4 Penelitian Tentang Tiktok, Referensi Penelitian Relevan (Terdahulu) Proposal, Skripsi, Tesis, Disertasi dan Jurnal Ilmiah

  • Whatsapp
Penelitian Tentang Tiktok

Penelitian Tentang Tiktok | Kualitatif | Kuantitatif | Penelitian Relevan (Terdahulu) | Proposal Penelitian | Skripsi | Tesis | Disertasi | Jurnal Ilmiah | Hasil Penelitian |

Di bawah ini adalah sejumlah Penelitian Tentang Tiktok yang diambil dari beberapa kampus di Indonesia. Penelitian tersebut menggunakan berbagai macam metode dan pendekatan penelitian, sehingga untuk kamu yang sedang mencari informasi tentang penelitian dengan tema serupa punya banyak pandangan.

Kumpulan Penelitian Tentang Tiktok, sangat bermanfaat sebagai sumber penulisan “penelitian relevan” (atau penelitian terdahulu) yang ada dalam proposal penelitian, agar penelitian yang akan dilakukan dapat menemukan hasil penelitian terbaru.

Penelitian Tentang Tiktok

ANALISIS CONTENT MARKETING, E-WOM, DAN KEPUTUSAN PEMBELIAN GENERASI Z PADA MEDIA SOSIAL TIKTOK

Dalam abstraksi terdapat informasi ini:



Perkembangan digital yang sangat pesat menjadikan media sosial sebagai salah satu strategi pemasaran yang efektif untuk mempengaruhi keputusan pembelian konsumen. Terlebih lagi pada era pandemi Covid-19 saat ini, berbagai kebijakan yang diterapkan pemerintah guna meminimalisir penyebaran virus, seperti pembatasan fisik dan imbauan tetap di rumah, sangat memicu perubahan masyarakat dalam menggunakan internet. Salah satu media sosial yang baru muncul dan sedang populer di tahun pandemi ini yaitu Tiktok. Indonesia sendiri menempati peringkat ke-empat dilihat dari pengguna Tiktok terbanyak di dunia, dimana sebagian besar penggunanya adalah remaja atau generasi Z. Perkembangan Tiktok yang semakin meningkat ini menjadikan banyak perusahaan mulai melirik Tiktok sebagai platform untuk alat pemasarannya. Melihat fenomena tersebut Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh content marketing dan E-WoM pada media sosial Tiktok terhadap keputusan pembelian konsumen generasi Z, dan untuk mengeksplorasi bagaimana E-WoM pada media sosial Tiktok mempengaruhi keputusan pembelian Generasi Z. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode campuran atau mixed method yaitu dengan menggabungkan metode penelitian kuantitatif dan kualitatif. Jenis penelitian campuran yang digunakan yaitu metode eksplanatoris sekuensial dengan maksud untuk mengetahui data berdasarkan kuantitatif dan untuk mengeksplorasi lebih dalam menggunakan data kualitatif.

Pengaruh E-Wom pada Media Sosial Tiktok terhadap Brand Image Serta Dampaknya pada Minat Beli

Dalam abstraksi terdapat informasi ini:

Baca Juga :   Sejarah Psikologi di Indonesia

Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh Electronic Word of Mouth (EWOM) di media sosial TikTok terhadap Brand Image dan dampaknya terhadap minat beli produk Scarlett Whitening di Kota Sukabumi. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data kuantitatif. Penelitian ini menggunakan teknik analisis deskriptif dan analisis jalur menggunakan program SPSS. Populasi dalam penelitian ini adalah masyarakat kota Sukabumi yang menggunakan media sosial TikTok. Lokasinya berada di kota Sukabumi, Jawa Barat. Berdasarkan rumus Slovin maka jumlah sampel penelitian yang akan digunakan adalah 100 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel electronic word of mouth berpengaruh positif dan signifikan terhadap citra merek dan berpengaruh terhadap minat beli konsumen. Berdasarkan informasi yang mereka dapatkan dari review konsumen melalui media sosial TikTok, masyarakat Sukabumi dapat mengetahui kualitas dan manfaat dari produk Scarlett whitening.




Baca Juga :   Pemikiran Plato Tentang Politik dan Penelitian Tentangnya

Critical Discourse Analysis Fairclough on the Content of Game FF and PUBG in the Media Tiktok

Dalam abstraksi terdapat informasi ini:

Sebuah media yang dapat menghubungkan setiap manusia di seluruh penjuru dunia sehingga tercipta sebuah dunia baru yaitu dunia online atau dunia maya. Dari sini sangat mungkin terjadi pertukaran ideologi melalui wacana yang dibawakan oleh individu atau kelompok yang bisa melalui konten yang disalurkan melalui media seperti Tiktok misalnya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis wacana kritis pada konten di media Tiktok terkait dengan game FF dan PUBG. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan paradigma kritis sebagai landasan dalam sudut pandang yang digunakan. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis wacana kritis Norman Fairclough dengan metode analisis deskriptif, interpretasi dan eksplanasi. Hasil dari penelitian ini adalah ditemukannya perbedaan wacana yang dimunculkan pada setiap konten di media Tiktok, dimana setiap framing konten dilakukan dengan karakteristik masing-masing individu, sehingga makna dari wacana yang diangkat dapat diketahui oleh umum. publik.

Tiktok Application as A Project Based Arabic Learning Media

Dalam abstraksi terdapat informasi ini:

Baca Juga :   Pemikiran Plato Tentang Idea dan Penelitian Tentangnya

TikTok pernah dipandang buruk oleh publik bahkan dilarang oleh pemerintah Indonesia. Keunggulan aplikasi TikTok, salah satunya sebagai media Pembelajaran Berbasis Proyek, menjadi tantangan tersendiri. Tulisan ini bertujuan untuk mendeskripsikan pemanfaatan aplikasi TikTok sebagai media pembelajaran bahasa Arab melalui Project Based Learning pada materi kosa kata yang dilaksanakan di Madrasah Aliyah Nahdlatul Wathan (MA NW) Pringgasela dan mengungkapkan pandangan siswa mengenai hal tersebut. Makalah ini dikemas dengan pendekatan deskriptif kualitatif, sedangkan pengumpulan datanya melalui observasi dan wawancara. Teknik analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yaitu mereduksi data, menyajikan data, dan menarik kesimpulan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penggunaan aplikasi TikTok sebagai media pembelajaran dapat menjadi inovasi dalam pembelajaran bahasa Arab. Kelebihan yang dirasakan siswa antara lain: pembelajaran menjadi lebih mengasyikkan dan tidak membosankan, siswa mendapatkan pengalaman baru, siswa menjadi lebih aktif, dan mudah dalam menghafal kosakata yang dipelajarinya. Penelitian juga menemukan bahwa kekurangan dari aplikasi ini adalah membutuhkan waktu yang lama dalam proses pembuatannya, membutuhkan koneksi internet, dan kurangnya pengawasan guru dalam menggunakan aplikasi TikTok di luar sekolah.

Note: Informasi yang kamu dapatkan adalah informasi abstraksi dari penelitian tentang Tiktok. Untuk Selengkapnya kamu bisa klik link atau judul dari masing-masing daftar di atas.  




Related posts