik
Hasil belajar psikomotorik meliputi keterampilan atau yang mencakup kecerdasan kinestetik, kecerdasan visual- spasial, dan kecerdasan musikal. Menurut Simpson hasil belajar psikomotorik diklasifikasikan menjadi enam. Yaitu: Persepsi, kesiapan, gerakan terbimbing, gerakan terbiasa, gerakan kompleks, dan kreativitas
Fungsi Hasil Belajar
Hasil belajar akan semakin terasa penting karena memiliki beberapa fungsi antara lain :
- Hasil belajar merupakan indikator dari kualitas dan kuantitas pengetahuan yang telah dikuasai siswa.
- Hasil belajar sebagai lambang pemusatan hasrat ingin tahu.
- Hasil belajar sebagai bahan informasi pendidikan. Asumsinya adalah bahwa hasil belajar dapat dijadikan pedoman bagi anak didik dalam meningkatkan ilmu pengetahuan dan teknologi sebagai umpan balik dalam meningkatkan mutu pendidikan.
- Hasil belajar merupakan indikator intern dan ekstern dari suatu institusi pendidikan. Indikator intern dalam arti bahwa prestasi belajar dapat dijadikan indikator tingkat produktivitas suatu intitusi pendidikan.
Tujuan Hasil Belajar
Tujuan hasil belajar terbagi menjadi dua bagian yaitu tujuan hasil belajar secara umum dan tujuan hasil belajar secara khusus.
Tujuan hasil belajar secara umum
- Menilai pencapaqian kopetensi peserta didik.
- Memperbaiki proses pembelajaran.
- Sebagai bahan penyususn laporan kemajuan belajar siswa.
Tujuan hasil belajar secara khusus
- Mengetahui kemampuan hasil belajar siswa.
- Mendiagnosis kesulitan belajar siswa.
- Memberikan umpan balik atau perbaikan proses belajar mengajar.
- Penentuan kenaikan kelas.
- Memotivasi belajar siswa dengan cara mengenal dan memahami diri untuk merangsang usaha perbaikan diri
Indikator Hasil Belajar
Terdapat 3 (tiga) komponen yang dapat ditinjau dari hasil belajar, yaitu kemampuan :
(1) Kognitif (pengetahuan) berhubungan erat dengan perubahan tingkah laku meliputi kemampuan pemahaman pengetahuan serta melibatkan kemampuan dalam mengorganisasi potensi berpikir untuk dapat mengolah stimulus sehingga dapat memecahkan permasalahan yang mewujudkan dalam hasil belajar;
(2) Afektif (sikap) berhubungan erat dengan perubahan tingkah laku itu sendiri yang diwujudkan dalam perasaan;
(3) Psikomotor (keterampilan) berhubungan erat dengan perubahan tingkah laku pada ranah kognitif, hanya saja kemampuan kognitif, hanya saja kemampuan kognitif lebih tinggi, karena kemampuan yang dimiliki tidak hanya mengorganisasikan berbagai stimulan menjadi pola yang bermakna berupa keterampilan dalam memecahkan masalah.
Faktor yang Mempengaruhi Hasil Belajar
Faktor-faktor yang mempengaruhi hasil belajar secara garis besar dapat diklasifikasikan menjadi dua, yaitu:
1) Faktor internal siswa, meliputi dua aspek, yaitu
a) Faktor fisiologis
b) Faktor psikologis.
2) Faktor eksternal siswa, meliputi dua aspek, yaitu :
a) Faktor sosial
(1) Faktor lingkungan keluarga .
(2) Faktor dalam lingkungan pendidikan formal
(3) Faktor dari masyarakat,
b) Faktor Non Sosial
(1) Keadaan alam, seperti cuaca, udara, waktu dan sebagainya
(2) Tempat belajar yang dipakai seperti letak pergedungan, ruang belajar.
(3) Alat-alat yang dipakai dalam belajar, buku bacaan, alat-alat tulis dan alat peraga lainnya.






