10 Penelitian Tentang Internet, Referensi Penelitian Relevan (Terdahulu) Proposal, Skripsi, Tesis, Disertasi dan Jurnal Ilmiah

  • Whatsapp
Penelitian Tentang Internet

Penelitian Tentang Internet | Kualitatif | Kuantitatif | Penelitian Relevan (Terdahulu) | Proposal Penelitian | Skripsi | Tesis | Disertasi | Jurnal Ilmiah | Hasil Penelitian |

Di bawah ini adalah sejumlah Penelitian Tentang Internet yang diambil dari beberapa kampus di Indonesia. Penelitian tersebut menggunakan berbagai macam metode dan pendekatan penelitian, sehingga untuk kamu yang sedang mencari informasi tentang penelitian dengan tema serupa punya banyak pandangan.

Kumpulan Penelitian Tentang Internet, sangat bermanfaat sebagai sumber penulisan “penelitian relevan” (atau penelitian terdahulu) yang ada dalam proposal penelitian, agar penelitian yang akan dilakukan dapat menemukan hasil penelitian terbaru.

10 Penelitian Tentang Internet

Prediktor Intensi Penggunaan Internet dalam Melakukan Pembelian Online

Dalam abstraksi terdapat informasi ini:



Prediktor Niat Menggunakan Internet untuk Pembelian. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji dan menganalisis pengaruh niat menggunakan internet untuk pembelian. Metodologi survei menggunakan data dari 160 mahasiswa pengguna internet di Universitas Sebelas Maret yang pernah melakukan pembelian secara online. Analisis SEM menunjukkan bahwa determinan bentuk niat: sikap, norma subjektif, kontrol perilaku yang dirasakan dan kepercayaan berpengaruh signifikan terhadap niat menggunakan internet untuk pembelian kecuali pengalaman pembelian internet tidak berpengaruh signifikan terhadap niat menggunakan internet untuk pembelian. pembelian dan determinan niat berupa: sikap, norma subjektif, kontrol perilaku yang dirasakan, pengalaman pembelian internet, dan kepercayaan berpengaruh signifikan terhadap niat menggunakan internet untuk pembelian bila dimoderatori oleh niat menggunakan internet untuk pencarian informasi.

Penggunaan Internet Dan Kategori Sosial Penggunanya

Dalam abstraksi terdapat informasi ini:

Berdasarkan penggunaan media internet dalam hubungannya dengan perbedaan masyarakat, penelitian ini difokuskan pada dua hal, pertama, pola penggunaan internet masyarakat dan deskripsi penggunaan internet menurut perbedaan individu (kategori sosial). Dengan mensurvei 373 responden anggota PNPM atau program nasional pemberdayaan masyarakat di Makassar, penelitian ini menunjukkan bahwa masyarakat bervariasi berdasarkan kategori sosialnya mis. seks; usia dalam kategori MDGs; pendidikan, pekerjaan, iman dan pendapatan. Pola penggunaan internet mereka cenderung menunjukkan hubungan dengan kategori sosial mereka. Uji statistik mengenai hubungan antar variabel menunjukkan hasil yang signifikan, mis. hubungan antara aktivitas penggunaan internet dengan pekerjaan; aktivitas penggunaan internet dengan pendapatan dan aktivitas penggunaan internet dengan pekerjaan.

Membangun Lingkungan Internet Sehat Di Rumah Tinggal Dengan Menggunakan Aplikasi Web Filtering

Dalam abstraksi terdapat informasi ini:

Baca Juga :   Hasil Riset : Pesan Moral Sunan Gunung Jati Yang Lain Terungkap

Internet sehat adalah kegiatan manusia yang mengakses jaringan publik yang internet dilakukan secara tertib, baik, dan etis sesuai dengan norma dan aturan yang berlaku di masyarakat. Penggunaan internet yang sehat juga dengan tidak melakukan aktivitas internet yang melanggar hukum, salah satunya mengakses konten ilegal (website dewasa). Saat ini penggunaan teknologi internet di lingkungan rumah sudah sangat berkembang, dengan kemudahan yang diberikan penggunaan internet akan semakin meningkat. Permasalahannya adalah bagaimana menciptakan lingkungan internet yang sehat dengan tidak mengakses link website dewasa sehingga dapat terlindungi dari akses anak-anak di bawah umur di lingkungan tersebut. Untuk menjaga aktivitas penggunaan internet di rumah, maka dibuatlah sebuah aplikasi yang berfungsi untuk memonitoring akses internet khususnya untuk memblokir aktivitas mengakses konten ilegal. Aplikasi ini dibuat dengan mengimplementasikan Squid dengan cara melakukan filtering untuk mengakses web. Hasil dari penelitian ini adalah sebuah aplikasi yang dapat digunakan untuk memonitoring akses internet di rumah. Sehingga dapat menciptakan lingkungan internet yang sehat di rumah.

