Penelitian Tentang Media Sosial | Kualitatif | Kuantitatif | Penelitian Relevan (Terdahulu) | Proposal Penelitian | Skripsi | Tesis | Disertasi | Jurnal Ilmiah | Hasil Penelitian |
Di bawah ini adalah sejumlah Penelitian Tentang Media Sosial yang diambil dari beberapa kampus di Indonesia. Penelitian tersebut menggunakan berbagai macam metode dan pendekatan penelitian, sehingga untuk kamu yang sedang mencari informasi tentang penelitian dengan tema serupa punya banyak pandangan.
Kumpulan Penelitian Tentang Media Sosial, sangat bermanfaat sebagai sumber penulisan “penelitian relevan” (atau penelitian terdahulu) yang ada dalam proposal penelitian, agar penelitian yang akan dilakukan dapat menemukan hasil penelitian terbaru.
10 Penelitian Tentang Media Sosial
Peran Media Sosial Facebook dan Twitter dalam Membangun Komunikasi
Dalam abstraksi terdapat informasi ini:
Media sosial atau social media menjadi Fenomena yang makin mengglobal dan mengakar. Keberadaannya makin tidak bisa dipisahkan dari cara berkomunikasi antar manusia. Sebagai bentuk aplikasi dalam komunikasi secara virtual, medsos merupakan hasil dari kemajuan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) atau Information Communication Technology (ICT). Tak bisa dipungkiri, medsos dalam perkembangan media telah mengambil bentuk yang menandingi media-media konvensional atau tradisional, seperti televisi, radio, atau media cetak. Keunggulan itu dapat terjadi karena medsos tidak membutuhkan tenaga kerja yang banyak, modal yang besar, dan tidak terikat oleh fasilitas infrastruktur produksi yang massif seperti kantor, gedung dan perangkat peliputan yang lain termasuk ruang dan waktu.
Pengguna medsos bahkan bisa aktif, mengambil peran dan independen dalam menentukan konten-konten dalam medsos kapan pun dan di mana pun. User medsos bebas untuk mengedit seperti mengurangi dan menambahkan, menyebarkan, serta memodifikasi baik dalam bentuk tulisan, gambar, video, grafis, maupun berbagai bentuk konten yang lain. Masa depan media sosial sulit diprediksi. Yang pasti keberadaannya makin tidak bisa dipisahkan dari kehidupan manusia. Hal itu terjadi berkat manfaat dan fungsi medsos yang telah membuat kehidupan manusia lebih mudah, efektif dan efisien. Pada tahun 1995 tercatat hanya ada 1 juta situs di internet, maka pada tahun 2010 jumlahnya sudah mencapai 1,97 miliar. Pada tahun 2014 ini data termutahir menunjukkan pengguna internet dunia diperkirakan sudah melampaui 2,2 miliar atau sekitar 30 persen dari total populasi di dunia.
Prinsip Dakwah Via Media Sosial
Dalam abstraksi terdapat informasi ini:
Media sosial menghilangkan batasan manusia dalam bersosialisasi. Batasan waktu dan ruang menjadi tidak berpengaruh. Media sosial memungkinkan manusia berkomunikasi satu sama lain di mana pun mereka berada dan kapanpun, tanpa merisaukan seberapa jauh jarak di antar mereka dan tidak terpengaruh waktu (siang ataupun malam). Media sosial memberi dampak besar pada kehidupan kita saat ini. Seseorang yang asalnya “tidak dikenal” bisa seketika menjadi tenar dengan media sosial, begitu pun sebaliknya, orang “hebat” dalam ekejap bisa menjadi “tak bernilai” oleh kekuatan media sosial.
Analisis Strategi Komunikasi Pemasaran Berita Online melalui Media Jejaring Sosial oleh Vivanews.com
Dalam abstraksi terdapat informasi ini:
Penelitian ini berfokus pada gambaran komprehensif mengenai strategi komunikasi pemasaran vivanews.com sebagai salah satu pelaku di industri jurnalisme online dalam memasarkan beritanya melalui media jejaring sosial sehingga berdampak pada peningkatan jumlah pembacanya. Penelitian dilakukan secara kualitatif melalui wawancara, observasi serta studi pustaka terhadap hal-hal yang berkaitan dengan situs berita online vivanews.com. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertama, dengan perencanaan serta penerapan strategi komunikasi pemasaran melalui media jejaring sosial media, jumlah pembaca dapat meningkat. Dengan menautkan link situs berita melalui beberapa media jejaring sosial yang populer secara sistematis, para pengguna media jejaring sosial media akan merasa tertarik ketika melihat tautan situs berita tersebut, kemudian akan menunjungi situs berita yang tautannya ditautkan melalui media jejaring sosial. Kedua, aktivitas perencanaan dan pelaksanaan strategi komunikasi pemasaran melalui media jejaring sosial secara teori merupakan aktivitas seharusnya dilakukan oleh departemen pemasaran. Namun dari hasil penelitian, ditemukan bahwa aktivitas komunikasi pemasaran melalui media sosial dilakukan oleh tim komunitas yang secara struktural berada di bawah departemen redaksi. Sebagai solusi agar dapat bersaing di dalam industri jurnalisme online, penggunaan media jejaring sosial merupakan perangkat wajib yang diperlukan untuk dapat meningkatkan jumlah pembaca. Namun demikian, diperlukan perencanaan yang cukup matang agar strategi komunikasi pemasaran melalui media jejaring sosial dapat maksimal.