Studi Deskriptif Tentang Pemanfaatan Internet sebagai Media Pembelajaran

Dalam abstraksi terdapat informasi ini:

Tujuan penelitian untuk mengkaji pemanfaatan internet sebagai media pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan: 1) Sumber daya manusia 79,1% siswa mampu menggunakan internet. 74,2% responden senang saat dosen memberikan tugas dengan media internet, namun 14,2% merasa cemas. Sumber belajar diperoleh dari dosen dan internet (55%), penggunaan internet hanya media pengunduhan dan pengunggahan konten. 73,3% siswa dikategorikan sebagai pengguna sedang. 2) Fasilitas di Internet banyak digunakan e-learning (56,7%) dan web searching (39,2%). 3) infrastruktur, 95,8% siswa memiliki laptop dan 93,3% memiliki jaringan pribadi untuk akses internet. Kecepatan akses internet di kampus dinilai cepat dan hotspot kampus sehingga pemanfaatannya cukup tinggi. 4) Persepsi siswa meliputi persepsi kemudahan akses internet, kegunaan internet, pengaruh internet terhadap proses dan hasil belajar dalam kategori baik. Kata kunci: Jaringan Interkoneksi, Pembelajaran, Media Pembelajaran.

The Internet Use and Community Involvement in Tehran Iran

Dalam abstraksi terdapat informasi ini:

Ini mengeksplorasi dampak internet pada keterlibatan masyarakat lokal di Teheran, Iran. Ini menyelidiki bagaimana internet mengubah keterlibatan masyarakat dan berpendapat bahwa Internet telah menciptakan bentuk-bentuk baru keterlibatan masyarakat, bukan keterlibatan masyarakat lokal. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif. Sampel penelitian ini diambil dari populasi pengguna internet yaitu orang yang mengakses dan menggunakan internet di Teheran, Iran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada hubungan yang signifikan antara jumlah penggunaan internet dengan keterlibatan masyarakat lokal. Orang yang menghabiskan lebih banyak waktu online (pengguna Internet tinggi) tidak memiliki keterlibatan komunitas lokal yang lebih besar daripada orang yang jarang menggunakan Internet. Sebaliknya dalam hal jenis penggunaan Internet dan modal sosial, studi ini menemukan bahwa orang yang menggunakan Internet untuk berita lokal dan membaca koran online lebih terlibat dalam komunitas lokal. Studi tersebut menggambarkan bahwa Internet mendorong orang sampai batas tertentu untuk terlibat dalam komunitas nasional atau global.nbsp

An Overview on the Internet in the Learning Context

Dalam abstraksi terdapat informasi ini:

Baca Juga :   Pemikiran Muhammad Iqbal Tentang Insan Kamil dan Penelitian Tentangnya



Internet mungkin sudah menjadi sahabat banyak orang tetapi ada juga orang yang masih dalam tahap pengenalan penggunaan Internet. Internet mungkin menjadi hype bagi mereka yang belum menyadari potensi dan bahaya yang tersembunyi di balik gemerlapnya Internet. Oleh karena itu, makalah ini dimaksudkan untuk memberikan informasi umum tentang sisi positif dan negatif Internet dalam konteks pendidikan. Menyembah Internet atau bersikap skeptis terhadap Internet adalah dua ekstrem yang harus dihindari. Pengguna internet harus kritis dan bijaksana dalam menggunakan teknologi ini. Dengan kata lain, mereka perlu menjadi pengguna Internet yang ‘terinformasi’. Oleh karena itu, beberapa solusi yang mungkin juga disajikan dalam makalah ini untuk memanfaatkan potensinya sebaik mungkin sambil memfokuskan setiap upaya untuk meminimalkan kerugiannya.

Pemanfaatan Internet oleh Siswa di Perpustakaan Sekolah Menengah Atas Negeri 6 Semarang

Dalam abstraksi terdapat informasi ini:

Judul penelitian ini adalah pemanfaatan internet oleh siswa di Perpustakaan SMA Negeri 6 Semarang.Perpustakaan SMA Negeri 6 Semarang yang menjadi objek penelitian ini merupakan perpustakaan yang mempunyai fasilitas internet sebagai salah satu fasilitasnya.Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pemanfaatan internet oleh siswa di Perpustakaan SMA Negeri 6 Semarang.Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan teknik analisis deskriptif.Jumlah populasi 1199 orang. Sampel yang diambil berjumlah 93 responden, pengambilan datanya dengan menggunakan teknik proportionate stratified sampling.Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif yang diolah dengan menggunakan bantuan progam SPSS versi 17.0. Indikator yang saya ambil yaitu: internet bermanfaat sebagai media informasi, internet bermanfaat sebagai media komunikasi, internet bermanfaat sebagai media belajar, internet bermanfaat sebagai media hiburan, internet bermanfaat sebagai media bisnis/perdagangan. Penelitian ini menghasilkan temuan bahwa internet di perpustakaan bermanfaat sebagai media informasi sebesar 47,6%, internet bermanfaat sebagai media komunikasi sebesar 31,7%, internet bermanfaat sebagai media belajar sebesar 48,7%, internet bermanfaat sebagai media hiburan sebesar 54,6%, dan internet bermanfaat sebagai media bisnis/perdagangan sebesar 15,3%. Oleh karena itu, peneliti mengambil kesimpulan bahwa pemanfaatan internet oleh siswa di Perpustakaan SMA Negeri 6 kurang maksimal penggunaannya. Hal ini dibuktikan dengan persentase keseluruhan pemanfaatan internet oleh siswa sebesar 39,58%.

Makna Internet Bagi Individu Dengan Problematic Internet Use

Dalam abstraksi terdapat informasi ini:

Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan makna internet dari individu dengan Problematic Internet Use (PIU), melalui pemahaman atas latar belakang, proses, serta dampak psikologis yang dialami.Penelitian ini menggunakan metode kualitatif fenomenologis, dengan wawancara mendalam bersama dua orang mahasiswa yang mengalami PIU. Adapun data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan metode Analisis Fenomenologis Interpretatif (Smith, dkk, 2010).Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, maka dapat disimpulkan bahwa kedua subjek menunjukkan beberapa tendensi impulsivitas semenjak belum mengalami PIU, seperti adanya upaya berlebih untuk memenuhi keinginan, kurang mampu menstabilkan emosi, dan tidak akan berhenti melakukan sesuatu sebelum mencapai kepuasan yang tertentu diinginkan. Ketika para subjek menemui situasi pemicu PIU, timbul tendensi impulsivitas terkait penggunaan internet. Tendensi impulsivitas terkait internet tersebut antara lain adalah adanya penundaan kegiatan lain ketika menggunakan internet, kegagalan upaya mengurangi penggunaan internet, kemunculan disforia mood ketika kehilangan akses internet, penarikan diri dari dunia nyata, serta dorongan untuk terus menggunakan internet secara intens. Adapun makna internet bagi kedua subjek adalah internet sebagai bagian terpenting dari kehidupan individu dengan PIU. Salah seorang subjek menganggap internet sebagai penolong kehidupan sosial yang dimiliki, sementara subjek lain menganggap internet sebagi media utama penghilang stress atas permasalahan hidup sehari-hari.

Peran Orangtua dan Guru dalam Membangun Internet sebagai Sumber Pembelajaran

Dalam abstraksi terdapat informasi ini:

Baca Juga :   Sejarah Psikologi di Indonesia

Realitas perilaku anak-anak dan remaja masa kini sudah dipengaruhi oleh internet. Lingkungan keluarga dan sekolah dituntut kondusif agar anak-anak dan remaja menggunakan internet secara positif terutama untuk pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui:1) perilaku siswa dalam menggunakan internet; 2) peran orangtua dan guru dalam membangun internet sebagai sumber pembelajaran; dan 3) faktor-faktor yang berhubungan dengan intensitas penggunaan internet untuk pembelajaran. Penelitian ini menggunan pendekatan kuantitatif. Hasil deskripsi data dan uji korelasi diketahui bahwa semua siswa setiap hari menggunakan internet, dengan rata-rata lebih dari dua jam. Penggunaan internet untuk keperluan pembelajaran cukup tinggi. Tingginya penggunaan internet untuk pembelajaran tersebut dipengaruhi oleh tingginya kepedulian orangtua dalam membimbing anaknya belajar dan mengontrol penggunaan internet, tingginya intensitas guru menggunakan internet untuk pembelajaran, tingkat pendidikan orangtua terutama ibu, serta intensitas membaca buku pelajaran. Menggunakan media sosial, bermain game online, menggunakan internet walaupun intensitasnya tinggi tetapi tidak berhubungan dengan penggunaan internet untuk pembelajaran. Implikasinya bahwa para orangtua dan guru dituntut lebih peduli terhadap pembelajaran, terutama memanfaatkan internet untuk mendukung keberhasilan pembelajaran.

Perancangan Sistem Konektifitas Intranet-internet Dengan Menggunakan Konsep Nat

Dalam abstraksi terdapat informasi ini:

Intranet dapat berhubungan dengan Internet, dan sebaliknya. Untuk menghubungkan intranet Anda ke internet banyak hal yang harus diperhatikan untuk konektivitas yang efisien dan efektif. Beberapa hal penting itu adalah pengalamatan dan keamanan internet. Protokol internet yang digunakan pada TCP/IP (Transmission Control Protocol/Internet Protocol), mensyaratkan bahwa setiap host atau yang bermaksud untuk menghubungkan komputer ke dalam suatu jaringan harus memiliki alamat IP yang unik. Sehingga pada saat intranet hendak terhubung ke internet atau komputer host manapun yang terhubung harus memiliki alamat IP yang sesuai dengan aturan pengalamatan yang digunakan di internet. Konsep NAT (Network Address Translator) memberikan solusi untuk mengatasi keterbatasan alamat IP yang tersedia. Masquereding IP adalah layanan internet yang merupakan penerapan konsep NAT yang dapat mengurangi permintaan alamat IP baru yang menghubungkan diri kita ke internet dan intranet dapat meningkatkan keamanan. Masquereding IP adalah salah satu kemampuan tambahan pada sistem operasi LINUX.

Note: Informasi yang kamu dapatkan adalah informasi abstraksi dari penelitian tentang Internet. Untuk Selengkapnya kamu bisa klik link atau judul dari masing-masing daftar di atas.  




Related posts