Pemasaran Melalui Media Sosial: Antecedents Dan Consequences
Dalam abstraksi terdapat informasi ini:
Penggunaan Media Sosial berkembang sangat pesat di Indonesia, sehingga para pemasar menggunakan media sosial sebagai salah satu alat pemasaran. Banyak penelitian atau riset yang meneliti tentang pemasaran melaui media sosial (Social Media Marketing). Untuk lebih mengoptimalkan pemasaran melalui media sosial, motivasi atau alasan para pemasar dan hasil yang bisa diraih melalui pemasaran media sosial harus dapat dijelaskan. agar dapat mengembangkan strategi-stragi pemasaran lainnya. Kajian ini bersifat kajian literatur dengan meninjau dari penelitian -penelitian yang sudah ada dengan fokus analisa adalah antecendents dan consequences dari pemasaran melalui media sosial (Social Media Marketing). Metode yang digunakan adalah studi literatur dari 23 penelitian pada periode 2010-2015, dan penulis mengajukan model penelitian dari Social Media Marketing. Dijelaskan juga mengenai Media Sosial dan beberapa pertanyaan penelitian untuk dikembangkan dipenelitian masa mendatang.
Pro-sosial, Anti-sosial Pengguna Media Sosial Di Kalangan Generasi Muda
Dalam abstraksi terdapat informasi ini:
Survei yang dilakukan berbagai lembaga riset International menunjukkan penggunaan Internet yang sangat tinggi di Indonesia. Pengguna Internet di Indonesia adalah yang paling sering menggunakan media sosial, dan Jakarta merupakan kota dengan pengguna Twitter paling aktif di dunia. Fenomena ini menimbulkan pertanyaan: apakah kegemaran generasi muda terhadap media sosial mampu memberikan pengaruh terhadap hubungan sosial mereka di dunia nyata? Dalam hal ini apakah penggunaan media sosial mampu mendorong generasi muda menjadi pro-sosial atau anti-sosial. Perilaku prososial mencakup tindakan yang luas berdasarkan keinginan untuk membantu orang lain melalui berbagai cara dalam berbagai bidang kehidupan manusia, baik politik maupun sosial. Indikator yang digunakan adalah sikap membantu orang lain dan sikap untuk bekerjasama dengan orang lain. Penelitian ini menggunakan metode survei, dan kuesioner dibagikan kepada generasi muda pengguna media sosial berusia 15 – 30 tahun yang berada di wilayah Jabodetabek. Hasil penelitian menunjukkan terdapat korelasi antara penggunaan media sosial dengan sikap membantu orang lain dengan koefisien korelasi 0.8. Hal ini berarti terdapat hubungan yang kuat dan terdapat ketergantungan. Begitu pula terdapat korelasi antara jumlah jam yang digunakan generasi muda dalam menggunakan media sosial dengan sikap mereka untuk bekerjasama dengan orang lain dengan tingkat koefisien korelasi 0.8
Pengaruh Media Sosial terhadap Nilai-Nilai yang Terkandung dalam Pancasila pada Generasi Z
Dalam abstraksi terdapat informasi ini:
Tujuan penelitian ini adalah supaya mengetahui seberapa besar kecenderungan pada generasi Z terhadap media sosial melatarbelakangi jurnal ilmiah kami yang berjudul “Pengaruh Media Sosial terhadap nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila pada Generasi Z”. Manfaat dari penelitian ini diharapkan dapat menambah ilmu pengetahuan baik bagi penulis dan pembaca. Jurnal ini menjelaskan pengaruh media sosial terhadap nilai Pancasila pada generasi Z serta metode untuk mengimplementasikan kembali nilai luhur Pancasila di era digital ini. Dari hasil penelitian ini, kami dapat mengetahui dampak pengaruh media sosial terhadap nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila pada generasi Z. Hasil dari metode kuantitatif yang kami gunakan menunjukkan bahwa dari 78 responden yang telah mengisi angket yang kami sebarkan, terdapat mayoritas sebanyak 42,3% responden yang menggunakan sosial media selama kurang lebih 5-7 jam setiap harinya. Sebanyak 70,5% responden juga merasa bahwa penggunaan media sosial dapat mengurangi upaya kerja mereka seperti waktu mengerjakan pekerjaan rumah, tugas, dan beribadah. untuk mengetahui pengaruh dari media sosial terhadap nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila pada generasi Z. Hasil dari penelitian kami menunjukkan bahwa adanya media sosial dapat digunakan untuk menjadi metode efektif baru untuk memaparkan nilai-nilai Pancasila. Pengetahuan mengenai Pancasila yang sudah diterapkan ini membuat pengaruh negatif dari media sosial dapat dinetralisasi sehingga mayoritas dari responden kami juga tidak mendapatkan pengaruh buruk dari media sosial.
Effectiveness of Social Media for Social Movements of Environmental Conservation
Dalam abstraksi terdapat informasi ini:
Media sosial telah menjadi salah satu media untuk kampanye gerakan sosial pelestarian lingkungan. Organisasi KeSeMaT sebagai organisasi pelestarian mangrove yang mengajak masyarakat untuk berpartisipasi melalui aktivitas online dengan menggunakan @KeSEMaTdan aktivitas offline. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan keterlibatan followers akun @KeSEMaT dalam media sosial dan analisis faktor-faktor yang mempengaruhinya, untuk mendeskripsikan efektivitas akun @KeSEMaT dalam menyebabkan Perubahan perilaku followers dan analisis hubungannya dengan keterlibatan dalam media sosial, dan menganalisis keterlibatan followers akun @KeSEMaT dalam kegiatan offline dan analisis hubungannya dengan Perubahan perilaku. Fokus penelitian ini adalah follower akun @KeSEMaT. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif yang didukung dengan metode kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tingginya keterlibatan dalam media sosial dapat mempengaruhi partisipasi dalam kegiatan KeSEMaT.
A Silaturahmi melalui Media Sosial Perspektif Hadits
Dalam abstraksi terdapat informasi ini:
Artikel ini bertujuan untuk membahas metode syarah hadits tentang silaturahmi melalui sosial media. Sebagimana kita tahu bersilaturahmi itu biasanya dilakukan secara langsung dan bertatap muka, karenanya menafaat dari silaturahmi sangat luar biasa. Namun Kenyataannya di era yang serba canggih ini bisa dilakukan dengan akses internet melalui media sosial. Dengan menggunakan metode syarah bil ra’yi penelitian ini akan membahas bagaimana bersilaturahmi menggunakan sosial media dan bagaimana manfaat besilaturhami melalui media sosial. Hasil penjelasan yang didapatkan bahwa bersilaturahmi melaui media sosial dibolehkan selama untuk perbuatan baik dan jelas manfaatnya dan adapun manfaatnya orang yang bersilaturahmi menggunkan media sosial sama dengan orang yang bersilaturahmi secara langsung.
Analisis Segmen Remaja Berdasarkan Perilaku dalam Menggunakan Media Sosial
Dalam abstraksi terdapat informasi ini:
Tujuan dari penulisan penelitian ini adalah menganalisis segmen remaja berdasarkan keperilakuannya dalam menggunakan media sosial khususnya remaja di wilayah Solo, Jawa Tengah, Indonesia. Proses segmentasi untuk mempermudah pemasar dalam mengidentifikasi karakteristik serta aktivitas remaja di media sosial, sehingga pemasar dapat lebih efektif dalam menargetkan segmen remaja.Penelitian ini bersifat eksplorasi dengan metode analisis faktor konfirmatori dan menggunakan analisis klastering untuk mengelompokkan 250 responden remaja pengguna media sosial berdasarkan variabel keperilakuan remaja pengguna media sosial. Metode penyampelan yang digunakan adalah purposive sampling.Pendekatan analisis klastering yang digunakan adalah metode K-Means Cluster yang menghasilkan empat klaster optimal. Keempat klaster tersebut adalah klaster positive reaction to online ads dimana remaja senang terhadap iklan yang muncul di media sosial, terutama iklan yang relevan terkait akan dirinya. Klaster ordinary dimana aktivitas remaja tersebar merata dalam menggunakan media sosial, sedangkan klaster gamers adalah remaja yang menginginkan media sosial yang mereka gunakan lebih baik mencantumkan beberapa permainan online dan terakhir adalah klaster watchers dan listeners dimana remaja dengan sedikit aktivitas di media sosial tersebut lebih tertarik pada kegiatan seperti mendengarkan dan mengunduh musik ataupun video. Keempat klaster remaja tersebut mayoritas memiliki 2 media sosial, sudah menggunakan media sosial lebih dari 3 tahun dan lama penggunaan untuk satu kali sesi online di media sosial lebih dari 30 menit. Aktivitas yang sering dilakukan oleh remaja pengguna media sosial tersebut adalah mengunduh musik secara online.
Perancangan Iklan Layanan Masyarakat Untuk Orang Berusia 18-25 Tahun Agar Kritis Dalam Menerima Informasi Di Media Sosial
Dalam abstraksi terdapat informasi ini:
Perkembangan teknologi khususnya media komunikasi berkembang sangat pesat, salah satu contohnya adalah media sosial. Pengguna internet di Indonesia, meningkat dari tahun ke tahun, terutama orang yang berusia 18-25, dan sebagian besar dari mereka mengakses media sosial. Akan tetapi, berita di media sosial tidak selalu baik atau benar. Banyak berita yang bohong dan bermaksud menipu pembaca. Oleh karena itu, iklan layanan masyarakat ini dibuat agar orang-orang mau berpikir kembali ketika melihat suatu beruta di media sosial.
Note: Informasi yang kamu dapatkan adalah informasi abstraksi dari penelitian tentang Media Sosial. Untuk Selengkapnya kamu bisa klik link atau judul dari masing-masing daftar di atas.






